Anda di halaman 1dari 9

DIABETES MILITUS

Kelompok 5
Apa yang dimaksud diabetes militus??

Diabetes mellitus adalah penyakit yang disebabkan oleh kelainan hormon yang
mengakibatkan sel-sel dalam tubuh tidak dapat menyerap glukosa dari darah. Penyakit ini
timbul ketika di dalam darah tidak terdapat cukup insulin atau ketika sel-sel tubuh kita
dapat bereaksi normal terhadap insulin dalam darah.
Jenis diabetes militus
1. Diabetes melitus tipe I
Diabetes mellitus tipe I adalah penyakit hiperglikemia akibat ketiadaan absolute insulin.
Diabetes tipe I biasanya dijumpai pada orang yang tidak gemuk berusia kurang dari 30 tahun,
dengan perbandingan laki-laki sedikit lebih banyak daripada wanita. Karena insidens diabetes
tipe I memuncak pada usia remaja dini, maka dahulu bentuk ini disebu sebagai diabetes
juvenile.
2. Diabetes melitus tipe II
Diabetes mellitus tipe II adalah penyakit hiperglikemia akibat insensitivitas sel terhadap
insulin. Diabetes mellitus tipe II biasanya timbul pada orang yang berusia lebih dari 30 tahun,
dan dahulu disebut sebagai diabetes awitan dewasa. Pasien wanita lebih banyak daripada pria.
3. Diabetes Gestasional
Diabetes gestasional terjadi pada wanita hamil yang sebelumnya tidak mengidap diabetes.
Sekitar 50% wanita pengidap kelainan ini akan kembali ke status nondiabetes setelah
kehamilan berakhir. Namun, risiko mengalami diabetes tipe II pada waktu mendatang lebih
besar daripada normal.
Etiologi
1. Diabetes Melitus tipe I
 Faktor genetic
 Faktor-faktor imunologi
 Faktor lingkungan
2. Diabetes Melitus tipe II
 Faktor resiko :
- Usia
- Obesitas
3. Diabates Melitus tipe III
 Ibu tersebut memang telah menderita DM sejak sebelum hamil
 Ibu mengalami/menderita DM saat hamil
 
Manifestasi Klinis Diabetes Melitus
Penderita diabetes melitus umumnya menampakkan tanda dan gejala dibawah ini meskipun
tidak semua dialami oleh penderita :
1) Jumlah urine yang dikeluarkan lebih banyak (Polyuria)
2) Sering atau cepat merasa haus/dahaga (Polydipsia)
3) Lapar yang berlebihan atau makan banyak (Polyphagia)
4) Frekwensi urine meningkat/kencing terus (Glycosuria)
5) Kehilangan berat badan yang tidak jelas sebabnya
6) Kesemutan/mati rasa pada ujung syaraf ditelapak tangan & kaki
7) Cepat lelah dan lemah setiap waktu
8) Mengalami rabun penglihatan secara tiba-tiba
9) Apabila luka/tergores (korengan) lambat penyembuhannya
10) Mudah terkena infeksi terutama pada kulit.
Patofisiologi Penyakit Diabetes Melitus
a. Pengurangan penggunaan glukosa oleh sel-sel tubuh, yang mengakibatkan peningkatan
konsentrasi glukosa darah sampai setinggi 300 - 1200 mg per 100 ml.
b. Peningkatan mobilisasi lemak dan daerah penyimpanan lemak sehingga menyebabkan
kelainan metabolisme lemak maupun pengendapan lipid pada dinding vaskuler.
c. Pengurangan protein dalam jaringan tubuh.
Keadaan patologi tersebut akan berdampak :
 Hiperglikemia
 Hiperosmolaritas
 Starvasi Selluler
Patofisilogis Kegawatan Penyakit Diabetes Melitus
Menjadi Terminal
1. Patofisiologi Diabetes IDDM (Tipe I)
Pada diabetes tipe I terdapat ketidakmampuan untuk menghasilkan insulin karena sel-sel
beta pankreas telah dihancurkan oleh proses autoimun. Hiperglikemia puasa terjadi akibat
produksi glukosa yang tidak terukur oleh hati. Disamping itu, glukosa yang berasal dari
makanan yang tidak dapat disimpan dalam hati, meskipun tetap berada dalam darah dan
menimbulkan hiperglikemia postprandial (sesudah makan). Pada tipe ini bisa terjadi :
a. Glukosuria
b. Poliuria
c. Polidipsi
d. Polifagia
e. Ketoasidosis
2. Patofisiologi Diabetes NIDDM (Tipe II)
■ Normalnya insulin akan terikat dengan reseptor khusus pada permukaan sel. Sebagai
akibat terikatnya insulin dengan reseptor tersebut, terjadi suatu rangkaian reaksi dalam
metabolisme glukosa di dalam sel. Resistensi insulin pada diabetes tipe II disertai
dengan penurunan reaksi intrasel. Dengan demikian insulin menjadi tidak efektif untuk
menstimulasi pengambilan glukosa oleh jaringan.
■ Untuk mengatasi resistensi insulin dan mencegah terbentuknya glukosa dalam darah,
harus terdapat peningkatan jumlah insulin yang disekresikan.
Jurnal Perawatan Paliatif Terkait Penyakit Diabetes
Melitus
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN
DIABETES MELLITUS DI RUMAH SAKIT UMUM IMELDA MEDAN