Anda di halaman 1dari 12

UNIVERSITAS

SRIWIJAYA

K E L O M P O K 4
Anindia Farida Julianingsih
Azura Vajri Utami
Clarissa Adisthy
Dwi Achmad Rikko
M. Andhika Lamjati
M. Rafli krisman
Natasya Salsabilla
Ragil Pramudya Putra
Riza Hidayati
Ryan Zainudin Artha
Sejarah
Ekonomi
Indonesia
Bab 5
Tatanan Tentang Kesejahteraan Umum
5.1 Definisi Kesejahteraan
5.2 Penegasan Kesejahteraan Umum
5.3 Posisi Kesejahteraan Umum dan Individu
5.4 Ukuran dan Batasan Kesejahteraan Umum

KGS. MOHD. RASYID ALI, SE., MM 5.5 Tanggung Jawab Kesejahteraan Umum

ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL 5.6 Unsur – Unsur Kesejahteraan


5.7 Instrumen Kesejahteraan
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
5.8 Instrumen Kesejahteraan Jaminan Sosial
5.1 DEFINISI KESEJAHTERAAN

 
Kesejahteraan atau sejahtera dapat memiliki empat arti
(Kamus Besar Bahasa Indonesia), Dalam istilah umum,
sejahtera menunjuk ke keadaan yang baik, kondisi
manusia di mana orang-orangnya dalam keadaan
makmur, dalam keadaan sehat dan damai.
 
Kesejahteraan merupakan tujuan bagi semua orang ,
tetapi setiap orang memiliki penafsiran sendiri-sendiri
tentang kesejahteraan. Sehingga kesejahteraan ada
yang menekankan sisi ekonomi, sehingga orang di
katakan sejahtera manakala memiliki pendapatan dan
kekayaan yang melimpah. Ada yang mementingkan
aspek sosial sehingga orang di sebut sejahtera kalau
orang itu memiliki eksistensi masyarakat sehingga bisa
interaksi dengan orang lain
5.2
PENEGASAN
KESEJAHTERAAN UMUM
SEBAGAI TUJUAN
Sistem ekonomi Indonesia hanyalah bagian dari sistem kenegaraan Indonesia, sehingga tujuan
sistem ekonomi Indonesia harus mengacu pada tujuan Negara Indonesia. Tujuan utama dari
dibentuknya negara Indonesia, secara tegas tertulisdalam pembukaan UUD 1945

Jadi, tujuan utama dari sistem ekonomi Indonesia adalah mewujudkan kesejahteraan umum.Hal
ini didasarkan pada dua alasan. Pertama, secara sistematik, dengan berorientasi pada
kesejahteraan umum, sistem ekonomi Indonesia memiliki peluang yang sangat kuat untuk
berkontribusi besar demi mewujudkan cita-cita besar Negara Indonesia. Tidak bisa dipungkiri
bahwa komponen ekonomi dalam kesejahteraan sangat besar, sehingga keberhasilan dibidang
ekonomi akan memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan. Dengan terwujudnya
kesejahteraan masyarakat, berarti sepertiga dari tujuan Negara sudah dapat direalisasikan.
Kedua, memilikilandasan konstitusional yang kuat, yaitu sejalan dengan amanat dalam
pembukaan UUD 1945.

 
5.3
Posisi Kesejahteraan
Umum dan Individu
Garis pemisah antara kesejahteraan umum dan kesejahteraan individu dapat dicari dengan
memetakan hubungan antara negara dan individu sebagai warga negara. Warga negara adalah
individu yang memiliki keterikatan pada entitas politik yang memiliki kedaulatan wilayah. Entitas
politik yang memiliki kedaulatan wilayah ialah negara, Dibentuknya negara karena individu secara
sendiri-sendiri tidak dapat memenuhi segala kebutuhan dan kepentingan hidupnya.
Tugas utama negara adalah memberikan pelayanan kepada seluruh warganya, Meskipun begitu
negara tetap berkewajiban memberi peluang kepada setiap individu agar bisa meraih tingkat
kebutuhan yang diinginkan diluar yang disediakan negara
5.4
Ukuran dan Batasan
Kesejahteraan
Pada setiap kehidupan yang panjang, tingkat kebutuhan dapat
Umum dibedakan ke dalam tiga tingkatan, yaitu kebutuhan primer,
kebutuhan sekunder dan kebutuhan tersier. Kebutuhan primer
adalah kebutuhan yang menjamin manusia bisa hidup secara layak.
Pada tingkatan sekunder pemenuhan kebutuhan bukan
dimaksudkan agar bisa hidup secara layak saja, tetapi lebih dari itu,
dimaksudkan agar manusia tidak mengalami kesulitan dalam
memenuhi seluruh kebutuhan hidupnya. Kebutuhan tersier adalah
tingkat kebutuhan yang menyempurnakan kebutuhan sekunder
yaitu tingkat kehidupan yang makmur.
Pada tingkatan sekunder pemenuhan kebutuhan bukan dimaksudkan agar bisa hidup
secara layak saja, tetapi lebih dari itu, dimaksudkan agar manusia tidak mengalami
kesulitan dalam memenuhi seluruh kebutuhan hidupnya. Kebutuhan tersier adalah
tingkat kebutuhan yang menyempurnakan kebutuhan sekunder yaitu tingkat
kehidupan yang makmur.
Kebutuhan tersier adalah tingkat kebutuhan yang menyempurnakan kebutuhan
sekunder yaitu tingkat kehidupan yang makmur.
5.5 TANGGUNG JAWAB KESEJAHTERAAN MENURUT PILAR PILAR
KEHIDUPAN

 
Manusia menjadi pilar pertama dalam kehidupan bernegara. Di samping pilar
individu berhadapan dengan pilar negara, masih ada pilar lain di mana inividu
harus menjadi bagiannya. Pilar yang dimaksud adalah kehidupan keluarga dan
masyarakat. Bila diurut, kehidupan bermula dari kehidupan individu. Masing-
masing individu kemudian menjadi bagian dari kehidupan keluarga. Setelah
masuk dalam pilar kehidupan keluarga, individu bersama keluargannya menjadi
bagian dari kehidupan masyarakat. Begitu seterusnya sampai akhirnya manusia
menjadi bagian kehidupan bernegara
Dengan demikian kesejahteraan menjadi tanggung jawab semua pilar kehidupan.
Individu bertanggung jawab atas kesejahteraan dirinya. Bila tidak mampu,
kesejahteraan individu menjadi tanggung jawab keluarganya. Bila keluarganya
tidak mampu karena kemiskinannya maka masyarakat sekitar yang harus
menunaikan kewajibannya. Terakhir, apabila masih ada individu yang terlantar
dan fakir miskin yang tidak terurus, maka negara berkewajiban untuk
menyelesaikannya.
5.6 UNSUR UNSUR KESEJAHTERAAN

Unsur unsur kesejahteraan di bagi


menjadi 3 yaitu Unsur Material Kesejahteraan

- Unsur Material Kesejahteraan  Unsur material kesejahteraan berangkat dari suatu pemikiran bahwa
memiliki unsur fisik (badan) sehingga memiliki kebutuhan material untuk
- Unsur Nonmaterial Kesejahteraan
bisa mempertahankan kelangsungan hidupnya. Kebutuhan yang paling
- Dimensi Waktu dan Kesejahteraan
mendasar bagi semua manusia adalah sandang, pangan, dan papan atau
perumahan.
Unsur Non Material Kesejahteraan
Unsur ini merupakan hal hal di luar material kesejahteraan , seperti
kebutuhan spiritual atau agama, keamaan jiwa kehidupan dimana
manusia memiliki hak untuk hidup dan kemurnian anugrah akal pada
manusia
Dimensi Waktu Kesejahteraan

Dengan mengacu pada pancasila, keberlangsungan kesejahteraan dalam


sistem ekonomi Indonesia memiliki 2 perspektif, yakni kesejahteraan hidup
di dunia yang berlanjut pada alam akhirat dan kesejahteraan generasi masa
sekarang ke generasi yang akan datang untuk meneruskan kehidupan
5.7
INSTRUMEN
KESEJAHTERAAN DALAM
BERKERJA

Bekerja merupakan sendi utama kesejahteraan. Dengtan kata lain,bekerja merupakan


instrumen utama dalam mewujudkan kesejahteraan.

Dengan demikian, bekerja merupakan persoalan mendasar dalam kesejahteraan. Bekerja


memuliakan pelakunya karena dua alasan. Pertama, orang yang bekerja dapat melepaskan
diri dan keluarganyadari ketergantungan ekonomi kepada orang lain,sehingga harga dirinya
tidak tergadaikan. Inilah yang dinamakan hidup bermartabat. Kedua,orang yang bekerja
berpeluang besar membantu orang lain yang kesulitan (bisa melaksanakankewajiban
sosialnya),sehingga nilai diri di hadapan orang lain dan Yang Maha Kuasa menjadi lebih
mulia. Orang yang berkerja pun tentu mendapatkan upah dari apa yang dia kerjakan dan
juga berpeluang untuk menciptakan lapangan kerja

 
5.8 INSTRUMEN KESEJAHTERAAN JAMINAN SOSIAL

Tujuan dari sistem ekonomi Indonesia adalah memajukan kesejahteraan


umum. Untuk mewujudkannya, individu didorong bekerja secara
produktif dan perekonomian menjamin tersedianya kesempatan kerja.
Untuk menjamin jaminan sosial tentu harus ada niat dari kita sendiri
dan juga kewajiban negara untuk mesejahterakan jaminan rakyatnya
Secara ekonomi, lahirnya kewajiban Negara untuk memberikan jaminan
sosial bersumber karena ada sumber-sumber ekonomi yang strategis
(kekayaan alam) yang telah dikuasakan kepada Negara untuk
mengelolanya. Oleh karena itu, maka Negara yang berkewajiban untuk
memberikan jaminan socsal kepada rakyatnya.

.
 
KESIMPULAN

 
Sesuai dengan amanat dalam Pembukaan UUD 1945,
salah satu tujuan dibentuknya Negara Indonesia adalah
untuk memajukan keseiahteraan umum dan
mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karena itu, Sistem
Ekonorni Indonesia harus berorientasi pada kesejahteraan
umum.
TERIMA
KASIH