Anda di halaman 1dari 14

KEPERAWATAN ANAK II

VENTRIKEL SEPTUM DEFEK


Kelompok 2 :
1.Ananda Rezki Yulianti 183145105004
2. Nur Indah Chairunnisa.B 183145105054
KEPERAWATAN 18A

UNIVERSITAS MEGA REZKY MAKASSAR


DEFENISI VENTRIKEL SEPTUM
DEFEK

VSD adalah kelainan jantung bawaan berupa tidak


sempurnanya penutupan dinding pemisah antar
ventrikel. Kelainan ini paling sering ditemukan pada
anak-anak dan bayi dan dapat terjadi secara
congenital dan traumatic.
KONSEP DEFENISI VENTRIKEL SEPTUM DEFEK

ETIOLOGI VENTRIKEL SEPTUM


DEFEK

MANIFESTASI KLINIK VENTRIKEL


SEPTUM DEFEK

PATOFISIOLOGI VENTRIKEL SEPTUM


DEFEK

PENATALAKSANAAN VENTRIKEL
SEPTUM DEFEK

ASUHAN KEPERAWATAN
ETIOLOGI VENTRIKEL SEPTUM DEFEK

1.      Faktor prenatal (faktor eksogen):


a.       Ibu menderita penyakit infeksi : Rubela
b.      Ibu alkoholisme
c.       Umur ibu lebih dari 40 tahun
d.      Ibu menderita penyakit DM yang memerlukan insulin
e.       Ibu meminum obat-obatan penenang

2.      Faktor genetik (faktor endogen)


a.       Anak yang lahir sebelumnya menderita PJB
b.      Ayah/ibu menderita PJB
c.       Kelainan kromosom misalnya sindrom down
d.      Lahir dengan kelainan bawaan yang lain
e.       Kembar identik
MANIFESTASI KLINIK VENTRIKEL SEPTUM DEFEK

a. Takipneu merupakan peningkatan frekuensi pernapasan


b.        Dispneu meningkat setelah terjadi peningkatan pirau kiri ke kanan dalam
minggu pertama setelah lahir
c.         Adanya sianosis dan clubbing finger
d.        Bayi tampak sesak nafas pada saat istirahat, kadang tampak sianosis karena
kekurangan oksigen akibat gangguan pernafasan
e.         Bayi mudah lelah saat menyusu, sehingga ketika mulai menyusu bayi
tertidur karena kelelahan.
PATOFISIOLOGI VENTRIKEL SEPTUM DEFEK

Ventricular Septum Defect (VSD) terjadi akibat adanya


kebocoran di septum interventrikular. Kebocoran ini terjadi
karena kelambatan dari pertumbuhannya. Biasanya terjadi di
pars muskularis atau di pars membranasea dari septum. Defek
tersebut dapat terletak dimanapun pada septum ventrikel,
dapat tunggal atau banyak dengan bentuk dan ukuran yang
bervariasi. Kebocoran di pars muskularis biasanya kecil.
Kebocoran ditempat lainnya mempunyai ukuran bermacam-
macam.
PENATALAKSANAAN VENTRIKEL SEPTUM DEFEK

1.   Non Farmakologis
a.       Pembedahan :
1)        Menutup defek dengan dijahit melalui cardio pulmonary bypass
2)      Pembedahan pulmonal arteri nunding (pad) atau penutupan defek untuk mengurangi
aliran ke paru.
b.      Non pembedahan : menutup defek dengan alat melalui kateterisasi jantung
2.      Farmakologi
Pemberian vasopresor atau vasodilator :
a.       Dopamin (intropin)
Memiliki efek inotropik positi pada miocard, menyebabkan peningkatan curah jantung dan
peningkatan tekanan sistolik serta tekanan nadi, sedikit sekali atau tidak ada efeknya pada
tekanan distolik, digunakan untuk gangguan hemodinamika yang disebabkan bedah jantung
terbuka (dosis diatur untuk mempertahankan tekanan darah dan perfusi ginjal)
b.      Isopreterenol (isuprel)
Memiliki efek inotropik positif pada miocard, meyebabkan peningkatan curah jantung :
menurunan tekanan distolik dan tekanan rata – rata sambil meningkatkan tekanan sistolik.
ASUHAN KEPERAWATAN VENTRIKEL SEPTUM DEFEK
1). Pengkajian Umum
a. Keluhan Utama : Keluhan orang tua pada waktu membawa bayinya ke dokter
tergantung dari jenis  defek yang terjadi baik pada ventrikel maupun atrium, tapi biasanya
terjadi sesak, pembengkakan pada tungkai dan berkeringat banyak.
b Riwayat Kesehatan
1.Riwayat kesehatan sekarang: Bayi mengalami sesak nafas berkeringat banyak dan
pembengkakan pada tungkai tapi biasanya tergantung pada derajat dari defek yang
terjadi.
2.      Riwayat kesehatan lalu
a.Prenatal History : Diperkirakan adanya keabnormalan pada kehamilan ibu (infeksi
virus Rubella), mungkin ada riwayat pengguanaan alkohol dan obat-obatan serta penyakit
DM pada ibu.
b.Intra natal : Riwayat kehamilan biasanya normal dan diinduksi.
c.Riwayat Neonatus
  Gangguan respirasi biasanya sesak, takipnea
  Bayi rewel dan kesakitan
  Tumbuh kembang anak terhambat
  Terdapat edema pada tungkai dan hepatomegali
  Sosial ekonomi keluarga yang rendah.
c.Sistem yang dikaji :
         Pola Aktivitas dan latihan
-              Keletihan/kelelahan
-              Dispnea
-              Perubahan tanda vital
-              Perubahan status mental
         Pola persepsi dan pemeriksaan kesehatan
-              Riwayat hipertensi
-              Penyakit katup jantung.    
         Pola mekanisme koping dan toleransi terhadap stress
-              Ansietas, khawatir, takut
-              Stress yang b/d penyakit
         Pola persepsi dan konsep diri
-              Kelemahan
-              pening
2.) Pengkajian Fisik
Dalam diagnosa keperawatan, perlu dilakukan pengkajian data dari hasil :
1. Anamnesa
2. Inspeksi
3. Palpasi
4. Perkusi
 
DIAGNOSA KEPERAWATAN
NO. DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Penurunan curah jantung berhubungan dengan pembesaran atrium.

2. Ketidakefektifan Pola nafas berhubungan dengan peningkatan kerja jantung,


hipertensi pulmonal

3. Gangguan perfusi jaringan perifer berhubungan dengan penurunan suplay


O2 ke jar. Perifer

4. Intoleransi aktifitas berhubungan gengan kelemahan otot dan kelelahan


NO. DIAGNOSA KEPERAWATAN NOC NIC

1. Penurunan curah jantung berhubungan dengan Setelah dilakukan tindakan 1. Observasi kualitas dan kekuatan
pembesaran atrium keperawatan selama 1 x 24 jam denyut jantung , nadi perifer, warna
diharapkan adanya tanda-tanda dan kehangatan kulit  dalam batas
membaiknya curah jantung dengan normal.
kriteria hasil : curah jantung adekuat 2. Raba nadi (radial, femoral,
yang dibuktikan oleh TD/nadi dalam dorsalis pedis)  normalnya teraba.
rentang normal dan nadi teraba catat frekuensi, keteraturan, dan
sama. amplitudo dan simetris.
3.  Tegakkan derajad sianosis
( sirkumoral, membran mukosa,
clubbing finger). Mukosa bibir
sering berwarna biru atau belang
2. Ketidakefektifan Pola nafas berhubungan dengan Setelah dilakukan tindakan karena peningkatan kongesti vena.
peningkatan kerja jantung, hipertensi pulmonal keperawatan selama 3 x 24 jam 1.Memonitor pola dan irama
pasien menunjukkan keefektifan pernapasan`
pola nafas, dengan kriteria hasil : 2.Memposisikan pasien semi fowler
1. frekuensi, irama, kedalaman 3.Catat pergerakan dada,simetris
pernapasan dalam batas normal. atau tidak,menggunakan oto bantu
2. Tidak menggunakan otot-otot pernapasan.
pernapasan.
3. Ketidakefektifan    perfusi jaringan perifer Setelah dilakukan tindakan 1.kaji pucat, sianosis, clubbing
berhubungan dengan penurunan suplay O2 ke keperawatan selama 2 x 24 jam finger, dan catat kekuatan nadi
jar. perifer didapatkan kriteria hasil : perifer
1.      Denyut nadi perifer teraba
2.      kaji keadaan kulit
dengan kuat,
(lembab/tidak,hangat/dingin)
2.      Warna kulit tidak
pucat/sianosis

4. Intoleransi aktifitas berhubungan gengan Setelah dilakukan tindakan 1. Bantu pasien memilih aktivitas
kelemahan otot dan kelelahan keperawatan selama 3 x 24 jam yang sesuai dengan kondisi.
diharapkan kondisi pasien stabil saat 2. Bantu pasien untuk melakukan
aktivitas dengan kriteria hasil : aktivitas/latihan fisik secara teratur
1.  Saturasi O2 saat aktivitas dalam 3.Anjurkan pasien untuk membatasi
batas normal (95-100%) aktivitas yang cukup berat seperti
2. Nadi saat aktivitas dalam batas berjalan jauh, berlari dan
normal (60-100x/menit) mengangkat beban berat.
3.  RR saat aktivitas dalam batas 4. Monitor intake nutrisi yang
normal (12-24/menit) adekuat sebagai sumber energi
4. Tekanan darah systole saat
aktivitas dalam batas normal(60-
80mmHg)
EVALUASI
DIAGNOSA KEPERAWATAN EVALUASI

1. Penurunan curah jantung berhubungan dengan pembesaran atrium. 1. Melaporkan kekuatan otot jantung pasien.
2. Mengetahui kekuatan nadi perifer,

2. Ketidakefektifan Pola nafas berhubungan dengan peningkatan kerja 1.Memonitor keadaan pernapasan dan keadekuatan pernapasan
jantung, hipertensi pulmonal
pasien.
2.Memaksimalkan potensi ventilasi

3. Gangguan perfusi jaringan perifer berhubungan dengan penurunan 1.Mempertahankan suplay O2 ke jaringan perifer
suplay O2 ke jar. Perifer

4. Intoleransi aktifitas berhubungan dengan kelemahan otot dan 1.Melatih kekuatan dan irama jantung selama aktivitas.
kelelahan
2. Mencegah timbulnya sesak akibat aktivitas fisik yang terlalu berat.
3. Mengetahui sumber asupan energi pasien.
THANK YOU Referensi
https://id.scribd.com/doc/80090934/Makalah-VSD
Buku nanda,nic,noc