Anda di halaman 1dari 12

KEPERAWATAN ANAK II

Autin Saknohsiwy 1831451050552


Zadrak Teurupun 183145105003
DEFINISI • Embriologi jantung
Sistem kardiovaskuler janin
 Duktus Arteriosis Paten adalah berasal dari lapisan mesoderm
terbukanya duktus arteriosis yang dan mulai berkembang pada
secara fungsional menetap beberapa minggu ketiga kehidupan. Pada
saat setelah lahir. Penutupan saat ini telah terbentuk kedua
fungsional duktus, normalnya terjadi ventrikel, dan pada
segera setelah lahir. Akan tetapi pada perkembangannya ventrikel kiri
bayi yang lahir prematur ada juga akan lebih benkembang darpada
duktus yang baru menutup setelah ventrikel kanan. Pada awal
minggu keempat kehidupan.
enam minggu( 6 minggu). Pada bayi
Sistem sirkulasi janin mulai
premtur, duktus paten biasanya berfungsi .
mempunyai susunan anatomi yang
normal dan keterbukaan merupakan
akibat dari hipoksia dan imaturitas.
Duktus yang tetap terbuka setelah bayi
cuckup bulan berusia beberapa minggu
jarang menutup secara spontan.
Etiologi Duktus Arteriosus Paten

 Prematuritas dianggap sebagai  Penyakit campak Jerman


penyebab terbesar timbulnya (Rubella) yang terjadi pada
duktus arteriosus paten. Pada trimester 1 kehamilan juga
bayi prematur, gejala cenderung dihubungkan dengan
timbul sangat awal, terutama terjadinya duktus arteriosus
bila disertai dengan sindrom paten, bagaimana infeksi
distres pernapasan . duktus rubela pada ibu dapat
arteriosus paten juga lebih menggangu proses
sering terdapat pada anak yang
penutupan duktus ini belum
dilahirkan di tempat yang tinggi
jelas diketahui, tetapi
atau di daerah pegunungan. Hal
ini terjadi karena adanya diduga bahwa infeksi rubela
hipoksia, dan hipoksia ini ini mempunyai pengaruh
menyebabkan duktus gagal langsung pada jaringan
menutup. duktus.
Klasifikasi dan manifestasi klinis Duktus Arteriosus Paten

 ditemukan berdasarkan perubahan anatomi jantung


bagian kiri, tahanan arteri pulmonal, saturasi oksigen dan
perbandingan sirkulasi pulmonal dan sistemik.

Tingkat Hipertrofi ventrikel Tekanan arteri pulmonal Saturas oksigen Perbandingan sirkulasi
dan atrium kiri pulmonal sitemik

I Tidak ada Normal Normal <1,5


II Minimal 30-60 mmhg Normal 1,5-2,5
III Signifikan+ hipertrofi >60 mmhg tapi masih Kadang sianosis >2,5
ventrikel kanan yang dibawah tahanan sistemik
minimal

IV Hipertrofi biventrikel + Lebih tinggi dari tahanan Sianosi > 1,5


atrium kiri sistemik
Patofisiologi
 Paten duktus arteriosus (PDA)
 Penutunan PDA terutama
adalahrespon
tergantung terbukanya duktus
kontriktor
 Dampak semua ini adalah
artriosus setelah lahir, yang meningkatnya tekanan
dari duktus terhadap tekana
menyebabkan dialirikanya darah
oksigen dalam darah.dari
Faktor vena dan kapiler pulmoner,
secara langsung aorta
lain yang mempengaruhi
(tekanan lebih tinggi) kedalam menyebabkan terjadinya
penutupan duktus adalah
arteri pulmoner (tekanan lebih edema paru. Edema paru
rendah). Aliran PDA
kerja prostagladin. kiri ke kanan ini ini menimbulkan
menyebabkan resirkulasi darah penurunan difusi oksigen
lebih sering terdapat pada
beroksigen tinggi yang jumlahnya
bayi prematur dan kurang
semakin banyak dan mengalir ke dan hipoksia, kontriksi
dapat dalam
ditoleransi karena
paru,serta menambah arteriol paru yang
mekanisme kompensasi
beban jantung sebelah kiri. Usaha progresif . akan terjadi
tambahan
jantungnya tidakdari ventrikel kiri untuk hipertensi pulmoner gagal
memenuhi
berkembang baikpeningkatan
dan pirau
kebutuhan ini menyebabkan
jantung kanan jika keadaan
kiri kepelebaran
kanan itu cenderung
dan hipertensi atrium ini tidak di koreksi melalui
lebih besar ( Bets
kiri yang &
progresif terapi medis atau bedah.
Sowden,2002).
PENATALAKSANAAN KEPERAWATAN
DUKTUS ARTERIOSIS PATEN
 Kebutuhan nutrisi
 Bahaya terjadinya gagal  Gangguan rasa aman dan nyaman
jantung  Baringkan semi fowler untuk
 Resiko infeksi saluran nafas menghindari isi rongga perut
mendesak paru
 Ruangan harus cukup
 Berikan oksigen sesuai dengan
ventilasi, tetapi tidak keadaan sianosisnya ( 1-2 liter/m
boleh terlalu dingin.  Ubah posisi tidur setiap 2-3 jam, lap

 Ubah sikap berbaringnya tubuhnya supaya kering, kemudian


dibedaki, hati-hati debu bedak
setiap 2 jam. Lap dengan terhirup yang menyebabkan pasien
air hangat bagian yang batuk.
tertekan dan di beri bedak  Selimuti pasien agar tidak kedinginan

 Baringkan dengan kepala tetapi tidak boleh menggangu


pernapasan
lebih tinggi ( semi fowler  Kurangnya pengetahuan orang tua
mengenai penyakit
Penatalaksanaan medis duktus arteriosis paten

 Pembedahan : pemotongan atau pengikatan duktus


 Non pembedahan: penutupan dengan alat penutup
dilakukan pada waktu katerisasi jantung

A
S
U
H
A
N

KEP
Bayi :

 Sianosis umum , khususnya membran

PENGKAJIAN mukosa, bibir dan lidah,kongjungtiva


 Dispnea, khususnya setelah kerja fisik seperti

 Lakukan pemeriksaan fisik denganmakan, menagis, mengejan


 Keletihan
penekanan khusus pada warna,
 Pertumbuhan dan perkembangan buruk (gagal
nadi (apikal dan perifer), tumbuh)
pernapasan, tekanan darah, serta
 Sering mengalami ISPA
pemeriksaan dan auskultasi dada.
 Kesulitan makan
 Dapatkan riwayat kesehatan  Hipotonia
termasuk bukti penambahan berat
 Keringat berlebihan

badan yang buruk, intoleransi Anak yang lebih besar:


aktivitas, postur rubuh tidak umum,
 Kerusakan pertumbuhan

 Keletihan
Dan ISPA yang sering
 Dispnea pada aktivitas
 Observasi anak terhafdap
 Ortopnea
manifestasi penyakit jantung 
Epistaksis
kongenital  Pengkajian psikososial
DIAGNOSA KEPERAWATAN
 Gangguan pertukaran gas berhubungan denga
hipoventilasi
 Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan
fisik
 Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
berhubungan dengan tidak adekuat masukan nutrisi
 Gangguan pertumbuhan dan perkembangan berhubungan
dengan tidak adekuatnya masukan nutrisi
 Resiko infesi berhubungan dengan malnutrisi
NO Diagnosa Noc Nic
keperawatan
Tujuan : Setelah dilakukan tindakan Pengelolaan energi
1. Intoleransi aktivitas keperawatan pola aktivitas normal.
berhubungan dengan a.Evaluasi respon pasien terhadap aktivita
Noc : penghematan energi
kelemahan fisik b. Berikan lingkungan yang tenang dan batasi pengunjung
Kriteria Hasil :
  c. Bantu pasien memilih posisi nyaman untuk istirahat
a. Melaporkan peningkatan toleransi
terhadap aktivitas d. Bantu aktivitas perawatan diri yang dibutuhkan

b. Tanda-tanda vital dalam rentang normal


e. Jelaskan pentingnya istirahat
2. Perubahan nutrisi Tujuan : setelah dilakukan tindakan Manajemen Nutrisi
keperawatan diharapkan status nutrisi
kurang dari kebutuhan terpenuhi a. Kaji status nutrisi pasien
tubuh berhubungan
dengan tidak adekuat Noc : Status Nutrisi b. Timbang berat badan interval yang tepat

masukan nutrisi Kriteria Hasil : c. Pantau asupan nutrisi parenteral yang adekuat

  a. Mempertahankan status nutrisi d. Berikan informasi yang tepat tentang kebutuhan nutrisi dan
bagiman memenuhinya
b. Mempertahankan Berat badan
 
e. Kolaborasi dengan tim gizi dalam pemberian diit yang sesuai
  c. Melaporkan keadekuatan tingkat energi.

 
EVALUASI
Diagnosa Evaluasi

Intoleransi aktivitas berhubungan dengan  Melaporkan peningkatan toleransi terhadap aktivitas


kelemahan fisik
 Tanda-tanda vital dalam rentang normal
 
 

Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan  Mempertahankan status nutrisi


tubuh berhubungan dengan tidak adekuat
masukan nutrisi  Mempertahankan berat badan

   Melaporkan keadekuatan tingkat energi

 
REFERENSI
 https://
id.scribd.com/doc/119501190/Anak-Patent-Ductus-Arter
iosus