Anda di halaman 1dari 16

TRAUMA HEALLING

DEFINISI

 Trauma merupakan setiap luka, sakit, atau shock yang


seringkali berupa fisik atau struktural maupun juga mental
dalam bentuk shockemosi yang menghasilkan gangguan
lebih kurang tentang ketahanan fungsi-fungsi mental.
(James Drever, 1988)
 Trauma healing berhubungan erat dalam upaya
mendamaikan, hal ini tentang membangun atau
memperbaiki hubungan manusia yang berkaitan dengan
mengurangi perasaan kesepian, memperbaiki kindisi
kejiwaan, mengerti tentang arti kedamaianmengurangi
perasaan terisolasi, kebencian, dan bahaya yang terjadi
dalam hubungan antar pribadi. (Paula dan Gordon: 2003).
Judith Herman mengatakan bahwa menyembuhkan
trauma (trauma healing) adalah langkah untuk
menggerakan tiga hal yaitu, dari perasaan bahaya pada
perasaan nyaman dan aman, dari perasaan menolak
kondisi pada penerimaan kondisi, dan dari perasaan
terisolasi pada kemampuan membangun hubungan sosial
(2003: 13).
Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa
trauma healing adalah usaha untuk kembali
menyembuhkan seseorang dari trauma untuk kembali
menerima kondisi dan mampu bangkit kembali baik secara
kejiwaan atau kehidupan sosial.
KONSEP DASAR

Menurut Paula dan Gordon (2003: 1) tujuan akhir


dari trauma healing adalah membuat seseorang
untuk dapat menerima dan menyatukan
pengalaman trauma, kesedihan, dan membentuk
kehidupan baru dengan keyakinan dan pengertian
yang baru.
Menurut Herman (2003: 13) terdapat tiga langkah
untuk membantu menyembuhkan seseorang dari
pengalaman trauma, tiga hal tersebut yang menjadi
dasar dalam membantu memulihkan trauma, yaitu:
1.      Safety adalah membangun perasaan aman dalam
lingkungannya.
 2.      Acknowledgment adalah penerimaan. Melalui
storytelling secara detail dan mendalam diharapkan seseorang
meyakini bahwa peristiwa – peristiwa trauma merupakan
bagian dari proses kehidupan dan tantanganakan melahirkan
keyakinan yang baru untuk dapat kembali bangkit.
 3.      Reconnection, setelah memiliki keyakinan dan
penerimaan terhadap kondisi maka hal terpenting selanjutnya
adalah memperbaiki kembali hubungan sosial dan
membangun kembali kepercayaan, harapan, dan saling
pengertian.
PENGGOLONGAN TRAUMA

1. Trauma ringan : trauma akibat suatu kejadian yang menggangu


kejiwaan seseorang yang mudah disembuhkan. Trauma ini biasanya
akibat beberapa kejadian, misalnya : Kecelakaan kendaraan bermotor
yang menyebabkan luka ringan; akibat ucapan atau perbuatan
seseorang berupa penghinaan
 2. Trauma Sedang : trauma akibat suatu kejadian yang mengganggu
kejiwaan seseorang yang dapat mengubah perilaku seseorang dalam
jangka waktu tertentu. Contoh : kehilangan orang dekat
 3. Trauma Berat : Trauma akibat suatu kejadian yang menggangu
kejiwaan seseorang yang terjadi berkepanjangan. Biasanya trauma ini
sulit disembuhkan dan memakan waktu yang cukup panjang untuk
penyembuhannya. Contoh : kehilangan orang yang dicintai, perasaan
bersalah yang mendalam, PTSD
BENCANA SEBAGAI SALAH SATU PENYEBAB TRAUMA

 Kata bencana dalam Al-Qur’an sering disebut dengan


musibah. Musibah berasal dari kata ashaba yang memiliki
arti peristiwa yang menimpa manusia baik yang berasal
dari peristiwa alam maupun social.
 Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada
kaumnya, maka ia tinggal diantara mereka seribu tahun
kurang lima puluh tahun. Maka mereka ditimpa banjir
besar, dan mereka adalah orang-yang dzalim. (Q.S 29:14)
 ”Dan apa saja musibah yang menimpa kamu adalah karena
perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak
(dari kesalahan-kesalahanmu).”(Q.S. 42 :30)
CIRI-CIRI PERISTIWA TRAUMATIS

1) Terjadi secara tiba-tiba


2) Mengerikan, menimbulkan perasaan takut,
cemas, tekanan psikis yang sangat
3) Mengancam keutuhan fisik maupu mental/jiwa
4)Dapat menimbulkan dampak fisik, pikiran,
perasaan, dan perilaku yang membekas bagi mereka
yang mengalami atau haya sekedar menyaksikan
(PTSD)
BEBERAPA GEJALA TRAUMA PADA ANAK

 Menangis tidak terkontroL


 Gemetaran karena ketakutan, tidak bisa bergerak
 Berlari ketakutan tanpa arah
 Terlalu ketakutan dan tidak mau ditinggal sendiri.
 Perilaku regresif (kembali menghisap jari atau mengompol
lagi)
 Amat sensitif dengan cuaca dan suara
 Bingung, panik, sulit makan
..lanjutan

Perilaku regresif yang jelas terlihat (menjadi lebih


kekanak-kanakan)
Gangguan tidur
Pusing, mual, timbul masalah penglihatan dan
pendengaran
Ketakutan yang tidak beralasan
Menolak sekolah, sulit konsentrasi, senang berkelahi
Tidak dapat beraktivitas dengan baik
BEBERAPA GEJALA TRAUMA PADA REMAJA DAN
ORANG DEWASA

Menahan diri dan menyendiri


Menjadi lebih pendiam
Ekspresi kesedihan, dan membayangkan bunuh diri
Perilaku agresif
Depresi
Kehilangan minat dan aktivitas terganggu
Gangguan tidur
Gangguan makan
Gangguan mood dan suasana hati
PRAKTEK TRAUMA HEALLING
 Lakukan asesmen di awal.
 Trauma healing dilakukan dengan pendekatan psikologis yang akan
mendukung peningkatan kesejahteraan dan kemandirian.
 Di dunia ini ada banyak alat yang dapat mendeteksi akan tanda-
tanda datangnya suatu bencana alam. Begitu pun setelah bencana
selesai, ada banyak mesin dan bahan-bahan yang dapat membangun
kembali gedung serta rumah-rumah yang rusak, akan tetapi di dunia
ini tidak ada alat atau pun mesin yang dapat menyembuhkan trauma
dihati, karena hati akan sembuh apabila didekati lagi oleh hati, yaitu
manusia sebagai makhluk yang memiliki hati.
 Trauma healing adalah interaksi antara hati dengan hati
 Pemulihan dari suatu trauma membutuhkan waktu lama atau
tidaknya proses trauma healingtergantung dari individu itu sendiri
Pertolongan trauma healing pasca bencana dalam
ilmu kesejahteraan sosial adalah bagian dari metode
intervensi di level mikro. Pertolongan diberikan
kepada individu, keluarga ataupun kelompok yang
mengalami trauma
Permasalahan pada ketiga unit tersebut pada
umumnya disebabkan karena faktor eksternal yang
memiliki keterkaitan dengan klien.
BEBERAPA TEKNIK TRAUMA HEALLING

- Teknik penguatan religi : doa, dzikir, dll


- Teknik Relaksasi : relaksasi pernafasan, relaksasi kesadaran
indera, relaksasi tempat kedamaian, dan teknik relaksasi
lainnya
- Teknik Mengekspresikan Emosi : katarsis, kursi kosong, SEFT,
melepas balon imajiner, berbagi dengan teman/figure lekat,
mengatasi blocking flashback, berbagai teknik
proyeksi/imajinasi
- Teknik Rekreasi: kegiatan seni, play therapy,
membacakan/mendengarkan/menuliskan cerita, olahraga
- Teknik Ekspresi : menulis, menggambar, melakukan hobby,
asosiasi bebas
Case work maupun group work melaluai konseling,
FGD
Family therapy
Kombinasi farmakoterpi dan psikoterapi oleh expert

Anda mungkin juga menyukai