Anda di halaman 1dari 25

BASIDIOMYCOT

DISUSUN OLEH :
Samuel Prakoso Sejati
K4319075
BASIDIOMYCOTA

Kata Basidiomycota berasal dari (basidium = kubus dan mykes = jamur). Nama
Basidiomycota berasal dari kata basidium, yaitu suatu tahapan diploid dalam daur
hidup Basidiomycota yang berbentuk seperti gada. Pada umumnya jamur ini
merupakan saproba yang penting. Aktivitasnya adalah menguraikan polimer
lignin pada kayu dan berbagai bagian tumbuhan yang lain. Merupakan kelas
jamur yang hifa.miselium bersekat, dan bila telah kawin (hifa berinti gandanya)
menghasilkan suatu tubuh buah tipe basidiokarp dengan badan penghasil spora
generatifnya. Spora yang dihasilkan oleh basidium disebut basidiospora.
Ciri Khusus Basidiomycota
1. Jamur memiliki basidium
2. Tubuh buahnya tampak jelas di permukaan tanah atau substrat lainnya
3. Tubuh buah bentuknya bermacam-macam, ada yang seperti payung, bola atau papan.
4. Secara umum, tubuh buah mempunyai 4 bagian, yaitu tangkai tubuh buah (stipe), tudung (pileus), volva, dan
bilah (lamella). Stipe merupakan suatu massa miselium yang tumbuh tegak. Pileus merupakan bagian yang
ditopang oleh stipe.
5. Sewaktu muda, pileus dibungkus oleh selaput yang disebut velum universale yang akan pecah menjelang
dewasa. Volva adalah sisa pembungkus yang terdapat di dasar tangkai. Lamella merupakan bagian bawah dari
tudung, berbentuk helaian, dan tersusun atas lembaran.
6. Tubuh buahnya disebut basidiokarp, terdiri atas jalinan hifa bersekat dan dikariotik (setiap sel intinya
berpasangan).
7. Pada saat pembentukan basidiospora, ujung-ujung hifa menggembung membentuk basidium yang di
dalamnya terjadi peleburan dua inti haploid menjadi satu inti diploid, disusul dengan pembelahan meiosis
yang menghasilkan 4 inti haploid.
8. Basidium membentuk empat tonjolan (sterigmata) yang berisi protoplasma dan keempat inti haploid tadi
masing-masing akan mengisi tiap tonjolan dan terbentuk empat buah basidiospora haploid .
Gambar Jamur Basidiomycota dan Bagian-bagiannya
KARAKTERISTIK BASIDIOMYCOTA
Karakteristik umum basidiomycota adalah:
1.Umumnya tubuhnya bersifat makroskopis. Hanya beberapa jenis yang
tubuhnya bersifat mikroskopis.
2.Sel-selnya tidak berklorofil.
3.Dinding sel tersusun dari khitin, belum ada diferensiasi jaringan.
4.Hifanya bersekat, Sel-selnya memiliki sebuah atau dua buah inti. Hifa yang
mempunyai sebuah inti disebut hifa primer, sedangkan yang mempunyai dua
buah inti disebut hifa sekunder.
5.Hidupnya ada yang saprofit, parasit pada tumbuhan, dan ada pula yang hidup
bersimbiosis membentuk mikorhiza pada akar tumbuhan.
6.Memiliki basidium berbentuk gada yang mengandung 4 basidiospora di
ujungnya.
7.Habitatnya di air dan tanah.
PEMBAGIAN FAMILY
Dasar pembagian family pada basidiomycota didasari oleh
bentuk dan susunan basidiumnya. Berikut contoh dari family
basidiomycota :
1. Family Auriculariaceae
2. Family Agaricaceae
3. Family Polyporaceae
4. Family Lycoperdaceae
5. Family Sarcoscyphaceae
Family Auriculariaceae
Karakteristik :
1. Pangkal basidium terdapat suatu badan yang membesar, disebut
probasidium (hipobasidium) dan merupakan sel terujung hifa
dikaryotik.
2. Probasidium dapat berdinding tipis atau tebal.
3. Dalam probasidium terjadi peleburan nukleus, lalu dibentuk
basidium bersekat, yang didahului pembelahan meiosis.
4. Fungi ini kebanyakan hidup sebagai saprofit pada tumbuh-
tumbuhan yang telah mati.
5. Memiliki tubuh buah berbentuk seperti telinga, transparan dan
permukaannya licin seperti gelatin, berwarna cokelat.
6. Jamur ini tidak memiliki tangkai dan hidupnya berkoloni
Auricularia polytricha
Family Agaricaceae
Karakteristik :
1. Pileus yang jelas dan berwarna mencolok, pada
permukaan atas pileus terdapat titik pusat berwarna
coklat.
2. Jamur ini sebagai saprofit, yang berkelompok
(koloni) pada kayu-kayu lapuk, hidup pada tempat
yang lembab dan ternaungi.
3. Tubuh buah kebanyakan berbentuk payung.
4. Himenofora membentuk lamela atau
papanpapan dengan lapisan himenium pada kedua
sisinya.
Volvariella volvacea
Family Polyporaceae
Karakteristik :
1. Himenofor membentuk pori-pori, dari luar tampak
berlubang-lubang.
2. Sisi dalam lubang-lubang itu dilapisi himenium.
3. Tubuh buah dapat berumur beberapa tahun, setiap kali
membentuk lapisan himenofor baru.
4. Umumnya berbentuk kipas atau setengah lingkaran, tidak
memiliki tangkai sehingga jamur ini melekat pada pohon
atau kayu lapuk.
5. Memiliki warna yang mencolok dan memiliki tekstur
garis melingkar pada tubuh buah.
Ganoderma applanatum
Family Lycopodaceae
Karakteristik :
1. hidup pada tanah (teresterial) dan memiliki bentuk tubuh
buah seperti batang dengan tekstur menyerupai gabus.
2. jamur ini tergolong saprobik, peridium gleba mengalami
diferensiasi menjadi eksoperidium (pseudoparenkim) dan
endoperidium (tipis).
3. Apabila tubuh buah masak, eksoperidium dan
endoperidium membuka dengan suatu lubang pada
ujungnya.
4. Tubuh buah dapat mencapai 5 – 20 cm, jamur ini pada
waktu muda relatif halus dan bulat atau pipih.
Bovista dermoxantha
Family Sarcoscyphaceae
Karakteristik :
1. Biasanya hidup pada daerah yang beriklim tropis,
memiliki cara hidup sebagai saprobik, tumbuh pada kayu
lapuk dan sebagian hidup tanah yang mengandung humus
(teresterial).
2. Tubuh buah berbentuk lingkaran atau mengipas dan
ada juga berbentuk cawan.
3. Jamur ini memiliki bilah berbentuk lembaran dan pori-
pori kecil.
Sarcoscypha austriaca
Reproduksi
Reproduksi jamur ini terjadi secara aseksual maupun seksual. Reproduksi aseksual yaitu
dengan cara membentuk spora konidia. Seperti Zygomycotina dan Ascomycotina,
reproduksi seksual Basidiomycotina terjadi melalui perkawinan antara hifa yang berbeda
jenis menghasilkan spora seksulal (spora generative), yaitu spora basidium (basidiospora).
Tahapan Reproduksi
Tahapan reproduksi seksual pada Basidiomycota adalah sebagai berikut :
Penjelasan :
1. Hifa (+) dan hifa (-) yang berinti haploid (n) berkecambah dari basidiospora. Kedua hifa ini saling
bersinggungan.
2. Plasmogami terjadi antara hifa (+) dan hifa (-) sehingga inti salah satu hifa pindah ke hifa lainnya membentuk
hifa dengan dua inti haploid (n) yang berpasangan (dikariotik).
3. Hifa haploid dikariotik akan tumbuh menjadi miselium haploid dikariotik.
4. Miselium dikariotik tumbuh dan membentuk badan buah yang disebut basidiokarp.
5. Pada ujung-ujung hifa basidiokarp terjadi kariogami sehingga membentuk basidium yang berinti diploid (2n).
6. Inti diploid dalam basidium akan membelah secara meioisis menjadi empat inti yang haploid (n).
7. Basidium membentuk empat tonjolan yang disebut sterigma pada ujungnya.
8. Satu inti haploid pada basidium kemudian masuk ke dalam salah satu sterigma dan berkembang menjadi
basidiospora.
-Jika basidiospora terlepas dari basidium dan jatuh pada tempat yang sesuai, akan tumbuh menjadi hifa yang
haploid.
Manfaat Basidiomycota
 Jamur tiram atau hiratake (Pleurotus sp.), sebagai bahan dasar masakan dan makanan ringan. Sumber protein
nabati yang tidak mengandung kolesterol dan mencegah timbulnya penyakit darah tinggi dan jantung,
mengurangi berat badan dan diabetes. Kandungan asam folatnya (vit. B-komplek) tinggi dan dapat
menyembuhkan anemia dan obat anti tumor, mencegah dan menanggulangi kekurangan gizi dan pengobatan
kekurangan zat besi.
 Jamur kancing atau champignon (Agaricus bisporus). Jamur kancing segar bebas lemak, bebas sodium, serta
kaya vitamin dan mineral, seperti vitamin B dan potasium. Jamur kancing juga rendah kalori, 5 buah jamur
ukuran sedang sama dengan 20 kalori. Selain sebagai sumber protein nabati, juga dapat mengurangi resiko
penyumbatan pembuluh darah koroner pada penderita penyakit hipertensi dan jantung akibat kolesterol. Jamur
ini juga dimanfaatkan sebagai bahan baku kosmetik dan formula obat penghalus kulit.
 Jamur Merang (Volvariella volvaceae) Sebagai bahan dasar masakan dan makanan ringan. Kandungan
antibiotiknya berguna untuk pencegahan penyakit anemia, menurunkan darah tinggi dan pencegahan penyakit
kanker. Eritadenin dalam jamur merang dikenal sebagai penawar racun.
 Jamur shiitake (Lentinus edodes). Jamur ini biasa digunakan sebagai bahan makanan. Spora Shiitake dikenal
dapat meredakan efek serangan influenza, menghambat pertumbuhan sel kanker, leukemia dan rheumatik.
Enzim-enzim yang terkandung di dalam jamur dapat memproduksi asam amino tertentu yang mampu
mengurangi kadar kolesterol dan menurunkan tekanan darah, dapat menghambat pertumbuhan sel virus, dan
lain-lain.
 Jamur kuping (Auricularia auricular), Jamur yang banyak dipakai untuk masakan. Dapat dibuat sebagai sari
buah da jamur kuping, kuah jamur kuping, dsb. Lendir yang terkandung di dalamnya berkhasiat untuk
menetralkan senyawa berbahaya (beracun) yang terdapat di dalam bahan makanan, membuat sirkulasi darah
lebih bebas bergerak dalam pembuluh jantung. Jamur kuping bisa mengurangi dahak, memperkuat energi
bermanfaat bagi kecerdasan, menghilangkan kekeringan mengkuatkan tubuh, menyuburkan rambut,
melancarkan darah, merawat lambung, dan yang lebih penting dapat menyapu bersih aneka macam sampah
beracun di dalam tubuh.
 Jamur Ling zhi (Ganoderma lucidum)
1. Meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit
2. Menjaga dan mempertahankan vitalitas tubuh sehingga tetap sehat dan bugar
3. Meningkatkan dan memelihara proses metabolism tubuh
4. Membersihkan senyawa-senyawa yang bersifat toksin dari dalam tubuh
5. Menurunkan kandungan gula dan kolesterol dalam darah
6. Memperkuat kerja jantung.
Contoh Spesies

Karakterisrik
1. Jamur kuping ini adalah memiliki tubuh buah yang
kenyal (mirip gelatin)
2. Namun, pada keadaan kering, tubuh buah dari jamur
kuping ini akan menjadi keras seperti tulang
3. Warna tubuh buah jamur ini pada umumnya hitam atau
coklat kehitaman.
4. Bagian tubuh buah dari jamur kuping berbentuk seperti
mangkuk atau seperti kuping.

Auricularia auricula
Contoh Spesies

Karakterisrik
1. Memiliki akar (rhizoid)
2. Batang (tangkai)
3. Tudung berbentuk cawan (sudah tua)
4. Tudung berbentuk seperti telur (baru tumbuh)
5. Pada tudung terbentuk spora
6. Tumbuh di media merang dan jerami

Volvariella volvacea
Contoh Spesies

Karakterisrik
1. Bentuk tubuh seperti kipas,berbentuk setengah
lingkaran
2. Substrat pada kayu-kayu yang telah lapuk
3. Strukturt terdiri dari :
Basidium,himenium,basidicarp,himenofora,lamella,
dan thallus.
4. Warna coklat,tepinya putih(atas).
5. Alat Reproduksi spora dan fragmentasi

Ganoderma Applanatum
Contoh Spesies

Lignosus rhinocerus Agaricus crocopeplus Lentinus edodes


REFERENSI
1) Marpaung, D. R. K. (2017). KEANEKARAGAMAN JAMUR BASIDIOMYCOTA DI
KAWASAN TAMAN NASIONAL BATANG GADIS (TNBG), SOPOTINJAK,
KECAMATAN BATANG NATAL, KABUPATEN MANDAILING NATAL. Eksakta: Jurnal
Penelitian dan Pembelajaran MIPA, 2(2), 77-79.
2) SINAGA, D. (2019). INVENTARISASI BASIDIOMYCOTA DI SIMALUNGUN.
JURNAL ILMIAH MAKSITEK, 4(2).
3) Wahyudi, T. R., Rahayu, S., & Azwin, A. (2016). KEANEKARAGAMAN JAMUR
BASIDIOMYCOTA DI HUTAN TROPIS DATARAN RENDAH SUMATERA,
INDONESIA (Studi Kasus di Arboretum Fakultas Kehutanan Universitas Lancang Kuning
Pekanbaru). Wahana Forestra: Jurnal Kehutanan, 11(2), 98-111.