Anda di halaman 1dari 8

Konsep

Ibadah Dalam Islam


Nama Anggota :
1. Irfan Sefi Maskuri (2003036054)
2. Novandi Eka Ramadhani (2003036013)
3. Nur Saddam (2003036048)
4. Syanditiya Noval Ramadhan (2003036042)
Apa itu Ibadah?
Ibadah secara etimologi berasal dari kata bahasa Arab yaitu “abida-
ya’budu-‘abdan-‘ibaadatan” yang berarti taat, tunduk, patuh dan merendahkan
diri. Kesemua pengertian itu mempunyai makna yang berdekatan. Seseorang yang
tunduk, patuh dan merendahkan diri dihadapan yang disembah disebut
“abid” (yang beribadah).

Sebagaimana dalam firmannya :


“Hai manusia, sembahlah Tuhan-mu yang telah menciptakanmu dan orang-orang
sebelummu agar kamu bertakwa”
( Q.S. Al-Baqarah: 21)
Kemudian pengertian ibadah secara terminologi atau secara istilah :
1.    Menurut ulama tauhid dan hadits ibadah yaitu:
“Mengesakan dan mengagungkan Allah sepenuhnya serta menghinakan diri dan menundukkan jiwa
kepada-Nya”
Selanjutnya mereka mengatakan bahwa ibadah itu sama dengan tauhid. Ikrimah salah seorang ahli hadits
mengatakan bahwa segala lafadz ibadah dalam Al-Qur’an diartikan dengan tauhid.

2.    Para ahli di bidang akhlak mendefinisikan ibadah sebagai berikut :


“Mengerjakan segala bentuk ketaatan badaniyah dan melaksanakan segala bentuk syari’at (hukum).”
Akhlak dan segala tugas hidup (kewajiban-kewajiban) yang diwajibkan atas pribadi, baik yang
berhubungan dengan diri sendiri, keluarga maupun masyarakat, termasuk kedalam pengertian ibadah, seperti
Nabi SAW bersabda yang artinya:
“Memandang ibu bapak karena cinta kita kepadanya adalah ibadah” 
(H.R.  Al-Suyuthi).
Nabi SAW juga bersabda: “Ibadah itu sepuluh bagian, Sembilan bagian dari padanya terletak dalam
mencari harta yang halal.” 
(H.R. Al-Suyuthi).

3.    Menurut ahli fikih ibadah :


“Segala bentuk ketaatan yang dikerjakan untuk mencapai keridhaan Allah SWT dan mengharapkan pahala-
Nya di akhirat.”
Dari semua pengertian yang dikemukakan oleh para ahli dapat ditarik
pengertian umum dari ibadah itu sebagaimana rumusan :
“Ibadah adalah semua yang mencakup segala perbuatan yang disukai dan
diridhai oleh Allah SWT, baik berupa perkataan maupun perbuatan, baik
terang-terangan maupun tersembunyi dalam rangka mengagungkan Allah
SWT dan mengharapkan pahala-Nya.”

Tujuan Ibadah :
Tujuan diciptakannya manusia di muka bumi ini yaitu untuk
beribadah kepada Allah SWT. Ibadah dalam pengertian yang
komprehensif menurut Syaikh Al-Islam Ibnu Taimiyah adalah sebuah
nama yang mencakup segala sesuatu yang dicintai dan diridhai oleh
Allah SWT berupa perkataan atau perbuatan baik amalan batin
ataupun yang dhahir (nyata).

‫ون‬ َ ‫ت ْال ِجنَّ َواإْل ِ ْن‬


ِ ‫س إِاَّل لِ َيعْ ُب ُد‬ ُ ‫و َما َخلَ ْق‬ 
َ
“Dan tidak Aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka menyembah pada Ku”
(Q.S. Az Zariyat: 56)
Hakikat Ibadah
1) Ibadah adalah tujuan hidup kita. Seperti yang terdapat dalam surat Adz-dzariat ayat 56,
yang menunjukan tugas kita sebagai manusia adalah untuk beribadah kepada Allah.
2) Hakikat ibadah itu adalah melaksanakan apa yang Allah cintai dan ridhai dengan penuh
ketundukan dan perendahan diri kepada Allah.
3) Ibadah akan terwujud dengan cara melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan
larangan-Nya.
4) Hakikat ibadah sebagai cinta.
5) Jihad di jalan Allah (berusaha sekuat tenaga untuk meraih segala sesuatu yang dicintai
Allah).
6) Takut, maksudnya tidak merasakan sedikitpun ketakutan kepada segala bentuk dan jenis
makhluk melebihi ketakutannya kepada Allah SWT.

Fungsi Ibadah
1.    Mewujudkan hubungan antara hamba dengan Tuhannya
2.    Mendidik mental dan menjadikan manusia ingat akan
kewajibannya
3.    Melatih diri untuk berdisiplin
Jenis-jenis Ibadah :
Ditinjau dari jenisnya, ibadah dalam Islam terbagi menjadi dua jenis, dengan bentuk dan sifat yang berbeda antara satu dengan lainnya :
1. Ibadah Mahdhah
     Artinya penghambaan yang murni hanya merupakan hubungan antara hamba dengan Allah secara langsung. segala jenis
peribadatan kepada Allah yang keseluruhan tatacaranya telah ditetapkan oleh Allah, Manusia tidak berhak mencipta/merekayasa bentuk
ibadah jenis ini. para ulama menetapkan qaidah iaitu ‘Asalnya ibadah itu haram, terlarang’ (kecuali dengan perintah Allah dan petunjuk
Muhammad saw). Ibadah jenis ini diistilahkan oleh para fuqaha dengan perkataan Al Ibadah atau Al Ubudiyyah.
2. Ibadah Ghairu Mahdhah
(tidak murni semata hubungan dengan Allah) yaitu ibadah yang di samping sebagai hubungan hamba dengan Allah juga
merupakan hubungan atau interaksi antara hamba dengan makhluk lainnya .
Ibadah Ghoir Mahdah yaitu segala jenis peribadatan kepada Allah dalam pengertian yang luas seperti  kenegaraan, ekonomi,
pendidikan, sosial, hubungan luar negeri, kebudayaan, undang-undang kemasyarakatan, dan teknologi dan sebagainya. Ibadah jenis ini
diistilahkan oleh para fuqaha dengan perkataan 'Al-Muamalah' (yaitu hubungan antara manusia dengan manusia). Peranan syara' dalam
hal ini adalah memperbaiki sesuatu yang telah diadakan oleh manusia dan manusia dibenarkan mengada-adakan sesuatu yang selaras
dengan hukum-hukum/ peraturan Allah (di dalam Al-Quran dan As-Sunnah) 

Selain itu Ibadah juga terbagi pada Ibadah Fardiyah (perseorangan) dan Ibadah Jamaiyah (kewajiban secara berjamaah).

a. Ibadah Fardiyah yaitu amalan ibadah yang menjadi kewajiban setiap orang, seperti sholat, zakat, haji dan sebagainya. Ibadah seperti
ini dapat dilakukan di mana saja baik di dalam negara Islam atau di negara kafir.
b. Ibadah jamaiyah yaitu ibadah yang diwajibkan ke atas seluruh umat (sebagai kewajiban bersama). Sebagai contoh perlaksanaaan
hukum hudud, hukum qishas dan sebagainya.
Terimakasih!
Apakah ada pertanyaan?

Silahkan tanyakan dengan cara open mic,


perkenalkan diri, kemudian ajukan pertanyaan
anda.
CREDITS: This presentation template was created by
: KELOMPOK 4 :
Slidesgo, including icons by Flaticon, and infographics &
images by Freepik.

Mohon pertanyaannya dikondisikan.


Website :
http://
studi-agama-islam.blogspot.com/2013/10/pengertian-hakikat-dan-fungsi
-ibadah.html
http://yurishandcraft.blogspot.com/2013/12/makalah-konsep-ibadah-
dalam-islam.html