Anda di halaman 1dari 13

SNA (SINDROM NEFRITIK

AKUT )
OLEH KELOMPOK 2 : ALFA PUTRA
ELSA YULIANTI
ASRIANDINI
NURSINTA HANDAYANI
KRESYA GOSAL
NURFADILA
SILFANI A MAHADALI
PUTRI CLARA PERDANI
DEFINIS SNA

 Syndrome Nefritis Akut (SNA) adalah sekumpulan gejala-gejala yang timbul secara
mendadak, terdiri atas hematuria, proteinuria, silinderuria (terutama silinder eritrosit),
dengan atau tanpa disertai hipertensi, edema, gejala-gejala dari kongesti vaskuler atau
gagal ginjal akut, sebagai akibat dari suatu proses peradangan yang ditimbulkan oleh
reaksi imunologi pada ginjal yang secara spesifik mengenai glomeruli.
ETIOLOGI

 Etiologi dari SNA sangat banyak antara lain


1) Faktor Infeksi: GNAPS, Nefritis yang berhubungan dengan infeksi sistemik lain misal
endokarditis bakterialis subakut.
2) Penyakit multisistemik antara lain : Lupus eritematosus sistemik, purpura Henoch
Schnolein, vaskulitis,
3) Penyakit Ginjal Primer : Nefropati IgA, nefritis herediter (Sindrom Alport).
PATOFISIOLOGI

 Hematuria terjadi akibat ke membran glomerulus dengan kebocoran sel darah merah.
Terjadi penurunan laju filtrasi glomerulus dan peningkatan resorpsi natrium dan air dari
tubulus. Akibat retensi natrium, mungkin pula dipengaruhi mekanisme hormonal, terjadi
hipertensi. Peningkatan resorpsi cairan bahkan edema.
 Glomerulonefritis akut didahului oleh infeksi ekstra renal terutama di traktus respiratorius
bagian atas dan kulit oleh kuman streptococcus beta hemoliticus golongan A tipe
12,4,16,25,dan 29. Hubungan antara glomerulonefritis akut dan infeksi streptococcus
dikemukakan pertama kali oleh Lohlein pada tahun 1907 dengan alasan timbulnya
glomerulonefritis akut setelah infeksi skarlatina, diisolasinya kuman streptococcus beta
hemoliticus golongan A, dan meningkatnya titer anti-streptolisin pada serum penderita.
MANIFESTASI KLINIS

 Onset akut (kurang dari 7 hari)


 Hematuria baik secara makroskopik maupun mikroskopik. Gross hematuria 30%
ditemukan pada anak-anak.
 Oliguria
 Edema (perifer atau periorbital), 85% ditemukan pada anak-anak; edema bisa ditemukan
sedang sampai berat.
 Sakit kepala, jika disertai dengan hipertensi
 Dyspnea, jika terjadi gagal jantung atau edema pulmo; biasanya jarang
 Kadang disertai dengan gejala spesifik; mual dan muntah, purpura pada Henoch-
Schoenlein, arthralgia yang berhubungan dengan Systemic Lupus Erythematosus (SLE).
NEXT…

Gejala lain yang mungkin muncul :


 Penglihatan kabur
 Batuk berdahak
 Penurunan kesadaran
 Malaise
 Sesak napas.
PEMERIKSAAN PENUNJANG

Laboratorium
 Darah
 LED dan Hematokrit diperiksa pada saat masuk rumah sakit dan diulangi tiap minggu
 Eiwit spectrum (albumin, globulin) dan kolesterol diperiksa waktu masuk rumah sakit dan
diulangi bilaperlu
 Kadar ureum, kreatinin, klirens kreatinin diperiksa waktu masuk rumah sakit.
 Urin Proteinuri diperiksa tiap hari
 Kualitatif (-) sampai (++), jarang yang sampai (+++)
 Kuantitatif kurang dari atau sama dengan 2 gram/m 24 jam
 Volume ditampung 24 jam setiap hari.
KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN

PENGKAJIAN :
a. Identifikasi Klien
b. Riwayat kesehatan
 Keluhan Utama
 Riwayat Kesehatan/penyakit sekarang
 Riwayat penyakit dahulu
 Riwayat penyakit keluarga
 Riwayat tumbuh kembang (usia 2 tahun)
c. Pemeriksaan fisik
d. Pemeriksaan tumbuh kembang
e. Pemeriksaan penunjang
Diagnosa keperawatan

a. Kelebihan volume cairan berhubungan dengan


hypovolemia
b. Gangguan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan
tubuh berhubungan dengan hypovolemia
c. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelelahan
Intervensi..
a. Kelebihan volume cairan berhubungan dengan hypovolemia
1) Pertahankan catatan intake dan output yang adekuat
2)Monitor status hidrasi (kelembapan membrane mukosa, nadi
adekuat)
3)Monitor TTV setiap 15 menit-1 jam
4)Memberikan terapi cairan melalui intravena
Next….
b. Gangguan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
berhubungan dengan hypovolemia
1) Kaji adanya alergi makanan
2) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori
dan nutrisi yang dibutuhkan pasien
3) Anjurkan banyak minum air putih
Next….

c. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelelahan


1)Observasi kehilangan/ gangguan keseimbangan gaya
jalan dan kelemahan otot
2)Observasi TTV sebelum dan sesudah aktivitas
3)Berikan lingkungan tenang dan aman.
THANKS YOU

Anda mungkin juga menyukai