Anda di halaman 1dari 13

KELOMPOK 1

Agrielsa Alphasati Sinaga


Dinda Maisyarah
Fayaddah
Linda Rosita
Indah Santika
Febe Karen Rehulina

Kimia Dik B 2017


IDENTITAS JURNAL I IDENTITAS JURNAL II

Judul Artikel : Isolasi dan Identifikasi


Senyawa Flavonoid Fraksi Etil Asetat Judul Artikel : Isolasi senyawa
Rimpang Tumbuhan Temu Kunci metabolit sekunder dari ekstrak n- heksana
(Boesenbergia pandurata Daun tumbuhan majapahit (crescentia
(Roxb) Schelecht) (Zingiberaceae) cujete)
Pengarang artikel : Ochtavia Prima Sari Pengarang artikel : Intan Fardilla dan Nurul Hidajati
and Titik Taufiqurrohmah Nama Jurnal : Jurnal Kimia
Nama Jurnal : Jurnal of Chemistry Kota terbit : Surabaya
Kota terbit :- Tahun terbit : 2018
Tahun terbit : 2006 Volume :7
Volume :6 Nomor :1
Nomor :2 Halaman : 34-38halaman
Halaman : 219-223 halaman Nomor ISSN : -
Nomor ISSN :-
RINGKASAN JURNAL I
Tumbuhan majapahit (Crescentia cujete) umum dijumpai di daerah tropis. Kegunaan dari
tumbuhan majapahit adalah sebagai kayu bakar, buahnya digunakan untuk tempat air dan
gayung, daunnya sebagai pakan ternak, dan sebagai tanaman hias.
Berdasarkan literatur yang telah ditelusuri, buah maja mengandung fenolik, flavonoid,
tannin, saponin, alkaloid, cardenolid. Dalam penelitian yang dilakukan Nurhasanah,
menyebutkan bahwa dari hasil penelitian yang dilakukan uji bioaktivitas ekstrak tumbuhan
majapahit LC50 pada rayap menunjukkan fraksi n-heksana sebsar 1.323%, ekstrak kasar etanol
sebesar 1.548%, dan fraksi etanol 8,296%, dan fraksi kloroform sebesar 0.982%. Menurut
Nurhasanah, ekstrak n-heksana mengandung senyawa alkaloid, steroid, polifenol, dan saponin.
Metode yang digunakan adalah metode ekstraksi. Ekstraksi
yang dilakukan adalah dengan cara maserasi menggunakan
pelarut n-heksana. Dipisahkan dengan sistem 2 eluen atau
lebih, kemudian di KCV dan di KKG serta dimonitor dengan
KLT dan dimurnikan dengan cara rekristalisasi. serta
diidentifikasi dengan metode spektroskopi UV-Vis, FTIR, dan
GC-MS.
RINGKASAN JURNAL ii
Salah satu ekstrak tanaman yang banyak dimanfaatkan dalam dunia kedokteran dan industri
yaitu tanaman temu kunci (Boesenbergia pandurata (Roxb.) Schlecht). Rimpang B. pandurate
merupakan spesies dari famili Zingeberaceae tumbuh di bawah permukaan tanah secara mendatar,
beruas, sedikit keras, berbau khas minyak atsiri. Metabolit sekunder yang telah diteliti pada family
Zingiberaceae yaitu minyak atsiri, monoterpen, seskuiterpen pada Curcuma heyneana dan
C.aeruginosa Salah satu metabolit sekunder yang memiliki bioaktivitas adalah flavonoid. Banyak
senyawa flavonoid yang mudah larut dalam air sehingga pengekstraksian kembali larutan dalam air
tersebut dapat dilakukan dengan pelarut organik yang tidak bercampur dengan air tetapi agak polar.
Pemilihan pelarut organik untuk pengekstraksian kembalisenyawa flavonoid yang terlarut dalam air
umumnya menggunakan kloroform, dietil eter, etil asetat,dan n-butanol.
Pengekstraksian kembali senyawa flavonoid yang terlarut dalam air
menggunakan etil asetat tidak hanya berasal dari tumbuhan suku
Zingeberaceae tetapi juga terdapat pada suku Compositae yang
dibuktikan bahwa dalam pemeriksaan kandungan flavonoid sebagai
obat penyakit hati dari tumbuhan Sonchus oleraceus L.
menunjukkan bahwa fraksi etil asetat lebih banyak mengandung
senyawa flavonoid yang memiliki efek antihepatotoksik lebih tinggi
bila dibandingkan dengan fraksi n-butanol dan fraksi air dari
ekstrak total dalam methanol.
METODE KROMATOGRAFI VAKUM CAIR (JURNAL 1)

Pemisahan senyawa flavonoid dari rimpang B. pandurata dilakukan dengan dua


metode kromatografi kolom yaitu kromatografi vakum cair (KVC) dan kromatografi
kolom gravitasi (KKG).
Pemisahan dengan KVC
Ekstrak etil asetat sebanyak 8 g dilakukan fraksinasi melalui kromatografi vakum cair
dengan diameter kolom 5 cm dan tinggi adsorben 5 cm. Fraksinasi menggunakan silika
gel merck 60 G F254 sebagai fasa diam dan fasa gerak berupa eluen n-herksana-etil
asetat, etil asetat, metanol sebanyak 200 mL dengan perbandingan yang ditunjukkan
pada Tabel 1. Fraksifraksi yang diperoleh dari eluen tersebut sebanyak 100 fraksi dengan
volume setiap fraksi 10 mL. Fraksi tersebut dimonitor dengan KLT menggunakan eluen
nheksana-etil asetat.
METODE KROMATOGRAFI CAIR VAKUM (KCV) PADA
JURNAL 2

Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah daun tumbuhan majapahit (Crescentia cujete)
sebanyak 10,1 kg daun basah. Metode kromatografi yang dipakai pada penelitian ini ada 2 yaitu, KCV
(Kromatografi Cair Vakum) dan KLT (Kromatografi Lapis Tipis).
Serbuk halus sebanyak 2 kg direndam/dimaserasi dengan pelarut n-heksana selama 24 jam dan
dilakukan sebanyak 3 kali dengan pelarut baru hingga didapatkan ekstrak berwarna hijau kehitaman
kemudian disaring menggunakan corong Buchner dan Erlenmeyer pipa samping. Filtrat diuapkan dengan
rotary vacuum evaporator dan didapatkan ekstrak kental sebesar 17,4279 gr. Ekstrak kental n-heksana
yang terbentuk kemudian diuji fitokimianya.
Metode KCV yang dilakukan pada penelitian ini adalah ekstrak kental n-heksana dipisahkan dengan
eluen n-heksana dan etil asetat menghasilkan 154 fraksi. Hasil pemisahannya dimonitoring dengan
menggunakan KLT dengan perbandingan eluen n-heksana: etil asetat = 8:2.
METODE PENELITIAN
JURNAL 1 :
ALAT :
ALAT EKSTRAKSI,ALAT DESTILASI, EVAPORATOR,ALAT KROMATOGRAFI
KOLOM,BAK KROMATOGRAFI,CORONG PISAH,SPEKTROFOTOMETER DAN
PERALATAN GELAS LAINNYA.
BAHAN :
N-HEKSANA,METANOL,ETIK ASETAT,PITA MAGNESIUM,LARUTAN FERI
KLORIDA,ASAM KLORIDA PEKAT DAN SILIKA GEL DAN RIMPANG TEMU
KUNCI.
PROSEDUR :
-TAHAP PENGUMPULAN DAN PENYIAPAN SAMPEL
-PEMBUATAN EKSTRAK
-IDENTIFIKASI SENYAWA FLAVONOID
METODE PENELITIAN
JURNAL 2 :
ALAT :
ALAT EKSTRAKSI,ALAT PENYARING,NERACA ANALITIK,GELAS KIMIA,GELAS
UKUR,CAWAN PETRI,PIPET TETES,KERTAS TISU,TABUNG VIAL,BOTOL,
EVAPORATOR,ALAT KROMATOGRAFI VAKUM CAIR DAN KROMATOGRAFI LAPIS
TIPIS,PLAT TETES DAN SPATULA.
BAHAN :
ETIK ASETAT,ETANOL, METANOL,HEKSANA,KLOROFORM,ASAM SULFAT,SILIKA
GEL,PITA MAGNESIUM,ASAM KLORIDA PEKAT,AQUADES,AMMONIA
PEKAT,REAGEN MAYER ,WAGNER,DAN DRAGENDROF.
PROSEDUR :
ISOLASI DAN IDENTFIKASI SENYAWA METABOLIT
SEKUNDER EKSTRAK N-HEKSANA DAUN TUMBUHAN
MAJAPAHIT
KELEBIHAN JURNAL

JURNAL 2
JURNAL 1
1. Abstrak ditulis dengan bahasa
Indonesia dan bahasa Inggris
1. Terdapat tabel dan 2. Dituliskan nomor diakhir kalimat
gambar untuk membantu pada setiap materi yang diambil
pembaca memahami isi dari daftar pustaka
jurnal 3. Bahasa yang digunakan mudah
2. Sistematika penulisan dimengerti
4. Urutan sistematika dijelaskan
jurnal berurutan dan dengan baik dan jelas
dijelaskan setiap bagian 5. Terdapat tabel, grafik, dan gambar
dengan jelas untuk membantu pembaca lebih
3. Bahasa yang digunakan memahami isi jurnal
mudah dimengerti
Kelemahan Jurnal 1

1. Untuk identitas jurnal ini kurang lengkap karena pada jurnal ini
tidak tertera nomor ISSN nya

2. Pembahasan untuk kromatografi cair pada jurnal ini sangat


singkat.

Kelemahan Jurnal 2
1.Untuk identitas jurnal ini kurang lengkap karena pada jurnal ini tidak
tertera nomor ISSN nya.

2.Pembahasan untuk kromatografi cair pada jurnal ini juga begitu singkat
sehingga membuat pembaca tidak mengerti mengenai kromatografi cair
tersebut.

3. Kesimppulan pada jurnal ini juga sangat singkat.