Anda di halaman 1dari 27

RENCANA KERJA PEMERINTAH TAHUN 2021

MENTERI PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/


KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL

Disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna

Jakarta, 7 September 2020


KERANGKA PAPARAN
1. Sasaran Pembangunan Indonesia 2020
2. Highlight: Mempertahankan Konsumsi Rumah Tangga
3. Gambaran Pertumbuhan Ekonomi 2021
4. Perbandingan Tema RKP dan Kebijakan Fiskal Tahun 2018-2021
5. Tema, Prioritas Nasional, Sasaran Pembangunan Nasional, dan Major Project RKP 2021
6. Strategi Pemulihan Pascapandemi COVID-19 pada RKP 2021
7. Kebutuhan Penyediaan dan Exercise Anggaran Vaksin COVID-19
8. Penajaman Strategi Pengendalian Tuberkulosis (TB)
9. Transformasi Digital
10. Indeks Kapasitas Ekonomi Daerah
11. Alokasi pada Prioritas Nasional Tahun 2021
12. Koordinasi Transformasi Ekonomi Nasional
2
SASARAN PEMBANGUNAN INDONESIA 2020
(TERKOREKSI CUKUP DALAM)

Mengingat tingginya ketidakpastiaan akibat COVID-19, pertumbuhan ekonomi tahun 2020


kembali terkoreksi dari -0,4 – 1,0 persen (RPerpres RKP 2021) menjadi -1,1 – 0,2 persen.

INDIKATOR Sebelum COVID-19 COVID-19

Pertumbuhan Ekonomi (%) 5,3 (1,1) – 0,2*

Tingkat Pengangguran Terbuka – TPT (%) 4,8–5,0 8,1-9,2

Tingkat Kemiskinan (%) 8,5–9,0 9,7–10,2

Rasio Gini (Nilai) 0,375–0,380 0,379–0,381

Indeks Pembangunan Manusia (Nilai) 72,51 72,11–72,21


Sumber: RKP 2020 dan Rancangan Akhir RKP 2021 Keterangan: *) Proyeksi Agustus 2020

Faktor kunci untuk pemulihan ekonomi pada 2020:


• Penanganan wabah COVID-19  meningkatkan keyakinan masyarakat untuk kembali melakukan konsumsi
• Akselerasi belanja pemerintah dan program stimulus fiskal  memberikan dorongan dari sisi konsumsi pemerintah
• Akselerasi bantuan keuangan, restrukturisasi dan penyaluran kredit untuk UMKM dan korporasi  menahan laju
kontraksi investasi
3
HIGHLIGHT: MEMPERTAHANKAN KONSUMSI RUMAH TANGGA
Konsumsi RT, kontributor terbesar PDB, mengalami kontraksi dalam didorong oleh turunnya pengeluaran yang bersifat tersier. Hingga Juli,
konsumsi RT mulai pulih tetapi masih jauh di bawah normal.

Realisasi Triwulan II - 2020 Hasil Survei Sosial Demografi BPS  Tekanan penurunan pendapatan terutama dialami
(Apakah Mengalami Penurunan Pendapatan) oleh masyarakat menengah ke bawah, sementara
57,9% -5,5% menengah ke atas relatif lebih kecil.
Share Konsumsi RT Pertumbuhan Kelompok Persen  Tekanan penurunan pendapatan utamanya
dalam PDB (Persen, YoY) Pendapatan Responden disebabkan oleh pemutusan hubungan kerja (PHK).
Namun yang tetap bekerja juga mengalami
Kelompok Pengeluaran (YoY, Persen) <=1,8 juta 70,5 penurunan pendapatan salah satunya disebabkan
oleh penurunan jam kerja atau kinerja perusahaan
Makanan dan Minuman, Selain Restoran -0,71 1,8 – 3,0 juta 46,8 yang melambat.
Pakaian, Alas Kaki dan Jasa Perawatannya -5,13
3,0 – 4,8 juta 37,2  Tingginya ketidakpastian karena COVID-19
Perumahan dan Perlengkapan Rumah Tangga 2,36 mendorong kelompok masyarakat menengah ke
Kesehatan dan Pendidikan 2,02 4,8 – 7,2 juta 31,7 atas cenderung meningkatkan saving dan
Transportasi dan Komunikasi -15,33 menahan konsumsi.
> 7,2 juta 30,3
Restoran dan Hotel -16,53
KEBIJAKAN
Impor Barang Konsumsi Indeks Penjualan Ritel Indeks Keyakinan Konsumen 1. Mengakselerasi dan memperluas bansos untuk
(persen, yoy) (persen, yoy) > 100 = Optimis membantu konsumsi RT kelompok menengah ke
60.0 12.0 140 bawah.
130
40.0 6.0 2. Menjaga kondisi dunia usaha untuk tidak mengalami
120
20.0
0.0 kebangkrutan dengan mengakselerasi program insentif
110
-6.0 untuk UMKM dan korporasi besar.
0.0 -12.3 100
-12.0 86.2 3. Mengendalikan wabah COVID-19 dan menerapkan
-20.0
-24.1 90
-18.0 80 protokol kesehatan yang ketat untuk meningkatkan
-40.0 -24.0 tingkat keyakinan kelompok menengah ke atas.
70
4. Memberikan insentif untuk kelompok menengah ke
atas meningkatkan belanja yang sifatnya tersier. 4
GAMBARAN PERTUMBUHAN EKONOMI 2021
Sisi
HIGHLIGHT PDBProduksi
SISI PRODUKSI Sisi
PDB Pengeluaran
SISI PENGELUARAN

4,7 – 5,5 Industri Manufaktur

Konsumsi RT & LNPRT 4,0 – 5,3


3,3 – 3,9 Pertanian
(PERSEN)

PERTUMBUHAN Konsumsi Pemerintah 4,5 – 7,0


4,3 – 5,3 Perdagangan
EKONOMI
INDONESIA
Penyediaan Akomodasi Investasi 6,0 – 7,1
5,5 – 7,9 dan Makan Minum
4,5-5,5
Informasi dan Ekspor 2,7 – 6,2
8,3 – 10,1 Komunikasi
Impor 3,2 – 8,5
5,3 – 6,5 Konstruksi

0,3 – 1,7 Pertambangan

Sumber: Kementerian PPN/Bappenas (diolah), 2020


5
5
PERBANDINGAN TEMA RKP DAN KEBIJAKAN FISKAL
TAHUN 2018-2021

Tema RKP 2018 Tema RKP 2019 Tema RKP 2020 Tema RKP 2021

Memacu Investasi dan Pemerataan Peningkatan Sumber Mempercepat


Infrastruktur untuk Pembangunan untuk Daya Manusia untuk Pemulihan
Pertumbuhan dan Pertumbuhan Pertumbuhan Ekonomi dan
Pemerataan Berkualitas Berkualitas Reformasi Sosial

Tema Kebijakan Fiskal Tema Kebijakan Fiskal Tema Kebijakan Fiskal Tema Kebijakan Fiskal
2018 2019 2020 2021

Memantapkan APBN untuk Akselerasi


Pengelolaan Fiskal untuk APBN untuk Daya Saing melalui Percepatan Pemulihan
Mengakselerasi Mendorong Investasi Inovasi dan Ekonomi dan Penguatan
Pertumbuhan yang dan Daya Saing Pembangunan Kualitas Reformasi
Berkeadilan SDM

6
TEMA DAN PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2021

TEMA RKP 2021

“Mempercepat Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Sosial”


PRIORITAS NASIONAL

PN 1 PN 2 PN 3 PN 4 PN 5 PN 6 PN 7

Memperkuat Mengembangkan Meningkatkan Revolusi Memperkuat Membangun Memperkuat


Ketahanan Wilayah untuk Sumber Mental Infrastruktur Lingkungan Hidup, Stabilitas
Ekonomi untuk Mengurangi Daya Manusia dan untuk Mendukung Meningkatkan Polhukhankam
Pertumbuhan Kesenjangan dan Berkualitas Pembangunan Pengembangan Ketahanan dan Transformasi
Berkualitas dan Menjamin dan Berdaya Kebudayaan Ekonomi dan Bencana, dan Pelayanan
Berkeadilan Pemerataan Saing Pelayanan Dasar Perubahan Iklim Publik

7
SASARAN PEMBANGUNAN NASIONAL 2021
Tingkat Kemiskinan (persen) Gini Rasio (nilai)

9,2 – 9,7 0,377 – 0,379

Pertumbuhan Ekonomi (persen) Indeks Pembangunan Manusia


(IPM) (nilai)
4,5 - 5,5 72,78 -72,95
Tingkat Pengangguran Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (GRK)
Terbuka (TPT) (persen) menuju target 29% di 2030 (persen)

7,7– 9,1 23,55 – 24,05


Indikator Pembangunan “Pemerintah berkomitmen untuk
meningkatkan kesejahteraan petani
dan nelayan dengan menargetkan
`Nilai Tukar Petani (NTP) : 102-104 Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai
Tukar Nelayan (NTN)
`Nilai Tukar Nelayan (NTN) : 102-104 sebesar 102-104 di tahun 2021.”
Pidato Presiden RAPBN
tanggal 14 Agustus 2020 8
8
Sumber: Kementerian PPN/Bappenas (diolah), 2020
BEBERAPA MAJOR PROJECT DALAM PRIORITAS NASIONAL
Memperkuat Ketahanan Ekonomi untuk Pertumbuhan Revolusi Mental dan Pembangunan Kebudayaan
yang Berkualitas dan Berkeadilan (Rp. 73,1T) (Rp. 4,8T)

MP Industri 4.0 di 5 sub Sektor Prioritas Tidak terdapat Major Project, namun memberikan dukungan
terhadap beberapa Major Project pada PN 1, PN 2, dan PN 3
MP 10 Destinasi Pariwisata Prioritas
MP 9 Kawasan Industri di Luar Jawa dan 31 Smelter Memperkuat Infrastruktur untuk Mendukung
Penguatan Jaminan Usaha serta 350 Korporasi Pengembangan Ekonomi & Pelayanan Dasar (Rp. 118,7T)
MP
Petani dan Nelayan
MP Jaringan Pelabuhan Utama Terpadu
Mengembangkan Wilayah untuk Mengurangi
Kesenjangan dan Menjamin Pemerataan (Rp. 72,1T) Infrastruktur TIK untuk Mendukung Transformasi
MP Digital
MP Pusat Kegiatan Strategis Nasional: Paloh-Aruk,
Nunukan, Atambua, Kefamenanu, Jayapura, & Merauke Membangun Lingkungan Hidup, Meningkatkan
Ketahanan Bencana, dan Perubahan Iklim (Rp. 10,5T)
Meningkatkan Sumber Daya Manusia Berkualitas
dan Berdaya Saing (Rp. 257,3T) MP Penguatan Sistem Peringatan Dini Bencana

MP Pendidikan & Pelatihan Vokasi untuk Industri 4.0


Memperkuat Stabilitas Polhukhankam dan
MP Integrasi Bantuan Sosial Menuju Skema Perlindungan Transformasi Pelayanan Publik (Rp. 31,3T)
Sosial Menyeluruh
Penguatan NSOC (National Security Operation
MP Penguatan Sistem Kesehatan Nasional MP Center)-SOC (Security Operation Center) dan
Pembentukan 121 CSIRT (Computer Security Incident
• Total rencana alokasi Major Project dalam RKP & RAPBN 2021 Rp. 113,9T Response Team)
• Beberapa Major Project utamanya didukung oleh BUMN/Swasta/Daerah. Belanja
K/L dialokasikan sebagai fasilitator. Contoh: Jaringan Pelabuhan Utama Terpadu 9
STRATEGI PEMULIHAN PASCAPANDEMI COVID-19 PADA RKP 2021

PEMULIHAN EKONOMI REFORMASI PERKUATAN


- Bantuan pendidikan dokter spesialis (2.155
- Pertumbuhan industri orang)
pengolahan 4,7-5,5% - Puskesmas dengan jenis tenaga sesuai standar - Ketersediaan Beras
- Kontribusi PDB industri (4.773 puskesmas) 42,7 juta ton
- Penambahan mesin (500 unit) dan cartridge - Nilai Tukar Petani
pengolahan 19,6-19,8%
- Pertumbuhan ekspor TCM TB (4,5 juta set) 102-104
- Penyediaan vaksin COVID-19 dan introduksi - Nilai Tukar Nelayan
industri pengolahan Reformasi Sistem vaksin PCV (Pneumonia) 102-104
Industri 7,0-9,8%
Kesehatan - Pengembangan sistem surveilans terpadu dan Ketahanan
kapasitas laboratorium
- Pengembangan ruang isolasi dan alat Pangan
kesehatan
- Program Indonesia
- Angka kemiskinan berada di kisaran 9,2-9,7% Pintar (20,1 Juta Siswa)
- Devisa pariwisata US$ - KIP Kuliah dan Bidik Misi
- Kemiskinan kronis 3-4%
4,8-8,5 miliar - Akurasi data meningkat 50-70% (1,1 juta Mahasiswa)
- Kontribusi PDB - Revitalisasi SMK dan PT
- Di 2024 konsolidasi bantuan dan jaminan
pariwisata 4,2% sosial diharapkan dapat mengentaskan Vokasi (407 SMK dan
Pariwisata Reformasi Sistem pengangguran dan menghilangkan 120 PT Vokasi)
Perlindungan Sosial kemiskinan kronis salah satunya melalui
- Revitalisasi Gedung
UMKM. Perguruan Tinggi (11
Peningkatan PTN, 11 PTKIN & 8
- Nilai realisasi PMA dan Kualitas Poltek)
- DAK Fisik Pendidikan
PMDN Rp. 858,5 T - Penguatan kesiapsiagaan dan pengurangan Pendidikan
(±23.016 Satuan
- Nilai realisasi PMA dan risiko bencana Pendidikan)
PMDN industri - Penguatan sistem tata kelola - Peningkatan Kompetensi
pengolahan Rp. 268,7 T penanggulangan bencana Guru dan Tenaga
- Termasuk potensi IKN Reformasi Sistem - Target investasi PRB meningkat bertahap Kependidikan (105.729
Investasi Ketahanan Bencana 0,36 – 0,47% terhadap PDB Orang)
10
STRATEGI PEMULIHAN PASCAPANDEMI COVID-19 PADA RKP 2021
STRATEGI PEMULIHAN INDUSTRI, PARIWISATA, DAN INVESTASI

INVESTASI INDUSTRI MANUFAKTUR PARIWISATA


2019 2020 2021 2019 2020 2021 2019 2020 2021
Kenaikan Pertumbuhan Devisa (USD Miliar) 19,7 3,3-4,9 4,8-8,5
Investasi (PMTB) 4,5 -0,9 6,0-7,1 Industri 3,8 0,1 4,7-5,5
Tenaga Kerja (Juta
(%) Pengolahan (%) 12,6 10,0 10,5
Orang)
Kontribusi PMTB Kontribusi
32,3 31,4 31,5-31,8 19,7 19,5 19,6-19,8 Kontribusi
terhadap PDB terhadap PDB 4,7* 4,1 4,2
terhadap PDB (%)
(%) (%)
Realisasi Tenaga Kerja Jumlah Wisman
18,9 17,4 17,9 16,1 2,8 – 4,0 4,0 – 7,0
Investasi 809,6 817,2 858,51) (Juta Orang) (Juta Kunjungan)
(Rp Triliun) Ekspor Jumlah Wisnus
126,6 114,8-117,2 122,8-127,5 290 120 - 140 180 - 220
Pandemi Covid-19 menunda realisasi investasi dan (USD Miliar) (Juta Kunjungan)
mempengaruhi risiko investasi.
Selama pandemi Covid-19, industri masih beroperasi dengan Pembatasan mobilitas selama Covid-19 menyebabkan
1) target BKPM
utilisasi sekitar 25%-78%. industri pariwisata “berhenti sementara”.
*) Angka prognosa

STRATEGI PEMULIHAN
• Eksekusi investasi yang “mangkrak”, dan • Re-skilling dan up-skilling • Reaktivitasi pasar wisatawan domestik dan
• Peningkatan penggunaan produksi dalam mancanegara
investasi skala besar di industri, pariwisata • Reorientasi pada pariwisata yang berkualitas
negeri termasuk oleh pemerintah dan (quality tourism), tidak hanya pada mass tourism
dan infrastruktur BUMN • Percepatan 5 Destinasi Super Prioritas/DSP (Toba,
• Peta potensi investasi daerah • Substitusi impor dan TKDN Borobudur, Lombok, Labuan Bajo, Likupang), dan 5
• Fasilitasi relokasi investasi asing • Penurunan biaya energi dan logistik DSP berikutnya (BTS, Wakatobi, Bangka Belitung,
• Peningkatan ekspor hasil industri Raja Ampat, Morotai), serta penguatan Bali dan
• Debotlenecking dan aftercare investasi Batam/Bintan
• Percepatan operasionalisasi Kawasan • Pengembangan Benoa untuk mendukung Bali
melalui pendampingan investor Industri sebagai tourism hub
• Perluasan positive list investasi • Inovasi dan adaptasi teknologi • Penambahan direct flight
• Deregulasi dan integrasi perizinan • Penerapan standar kebersihan dan keselamatan
• Re-skilling & up-skilling 11
KEBUTUHAN DAN POTENSI PENYEDIAAN VAKSIN COVID-19
Tenaga kesehatan (2,4 juta dosis)
Kelompok resiko tinggi (>45 tahun)
Disclaimer
Tambahan mencapai herd immunity (60%)
152,8 juta dosis Exercise ini disusun dengan catatan
173,4 juta dosis Tambahan mencapai seluruh penduduk (100%) sebagai berikut:
109,6 juta • Belum ada kepastian mengenai
PENYEDIA VAKSIN

dosis 219,2 juta dosis harga vaksin. Dalam exercise ini


digunakan prakiraan 3 harga vaksin
AMC 100 juta 150 juta dosis per dosis: a) 3 USD (AMC COVAX
COVAX Facility dosis (Sumber lain) Facility)*, b) 10 USD, dan c) 15 USD
(Sinovac) • Efikasi dan efisiensi kandidat
Kapasitas PT Bio Farma vaksin belum di ketahui,
188,4 juta dosis sehingga masih ada kemungkinan
suatu kandidat vaksin tidak
Herd immunity (60%) Sumber lain mencapai tahap produksi karena
tidak efektif.
• Vaksin diperkirakan tersedia
paling cepat awal tahun 2021,
DOSIS tergantung dari hasil uji klinis
328,8 juta 547,9 juta
2,4 155,4 juta kandidat vaksin sehingga dapat
JUMLAH juta mempengaruhi asumsi kapan herd
PENDUDUK 1,2 77,7 juta 164,4 juta 273,9 juta immunity dapat dicapai.
juta
(Keb. untuk herd immunity) (Keb. untuk seluruh penduduk)
(Tenaga Kesehatan) (Kelompok resiko tinggi)

Keterangan:
1. Kapasitas terpasang Biofarma: 250 juta filling/re-packaging
2. Saat ini, sumber vaksin Biofarma adalah Sinovac, kemungkinan tidak mencapai 250 juta dosis tahun 2021, oleh karena perlu sumber tambahan
3. Untuk menjangkau seluruh penduduk diperlukan tambahan vaksin: 150 jt dosis (tambahan untuk Biofarma) dan 188,4 juta dosis sumber lainnya 12
EXERCISE KEBUTUHAN ANGGARAN IMUNISASI COVID-19
(VAKSIN + SARPRAS + OPERASIONAL)
Kebutuhan 2021 (dalam Rp Miliar)
Aktivitas Kunci Target Penduduk Berisiko
Nakes Herd Immunity 60% 100% Populasi
(45+ tahun)
Vaksin
 Harga per dosis 10 USD  Nakes: 1,2 juta orang 111,9 11.909,4 37.921,8 70.799,9
 45+ tahun: 77,7 juta orang (harga AMC) 4.931,7 (harga AMC)
 Herd immunity 60%: 164,4 juta orang
 Harga per dosis 15 USD 15.342,3 54.360,9 103.678,1
 100% populasi: 273,9 juta orang 4.931,7 (harga AMC)

Sarana & Prasarana 1.247,5 1.247,5 1.247,5 1.247,5


 Refrigerator bukaan atas • 1.734 unit 303,4 303,4 303,4 303,4
 Freezer • 2.198 unit 109,9 109,9 109,9 109,9
 Pengatur suhu (termometer) • 1.288 unit 470,1 470,1 470,1 470,1
 Cold box (untuk transport vaksin) • 96 unit 152,5 152,5 152,5 152,5
 Vaccine carrier • 19.232 unit 211,5 211,5 211,5 211,5
Operasional 166,2 3.497,2 7.309,8 12.162,0
Pelayanan imunisasi, KIE (komunikasi,  Nakes: 1,2 juta orang 166,2 3.497,2 7.309,8 12.162,0
informasi & edukasi), perlengkapan  45+ tahun: 77,7 juta orang
imunisasi, manajemen & koordinasi,  Herd immunity 60%: 164,4 juta orang
peningkatan kapasitas vaksinator & kader,  100% populasi: 273,9 juta orang
dan manajemen limbah

 Harga per dosis 10 USD 1.525,6 16.654,1 46.479,1 84.209,4


Catatan: Total
 Harga
1) Perkiraan kebutuhan sarana-prasarana untuk imunisasi per dosis
dasar lengkap + 4 15 USD
vaksin baru + vaksin COVID-19 1.525,6 20.087,0 62.918,2 117.087,6
- 4 vaksin baru (Japanese Encephalitis, PCV, HPV dan Rotavirus) butuh 1 tambahan refrigerator tipe RCW 500 EK per 15.000 penduduk
- Vaksin COVID-19 butuh refrigerator minimal 23,8 Liter per 15.000 penduduk (rata-rata 1 Puskesmas) butuh tambahan 1 refrigerator
2) Operasional imunisasi: angka sesuai usulan Kemenkes dengan unit cost Rp 25.911,- per orang
13
3) Harga AMCCOVAX Facility 3 USD per dosis, 1 USD = Rp 15.000
PENAJAMAN STRATEGI PENGENDALIAN TUBERKULOSIS (TB)

1. TESTING 2. TRACING
Penambahan mesin TCM (847) Contact tracing/investigasi kontak (termasuk
Penambahan cartridge TCM (4,5 juta) uji coba tracing kontak keluarga di tingkat
Penambahan BHP (bahan habis pakai) desa)
laboratorium Pembentukan Desa Siaga TB
Pelatihan nakes dalam testing (e-learning Penyediaan Tuberkulin
& e-coaching) Penambahan content tracing dalam sistem
informasi kasus TB
Perluasan pendataan kasus TB di faskes
swasta
3. TREATMENT
Pengadaan OAT (obat anti TB) sensitif
TB
obat & resisten obat (819 ribu paket)
Pengadaan obat pencegahan TB/TB 4. EDUKASI (HEALTH LITERACY)
Preventive Treatment (TPT)  Pengembangan strategi komunikasi TB
Penambahan APD dan masker N95 ( 1 yang efektif (514 kab/kota)
juta box)  Pencegahan TB di sekolah/madrasah (334
Renovasi ruang pelayanan TB resisten kab/kota)
obat (207 RS)  Pencegahan TB pada pekerja (200 kab/kota)
Percepatan uji coba short regimen TB

14
PERLUASAN AKSES DAN KUALITAS INFRASTRUKTUR DIGITAL (LAST MILE)
DILAYANI MELALUI: JARINGAN FIBER OPTIK, BTS & SATELIT. FOKUS: DAERAH 3T (PEMERINTAH), DAERAH NON 3T (KOMERSIAL)
JARINGAN FIBER OPTIK (FO)

TERJANGKAU
KAB/KOTA KECAMATAN DESA
BTS (4G)
DAERAH 3 T x 11.228 Desa
TERSAMBUNG TERSAMBUNG TERSAMBUNG TITIK PELAYANAN (55%)
PALAPA RING PUBLIK DESA 3T
57 Kab/Kota - Kec - Desa

TITIK PELAYANAN
NON 3T
TERSAMBUNG TERSAMBUNG TERSAMBUNG PUBLIK
OPERATOR 457 Kab/Kota 2.532 Kec (35%) 11.234 Desa (14%) TERJANGKAU BTS (4G)
59.442 Desa (94%)
BELUM BELUM BELUM
- Kab/Kota 4.652 Kec (65%) 71.984 Desa (86%) DESA NON 3T

TITIK PELAYANAN TERLAYANI INTERNET BELUM TERLAYANI*


TOTAL BELUM TERJANGKAU BTS (4G)
PUBLIK BAKTI LAINNYA TOTAL BAKTI
Total: 12.548 Desa (15%)
Sekolah 380.979 3.770 283.309 287.079 93.900
Pemerintahan 90.541 2.928 39.516 42.041 48.500 Desa Non 3T: 3.435 Desa (6%); Desa 3T: 9.113 Desa (45%)
Faskes 15.404 786 10.918 11.704 3.700
Perluasan akses dan kualitas infrastruktur digital sampai
Polsek/Koramil 14.188 - 10.388 10.288 3.900
TOTAL 501.112 7.484 342.628 350.112 150.000 ke pedesaan diperlukan agar manfaat transformasi digital
dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat.
*Pelayanan publik direncanakan dari Satelit Satria yang akan beroperasi pada tahun 2023 BAKTI: Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi 15
PERKIRAAN KEBUTUHAN ANGGARAN DAN DUKUNGAN PEMBELAJARAN UNTUK
PEMBELAJARAN JARAK JAUH
Perkiraan Kebutuhan Anggaran Dukungan Pembelajaran
Jenjang Harga Paket Total Kuota Kuota Jumlah Budget per Bulan
Kuota Internet Belajar Siswa + Guru

SD Rp.
Rp. 40.000 25 GB 5 GB 20 GB 30.863.534 1.234.541.360.000
SMP Rp.
Rp.60.000 40 GB 5 GB 35 GB 17.670.312 1.060.218.720.000
SMA
Rp. 80.000 50 GB 10 GB 40 GB 11.853.136 Rp. 948.250.880.000

Perguruan
Tinggi Rp.100.000 65 GB 15 GB 50 GB 8.622.727 Rp. 862.272.700.000

Rp.
TOTAL 69.009.709 4.105.283.660.000

Biaya Connectivity (Paket), Asumsi 100%


• Kebutuhan anggaran untuk Asumsi 100% adalah Biaya Host (CloudX), Asumsi 100%
Rp.4.240,4 M /bulan
• Skenario Tahun 2021 adalah 25% Penggunaan untuk
4 Bulan dengan Kebutuhan Anggaran Rp.8.480,85 M

16
TRANSFORMASI DIGITAL DI BIDANG STRATEGIS:
PEDESAAN DAN UMKM

Jangkauan infrastruktur digital (Last Mile) telah mencakup 85% total desa perlu dimanfaatkan meningkatkan
peluang pertumbuhan sosial ekonomi di kawasan UMKM maupun di pedesaan

PEMANFAATAN PLATFORM SOSIAL MEDIA SEBAGAI PEMANFAATAN PLATFORM E-COMMERCE


MARKET PLACE PRODUK PEDESAAN SEBAGAI MARKET PLACE PRODUK TRADISIONAL

MONOGRAF DESA (PROFILING DESA)

 Pedesaan memproduksi berbagai bahan pangan  Setiap daerah memiliki karakteristik UMKM yang unik dan
(sayur, buah, ikan) setiap hari yang perlu sudah dikenal namun belum terhubung dengan pasar
dihubungkan secara langsung dengan pasar atau  Dengan infrastruktur digital, UMKM punya kesempatan
konsumen. memasarkan produknya ke pasar yang lebih luas.
 Memanfaatkan jejaring sosial media
INTERVENSI PEMERINTAH:
 Informasi sosial ekonomi pedesaan INTERVENSI PEMERINTAH 1. Penyambungan infrastruktur digital (last mile) (Bakti,
secara berkesinambungan 1. Penyambungan infrastruktur digital (last mile) (Bakti, Kem. Kominfo)
Kem. Kominfo) 2. Penyediaan peralatan dan wifi, serta biaya data (Kem.
Intervensi Pemerintah 2. Penyediaan peralatan dan wifi, serta biaya data Koperasi dan UMKM)
(menggunakan dana desa) 3. Pengembangan paket pemanfaatan digital (Kem
 Pengembangan Monograf
3. Pengembangan paket pemanfaatan digital (Kem PDT Koperasi dan UKM).
pedesaan oleh program Satu Data
dan Kem Koperasi dan UKM). 4. Biaya operasional (Pelaku UMKM)
Indonesia (Bappenas) 17
INDEKS KAPASITAS EKONOMI DAERAH

Bappenas sedang mengembangkan Indeks Kapasitas Ekonomi Daerah untuk mengukur denyut perekonomian
daerah terkini. Indeks Kapasitas Ekonomi Daerah terdiri dari 2 (dua) komponen, yaitu: (1) Indeks Kapasitas
Konsumsi RT; dan (2) Indeks Kapasitas Bisnis Daerah

Indeks Kapasitas Konsumsi RT Indeks Kapasitas Bisnis Daerah

Dana Pihak Kredit Penerimaan APBD


Ketiga (DPK) Belanja APBD
18
ALOKASI PADA PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2021
No. PRIORITAS NASIONAL RP. MILIAR
1 Memperkuat Ketahanan Ekonomi Untuk Pertumbuhan yang 73.087,7
Berkualitas dan Berkeadilan
2 Mengembangkan Wilayah Untuk Mengurangi Kesenjangan dan 72.138,2
Menjamin Pemerataan
Alokasi pada
3 Meningkatkan Sumber Daya Manusia Berkualitas dan Berdaya 257.316,8
Saing
Prioritas
4 Revolusi Mental dan Pembangunan Kebudayaan 4.797,6
Nasional Tahun
2021 mencapai
5 Memperkuat Infrastruktur Untuk Mendukung Pengembangan 118.712,4
Ekonomi dan Pelayanan Dasar 78% dari
6 Membangun Lingkungan Hidup, Meningkatkan Ketahanan 10.468,2 Belanja Non-
Bencana, dan Perubahan Iklim Operasional
7 Memperkuat Stabilitas Polhukhankam dan Transformasi 31.329,8
Pelayanan Publik
Keterangan:
JUMLAH
1) Di dalam tiap PN terdapat Proyek Prioritas Strategis (Major Project) yang diperhatikan secara khusus
567.850,8
2) Sesuai dengan pendekatan THIS, sebuah proyek dapat mendukung lebih dari 1 (satu) Prioritas Nasional
3) Alokasi Pada Prioritas Nasional mencakup Belanja K/L dan KPBU-AP. Penguatan integrasi antarinstansi dan sumber pendanaan (KL, DAK, BUMN, Swasta) akan
terus dilakukan sampai dengan penetapan APBN 19
KOORDINASI TRANSFORMASI EKONOMI NASIONAL

Transformasi ekonomi nasional akan sulit tercapai jika tidak terkoordinasi dengan baik
Perlu koordinasi yang intensif antara: Kementeri PPN/Bappenas dengan Tim Satgas
Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional

SATGAS PEMULIHAN DAN TRANSFORMASI


KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS EKONOMI
(SATGAS PATEN)
Kerangka kerja Transformasi Ekonomi pada Satgas PATEN
RKP 2021: mengacu kepada perencanaan Transformasi Ekonomi yang
(pemulihan industri, pariwisata, disiapkan Kementerian PPN/Bappenas
Acuan untuk investasi)
melaksanakan Fokus kerja SATGAS PATEN lebih pada pengawalan
Transformasi implementasi beberapa major project yang mendukung RKP
Ekonomi Major Project RPJMN 2020-2024
2021:
Nasional
Pascapandemi Strategi Nasional Transformasi • Transformasi ekonomi yang selesai dalam jangka pendek
COVID-19 Ekonomi Nasional Pascapandemi • Deliverables dalam waktu 2-3 tahun
COVID-19 • Proyek prioritas jangka pendek agar diarahkan pada:
(Sedang disiapkan Bappenas) industri kesehatan, eco-tourism, dan digitalisasi `

20
PENUTUP
1. Kementerian PPN/Bappenas dan Kementerian/Lembaga (K/L):
a) Memastikan kesiapan pelaksanaan seluruh proyek terkait dengan Pemulihan
Ekonomi hingga penetapan DIPA
b) Memperkuat dan mensinergikan pendanaan pada program terkait Pemulihan
Ekonomi melalui realokasi dan refocusing dari program/kegiatan lainnya
2. K/L diharapkan dapat mempertahankan rencana Proyek Prioritas Nasional dan Major
Project dalam pembahasan bersama DPR
3. Kementerian PPN/Bappenas, K/L, dan Daerah memastikan kesiapan pelaksanaan
DAK di Daerah hingga Oktober 2020
4. Diharapkan proses lelang dapat dilakukan segera setelah APBN ditetapkan pada
bulan Oktober 2020
5. Dalam rangka perencanaan pemulihan pascapandemi COVID-19, Kementerian
PPN/Bappenas akan berperan sebagai clearing house Transformasi Ekonomi
Nasional dan Reformasi Sosial.
21
TERIMA KASIH

bappenas.go.id
HIGHLIGHT PENGUATAN KETAHANAN PANGAN
(MAJOR PROJECT PN 1) DALAM RAPBN 2021
Pengembangan Food KERANGKA REGULASI
Estate Rp. 9,03 T 1. UU 41/2009 tentang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, Pasal 46: Penyediaan
lahan pertanian pangan sebagai lahan pengganti dapat dilakukan dengan pembukaan
STRATEGI FOOD ESTATE lahan baru pada lahan cadangan pertanian pangan berkelanjutan.
1. Sebagai bagian dalam memperkuat 2. UU 18/2012 tentang Pangan, Pasal 14: Sumber penyediaan Pangan berasal dari
sistem pangan nasional, terutama dalam Produksi Pangan dalam negeri dan Cadangan Pangan Nasional.
memantapkan cadangan pangan
nasional. KL AKTIVITAS K/L (antara lain)
2. Dikembangkan sebagai usahatani
Kementan Penyediaan sarana dan prasarana produksi pertanian, baik melalui
terpadu degan pendekatan korporasi
petani dan pertanian presisi berbasis intensifikasi komoditas pertanian (padi, umbi, sayuran, buah, ternak)
pertanian konservasi. maupun ekstensifikasi; demplot korporasi petani dan pertanian presisi.
3. Merupakan aktivitas terpadu lintas KemenPUPR Peningkatan, rehabilitasi, serta operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi
sektor (pertanian, perkebunan, pertanian; pembangunan infrastruktur.
hortikultura, peternakan, pengolahan
hasil, rehabilitasi gambut, dst). Kemendes PDTT Penataan persebaran penduduk, perencanaan pembangunan dan
pengembangan Kawasan transmigrasi, revitalisasi Kawasan transmigrasi.
Selain food estate Kalimantan Tengah, KemLHK Rehabilitasi lahan gambut, penataan jelajah habitat satwa, TORA dan
penguatan ketahanan pangan juga dilakukan
secara nasional melalui penguatan anggaran perhutanan sosial.
pada Kementan ( a.l. Pekarangan Pangan Lestari, BUMN Demplot corporate farming, RMU, gudang dan transporter, off-taker hasil
jaringan irigasi tersier), KKP (al. budidaya pertanian.
perikanan, kapal perikanan 5 GT), Kemen PUPR Keterangan:
(a.l. embung dan jaringan irigasi) dan Kemen
KemATR/BPN Dukungan penataan ruang wilayah.
• Merupakan tambahan penguatan prioritas terhadap program yang telah ada di dalam Pagu Indikatif 2021
ATR/BPN (sertifikasi tanah). • Rincian pemanfaatan tambahan anggaran masih dalam proses pendalaman bersama K/L 23
23
HIGHLIGHT PENGUATAN JAMINAN USAHA SERTA 350 KORPORASI PETANI DAN NELAYAN
(MAJOR PROJECT PN 1) DALAM RAPBN 2021

Pengembangan Korporasi Petani 1. Pengembangan kawasan korporasi


Arahan Presiden RI dalam Rapat Terbatas Kabinet Kerja tentang KL RINCIAN (a.l)
Penumbuhan dan Pengembangan Korporasi Petani (12 September 2017) • Pengembangan kawasan
dan Rapat Terbatas Akselerasi Penguatan Sektor Pertanian dan Kementan • Pengembangan unggas, ternak ruminansia
Perikanan (10 Desember 2019) • Pertanian Presisi
• Sertifikasi tanah untuk nelayan
KKP
• Pengembangan sentra/kampung nelayan maju
• Model pengembangan pertanian modern dan
KemenKop UKM
berkelanjutan berbasis korporasi
2. Pembentukan kelembagaan korporasi
KL RINCIAN (a.l)
Kementan • Penumbuhan wirausaha untuk pertanian
KKP • Penumbuhan wirausaha kelautan perikanan
• KUKM bidang pertanian dan perkebunan,
KemenKop UKM
perikanan dan peternakan
Perguruan Tinggi • Grand desain model bisnis dan spasial

3. Penguatan investasi dan pembiayaan


KL RINCIAN (a.l)
TARGET
Kementan • Asuransi pertanian, Asuransi usaha ternak
•Peningkatan produktivitas komoditas 5% BUMN • Asuransi pertanian, Asuransi usaha ternak
•Nilai tambah per tenaga kerja pertanian Rp51,70 juta/tenaga kerja KKP • Asuransi nelayan
•Peningkatan pendapatan nelayan Rp50,4juta/nelayan
•Terbentuk 33 korporasi petani Swasta • Digitalisasi rantai pasok pangan 24
HIGHLIGHT PENGEMBANGAN KAWASAN INDUSTRI
(MAJOR PROJECT PN 1) DALAM RAPBN 2021

Pengembangan Kawasan Industri 2. Kawasan Industri Subang (Rp. 3.530,5 M)

Rp. 12,7 T KL RINCIAN (a.l)


Infrastruktur SDA
KemenPUPR Sumber Air Baku dan Drainase utama
STRATEGI
Infrastruktur Perumahan dan Permukiman
Pengembangan infrastruktur pendukung kawasan Batang, - Pengolahan air minum
Subang dan Bintuni KemenPUPR
- Instalasi pengolaha air limbah
Infrastruktur Konektivitas
1. Kawasan Industri Batang (Rp. 8.669,5 M):
KL RINCIAN (a.l) KemenPUPR - Pengembangan jaringan jalan

Infrastruktur SDA
KemenPUPR Sumber air baku dan drainase utama
3. Kawasan Industri Bintuni (Rp. 500,0 M)
Infrastruktur Perumahan dan Permukiman
- Pengolahan air minum KL Alokasi (Rp Miliar)
KemenPUPR - Instalasi pengolahan air limbah
KemenPUPR
25
Infrastruktur Konektivitas Pengembangan infrastruktur kawasan
Kemenhub
KemenPUPR - Pengembangan jaringan jalan

Keterangan:
• Merupakan tambahan penguatan prioritas terhadap program yang telah ada di dalam Pagu Indikatif
2021 25
HIGHLIGHT REFORMASI SISTEM KESEHATAN NASIONAL
(MAJOR PROJECT PN 3) DALAM RAPBN 2021

STRATEGI
1. Penguatan klaster sistem kesehatan
Reformasi Sistem Kesehatan 2. Penguatan laboratorium obat & makanan
Rp. 5,7 T 3. Penyediaan pendanaan vaksin covid-19

1. Penguatan Sistem Kesehatan Nasional (Rp. 5.600,0 M): 2. Penguatan Laboratorium (Rp. 129,5 M):
KL RINCIAN (a.l.) KL RINCIAN (a.l.)
Melalui penguatan klaster kesehatan:
1. Pengendalian penyakit dan imunisasi Alat Laboratorium di Balai Besar/Balai POM,
BPOM
serta Unit P3OMN
2. Penguatan RS dan yankes di DTPK
3. Pendidikan & penempatan nakes
Kemenkes
4. Ketahanan kesehatan (health security)
5. Teknologi informasi & pemberdayaan masyarakat Keterangan:
• Pengadaan vaksin dan imunisasi pendamping covid-19
6. Kemandirian farmasi dan alkes telah dicadangkan dalam RAPBN
7. Penguatan puskesmas • Merupakan tambahan penguatan prioritas terhadap
8. Pembiayaan kesehatan program yang telah ada di dalam Pagu Indikatif 2021
• Rincian pemanfaatan tambahan anggaran masih dalam
9. Dukungan sistem kesehatan
Didalam penguatan sistem kesehatan nasional termasuk untuk proses pendalaman bersama K/L
penanganan penyakit TBC sebesar Rp. 2,7 T
26
DUKUNGAN INTEGRASI DANA ALOKASI KHUSUS UNTUK
PENDANAAN PRIORITAS PEMBANGUNAN
1. Untuk mendukung pemulihan ekonomi, selain pendanaan dari belanja K/L Pemerintah juga
mengalokasikan dari pendanaan Dana Alokasi Khusus untuk kegiatan yang menjadi kewenangan daerah
2. DAK Fisik di RAPBN 2021 direncanakan Rp. 65,2 T
3. Bappenas akan memberi perhatian secara khusus pada DAK Penugasan (top-down)
4. DAK Fisik yang terkait erat dengan pemulihan ekonomi antara lain:
• DAK Kesehatan untuk mendukung Reformasi Sistem Kesehatan Nasional (a.l. pembangunan
puskesmas dan rumah sakit, penyediaan obat dan alkes) Rp. 20,1 T
• DAK Jalan untuk mendukung kawasan pariwisata, indutri dan pusat-pusat kegiatan ekonomi Rp.
10,3 T
• DAK Pertanian dan Kelautan dan Perikanan untuk mendukung ketahanan pangan (a.l.
pembangunan sumber-sumber air, lumbung pangan, pemberdayaan usaha dan sarpras budidaya
perikanan) Rp. 2,4 T
• DAK Pariwisata dan IKM untuk mendukung sektor pariwisata dan industri (a.l. pembangunan
amenitas dan atraksi pariwisata, pembangunan dan revitalisasi sentra IKM) Rp. 1,7 T
Catatan:
Saat ini baik DAK Regular dan Penugasan dalam proses pendalaman oleh Pempus bersama Pemda untuk memastikan kesiapan pelaksanaan 27

Anda mungkin juga menyukai