Anda di halaman 1dari 26

LAPORAN KASUS

KANKER SERVIKS

Oleh:

dr. Zulfadli Amri

Pembimbing
dr. Fionna Felicia, Sp.OG
IDENTITAS PASIEN

 Nama : Ny A
 Jenis Kelamin : Perempuan

 Umur : 58 thn

 Suku bangsa : Indonesia

 Status perkawinan : Menikah

 Agama : Islam

 Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga

 Pendidikan : SD

 Alamat : JL. Masrumi Layar


ANAMNESIS
KU : Nyeri perut bagian bawah.
Keluhan Tambahan : Keluar darah dari liang vagina,
lemas,pusing.
Riwayat penyakit sekarang : Nyeri perut bagian bawah
sejak 2 hari SMRS, keluhan bertambah berat sejak hari
ini. Sebelumnya pasien mengalami perdarahan dari liang
vagina kurang lebih 5 tahun, darah keluar dari liang
vagina hilang timbul namun selalu ada setiap hari. Darah
merah segar (+), Lendir (+), Bau (-). Pusing (+), mual
muntah (+), demam (+)
RPD : tidak ada
RPO : tidak ada
PEMERIKSAAN FISIK

Kesadaran : Compos Mentis


Kesan sakit : Tampak sakit sedang
TD : 130/80 mmHg
Nadi : 80x / menit
Pernafasan : 20x / menit
Suhu : 37,6
Tinggi badan : 150 cm
Berat badan : 45 kg
STATUS GENERALISATA
Kepala : N Cephali
Mata : Anemis +/+, Ikterik -/-
Telinga : DBN
Hidung : DBN
Mulut : DBN
Leher : DBN
Dada : Simetri,
Stemfremitus ka=ki
Sonor
Vesikuler +/+, WH -/-, RH -/-
Bunyi jantung I-II murni reguler
Abdomen ; Distensi (-)
NTE (+)
BU (+)
PEMERIKSAAN GINEKOLOGI

VT : Fluxus (+) Fluor (+) Vulva/Uretra dalam batas


normal. Vagina 1/3 proximal kaku. Massa (-) Portio
berbenjol rapuh mudah berdarah. Cavum uteri setara
hamil 14 minggu. AP teraba infiltrat sampai dengan
dindingpelvis. Cavum douglas tidak menonjol.
RT : TSA normal, rectum tidak teraba massa, free
cancenous space +/+.
USG : Tampak uterus lebih besar dari normal, ukuran 11,1
x 6,39 dengan gambaran hipoechoic di cavum uteri, tebal
kurang lebih 3,8 cm.
LABORATORIUM
Darah Lengkap
Pemeriksaan Hasil Satuan Nilai Rujukan
Hemoglobin 2,0 g/dl 11,7 – 15,5 g/dl
Leukosit 14,300 mm 5,000 – 10,000
Trombosit 426,000 mm 150,000 – 400,000
Hematokrit 28 35 – 47

Pemeriksaan Hasil Satuan Nilai Rujukan

SGOT 18 u/L 3 - 45

SGPT 15 u/L 0 - 35

Ureum 23 Mg/dl 13 - 43

Creatinine 1,08 Mg/dl 0,5 – 1,5


Diagnosa : Susp CA cervix st 3b
Diagnosa Banding : CA Corpus Uteri st 3

Pemeriksaan yang di anjurkan


 Biopsi Jaringan > Pemeriksaan PA
 Tumor marker

Rencana Pengelolaan
 Dilatasi
 Biopsi
 Evakuasi cairan intra uterine
PROGNOSIS

Ad vitam : Dubia Ad Malam


Ad Functionam : Dubia Ad Malam
Ad Sanationam : Dubia Ad Malam
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

Definisi
Kanker serviks adalah tumbuhnya sel-sel abnormal pada
jaringan leher rahim (serviks). Kanker serviks
merupakan kanker primer yang berasal dari serviks
(kanalis servikalis dan atau porsio). Serviks adalah
bagian ujung depan rahim yang menjulur ke vagina.
EPIDEMIOLOGI
 Kanker leher rahim (serviks) atau karsinoma serviks uteri merupakan kanker
pembunuh wanita nomor dua di dunia setelah kanker payudara. Setiap tahunnya,
terdapat kurang lebih 500.000 kasus baru kanker leher rahim (cervical cancer),
sebanyak 80% terjadi pada wanita yang hidup di negara berkembang. Sedikitnya
231.000 wanita di seluruh dunia meninggal akibat kanker leher rahim. Dari
jumlah itu, 50% kematian terjadi di negara-negara berkembang. Hal tersebut
terjadi karena pasien datang dalam stadium lanjut.
 Menurut data Departemen Kesehatan RI, penyakit kanker leher rahim saat ini
menempati urutan pertama daftar kanker yang diderita kaum wanita. Saat ini di
Indonesia ada sekitar 100 kasus per 100 ribu penduduk atau 200 ribu kasus setiap
tahunnya. Kanker serviks yang sudah masuk ke stadium lanjut sering
menyebabkan kematian dalam jangka waktu relatif cepat. Selain itu, lebih dari
70% kasus yang datang ke rumah sakit ditemukan dalam keadaan stadium lanjut.
 Selama kurun waktu 5 tahun, usia penderita antara 30 – 60 tahun, terbanyak
antara 45- 50 tahun. Periode laten dari fase pra invasif untuk menjadi invasif
memakan waktu sekitar 10 tahun. Hanya 9% dari wanita berusia dibawah 35
tahun menunjukkan kanker serviks yang invasif pada saat didiagnosis, sedangkan
53% dari KIS (karsinoma in-situ) terdapat pada wanita diatas usia 35tahun.
ETIOLOGI

Perjalanan penyakit karsinoma serviks merupakan salah


satu model karsinogenesis yang melalui tahapan atau
multistep, dimulai dari karsinogenesis awal sampai
terjadinya perubahan morfologi hingga menjadi kanker
invasif. Studi-studi epidemiologi menunjukkan lebih dari
90% kanker serviks dihubungkan dengan jenis human
papiloma virus (HPV).
Lesi Prakanker
kanker
HPV
3-17 tahun

Displasia Displasia
Displasia Kanker
Displasia Kanker
sedang
sedang
ringan keras insitu invasif

NIS I NIS II NIS III


JENIS HPV YANG MEMPUNYAI
PENGARUH KLINIS
4 jenis virus HPV yang terpenting

HPV 16 dan 18 HPV 6 dan 11


 menyebabkan ~25% Lesi  menyebabkan ~10-15% LISDR
Intraepitel Derajat Rendah  menyebabkan 90% kondiloma
(LISDR)
 menyebabkan ~70% Lesi
Intraepitel Derajat Tinggi
(LISDT/NIS 2/3)
 HPV 16 
karsinoma sel skuamosa
 HPV 18  adenokarsinoma
FAKTOR RESIKO
 Usia produksi
 Hubungan seks pada usia muda / pernikahan usia muda

 Jumlah paritas

 Tingkat pendidikan

 Penggunaan kontrasepsi oral jangka panjang

 Riwayat kanker serviks pada keluarga

 Berganti ganti pasangan seksual

 Merokok

 Defesiensi zat gizi

 Trauma kronis pada serviks

 Gangguan sistem kekebalan

 Infeksi herpes genitalis / klamidia menahun

 Golongan ekonomi lemah


PATOFISIOLOGI
Pada masa kehidupan wanita terjadi perubahan fisiologis
pada epitel serviks; epitel kolumnar akan digantikan oleh
epitel skuamosa yang diduga berasal dari cadangan
epitel kolumnar. Proses pergantian epitel kolumnar
menjadi epitel skuamosa disebut proses metaplasia dan
terjadi akibat pengaruh pH vagina yang rendah. Aktivitas
metaplasia yang tinggi sering dijumpai pada masa
pubertas. Akibat proses metaplasia ini maka secara
morfogenetik terdapat 2 SCJ, yaitu SCJ asli dan SCJ
baru yang menjadi tempat pertemuan antara epitel
skuamosa baru dengan epitel kolumnar. Daerah di antara
kedua SSK ini disebut daerah transformasi.
Masa Pramenars

Masa pubertas / remaja


Masa Reproduksi / 30an

Masa Perimenopause
Masa postmenopause
STANGING

Stadium karakteristik
0 Lesi belum menembus membrana basalis
I Lesi tumor masih tebatas di serviks
IAI Lesi telah menembus membrana basalis kurang dari 3 mm
dengan diaeter permukaan tumor>7mm
IA2 Lesi telah menembus membran basalis>3 mm tetapi <5 mm
dengan diameter permukaan tumor>7mm
IB1 Lesi terbatas di serviks dengan ukuran lesi primer <4cm
IB2 Lesi terbatas di serviks dengan ukuran lesi primer >4cm

II Lesi telah keluar dari serviks (meluas ke parametrium dan


sepertiga vagina)
stadium karakteristik
IIA Lesi telah melus ke sepertiga proksimal vagina
IIB Lesi telah meluas ke parametrium tetapi tidak
mencapai dinding panggul
III Lesi telah keluar dari serviks (menyebar ke
parametrium dan atau sepertiga vagina distal)
IIIA Lesi menyebar ke sepertiga vagina distal
IIIB Lesi menyebar ke parametrium sampai dinding
pangul
IV Lesi menyebar keluar organ genitalia
IVA Lesi meluas ke rongga panggul dan atau menyebar
ke mukosa vesika urinaria
IVB Lesi meluas ke mukosa rektum dan atau meluas ke
organ jauh
SKRINING

IVA TEST

Test visual dengan menggunakan larutan asam asetat 3-


5% dan larutan iodium lugol pada serviks dan
melihat perubahan warna yang terjadi setelah di
lakukan olesan. Tujuan nya untuk melihat adanya sel
yang mengalami displasia sebagai salah satu metode
skrining kanker serviks.
Indikasi : skrining kanker serviks

Kontra indikasi : tidak di rekomendasikan pada wanita


pasca menopause, karea daerah zona transisional
seringkali terletak kanalis servikalis dan tidak tampak
dengan pemeriksaan insfekulo

Interpretasi
Klasifikasi IVA Temuan klinis
Hasil tes positif Plak putih yang tebal atau epitel
acetowhite, biasnya dekat SSK
Hasil tes negatif Permukaan polos dan halus berwarna
merah jambu ektropion, polip, servisitis,
inflamasi, nabothian cysts.
kanker Massa mirip kembang kol atau bisul
PENCEGAHAN

Vaksin Pengunaan
HPV kondom

Sirkumsisi Tidak
pada pria merokok
TERIMAKASIH