Anda di halaman 1dari 17

MENGURANGI PERSEBARAN

KLUSTER MELALUI
. UPAYA
SANITASI LINGKUNGAN
BBTKLPP SURABAYA

BBTKLPP
BALAI BESAR TEKNIKSURABAYA
KESEHATAN LINGKUNGAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT
SURABAYA
SUMMARY
01 POIN PENTING

KLUSTER COVID DI JAWA


02 TIMUR

03 PERATURAN PENDUKUNG

UPAYA SANITASI
04 LINGKUNGAN
SITUASI COVID-19 JAWA TIMUR
PETA SEBARAN
POIN PENTING

JUMLAH KASUS KONFIRMASI DI JAWA TIMUR PER 26 JUNI


MENCAPAI 10.901 ATAU 21,2% DARI KASUS NASIONAL
MELAMPAUI DKI JAKARTA

ANGKA PERTAMBAHAN KASUS HARIAN MERUPAKAN


TERTINGGI DI INDONESIA, BELUM TERCAPAI PUNCAK KASUS
BANYAKNYA KASUS OTG DI JAWA TIMUR BERDASRKAN DATA
PENGUJIAN BBTKLPP SURABAYA SEBESAR 32%, MEPERBESAR
RISIKO PENULARAN
ADANYA INSTRUKSI PRESIDEN UNTUK MENURUNKAN KASUS
DI JAWA TIMUR DALAM 2 MINGGU , MAMPUKAH KITA?? PERLU
SINERGI LINTAS SEKTOR DAN MASYARAKAT
INDIKATOR COVID-19
Kesiapan Menuju New Normal
NEW
NORMAL
KEPATUHAN
YANKES MASYARAKAT
SURVEILANS
EPIDEMIOLOGI

1. Pembukaan
• Penurunan kasus DISIPLIN tempat usaha
baru 50% 2mgg • Tracing Kontak • 60 % FASKES PROTOKOL 2. Pembukaan
terakhir,
erat dan untuk isolasi COVID19. Sekolah
• 80% dari kontak erat 3. Pembukaan
dari klaster bukan
• pemeriksaan COVID-19, Tempat2 ibadah
klaster baru, 3500/1jt, • Jumlah APD 4. Transportasi
• penurunan jumlah • Kenaikan <5% nakes dan
kematian 2. pekan, masyarakat RISIKO
• penurunan pasien SECOND WAVE
.
yang dirawat 2mgg
terakhir.
• Kasus positif yang
dirawat
• Meningkatkan
kesembuhan
KLUSTER COVID 19
Terdapat beberapa kluster penyebaran Covid 19 di Jawa
Timur antar lain yang terbesar adalah :
1. Klaster pertemuan/rapat/pelatihan
2. Kluster aktifitas keagamaan
3. kluster industri/tempat kerja
4. Kluster pasar/ ekonomi
5. Kluster fasyankes (khusus)
FAKTOR RISIKO : Pengumpulan banyak orang, penularan dari OTG,
kurangnya pemakaian APD yang sesuai baik karena kurangnya
kesadaran maupun kekurangan pasokan, tidak ada physical distancing,
PHBS kurang
KLUSTER
COVID-19
PENGENDALIAN
TESTING TRACING TREATMENT FAKTOR RISIKO
PENGAWASAN

• PDP DILAKUKAN • DISIPLIN PATUHI • PENGAWASAN


• PEMERIKSAAN PDP • TRACING KONTAK
ISOLASI RS PROTOKOL COVID19 KEPATUHAN DAN
ODP DAN OTG ERAT SETIAP • UPAYA SANITASI
RUJUKAN PEMBIASAAN Di
UNTUK MEMASTIKAN KASUS POSITIF
• TEMPAT ISOLASI LINGKUNGAN MASYARAKAT
• RAPID TEST • ISOLASI
SOLASI 14HR> DENGAN SANITASI • ADANYA SANKSI
• PCR • PENINGKATAN
• TOTAL/ PARSIAL LINGKUNGAN DAN YANG TEGAS BAGI
SKRINING
PHBS PELANGGAR
ATURAN
TREATMENT KLUSTER

ISOLASI 14HR
TOTAL/ PARSIAL

PEMERIKSAAN RAPID TEST MASSAL

DESINFEKSI LINGKUNGAN DAN PHBS

PENUTUPAN TEMPAT USAHA/PASAR


KARYAWAN TIDAK MASUK
REGULASI TERKAIT
Pedoman Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 Revisi 4, Kementerian Kesehatan RI
Tata cara dan perlengkapan selama masa karantina (lokasi karantina)
a. Orang-orang ditempatkan di ruang dengan ventilasi cukup serta kamar single yang luas yang dilengkapi
dengan toilet. jika kamar single tidak tersedia pertahankan jarak minimal 1 meter dari penghuni rumah lain.
meminimalkan penggunaan ruang bersama dan penggunaan peralatan makan bersama, serta memastikan
bahwa ruang bersama (dapur, kamar mandi) memiliki ventilasi yang baik.
b. pengendalian infeksi lingkungan yang sesuai, seperti ventilasi udara yang memadai, sistem penyaringan
dan pengelolaan limbah.
c. pembatasan jarak sosial (lebih dari 1 meter) terhadap orang-orang yang di karantina
d. penyediaan akomodasi yang sesuai termasuk makanan, air dan kebersihan
Tindakan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Minimal :
e. Prosedur pembersihan dan disinfeksi lingkungan harus diikuti dengan benar dan konsisten. Petugas
kebersihan perlu diedukasi dan dilindungi dari infeksi COVID19 dan petugas kebebersihan harus
memastikan bahwa permukaan lingkungan dibersihkan secara teratur selama periode observasi
- Bersihkan dan disinfeksi permukaan yang sering disentuh seperti meja, rangka tempat tidur, dan perabotan
kamar tidur lainnya setiap hari dengan disinfektan rumah tangga yang mengandung larutan pemutih encer
(pemutih 1 bagian hingga 99 bagian air). Untuk permukaan yang tidak mentolerir pemutih maka dapat
menggunakan etanol 70%; )
REGULASI TERKAIT
Pedoman Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 Revisi 4, Kementerian Kesehatan RI
- Bersihkan dan disinfeksi permukaan kamar mandi dan toilet setidaknya sekali sehari dengan disinfektan
rumah tangga yang mengandung larutan pemutih encer (1 bagian cairan pemutih dengan 99 bagian air);
- Membersihkan pakaian, seprai, handuk mandi, dan lain-lain, menggunakan sabun cuci dan air atau mesin
cuci di 60–90°C dengan deterjen biasa dan kering;
- Harus mempertimbangkan langkah-langkah untuk memastikan sampah dibuang di TPA yang terstandar,
dan bukan di area terbuka yang tidak diawasi
Pencegahan dan Pengendalian Infeksi untuk Isolasi di Rumah (Perawatan di Rumah)
Rekomendasi prosedur pencegahan dan pengendalian infeksi untuk isolasi di rumah:
1. Tempatkan pasien/orang dalam ruangan tersendiri yang memiliki ventilasi yang baik (memiliki jendela
terbuka, atau pintu terbuka) .
2. Pastikan ruangan bersama (seperti dapur, kamar mandi) memiliki ventilasi yang baik.
3. Bersihkan permukaan di sekitar pasien secara teratur. Dengan sabun atau detergen rumah tangga atau
memakai larutan NaOCl 0.5%.
4. Sarung tangan, masker dan bahan-bahan sisa lain selama perawatan harus dibuang di tempat sampah di
dalam ruangan pasien yang kemudian ditutup rapat sebelum dibuang sebagai kotoran infeksius.
REGULASI TERKAIT
Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan
Pencegahan Dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Tempat Kerja

Selama di tempat kerja


TREATMENT
a) Saat tiba, segera mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
b) Gunakan siku untuk membuka pintu dan menekan tombol lift. c)
Tidak berkerumun dan menjaga jarak di lift dengan posisi saling
membelakangi.
d) Bersihkan meja/area kerja dengan desinfektan.
e) Upayakan tidak sering menyentuh fasilitas/peralatan yang dipakai
bersama di area kerja, gunakan handsanitizer.
f) Tetap menjaga jarak dengan rekan kerja minimal 1 meter.
g) Usahakan aliran udara dan sinar matahari masuk ke ruang kerja
REGULASI TERKAIT
Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan
Pencegahan Dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Tempat Kerja

TREATMENT
USAHA PENYEHATAN LINGKUNGAN

1. Penyehatan ruang dan bangunan termasuk diantaranya Pembersihan


dan Desinfeksi Lingkungan dan Permukan secara berkala
Karakteristik desinfektants yang dibutuhkan :
a. Reaksi cepat
b. Spektrum anti mikroba luas
c. Efikasi tetap terjaga,
d. Toksisitas rendah,
e. Aman bagi pengguna,
f. Kesesuaian dengan maaterial/permukaan yang didesinfeksi.
Dilap atau disemprotkan/spray, sesuai kebutuhan
2. Penyediaan air minum dan makanan yang memenuhi persyaratan kesehatan

3. Pengamanan limbah/sampah masker, tissue, sarung tangan dari rumah tangga


Pembersihan dan disinfeksi
lingkungan rutin
Pembersihan rutin Desinfeksi

Permukaan yang sering


disentuh :
- Harus sering TREATMENT
Bersih
dibersihkan dengan
cairan detergen/sabun kan
- Dilap dengan kain yang permuka
dibasahi dengan an yang
detergen kotor
dengan
Permukaan tersentuh air sabun
minimal : lalu
- dipel/dilap dengan desinfek
cairan detergen si
- Dibersihkan/dilap
ketika terlihat
berdebu/kotor