Anda di halaman 1dari 13

KEPERAWATAN ANAK 2

TETRALOGY OF FALLOT

Oleh:
Kelompok 3
• Hayani/183145105055
• Syarwanti arsal/183145105023
1. Definisi tetralogy of fallot

KONSEP: 2. Etiologi
3. Manifestasi klinik
4. Patofisiologi/pathway
5. Penataalaaksanaan
6. Askep
APA ITU TETRALOGY OF FALLOT??

Tertlogy of fallot adalah suatu penyakit dengan kelainan bawaan yang merupakan
kelainan jantung bawaan sianotik.
Penyakit jantung bawaan adalah kelainan jantung yang sudah ada sejak bayi lahir,
jadi kelainan tersebut terjadi sebelum bayi lahir. Tetapi kelainan jantung bawaan ini
tidak selalu memberi gejala seger setelah bayi lahir tidak jarang kelainan tesebut
baru ditemukan setelah pasien berumur beberapa bulan atau bahkan beberapa
tahun.
ETIOLOGI

1.Faktor endogen
• Berbagai jenis penyakit genetic: kelainan kromosom
• Anak yang lahir sebelumnya menderita penyakit jantung bawaan
• Adanya penyakit tertentu dalam keluarga seperti diabetes mellitus, hipertensi,
penyakit jantung atau kelainan bawaan
2. Factor eksogen
• Riwayat kehamilan ibu: sebelumnya ikut program KB, atau suntik, minum obat-
obatan tanpa resep dokter
• Ibu menderita penyakit infeksi: rubella
• Pajanan terhadap sinar-x
MANIFESTASI KLINIK

Sianosis Serangan hipersionotik Gagal tumbuh


Sianosis (sianosis terutama pada  Peningkatan frekuensi dan Pada anak kelainan jantung yang
bibir dan kuku) sianosis muncul kedalaman pernapasan kecil atau ringan akan mempengaruhi
setelah berusia beberapa bulan, pertumbuhan dan perkembangannya.
 Sionosis akut Tetapi pada PJB yang tipe biru, resiko
jarag tampak pada saat lahir, untuk terjadi gagal tumbuh jauh lebih
bertambah berat secara progresif.  Iritanbilitass system saraf tinggi. Ada tiga sebab yaitu:
pusat yang dapat berkembang
 Asupan kalori yang tidak adekuat
sampai lemah dan pingsan
dan akhirnya menimbulkan  Ganggguan pencernaan makanan
kejang, strok kematian. (melabsorpsi)
 Pengaruh hormone pertumbuhan
PATOFISIOLOGI

Proses pembentukan jaringan pada janin mulai terjadi pada hari ke-18 usia
kehamilan. Pada minggu ketiga jantung hanya berbentuk tabung yang disebut fase
tubing. Mulai akhir minggu ke-3 sampai minggu ke-4 usia kehamilan, terjadi fase
looping dan septesi, yaitu fase dimana proses pembentukan dan penyekatan ruang-
ruang jantung serta pemisahan aorta dan arteri pulmonalis. Pada minggu ke-5
sampai ke-8 pembagian dan penyekatan hampir sempurna. Akan tetapi, proses
pembentukan dan perkembangan jantung dapat terganggu jika selama masa
kehamilan terjadi factor-faktor resiko. Kesalahan dalam pembagian trunkus dapat
berakibat letak aorta yang abnormal (overriding), timbulnya penyempitan pada ateri
pulmonalis,serta terdapatnya defek septum ventrikel. Dengan demikian bayi akan
lahir dengan kelainan jantung.
PENATALAKSANAAN

 Pisisi lutut kedada agar aliran darah keparu  Oksigen dapat diberikan, walaupun pemberian
bertambah karena penigkatan afterload aorta disini tidak begitu tepat karena permasalahan
akibat penekukan arteri femoralis. Selain itu untuk bukan karena kekurangan oksigen, tetapi aliran
mengurangi aliran darah balik kejantung (feneus) darah keparu menurun. Dengan usaha diatas
dihaarapkan anak tidak lagi tekipneu, sionosis
berkurang dan anak menjadi tenang.
ASUHAN KEPERAWATAN

Pengkajian: • Pemeriksaan fisik pada leher, Perhatikan kesismetrisan


leher, lihat apakah ada bekass luka dileher.
• Lakukan pemeriksaan fisik pada kepala, Lihat Ketidaksimetrisan dapat disebabkan oleh pembekakan.
kebersihan kulit kepala, apakah ada ketombe, kutu
kepala, warna rambut, persebaraan rambut kepala, • Pemeriksaan fisik pada thoraks, Lihat adanya bekas
dan bentuk kepaala. luka, bekas operasi, atau adanya lesi, perhatikan
warna kulit didaerah dada, aapakah ada warna kulit
• Pemeriksaan fisik pada mata, Perhatikan kondisi yang berbeda dengan warna sekitar.
disekitar mata, lihat warna kelopak maata apakaah
tampak kantung mata. • Pemeriksaan fisik pada abdomen, Perhatikan bentuk
• Pemeriksaan hidung, Perhatikan kesimetrisan lubang abdomen kien, apakah bentuknya datar, cembung,
hidung kiri dan kanan, lihat adanya produksi sekret jika atau kedalam
ada, perhatikan warna, produksi, dan bau sskret • Pemeriksaan ektremitas bawah, Pengkajian kaki an tumit
• Pemeriiksaan fisik pada telinga, Lihat adanya luka atau dilakukan dengan posisi terrbaring, inspekksi adanya
bekas luka pada telinga dan sekitarnya. pembekakan, kalus tulang an kaki yang menonjol, nodul
atau deformitas.
• Pemeriksaan pada mulut, Berdiri agak jauh dari klien,
cium aroma nafasnya , normalnya tercium segar.
• Ketidakefektifan pola nafas berhubungan
dengan hiperfentilasi
• Keletihan
DIAGNOSA
KEPERAWATAN • Rsiko keterlambatan perkembangan
No Diagnosa Noc Nic
Keperawatan
1. Ketidakefektifan pola nafas Tujuan : setelah dilakukan pemeriksaan • Posisikan pasien untuk memaksimalkan
berhubungan dengan keperawatan selama 2x24 jam pasien ventilasi
hiperfentilasi menunjukkan: • Identifikasi kebutuhan actual/potensial
• Tidak ada devisi dari kisaran normal passion untuk memasukkan Alat membuka
frekuensi pernafasan jalan nafas
• Defisi ringan dari kisaran normal irama • Buang secret dengan memotifassikan
pernafasan pasien untuk melakukan batuk atau
• Defisi sedang dari kisaran normal suara menyedot lendir
auskultasi nafas

2 Keletihan berhubungan Tujuan : setelah dilakukan pemeriksaan • kaji status ffisiologis pasien yang
dengan Peningkatan keperawatan selama 2x24 jam pasien menyebabkan kelelahan sesuai dengan
kelelahan fisik menunjukan: konteks usia dengan perkembangan
• ajarkan pasien mengenai pengelolaan
• pasien tidak merasa kehilangan selera
kegiatan dan teknik manajemen waktu
makan untuk mencegah kelelahan
• pasien merasa ringan saat terjadi • rencanakan kegiatan pada saat pasien
penurunan motifasi memiliki banyak energy
• gangguan kosentrasi sedang • monitor pemberian efek otot stimulant dan
depresan
• evaluasi secaraa lengkap kenaaikan level
aktivitas pasien.
No Diagnosa Noc Nic

3 resiko keterlambatan • tidak ada defisi dari kisaran • tentukan status gizi pasien dan
perkembangan normal persentil kemampuan pasien untuk
berhubungan dengan tinggi/panjang badan memenuhi kebutuhan gizi
ketidak adekuat berdasarkan umur • identifikasi addanya alergi
nutrisi • defisi ringan dari kisaran atau intoleransi makanan
normal indeks masa tumbuh yang dimiliki pasien
• defiasi sedang dari kisaran • tentukan jumlah dan kalori
normal berat badan nutrisi yang ddibutuhkan
untuk memnuhi persyaratan
gizi
EVALUASI
Diagnosa evaluasi
Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan • Tidak ada devisi dari kisaran normal frekuensi
hiperfentilasi pernafasan
• Defisi ringan dari kisaran normal irama pernafasan
• Defisi sedang dari kisaran normal suara auskultasi nafas

Keletihan berhubungan dengan Peningkatan kelelahan • pasien tidak merasa kehilangan selera makan
fisik • pasien merasa ringan saat terjadi penurunan motifasi
• gangguan kosentrasi sedang

resiko keterlambatan perkembangan berhubungan • tidak ada defisi dari kisaran normal persentil
dengan ketidak adekuat nutrisi tinggi/panjang badan berdasarkan umur
• defisi ringan dari kisaran normal indeks masa tumbuh
• defiasi sedang dari kisaran normal berat badan
Thankyou