Anda di halaman 1dari 11

Visi, Misi dan Kompetensi Kelompok

MPK
 Visi Kelompok MPK di Perguruan tinggi menjadi sumber
nilai dan pedoman bagi penyelenggaraan program studi
dalam mengantarkan mahasiswa mengembangkan
kepribadiannya.
 Misi Kelompok MPK di Perguruan Tinggi bertujuan
membantu mahasiswa agar mampu mewujudkan nilai dasar
agama dan kebudayaan serta kesadaran berbangsa dan
bernegara dalam menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi
dan seni yang dikuasainya dengan tanggung jawab
kemanusiaan.
 Kompetensi Kelompok MPK bertujuan menguasai
kemampuan berpikir, bersikap rasional dan dinamis,
berpandangan luas sebagai manusia intelektual.
Sasaran Pemb. MPK Pend. Agama
Hindu
Menjadikan ajaran Agama Hindu sebagai sumber
nilai dan pedoman bagi penye-lenggaraan program
studi dalam mengantarkan mahasiswa
mengembangkan profesi dan kepribadian yang
sesuai dengan nilai-nilai ajaran Agama Hindu.
Terbinanya mahasiswa yang Sraddha dan Bhakti
berbudi pekerti luhur serta menjadikan ajaran
Agama Hindu sebagai landasan berpikir, berkata
dan berbuat dalam mengembangkan profesi.
Visi, Misi, dan Kompetensi MPK Pend.
Agama Hindu
 Visi: Pendidikan Agama Hindu menjadi sumber nilai dan
pedoman bagi penyelenggaraan program studi dalam
mengantarkan mahasiswa mengembangkan
kepribadiannya.
 Misi: Pendidikan Agama Hindu membantu mahasiswa agar
mampu mewujudkan nilai dasar Agama Hindu dan
Kebudayaan serta kesadaran untuk menerapkan dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara.
 Kompetensi: Pendidikan Agama Hindu berusaha
mengembangkan kemampuan berpikir, berkata, dan
berbuat sesuai ajaran Agama Hindu sehingga memiliki
wawasan yang luas sebagai manusia intelektual.
Agama
Kata agama berasal dari bahasa Sanskerta, terdiri
dari dua suku kata
a : tidak
gam: pergi
a + gam : tidak pergi, diam, atau datang
a + gam + a : berarti kedatangan
Kedatangan apa atau siapa?
Dalam hal (agama) ini kedatangan wahyu atau
sabda Tuhan. Sabda tuntunan dan penjelasan untuk
hidup bagi umat manusia dalam mencari
kebahagian, kedamaian, dan kebenaran di dunia
ini.
Agama
Di barat (Inggris, Perancis, Jerman, dll.) agama
diterjemahkan dengan kata religion yang berasal
dari kata Yunani relegere
re : kembali
legere : mengikat
re+legere: mengikat kembali agar diam atau tidak
bergerak.
Siapa atau apa yang diikat kembali?
Tentu yang dimaksud di sini adalah manusia agar
kembali mengikatkan dirinya dengan Tuhan
sebagai asalnya, yang maha kekal dan abadi.
Depinisi
 Agama itu adalah suatu kepercayaan dari pemeluknya,
bahwa dengan melaksanakan ajaran-ajaran-Nya akan
tercapai kesejahteraan hidup baik di sekala (di dunia ini)
maupun di niskala (di akhirat), serta dapat melengkapi ilmu
pengetahuan dan teknologi dalam memecahkan masalah
yang berada di luar akal dan rasio manusia yang sangat
terbatas kemampuannya.
 Agama ialah kepercayaan kepada Tuhan serta segala
sesuatu yang bersangkut paut dengan itu. Dengan definisi
itu maka sembahyang, beryadnya, melakukan kebajikan
kepada sesama manusia adalah agama.
Di dalam Lontar Sundarigama, kata agama dikupas
dan diberi pengertian sebagai berikut:
 AGAMA
A : awang-awang, kosong, hampa
GA : genah atau tempat
MA : matahari, cahaya, terang (sinar)
 Tempat yang kosong perlu diberi penerangan (sinar).
Maksudnya ialah hati dan pikiran manusia yang masih
kosong perlu diisi sinar suci dari Tuhan, agar menjadi
terang. Sinar suci ini berupa tuntunan ajaran Tuhan untuk
mengatur perilaku manusia agar menjadi bersusila dan
berbudi. Karena itu dalam uraian selanjutnya dari
Sundarigama, kata agama itu disamakan dengan Ambek
yaitu perilaku yang perlu diatur sedemikian rupa sehingga
sesuai dengan ajaran Tuhan.
Di dalam Lontar Sundarigama, kata agama dikupas
dan diberi pengertian sebagai berikut:
 UGAMA
U : udaka, tirtha atau air suci
GA : geni atau api
MA : maruta, angin, atau udara
 Ugama adalah suatu ajaran tentang penggunaan sarana: air,
api, dan udara dalam memuja Tuhan, maksudnya agar umat
manusia dalam melakukan pemujaan terhadap Tuhan selalu
menggunakan sarana berupa air suci (tirtha), api (berupa
dupa, dipa dsb), dan udara (berupa mantra, kidung,
gamelan atau bunyi-bunyian, wangi-wangian dll). Perilaku
dalam hal Ugama disamakan dengan Ulah, yaitu tingkah
laku manusia dalam melaksanakan pemujaan kepada Tuhan
ia melengkapi diri dengan berbagai sarana sehingga ter-
capai kesejahteraan baik di sekala maupun di niskala.
Di dalam Lontar Sundarigama, kata agama dikupas
dan diberi pengertian sebagai berikut:
IGAMA
I : Iswara atau Siwa
GA: Angga atau Badan Sarira
MA: amerta (tidak mati) atau hidup
Badan sarira dapat hidup atas karunia dari Iswara
atau Siwa (Tuhan). Igama ini disamakan dengan
Idep, yaitu sikap jiwa manusia yang menyadari
akan kejatidiriannya. Dengan mempelajari Igama
(tattwa agama) maka manusia akan bertambah
sadar tentang sangkan paraning dumadinya, asal-
usul dan tujuan hidupnya di dunia ini.