Anda di halaman 1dari 25

PENGARUH PRENATAL YOGA TERHADAP TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL

PRIMIGRAVIDARUM TRIMESTER III


OLEH:
 
NI LUH PUTU MANIK JUNI ASTRI DEWI (P07120320009)
NI LUH PUTU PUTRI WIDIARI (P07120320010)
DESAK MADE ARI WAHYUNI (P07120320011)
I PUTU WAWAN NARENDRA PUTRA (P07120320012)
NI LUH ADE SERIASIH (P07120320013)
NI MADE RASITA PUSPITASWARI (P07120320014)
NI LUH PUTU ARY APRILIYANTI (P07120320015)
 BAB I ANALISIS JURNAL

A. Judul Penelitian
Pengaruh Prenatal Yoga Terhadap
Tingkat Kecemasan Ibu Hamil
Primigravidarum Trimester III

B. Nama Peneliti
Rahma Kusuma Dewi dan Weni
Tri Purnani
C. Ringkasan Jurnal
Kehamilan merupakan masa terjadinya perubahan yang besar
dalam tubuh seorang perempuan. Perubahan ini tidak hanya
berhubungan dengan bentuk dan berat badan, tetapi juga
perubahan biokimia, fisiologis, bahkan emosional yang merupakan
konsekuensi dari pertumbuhan janin dalam rahim. (Emilia, 2010).
Kecemasan akan dirasakan berbeda selama kehamilan dan
kecemasan trimester ketiga lebih tinggi dibanding trimester
sebelumnya (Varney et al.,2010). Kecemasan dan depresi di negara
maju sekitar 7-20% dan di negara berkembang lebih dari 20%
( Biaggi et al.,2016).
Ibu hamil mengalami perubahan yang signifikan pada fungsi
fisiologis dan psikologis, proses penyesuaian diri terhadap keadaan
baru pada ibu hamil dapat menyebabkan kecemasan (Aprianawati
dan Sulistyorini, 2007). Olahraga yang teratur dalam masa
kehamilan sangat diperlukan bagi ibu hamil, beberapa olah raga
yang bisa dilakukan oleh ibu hamil diantaranya, senam hamil, jalan
kaki, senam air, dan yoga. Prenatal Yoga adalah modifikasi dari yoga
klasik yg telah disesuaikan dengan kondisi wanita hamil yg
dilakukan dengan intensitas yang lebih lembut dan perlahan
(Sindhu, 2009). Prenatal Yoga dapat menurunkan stress.
meningkatkan kualitas hidup, memberi rasa nyaman, mengurangi
nyeri persalinan (Curtis et al.,2012).
Dalam penelitian ini termasuk jenis penelitian inferensial
kuantitatif, Metode penelitian ini menggunakan pendekatan
Pretest-posttest Control Group Design (Arikunto,2010). Penelitian
ini dilakukan dengan cara memberikan pre test (pengamatan awal)
terlebih dahulu sebelum diberikan perlakuan (x) setelah diberikan
perlakuan, kemudian dilakukan kembali post test (pengamatan
akhir) hal ini dilakukan untuk perbedaan yang dihasilkan antara pre
test dan post test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu
hamil primigravidarum trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas
Bangsongan Kabupaten Kediri sejumlah 36 ibu hamil
primigravidarum tirmester III. Jumlah sampel dihitung
menggunakan rumus (Lwanga dan Lemeshow,1991). Besar sampel
dalam penelitian ini adalah 32 responden. Teknik sampling yang
digunakan dalam penelitian ini adalah simple random sampling.
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Hamilton
Anxiety Rating Scale (HARS) Analisis data dalam penelitian ini
menggunakan analisis univariat dan bivariat, untuk analisis
univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi karakteristik umur,
pendidikan, pekerjaan dan abortus. Analisis bivariat untuk
mengetahui tingkat kecemasan menggunakan Mann Whitney Test
dan untuk mengetahui pengaruh menggunakan uji wilcoxon.
Hasil penelitian berdasarkan karakteristik responden kelompok
perlakukan yang berjumlah 16 responden didapatkan hasil penelitian
yang dilihat berdasarkan umur yaitu 100 % memiliki usia 20-35 tahun
yaitu sebanyak 16 responden, berdasarkan tingkat pendidikan
didapatkan hasil 90 % berpendidikan menengah (SMA) yaitu
sebanyak 13 responden, dan berdasarkan pekerjaan didapatkan hasil
sebagian besar 68.8 % sebagai IRT atau ibu rumah tangga sebanyak
11 responden. Sedangkan hasil penelitian berdasarkan karakteristik
responden kelompok Kontrol yang berjumlah 16 responden
didapatkan hasil penelitian yang dilihat berdasarkan umur yaitu
hampir seluruh responden 93,8 % memiliki usia 20-35 tahub
sebanyak 15 responden, berdasarkan tingkat pendidikan didapatkan
hasil hampir seluruhnya 90 % berpendidikan (SMA) yaitu sebanyak 13
responden dan berdasarkan pekerjaan didapatkan hasil sebagian
besar responden 56,2 % sebagai IRT atau ibu rumah tangga.
Hasil penelitian berdasarkan pengaruh pemberian Prenatal Yoga
Terhadap Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Primigravida Trimester III
pada saat Pre Test antara Kelompok Perlakuan dan Kelompok
Kontrol didapatkan hasil nilai signifikansi (p) sebesar 0.270 yang
lebih besar dari alpha 0.05, sehingga Ho diterima dan dapat
disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan tingkat kecemasan
ibu hamil primigravida trimester III pada saat pre test antara
kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Sedangkan hasil
penelitian berdasarkan pengaruh pemberian Prenatal Yoga
Terhadap Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Primigravida Trimester III
pada saat Post Test antara Kelompok Perlakuan dan Kelompok
Kontrol didapatkan hasil nilai signifikansi (p) sebesar 0.000 yang
lebih kecil dari alpha 0.05, sehingga Ho ditolak dan dapat
disimpulkan bahwa terdapat perbedaan tingkat kecemasan ibu
hamil primigravida trimester III pada saat post test antara
kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Dimana pada ibu hamil
primigravida trimester III yang mendapatkan prenatal yoga
mempunyai tingkat kecemasan yang lebih rendah daripada tingkat
kecemasan ibu hamil pada kelompok kontrol. Hal ini menunjukkan
adanya pengaruh pemberian prenatal yoga pada ibu hamil dapat
menurunkan tingkat kecemasan mereka.
Hasil penelitian berdasarkan pengaruh pemberian Prenatal Yoga
Terhadap Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Primigravida Trimester III pada
Kelompok Perlakuan antara saat Pre Test dan Post Test berdasarkan
hasil pengujian menunjukkan hasil uji perbedaan tingkat kecemasan
ibu hamil primigravida trimester III pada kelompok perlakuan antara
pada saat pre test dengan post test mempunyai nilai signifikansi (p)
sebesar 0.000 yang lebih kecil dari alpha 0.05, sehingga Ho ditolak dan
dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan tingkat kecemasan ibu
hamil primigravida trimester III yang signifikan (bermakna) pada
kelompok perlakuan antara pada saat pre test dengan post test.
D. Kelebihan dan Kekurangan jurnal
1. Kelebihan jurnal
a. Jumlah responden dalam penelitian pada kelompok perlakukan dan kelompok
control sama-sama berjumlah 16 responden
b. Karakteristik dari reponden pada kelompok perlakuan dan kelompok control
memiliki karakteristik berdasarkan umur yang sama yaitu sebagian besar
berumur 20-35 tahun
c. Karakteristik dari reponden pada kelompok perlakuan dan kelompok control
memiliki karakteristik berdasarkan tingkat pendidikan yang sama yaitu sebagian
besar berpendidikan SMA
d. Karakteristik dari reponden pada kelompok perlakuan dan kelompok control
memiliki karakteristik berdasarkan tingkat pendidikan yang sama yaitu sebagian
besar bekerja sebagai ibu rumah tangga
e. Pemberian terapi yoga prenatal berpengaruh untuk mengurangi tingkat
kecemasan ibu hamil primigravidarum trimester III yang mendapatkan prenatal
yoga lebih rendah dibandingkan dengan ibu hamil primigravidarum trimester III
yang tidak mendapatkan prenatal yoga.
2. Kekurangan jurnal
a. Pada jurnal penelitian disebutkan bahwa karateristik reponden yang digunakan
yaitu berdasarkan umur, pendidikan, pekerjaan dan riwayat abortus namun pada
hasil penelitian tidak dijelaskan hasil penelitian berdasarkan riwayat abortus yang
berpengaruh terhadap kecemasan ibu hamil
b. Pada jurnal penelitian tidak menuliskan panduan prenatal yoga pada insrumen
penelitian dimana panduan tersebut bermanfaat sebagai acuan dalam memberikan
yoga pada ibu hamil
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Konsep Kehamilan
1. Pengertian Kehamilan
Masa kehamilan yaitu dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin.
Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung
dari hari pertama haid terakhir. Kehamilan dibagi dalam 3 triwulan pertama
dimulai dari konsepsi sampai 3 bulan, triwulan kedua dari bulan keempat sampai
6 bulan, triwulan ketiga dari bulan tujuh sampai 9 bulan (Saifuddin, 2006).
Kehamilan didefinisikan sebagai fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan
dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi. Pertumbuhan dan perkembangan janin intra
uterine mulai sejak konsepsi dan berakhir sampai permulaan persalinan (Hanafiah,2009).
2. Tanda- Tanda Kehamilan

a. Tanda Tidak Pasti Hamil (Presumtif)


1) Amenorea (tidak adanya menstruasi)
2) Mual di pagi hari (tanpa muntah)
3) Mengidam
4) Sering buang air kecil
5) Pingsan
6) Mamae menjadi tegang dan membesar
7) Anoreksia (tidak nafsu makan)
8) Konstipasi
9) Pigmentasi kulit terjadi pada kehamilan usia 12 minggu keatas.
10)Epulis
11)Varises
b. Tanda Mungkin Hamil
12) Rahim membesar sesuai dengan tuanya kehamilan.
13) Tanda hegar
14) Tanda chadwiks
15) Tanda piscasek
16) Uterus mengalami pembesaran.
17) Tanda braxton hicks
18) Goodle sign
19) Reaksi kehamilan positif
c. Tanda Pasti Hamil
1) Terlihatnya embrio atau kantung kehamilan melalui USG pada minggu ke 4-6
sesudah pembuahan.
2) Denyut jantung janin ketika usia kehamilan 10-20 minggu dapt didengar dengan
stetoscope leanec, alat kardiotokografi,alat dopler, atau dilihat dengan
ultrasonografi.
3) Pada pemeriksaan rontgen terlihat adanya rangka janin (Asrinah, 2010).
1. Kehamilan Trimester III

Usia Kehamilan  
Perubahan Yang Terjadi 
Pada minggu ini tejadi perkembangan janin sebagai berikut :
1. Janin masih leluasa berputar didalam rahim
2. Berat janin mencapai 1000 gram
3. Janin dapat menghisap jari
Minggu ke 28-31 4. Kulit tipis merah yang ditutupi lemak disebut vernik
5. Pertumbuhan kepala mulai lambat, ukurannya sebanding ukuran tubuh
6. Organ dalam sudah lengkap
7. Panjang janin mencapai 35 cm

1. Janin mulai memasuki posisi siap lahir yaitu bokong diatas dan kepala dibawah
2. Janin masih mempunyai cukup ruang berenang bebas menendang dan jungkir balik
Minggu ke 32-33 dalam air ketuban.
3. Kulit janin merah dan keriput
4. Panjang janin 40-45 cm
Perkembangan pada saat ini adalah tersaringnya cahaya yang akan masuk ke dalam rongga
Minggu ke 34-35 rahim. Mata berkembang sepenuhnya dan janin lebih banyak bergerak.
Pada minggu ini kepala janin masuk dalam rongga panggul disertai dengan berkurangnya
Minggu ke 38- 39 tendangan keras janin
 
1. Merupakan periode siap lahir
2. Perkembangan janin telah sempurna
3. Kondisi siap siaga untuk persalinan karena tanggal kelahiran sudah dekat
Minggu ke 40 – seterusnya 4. Varniks masih ada sampai bayi lahir namun secara umum sebagian lanugo sudah hilang
5. Panjang bayi mencapai 48-50 cm
6. Berat badan bayi sekitar 2750-3000 gram
a. Perubahan Pada Trimester III
1. Perubahan Fisik
Payudara bertambah besar dan mulaikeluar cairan kental berwarna
kekuning-kuningan (kolostrum). Areola mamae menjadi lebih lebar dan
berpigmen lebih gelap. Terlihat benjolan-benjolan kecil tersebar di
seluruh areola yang disebut kelenjar montgomery. (Astuti, 2010)

2. Perubahan Psikologis
Pada tahap ini, ibu akan menyadari bahwa sebentar lagi janinnya akan
segera lahir ke dunia dan hadir secara nyata di hadapan ibu. Seiring itu,
biasanya timbul juga perasaan cemas, ketakutan, dan adanya masalah
rumah tangga, akan membuat ibu semakin stres dan mungkin merasa
belum siap menghadapi proses persalinan (Astuti, 2010)

b. Ketidaknyamanan Pada Trimester III


Sering buang air kecil, terjadi akibat tekanan uterus/rahim pada
kandung kemih.
1) Konstipasi
2) Perut kembung
3) Susah tidur
4) Napas sesak
5) Sakit punggung bawah (Astuti,2010).
B. Konsep Kecemasan Ibu Hamil
1. Pengertian kecemasan
Kecemasan atau anxietas adalah rasa khawatir, takut yang tidak jelas sebabnya.
Menurut Freud dalam Supratiknya kecemasan adalah suatu keadaan tegangan, ia merupakan
suatu dorongan seperti lapar, hanya saja ia tidak timbul dari kondisi-kondisi jaringan di
dalam tubuh melainkan aslinya ditimbulkan oleh sebab-sebab dari luar.
Menurut Caplan dalam Donsu, ansietas adalah sebagai kesulitan atau kesusahan dan
merupakan konsekuensi yang normal dari pertumbuhan, perubahan, pengalaman baru,
penemuan identitas dan makna hidup. Jadi, kecemasan adalah rasa khawatir atau takut yang
dapat disebabkan karena adanya perubahan atau pengalaman baru.

2. Faktor Yang Mempengaruhi


Menurut Aktas, Songul & Kiymet, faktor sosiodemografi dapat mempengaruhi depresi
dan kecemasan selama kehamilan. Hal ini ditekankan dalam beberapa penelitian, terdapat
beberapa faktor yaitu :
 Usia
 Pekerjaan
 Status pendidikan
 Paritas
 Riwayat kehamilan lalu
3. Gejala Klinis kecemasan
Hawari menyebutkan bahwa keluhan-keluhan yang sering dikemukakan oleh orang yang mengalami
kecemasan antara lain sebagai berikut:
a. Cemas, khawatir, firasat buruk, takut akan pikirannya sendiri,
b. Mudah tersinggung.
b. Merasa tegang, tidak tenang, gelisah, mudah terkejut.
c. Takut sendirian, takut pada keramaian dan banyak orang.
d. Gangguan pola tidur, mimpi-mimpi yang menegangkan.
e. Gangguan konsentrasi dan daya ingat.
f. Keluhan-keluhan somatik misalnya rasa sakit pada otot dan tulang, pendengaran berdenging, berdebar-
debar, sesak nafas, gangguan pencernaan, ganguan perkemihan, sakit kepala dan lain sebagainya
4. Jenis Kecemasan
Menurut Freud dalam Supratiknya terdapat tiga macam kecemasan, yaitu:
a. Kecemasan realitas
Kecemasan realitas atau rasa takut akan bahaya-bahaya nyata di dunia luar.
b.Kecemasan neurotic
Kecemasan neurotik adalah rasa takut jangan-jangan insting-insting akan lepas dari kendali dan
menyebabkan pribadi berbuat sesuatu yang bisa membuatnya dihukum.
c. Kecemasan moral
Kecemasan moral adalah rasa takut terhadap suara hati, menurut Spielerger menyebutkan bahwa terdapat
dua jenis
kecemasan, yaitu :
1. State Anxiety
2. Trait Anxiety
5. Tingkat Kecemasan

Donsu menyebutkan bahwa terdapat empat tingkat


kecemasan, yaitu :
a. Kecemasan ringan (Mild Anxiety)
b. Kecemasan sedang (Moderate Anxiety)
c. Kecemasan berat (Severe Anxiety)
d. Panik
 
6. Dampak Kecemasan pada ibu hamil

a. Bagi ibu
Qiao, et al dalam Deklava, et al menyebutkan bahwa
dampak pada ibu dikaitkan dengan lebih pendeknya
masa gestasi, gangguan tidur (insomnia), meningkatnya
mual dan muntah, persalinan seksio sesaria dan
penggunaan anastesi epidural.

b. Bagi bayi
Glover, et al dalam Shahhosseini, et al menyebutkan
dampak pada bayi dikaitkan dengan lahir prematur,
berat lahir rendah dan pertumbuhan janin yang kurang.
7. Alat Ukur Kecemasan
Bush menyebutkan bahwa alat ukur kecemasan yang umum
digunakan dalam mengukur kecemasan adalah STAI (State Trait
Anxiety Inventory) yang dikembangkan oleh Charles D.
Spielberger. Selain itu, skala trait dari STAI telah menunjukkan
reliabilitas test-recest exellent. Skala respon pada A-State
meliputi :

1 : sama sekali tidak merasakan


8. Cara Mengatasi Kecemasan
2 : sedikit merasakan
Suporrted
3: cukup merasakan
Senam hamil
4 : sangat merasakan
Prenatal yoga
Sedangkan skala responden pada A-Trait meliputi :
CBT (Cognitive Behavioral Therapy)
1 : hampir tidak pernah
Pengobatan
2 : kadang-kadang
3 : sering
4 : hampir selalu

Penentuan derajat kecemasan, dilakukan dengan cara


menjumlahkan nilai pernyataan 1 hingga 20 dengan hasil, yaitu :
1) Skor < 40 = kecemasan ringan/rendah
2) Skor 40-60 = kecemasan sedang
3) Skor > 60 = kecemasan tinggi
C. Konsep Prenatal Yoga
1. Pengertian Prenatal Yoga
Yoga dibangun atas tiga struktur utama, yaitu olahraga,
pernapasan dan meditasi.Yoga adalah sebuah ilmu yang
menjelaskan kaitan antara fisik, mental dan spiritual manusia
untuk mencapai kesehatan yang menyeluruh. Yoga
merupakan sebuah aktivitas fisik yang meditatif dan intuitif,
dilakukan dengan penuh kesadaran yang tidak hanya
membina tubuh secara fisik, tetapi2. juga akan
Manfaat memperhalus
yoga bagi kehamilan
rasa dan memperluas kesadaran. Sindhu
Prenatal yoga (yogaada
menyebutkan bagibeberapa manfaat berlatih yoga bagi
kehamilan,
kehamilan) merupakan modifikasi dari yaitu: yang telah
yoga klasik
• Meningkatkan
disesuaikan dengan kondisi fisik wanita hamil yangkekuatan dan stamina tubuh saat hamil
dilakukan
• Melancarkan sirkulasi darah dan asupan oksigen ke janin
dengan intensitas yang lebih lembut dan perlahan.
• Mengatasi sakit punggung dan pinggang, skiatika, konstipasi,
saluran urine yang lemah, pegal dan bengkak pada sendi
• Melatih otot perineum untuk lebih kuat dan elastis sehingga
mempermudah proses kelahiran.
• Mengurangi kecemasan dan mempersiapkan mental sang ibu
untuk
• Mempermudah proses kelahiran
• Menjalin komunikasi antara ibu dan anak sejak masih berada di
dalam kandungan
• Mempercepat pemulihan fisik dan mengatasi depresi pasca
melahirkan.
3. Prosedur

 Prenatal yoga sama halnya dengan senam hamil dapat dilakukan oleh
semua ibu yang memiliki kehamilan sehat, tanpa kontraindikasi (seperti
preeklamsia, placenta previa totalis, cervix incompetence, hipertensi, ada
riwayat abortus yang disebabkan oleh lemah kandungan,dan penyakit
jantung), sangat disarankan untuk berlatih yoga secara teratur.

 Berlatih yoga seminggu 1-2 kali dengan bimbingan instruktrur selama 60-90
menit/sesi, dan di hari-hari lainnya dapat berlatih secara mandiri. Prenatal
yoga dapat dilakukan mulai dari trimester I, berbeda dengan senam hamil
yang dianjurkan dapat dilaksanakan saat usia kehamilan memasuki 24
minggu keatas.
 Trimester
 Trimester I merupakan masa kedua merupakan
yang paling rawan masa
dalam kehamilan
kehamilan yang
karena“normal”, karena tingkat
kondisi embrio yangenergi
belumcalon
stabil ibu
dan telah kembali
memiliki normal. Praktik
risiko keguguran yoga yang disarankan adalah
yang tinggi.
meningkatkan
Praktik yoga yang disarankan untukkekuatan
trimester otot punggung
ini adalah agar dapat
yang “ringan” dan menyangga janin dan
membantu calon melindungi pinggang
ibu beristirahat dari cedera.
seperti melakukan postur restoratif,
relaksasi dan berlatih teknik olah napas yoga.
 Trimester ketiga, beban kandungan mencapai bobot maksimal membuat postur
tubuh yang lebih baik dan kuat semakin diperlukan. Praktik yoga yang disarankan
adalah menciptakan ruang bagi ibu dan janin untuk tetap dapat bernapas dengan
nyaman, melatih otot dasar panggul agar lebih elastis, serta melakukan postur
restoratif dan relaksasi
4. Prinsip prenatal yoga
Prinsip prenatal yoga yaitu :
 Napas dengan penuh kesadaran
 Gerakan yang lembut dan perlahan
 Relaksasi dan meditasi
 Ibu dan bayi
BAB III PEMBAHASAN AKAN DI TAMPILKAN DALAM BENTUK WORD
Mengetahui hal lain adalah kecerdasan
Mengetahui dirimu sendiri adalah kearifan
sejati

-Lao Tse-
TERIMAKASI
H