Anda di halaman 1dari 19

www.ut.ac.

id
ANALISIS CASH FLOW

www.ut.ac.id
Arus Kas (Cash Flow)
Uang tunai atau kas merupakan saldo sisa dari arus kas masuk dikurangi dengan
arus kas keluar yang berasal dari periode-periode lalu. Arus kas mengacu pada
arus kas masuk dikurangi dengan arus kas keluar pada periode berjalan. Ukuran
arus kas mengakui arus masuk pada saat kas diterima walaupun belum dihasilkan,
dan mengakui arus kas keluar saat kas dibayarkan walaupun beban belum terjadi.
Laporan arus kas melaporkan ukuran arus kas untk tiga aktivitas utama dalam
bisnis: operasi, investasi, dan pendanaan. Arus kas operasi merupakan padanan
dasar kas untuk laba bersih akrual. Secara umum, informasi arus kas membantu
kita menilai kemampuan perusahaan untuk membayar kewajibannya, membayar
dividen, meningkatkan kapasitas dan mendapatkan pendanaan. Informasi arus kas
juga membantu kita dalam menilai kualitas laba dan ketergantungan laba pada
estimasi dan asumsi tentang arus kas dimasa depan.

(lihat modul 5 hal ; 5.2-5.4)


www.ut.ac.id
Aktivitas Operasi (Operating Activities)

merupakan aktivitas perusahaan yang terkait sengan laba. Selain pendapatan dan
beban yang disajikan dalam laporan laba rugi, aktivitas operasi juga meliputi
arus kas masuk dan arus keluar bersih yang berasal dari aktivitas operasi terkait,
seperti pemberian kredit kepada pelanggan, investasi dalam persediaan, dan
perolehan kredit dari pemasok. Aktivitas operasi terkait dengan pos-pos laporan
laba rugi (dengan beberapa pengecualian kecil) dan dengan pos-pos operasi
dalam neraca–umumnya pos modal kerja seperti piutang, persediaan,
pembayaran di muka (prepayment), utang, dan beban akrual. Aktivitas operasi
juga meliputi transaksi dan peristiwa yang tidak cocok untuk dikelompokkan
kedalam aktivitas investasi atau aktivitas pendanaan (seperti penyelesaian
perkara hukum).

www.ut.ac.id
Aktivitas Investasi

Aktivitas investasi (investing activities) merupakan cara untuk


memperoleh dan menghentikan aktiva nonkas (dan aktiva
setara nonkas). Aktiva ini meliputi aktiva yang
diharapkan untuk menghasilkan pendapatan bagi perusahaan.
Aktivitas ini juga meliputi pemberian pinjaman dan penagihan
pokok pinjaman.

www.ut.ac.id
Aktivitas Pendanaan (Financing Activities)

Aktivitas pendanaan merupakan cara untuk mendistribusikan, menarik,


dan mendapatkan dana untuk mendukung aktivitas bisnis. Aktivitas ini
meliputi perolehan pinjaman dari kreditor dan pembayaran pokok
pinjaman. Aktivitas ini juga meliputi kontribusi dan penarikan oleh
pemilik, serta pengembalian atas investasi mereka (dividen). Aktivitas
investasi dan pendanaan dalam jumlah besar yang tidak melibatkan kas
dilaporkan secara terpisah dalam bentuk naratif atau bentuk ringkas.

www.ut.ac.id
Menyusun Laporan Arus Kas
Terdapat dua metode untuk pelaporan arus kas dari operasi: metode tidak
langsung dan metode langsung. Meskipun kedua metode tersebut
memberikan hasil yang sama, format keduanya berbeda.
Metode Tidak Langsung
Dalam metode tidak langsung (inderect method), laba bersih disesuaikan
dengan pos penghasilan (beban) nonkas dan dengan
akrual, untuk menghasilkan arus kas dari operasi. Keunggulan metode ini
adalah adanya rekonsiliasi perbedaan antara laba bersih dengan arus kas
operasi. Metode tidak langsung adalah metode yang paling sering
digunakan dan telah digunakan dibagian awal untuk mengilustrasikan
penyusunan laporan arus kas.

www.ut.ac.id
Metode Langsung

Arus kas yang disiapkan dengan metode langsung (direct method)


disediakan setelah itu sebagai perbandingan. Metode ini menyesuaikan
setiap pos laporan laba rugi untuk akrual terkait, sehingga menghasilkan
format yang lebih baik untuk menilai junlah arus kas masuk (keluar)
operasi. Kedua metode tersebut
menggunakan format yang sama untuk menghilangkan kas bersih dari
aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan. Yang berbeda hanyalah
penyusunan arus kas bersih dari aktivitas operasi.

www.ut.ac.id
Mempersiapkan Laporan Arus Kas

Laporan arus kas merupakan campuran antara laporan laba rugi dengan neraca. La
bersih mula-mula disesuaikan untuk penghasilan dan beban nonkas untuk
menghasilkan laba kas. Laba kas ini kemudian disesuaikan untuk kas yang dihasil
dan digunakan oleh transaksi neraca untuk menghasilkan arus kas dari aktivitas
operasi,aktivitas investasi, dan aktivitas pendanaan. Perhatikan terlebih dahulu aru
kas bersih dari operasi, yang perhitungannya adalah sebagai berikut:
Laba bersih
+ Beban penyusutan dan amortisasi
± Keuntungan (kerugian) penjualan aktiva
± Kas yang dihasilkan (digunakan) oleh aktiva dan kewajiban lancar
Arus kas bersih dari aktivitas operasi

(lihat modul 5 hal; 5.6-5.12)


www.ut.ac.id
Metode Arus masuk – arus keluar (Metode Langsung)

Metode langsung (atau metode arus masuk-arus keluar) melaporkan


penerimaan kas kotor dan pengeluaran kas kotor terkait dengan operasi – pada
dasarnyan menyesuaikan setiap pos laporan laba rugi dari dasar akrual menjadi das
kas. Mayoritas responden Draf Eksposur (exposure draft) tentang ketentuan pelapo
arus kas, terutama kreditor, lebih menyukai metode langsung. Metode langsung
melaporkan total arus kas masuk dan arus kas keluar dari aktivitas operasi. Metode
menyajikan tampilan yang lebih baik bagi analis untuk menilai jumlah kas masuk d
kas keluar yang merupakan pilihan bagi manajemen

(lihat modul 5 hal; 5.12)

www.ut.ac.id
Mengubah Metode Tidak Langsung menjadi Metode Langsung

Di bagian ini ditunjukkan bagaimana cara untuk mengubah arus kas


operasi yang dilaporkan dengan metode tidak langsung menjadi metode
langsung. Keakuratan konversi ini tergantung pada penyesuaian
berdasarkan daya yang tersedia dari catatan
akuntansi eksternal. Metode konversi yang dijelaskan di sini cukup
akurat untuksebagian besar tujuan analisis.

(lihat modul 5 hal; 5.13)

www.ut.ac.id
Keterbatasan Pelaporan Arus Kas

Keterbatasan lain pelaporan arus kas meliputi:


Tidak diharuskannya pengungkapan terpisah untuk arus kas yang terkait
dengan pos luar biasa atau operasi dalam penghentian.
 Bunga dan dividen yang diterima serta bunga yang dibayarkan
dikelompokkan sebagai arus kas operasi.
 Pajak dikelompokkan sebagai arus kas operasi.
 Pemindahan laba atau rugi penjualan aktiva tetap atau investasi sebelum
pajak (bukannya setelah pajak) dari aktivitas operasi mendistorsi analisis
atas aktivitas operasi dan aktivitas investasi.

(lihat modul 5 hal ; 5.14)


www.ut.ac.id
Kesimpulan analisis arus kas meliputi di mana manajemen meletakkan
komitmen sumber dayanya, di mana manajemen mengurangi investasi,
dari mana kas tambahan dihasilkan, dan di mana klaim atas perusahaan
dikurangi. Kesimpulan juga
terkait dengan penggunaan laba dan pilihan investasi arus kas. Analisis
juga memungkinkan kita untuk menyimpulkan ukuran, komposisi, pola,
dan kestabilasn arus kas operasi.

(lihat modul 5 hal ; 5.18-5.20)

www.ut.ac.id
Arus Kas Bebas

Turunan analitis laporan arus kas yang bermanfaat adalah penghitungan arus kas
bebas (free cash flow–FCF). Sebagaimana ukuran analitis lainnya, komponen
komponen perhitungan tersebut dapat diperhatikan. Motivasi tersembunyi dalam
pelaporan komponen yang digunakan untuk menghitung arus kas bebas kadang kala
mempengaruhi manfaatnya. Meskipun tidak ada kesepakatan atas definisi pasti untuk
arus kas bebas, salah satu ukuran arus kas bebas adalah sebagai berikut:
Arus kas dari operasi
— Pengeluaran modal bersih untuk mempertahankan kapasitas produksi
— Dividen untuk saham preferan dan saham biasa (dengan asumsi kebijakan
pembayaran dividen tunai)

Arus Kas Bebas

www.ut.ac.id
laporan arus kas menyediakan petunjuk penting tentang:
Kelayakan pendanaan pengeluaran modal.
 Sumber kas dalam pendanaan ekspansi.
 Ketergantung pada pendanaan eksternal (kewajiban vs ekuitas).
 Kebijakan dividen di masa depan.
 Kemampuan untuk memenuhi persyaratan utang.
 Fleksibilitas keuangan untuk menghadapi kebutuhan dan kesempatan
yang tidak diantisipasi.
 Praktik keuangan oleh manajemen.
 Kualitas laba rugi..

(lihat modul 3 hal ; 5.22)

www.ut.ac.id
Rasio Kas Khusus

Dua rasio berikut ini sering digunakan dalam menganalisis arus dana perusahaan;
1. Rasio Kecukupan Arus Kas
Rasio kecukupan arus kas (cash flow adequacy ratio) merupakan ukuran kemampuan
perusahaan untuk menghasilkan kas dari operasi yang cukup untuk menutup pengeluaran
modal, investasi dalam persediaan, dan dividen tunai. Untuk menghilangkan pengaruh
siklus dan pengaruh acak lainnya, total tiga tahun biasanya digunakan untuk menghitung
rasio ini.
2. Rasio Reinvestasi Kas
Rasio reinvestasi kas (cash reinvestment ratio) merupakan ukuran atas presentase investas
dalam aktiva yang mencerminkan kas operasi yang ditahan dan diinvestasikan kembali
dalam perusahaan untuk mengganti aktiva dan menumbuhkan operasi.

(lihat modul 5 hal ; 5.22-5.23)

www.ut.ac.id
Dalam konsep laba, Laba (juga disebut income atau profit) merupakan ringkasan
hasil aktivitas operasi usaha yang dinyatakan dalam istilah keuangan. Laba
merupakan informasi perusahaan yang paling diminati dalam pasar uang.
Menentukan dan menjelaskan laba suatu usaha pada satu periode merupakan
tujuan utama laporan laba rugi. Keonsep laba meliputi Laba ekonomi, biasanya
diartikan sebagai arus kas ditambah dengan perubahan nilai wajar aktiva.
Berdasarkan definisi ini, laba mencakup baik komponen yang sudah
direalisasikan (arus kas) maupun yang belum (laba atau rugi kepemilikan). Laba
akuntansi diukur berdasarkan konsep akuntansi akrual. Meskipun laba akuntansi
mencakup baik aspek laba ekonomi maupun laba permanen, namun laba ini
bukan merupakan pengukuran laba secara langsung seperti kedua laba lainnya.

(lihat modul 5 hal; 5.24-5.30)


www.ut.ac.id
Pendapatan merupakan arus masuk kas yang diperoleh atau arus masuk
kas yang akan diperoleh berasal dari aktivitas usaha perusahaan yang masih
berlangsung. Dari perspektif analisis, pengakuan pendapatan akrual yang tidak layak
dapat menyebabkan dua hal yang tidak diinginkan, yaitu berikut ini.
1) Jika perusahaan mengakui pendapatan sebelumnya atau terlambat maka
pendapatan akan diakui pada periode yang salah
2) Jika perusahaan mengakui pendapatan sebelum adanya kepastian realisasi yang
layak maka pendapatan dapat diakui pada satu periode, kemudian dibatalkan atau
dibalik pada periode lain maka laba periode pertama dinyatakan terlalu tinggi, dan
periode berikutnya terlalu rendah.

(lihat modul 5 hal; 5.30-5.35)

www.ut.ac.id
Sumber;
Buku Materi Pokok EKSI4204 - Modul 5

www.ut.ac.id