Anda di halaman 1dari 20

Titrasi Redoks

Kelompok S-4
Anggota :
- Ryandy Hartono (10718016)
- Gabriella Anne Handoyo (10718030)
- - Nada Nurul Husna (10718056)
- Natasha Belvani (10718100)
- Izma Najiya Izdihar (10718072)
- Catherine Vania Zerlina (10718090)
Tujuan
1. Menentukan kadar asam askorbat pada sampel dengan cara titrasi redoks dengan peniter larutan
iodin 0,1N
2. Menentukan kadar iodida pada larutan sampel dengan cara titrasi redoks dengan peniter larutan
KIO3 0,1N
Teori Dasar
Reaksi Reduksi-Oksidasi adalah perpindahan elektron dari suatu oksidator ke reduktor. Reaksi reduksi
adalah reaksi penangkapan elektron atau reaksi terjadinya penurunan bilangan oksidasi. Reaksi oksidasi
adalah pelepasan elektron atau reaksi peningkatan bilangan oksidasi. Maka, reaksi redoks adalah reaksi
penerimaan dan pelepasan elektron atau reaksi penurunan atau peningkatan bilangan oksidasi

Titrasi redoks adalah suatu penetapan kadar reduktor atau oksidator berdasarkan atas reaksi oksidasi
dan reduksi antara analit dengan titran, dimana reduktor akan teroksidasi dan oksidator akan tereduksi.
Analit yang mengandug spesi reduktor dititrasi dengan titran yang berupa larutan standar dari oksidator
atau sebaliknya
Prosedur Kerja
Penetapan Kadar Iodida pada Sampel
Larutkan sejumlah sampel Alikuot sampel 10 ml Tambahkan 5 ml akuades
dalam 25 ml Akuades dan masukkan ke dan 12,5 ml HCl pekat
dengan labu takar 25 ml erlenmeyer dan 1 ml ind CHCl3

Campuran di titrasi
Erlenmeyer ditutup plastik
dengan KIO3 0,1 N hingga
dan dikocok kuat
warna ind CHCl3 hilang

Penetapan Kadar Asam Askorbat


Timbang sejumlah sampel Alikuot 10 ml dari
Tambahkan 3 ml ind kanji
dan dilarutkan kedalam campuran, dan segera
saat mendekati titik akhir
campuran 50 ml air dan titrasi dengan larutan
titrasi
12.5 ml H2SO4 2N. iodin 0,1 N
Prosedur Pembakuan Larutan Iodin
Pipet 10 ml larutan iodin. Encerkan
Tambahkan 0,4 ml HCl 1N
hingga 50 ml dengan labu takar

Tambahkan 0,8 ml kanji, Titrasi Larutan iodin


lanjutkan hingga tidak dengan Na Tiosulfat 0,1 N
berwarna hingga kuning pucat

Prosedur Pembakuan Larutan Na-Tiosulfat

Timbang 50 mg K2Cr2O7 Tambahkan 700 mg KI, Campur dan diamkan di


larutkan dalam 24 ml air 400 mg NaHCO3 dan 1,2 tempat gelap selama 10
di labu takar 100 ml ml HCl pekat menit

Titrasi Iodin yang


Tambahkan 0,7 ml larutan
dibebaskan dengan Na
kanji, lanjutkan titrasi Alikuot 10 ml
Tiosulfat hingga hijau
hingga tidak berwarna
kekuningan
Prosedur Pembuatan Ind Kanji

34 mg kanji ditimbang dan Tambahkan 17 ml akuades Didihkan campuran


dimasukkan ke gelas kimia sedikit demi sedikit sambil beberapa menit lalu
25 ml diaduk dinginkan

Diperoleh larutan kanji 17


ml, tapi yang digunakan
hanya bagian yang jernih
Perhitungan
Perhitungan
Pembakuan Iodin

Gunakan kesetaraan :

Pembakuan Na-Tiosulfat

Gunakan Kesetaraan :
Perhitungan Asam Askorbat
Gunakan Kesetaraan

1 ml I2 0,1 N ~ 8,806 mg vit C, maka bila N I2 bukan 0,1 N, kesetaraan menjadi

1 ml I2 X N ~ 8,806 mg x X/0,1 vit C

Dengan X N I2 , maka konversi ml I2 menjadi mg vit C adalah

mg Vit C = 8,806 mg x (X/0,1) x Y ml = … mg


Perhitungan Kadar Iodida
M1 V1 = M2 V2, dan diketahui kesetaraan sebagai berikut

1 M I2 = 2 N I2

1 M KIO3 = 4 N KIO3, maka bila dimasukkan kedalam rumus akan menjadi

0,5 M I2 V1 = 0,25 M KIO3 V2, dapat disederhanakan menjadi

M I2 V1 = 2 M KIO3 V2, dan akan didapatkan M I2

n I2 = M I2 x V I2

Massa I2 = n I2 x Mr I2 = … g
Hasil Pengamatan

Hasil Pembakuan Na2S2O3 = Vavg = 4,25 ml Na2S2O3

Masukkan kedalam rumus kesetaraan:

Maka akan didapatkan N(Na2S2O3) = 5/(4,25x49,04) = 0,024 N

Hasil Pembakuan I2 = Vavg = 17,45 ml Na2S2O3. Digunakan 10 ml I2 sebagai titrat

Masukkan kedalam rumus kesetaraan =

Maka akan didapatkan N (I2) = 17,45 x 0,024/10 = 0,04188 N = 0,02094 M


Hasil Pengamatan Asam Askorbat

Dilution Factor = 6,25

mg Vit C = 8,806 mg x (X/0,1) x Y ml

mg Vit C = 8,806 mg x (0,04188/0,1) x 8,9 ml = 32,81 mg

32,81 mg x 6,25 = 205,044 mg

Berat asli: 469,9 mg

Galat = (469,9-205,044)/469,9 = 0,56362 x 100% = 56,362%


Hasil Pengamatan I2

Dilution Factor = 2,5

N KIO3 = 0,1 N = 0,025 M

M I2 V1 = 2 M KIO3 V2

M I2 = 2x0,025Mx4,5 ml/10 ml = 22,5 mM

n I2 = 22,5 mM x 25 ml = 0,5625 mmol

mg I2 = 0,5625 mmol x 127 = 71,4375 mg

Berat Asli: 624,5 mg

Galat = (624,5-71,4375)/624,5 = 0,8856 x 100% = 88,56%


PEMBAHASAN
Penentuan Kadar Asam Askorbat
●  Pada percobaan penentuan kadar asam askorbat yang digunakan adalah titrasi redoks iodimetri.
Titrasi iodimetri menggunakan peniter I2 dan indikator kanji. I2 merupakan oksidator yang cukup kuat
untuk menetapkan kadar reduktor. Reaksi yang terjadi adalah :

Sampel dilarutkan dalam campuran air dan larutan H2SO4 lalu di aliquot agar tidak ada volume yang
berkurang. Larutan H2SO4 digunakan untuk menciptakan suasana asam. Indikator kanji ditambahkan saat
mendekati titik akhir reaksi karena indikator kanji mudah terurai oleh asam. Titik akhir dari titrasi iodimetri
tercapai ketika warna larutan berubah menjadi warna biru ,yaitu warna saat I2 berikatan dengan indikator
kanji karena sampel sudah habis bereaksi.
Penentuan Kadar Iodida
●  Pada percobaan penentuan kadar iodida yang digunakan adalah titrasi redoks iodatometri. Titrasi
iodatometri dilakukan dengan peniter larutan IO3- sebagai oksidator kuat dan KIO3 sebagai baku
primernya. Indikator yang digunakan adalah indikator CH3Cl. Reaksi yang terjadi adalah :

Titrasi iodatometri suasana asam kuat pekat ini tidak digunakan indikator amilum karena pada
suasana asam kuat pekat amilum akan terurai, maka digunakan indikator pelarut organik yang tidak
bercampur air. Larutan HCl pekat juga digunakan untuk menciptakan suasana asam kuat pekat.
Penentuan Kadar Iodida
Pada awal titrasi akan terbentuk I2, lalu I2 akan masuk ke dalam fase pelarut organik menghasilkan
warna ungu. Pada tahap selanjutnya IO3- akan mengoksidasi I2 lebih lanjut menjadi ICl. I2 yang berada
dalam fase pelarut organik lama-kelamaan akan berubah semua menjadi ICl. ICl yang berada dalam fase
pelarut organik menghasilkan perubahan warna menjadi tidak berwarna. Titik akhir dari titrasi ini adalah
saat larutan berubah menjadi tidak berwarna.
Kesimpulan
1. Kadar asam askorbat yang diperoleh adalah 205,044 mg dengan perhitungan galat sebesar 56,362%
2. Kadar Iodida yang diperoleh adalah 71,4375 mg dengan perhitungan galat sebesar 88,56%
Terimakasih

Anda mungkin juga menyukai