Anda di halaman 1dari 20

Analisis Kelayakan

Proyek Tunggal
JAMALUDDIN
ANALISIS INVESTASI PROYEK
Pada dasarnya, analisis proyek industri terdiri
atas dua aspek utama yang perlu
dipertimbangkan, yaitu :
◦ Aspek Teknik
◦ Aspek Ekonomi
ASPEK TEKNIK
Aspek teknik meliputi studi yang berkaitan dengan proses
produksi, karekteristik produksi, sistem usaha, dan lokasi dari unit
produksi.
Faktor-faktor teknik ini perlu diperhatikan pada awal melakukan
proyek industri seperti;
memilih proses produksi yang tepat diantara beberapa
kemungkinan cara memproduksi produk industri yang sama.
pemilihan mesin-mesin dan peralatan yang sesuai dengan
karakteristik pekerjaan
ASPEK EKONOMI
Aspek ekonomi dari proyek industri berkaitan dengan
pendugaan penerimaan total dan biaya total per satuan
waktu.
Pendugaan penerimaan total dan biaya total pada masa
mendatang dapat menggunakan pendekatan peramalan
(forecasting) atau metode lainnya seperti : unit
engineering costing.
TUJUAN ANALISIS PROYEK

Analisis investasi proyek


inudstri bertujuan untuk
memilih aktivitas investasi
yang paling
menguntungkan.
METODE ANALISIS INVESTASI PROYEK
INDUSTRI
Nilai bersih sekarang
(Net Present Value = NPV)

Tingkat pengembalian hasil internal


(Internal Rate of Return = IRR)

Payback Periode
1. NET RESENT VALUE (NPV)
NPV adalah jumlah present value semua cash inflow
yang dikumpulkan proyek (dengan menggunakan
discount rate suku bunga kredit yang dibayar investor)
dikurangi jumlah investasi (initial cash outflow).
NPV merupakan nilai sekarang arus kas di masa
depan dikurangi biaya modal
Suatu proyek negatif, berarti proyek tersebut tidak
layak untuk dilaksanakan.
Kriteria Pengambilan Keputusan
Jika nilai NPV(i) > Nol  Suatu proyek industri
dikatakan memiliki keuntungan ekonomis, sehingga
layak untuk dilaksanakan
Jika nilai NPV(i) < Nol  Proyek industri akan
mendatangkan kerugian ekonomis apabila
dilaksanakan
NPV
𝑵
 
𝑪𝑭 𝒕
𝐍𝐏𝐕 =∑ 𝒕
NPV akan dihitung sebagai berikut:
𝒕= 𝟎 (𝟏+𝒓) Hitung nilai sekarang dari setiap
𝑪𝑭 𝟏 𝑪𝑭 𝟐 𝑪𝑭 𝒏
arus kas, termasuk biaya, yang
 
𝑵𝑷𝑽 =𝑪𝑭𝒐 + 𝟏
+ 𝟐
+ … …+ 𝒏 didiskontokan oleh biaya modal
(𝟏+𝒓) (𝟏+𝒓 ) (𝟏+𝒓)
proyek tersebut
CFt = Net Cash Flow pada tahun ke – t Jumlah arus kas diskonto ini
r = Tingkat Diskonto dinyatakan dalam NPV proyek
t = Lama waktu atau periode
berlangsungnya investasi
I0 = CFo = Initial Outlays (Nilai investasi awal)
Ilustrasi 1
PT. Bangun Indah ditawari untuk Tahun Cash Flow Proyek (Rp)
menangani sebuah pembangunan
0 -100.000.000
proyek Taman Kota Wisata. Investasi
dikeluarkan pada awal tahun pertama. 1 50.000.000
Diketahui discount rate 10% 2 40.000.000
Adapun aliran kas bersih yang 3 30.000.000
diperkirakan dari proyek terlihat dalam
Tabel. 4 20.000.000
Apakah proyek tersebut layak 5 10.000.000
diterima/dikerjakan?
Penyelesaian Ilustrasi 1
 

= – 100.000 + (45.455 + 33.058 + 22.539 + 13.660 + 6.209)


= 20.921
Jadi Proyek tersebut dapat diterima karena memiliki nilai NPV > 0
2. Internal Rate of Return (IRR)
Sebelum memutuskan menerima suatu proyek, lebih baik mengetahui
tingkat keuntungan atau tingkat pengembalian dari proyek tersebut.
IRR juga menggambarkan persentase keuntungan yang sebenarnya
akan diperoleh dari investasi barang modal atau proyek yang
direncanakan.
IRR merupakan rate discount dimana nilai present value dari cash
inflow sama dengan nilai investasi awal suatu proyek. Dengan kata
lain IRR adalah rate discount dimana NPV dari proyek tersebut = Rp 0.
Menghitung IRR
 

Menghitung IRR dengan cara mencoba-coba satu tingkat return, dan melihat
apakah persamaan tersebut memberikan hasil NOL, jika tidak, kita coba tingkat
diskonto yang lain, dan terus melakukannya sampai kita menemukan tingkat
yang akan memaksa persamaan sama dengan NOL.
Perhitungan dengan coba-coba akan memakan waktu, tetapi dengan
menggunakan Kalkulator Finansial, kita akan menghitung IRR dengan cepat.
Contoh Kalkulator Finansial
Ilustrasi 2
PT. Bangun Indah ditawari untuk Tahun Cash Flow Proyek (Rp)
menangani sebuah pembangunan proyek
Taman Kota Wisata. Investasi dikeluarkan 0 -100.000.000
pada awal tahun pertama. 1 50.000.000
Adapun aliran kas bersih yang diperkirakan
dari proyek terlihat dalam Tabel. Tingkat 2 40.000.000
discount rate 10%. 3 30.000.000
Berapakah tingkat prosentase keuntungan
4 20.000.000
proyek tersebut?
Apakah proyek tersebut layak 5 10.000.000
diterima/dikerjakan?
3. Payback Periode (Periode Pelunasan)
Payback period adalah target waktu yang dibutuhkan
oleh perusahaan untuk mengembalikan investasi awal
yang diperhitungkan dari cash inflow
Atau; Jumlah tahun yang dibutuhkan untuk menutupi
biaya suatu proyek dari arus kas operasinya.
menunjukkan berapa lama (dalam beberapa tahun)
suatu investasi akan bisa kembali.
Semakin kecil nilai PP, semakin cepat investasi
tersebut kembali
PAYBACK PERIOD
 

n = Tahun terakhir dimana jumlah arus kas masih belum bisa menutup
investasi mula-mula 
a = Jumlah investasi mula-mula 
b = Jumlah kumulatif arus kas pada tahun ke – n
c = Jumlah kumulatif arus kas pada tahun ke n + 1
Contoh Payback Period
PT. Bangun Indah ditawari untuk Thn Cash Flow Proyek
menangani sebuah pembangunan proyek 0 -100.000.000
Taman Kota Wisata. Investasi dikeluarkan
pada awal tahun pertama. 1 50.000.000
2 40.000.000
Adapun aliran kas bersih yang
diperkirakan dari proyek terlihat dalam 3 30.000.000
Tabel. Tingkat discount rate 10%.
4 20.000.000
Berapa lama investasi tersebut dapat 5 10.000.000
kembali?
Perhitungan Payback Period
 PP =

PP = = 2 tahun 4 bulan

•Jadi, investasi dapat diterima kembali (balik modal) dalam jangka


waktu 2 tahun 4 bulan
•Proyek tersebut dapat diterima karena memiliki waktu
pengembalian investasi yang pendek