Anda di halaman 1dari 30

PRESENTASI TAKSONOMI TUMBUHAN

Klasifikasi Tumbuhan Berdasarkan Morfologi


dan Anatomi
Oleh Kelompok 2:
Afrinaldi
Della Lestari
Fira Verina
Sari Yulianti
DOSEN PEMBIMBING:
Dr. Violita, M.Si.
Menurut Rideng (1983), Linneus sangat menekankan
pada ada atau tidak adanya, konfigurasi, dan jumlah alat
kelamin bunga yaitu, putik dan benang sari. Semua
tumbuhan bunga dalam 24 kelas, seperti yang diuraikan
dibawah ini:
Kelas
• Monandria Benang sari satu, Canna
• Diandria Benang sari dua, Veronica
• Triandria Benang sari 3, rumput-rumputan
• Tetrandria Benang sari 4, Galium
• Pentandria Benang sari 5, Ipomoea
• Hexandria Benang sari 6, Lilium
• Heptandria Benang sari 7, Aesculus
• Octandria Benang sari 8, Vacinium
• Enneandria Benang sari 9, Butonum
• Decandria Benang sari 10, Oxalis
• Dodecandria Benang sari 11-19, Euphorbia
• Icosandria Benang sari 20 atau lebih,
Cactus
• Polyandria Benang sari 20 atau lebih pada
dasar bunga, Tilia
• Didyanamia benag sari dua tukal (dalam dua
pasangan dengan
panjang yang berbeda), Mints
•Tetradynamia benag sari empat tukal (dua panjang dan dua
pendek)
•Monadelphia benang sari satu tukal ( bergabung menjadi satu)
•Diadelphia benangsari dua tukal (bergabung dalam dua
kelompok), legiminosae
•Polydelphia benang sari banyak tukal (bergabung dalam tiga
kelompok atau lebih), Theobromo
•Syngenesia benang sari singenesis, Compasitae
•Gynandria benang sari melekat pada ginosiu, Anggrek
•Monoecia tumbuhan berumah satu, Carex
•Dioecia tumbuhan berumah dua, Salix
•Polygamia tumbuhan berumah poligamus, Acer
•Cryptogamia tumbuhan tak berbunga, Lichenes
1. Pengelompokan Tumbuhan Berdasarkan Morfologinya

Karakter morfologi merupakan kararakter


yang telah digunakan semenjak lama dan telah
umum digunakan dalam mengelompokkan
tumbuhan. Beberapa karakter morfologi yang
diguanakan dalam klasifikasi tumbuhan adalah:
habitus, daun, batang, akar, bunga, buah dan
biji.
Berdasarkan Jenis akarnya

Akar Tunggang Akar Serabut

1. Bentuk benang
1. Tidak 2. Akar serabut
bercabang atau kaku dan keras
sedikit serta cukup besar
bercabang seperti tambang.
2. Akar tunggang 3. Akar serabut
yang bercabang besar, hampir
sebesar lengan.
Berdasarkan Jenis Batang
2. Tumbuhan yang berbatang
dapat dibedakan menjadi:

 Batang basah (herbaceus):


Contoh:Bayam (Amaranthus
spinosus L.),
1. Tumbuhan yang  Batang berkayu (lignosus):
tidak berbatang Contoh: mangga (Manggifera
Contoh: Lobak indica L.),
(Raphanus sativus L.)  Batang rumput (calmus):
Contoh: Padi (Oryza sativa L.)
 Batang mendong (calamus):
Contoh: mendong (Fimbristtlis
globulosa Kunth.)
Percabangan pada batang dapat dibedakan menjadi:
 Percabangan monopodial: jika batang pokok selalu
tampak jelas.
 Percabangan Simpodial: batang poko sulit ditentukan,
karena dalam perkembangan selanjutnya besarnya
dikalahkan oleh cabangnya.
 Percabangan Menggarpu atau dikotom: batang yang
menjadi dua cabang yang sama besarnya.
 
 Tumbuhan annual: tumbuhan yang umurnya
pendek, umumnya kurang dari satu tahun. Contohna :
Padi, kacang tanah, jagung, dll.
 Tumbuhan binneal: tumbuhan yang dimuali dari
tumbuhn sampai menghasilkan biji memerlukan waktu
selama 2 tahun. Contoh: Biet (Beta vulgaris L.).
 Tumbuhan menahun: Tumbuhan yang dapat
mecapai umur sampai bertahun-tahun, sampai ada
tumbuhan yang umurnya mencapai ratusan tahun
Berdasarkan Daun
Bunga

Berdasarkan Kelengkapan Bunga:

bunga lengkap atau bunga


sempurna: merupakan bunga yang
terdiri atas daun kelopak, mahkota,
benang sari, dan putik.
bunga tidak lengkap atau tidak
sempurna jika salah satu hiasan
bunganya tidak ada atau salah satu
jenis kelaminnya tidak ada.
Bunga Mejemuk dapat dibedakan menjadi:

Bunga majemuk tak terbatas: Contoh: Kembang merak


(Caesalpinia pulcherrima), Manga (Mangifera indica L.).

Bunga mejemuk berbatas: Contoh: kapas


(Cossypium sp), oleander (Nerium oleander L.)

Bunga majemuk yang memperlihatkan baik sifat


bunga majemuk berbatas atau tidak berbatas.
Contoh: Bunga kenari (Canarium commune L.).
Berdasarkan Jenis Kelaminnya:

Berumah satu (monoecus): tumbuhan yang


mempunyai bunga jantan dan betinanya pada satu
individu. Contohya pada jagung (Zea mays L.),
mentimun (Cucumis sativus L.), jarak (Ricinus
communis L.)

Berumah dua (dioecus): jika bunga jantan


dan betinya terpisah. Contoh: Salak
(Zalacca edulis Reinw.)

Poligam (polygamus): jika pada suatu tumbuhan


terdapat bunga jantan, betina, dan bunga banci.
Contoh: Pepaya(Carica papaya L.).
Buah

Buah dapat dibedakan menjadi:

Buah Semu Buah Sejati

Buah semu tunggal Buah sejati tunggal


Buah semu ganda Buah sejati ganda
Buah semu majemuk Buah sejati majemuk
Buah semu dapat dibedakan menjadi:
Buah semu tunggal : Buah semu yang terjadi dari satu
bunga dengan satu bakal buah. Selain itu ada bagian
bunga yang ikut membentuk buah, yaitu: tangkai
bunga contohnya pada jambu monyet.
Buah semu ganda: Apabila Pada satu bunga
terdapat lebih dari satu bakal buah yang bebas
satu sama lainna. Tetapi ada bagian lain dari
bunga yang ikut tumbuh. Contoh pada arbei.

Buah semu majemuk: Buah semu yang


terjadi dari bunga majemuk, dan seluruhya
tampak seperti satu buah saja. Contoh: Buah
nangka, buah beringin.
Buah sejati dapat dibedakan menjadi:
Buah sejati tunggal: Terjadi dari satu bakal bunga dan
satu bakal buah. Contoh: Kacang tanah (Arachis
hypogea L.), belimbing (Averrhoa carambola L.),
rambutan (Nephilium lappaceum L.)

Buah sejati ganda : Buah yang terjadi dari satu bunga


dengan banyak bakal buah yang bebas, yang tumbuh
menjadi buah sejati dan berkumpul pada satu tangkai.
Contoh: mawar (Rosa hybrida Hort.), Srikaya (Anona
squamosa L.)
Buah sejati majemuk: Berasal dari satu bunga
majemuk. Contoh: nenas (Ananas comosus Merr.),
pandan (Pandanus tectorius Sol)
1. Pengelompokan Tumbuhan Berdasarkan Anatomi

Berdasarkan berkas pengangkutnya,


tumbuhan dapat dibedakan menjadi:
- Tumbuhan Tidak berpembuluh
antara lain Bryophyta
- Tumbuhan berpembuluh antara lain:
Pterydophyta, spermatophyta
Bryophyta
Hepaticae (lumut hati)
Kebanyakan lumut hati hidup
ditempat yang basah, sehingga
tubuhnya mempunyai strutur yang
higromorf. Ditempat yang kering
seprti pada kulit kayu, diatas tanah
atau cadas,sehingga tubuhnya
mempunyai struktur yang
xeromorf.Didalam tubuhnya
terdapat alat untuk menyimpan air.
Contoh: Anthocerataceae
Musci (lumut daun)
Anteridium dan arkegoniumnya mempunyai susunan
sel yang rumit. Dan semuanya berasal dari segmen
hasil pembelahan sel peula. Pada antridiumnya sel
peula diujung berbentuk seperti pasak. Pada
arkageniumnya memiliki dinding sel pemisah dan
membentuk 3 sel pinggir.Contoh:Spaghnum
fimbriatum
Pterydophyta

Psilophytinae (paku purba)

Paku puba meliputi sebagian jenis


paku-pakuan yang sudah punah.
Kelompok ini merupakan paku
yang tidak berdaun atau
mempunyai daun yang kecuil
(Mikrofil) yang belum
terdiferensiasi. Masih ada yang
belum memilii akar. Bersifat
homospor.Contoh: Asteroxylon
elberfeldense.
Lycopodiinae (paku kawat atau paku rambat)

Lapisan dalam dinding sporangium, yaitu tapetum, pada


waktu spora masak, tidak terlarut. Spermatozoidna
mempunyai dua bulu cambuk kecuali pada Isoetales. Embrio
oleh sus[enor didesak ke dalam jaringan protalium. Pada
beberapa ordo daunnya tidak memiliki lidah. Sporofilnya
berkumpul yang memebntuk suatu bulir. Contoh:
Lycopodium clavatum
Equisetinae (Paku ekor kuda)

Ditemukan ditempat yang lembab, kadang dalam jumlah


yang sangatbesar dan bersifat dominan dalam komunitas
tertentu. Batangkebanyakan bercabang berkarang dan
beruas. Daun kecil.Sporofilnya berbentuk perisai dengan
sejumlah sporangium pada sisi bawahnya. Protaliumnya
bewarna hijau dan brekemban diluar sporanya. Contoh:
Equisetum debile
Filicinae

Kelas ini menurut bahasa


sehari-hari dikenal sebagai
paku yang sebenarnya.
Termasuk tumbuhan higrofit,
banyak ditemukan ditempat
yang lembab dan teduh.
Memiliki daun yang besar,
bertangkai dan banyak
tulang. Contoh:
Ophioglossum vulgatum
Spermatophyta

Subdivisi gymnospermae Subdivisio Angiospermae


(Pinophyta) (Angiospermae)

Class Cycadinae
Class Ginkionae Class monocotyledonae
Class Coniferae Class dicotyledonae
Class Gnetinae
Subdivisi gymnospermae (Pinophyta)

Class Cycadinae

Kelas ini terdiri dari satu ordo


yaitu cycadales, dengan satu
suku yaitu cycadaceae.
Penebalan skunder kadang-
kadang disebebkan oleh
beberapa kambium yang
berbentuk lingkuran.
Contohnya: pakis haji (Cycas
rumphii), Cycas revolute
Class Ginkionae

Batang tersusun: epidermis, korteks, dan


slinder pusat (pembuluh tersusun dalam
lingkaran mengelilingi empulur). Akar tersusun
atas epidermis yang merupakan jaringan
pelindung. Korteks merupakan daerah dibawah
epidermis. Endodermis merupakan lapisan
terdalam mkorteks. Didalamnya terdapat
penebalan sebagaipita caspary. Slinder pusat
terdiri atas berkas pembuluhy (xylem dan
floem). Contoh: Ginko biloba
Class Coniferae

Beberapa coniferales
merupakan semak rendah,
tetapi umumnya pohon,
bentuknya dapat sangat
besar biasanya selalu
bewarna hijau sepanjang
tahun. Struktur batangnya
sama dengan dikotil.
Kebanyakan dioceus tetapi
ada juga yang monocious
Class Gnetinae

Melinjo (Gnetum gnemon) merupakan salah satu


contoh spesies dari class ini, yang termasuk kedalam
ordo Gnetales dan famili Gnetaceae. Batang
mempunyai kambium, floetema (lapisan terdalam
pada korteks yang memiliki bentuk dan susunan khas,
serta mengandung butir pati). Dan buluh-buluh kayu
tanpa saluran resin. Contoh spesienya: Pinus merkusii
Subdivisio Angiospermae (Angiospermae)

Class monocotyledonae
Batangnya dari ujung sampai ke pangkal hampir sama besar
dan umumnya tidak bercabang, ruang dan bukunya jelas, Akar
dan batang tidak berkambium dengan ikatan pembuluh yang
terletak tersebar dengan tipe koleteral tertutup. Perhiasan
bunga biasanya kelipatan tiga dan biji dengan satu kotiledon.
Contoh:Pisang, jagung, padi
Class dicotyledonae
memiliki lembaga dengan dua daun lembaga dan ujng akar serta
pucuk lembaga yang tidak memiliki pelindung khusus Batang
berbentuk kerucut panjang, biasanya bercabang dengan ruas serta
buku yang tidak jelas. Duduk daunnya biasanya tersebar atau
berkarang, kadang berseling. Tulang daun menjari atau menyirip.
Bunga berbilang 2, 4, 5 . Contoh: Durian, dll.