Anda di halaman 1dari 8

EKONOMI MANAJERIAL

Dr. H. Muhammad Nadir, SE., M.Pd


Konsep Dasar Ekonomi Manajerial
• Pengertian Ekonomi Manajerial
Ekonomi manajerial adalah bagian dari cabang ilmu ekonomi yang
dipergunakan oleh para pengambil keputusan dalam suatu
organisasi. Selain bertujuan memberikan kerangka kerja untuk
mengambil keputusan juga dipergunakan dalam menganalisis
keputusan-keputusan yang telah dilakukan. Ekonomi manajerial
disebut pula ekonomi mikro terapan (applied micro economics).
Ekonomi manajerial pada dasarnya merupakan perpaduan dari
teori ekonomi mikro, ilmu manajemen, dan metode kuantitatif,
atau dalam bahasa matematikanya ekonomi manajerial adalah
intersep dari teori ekonomi mikro, ilmu manajemen, dan metode
kuantitatif.
• Ilmu ekonomi

Dari definisi yang dikemukakan oleh para ahli ekonomi seperti


Samuelson, Stonier dan lain sebagainya dapat disimpulkan
bahwa ilmu ekonomi adalah suatu ilmu yang diperlukan oleh
manusia untuk memenuhi kebutuhannya . Kebutuhan manusia
adalah tidak terbatas ragam dan jumlahnya sedangkan alat
pemenuhan kebutuhan manusia terbatas kesediaannya,
sehingga dengan alat (barang) yang seadanya, dengan ilmu
ekonomi manusia berupaya memenuhi kebutuhannya agar
maksimal.
• Teori Ekonomi Makro vs Teori Ekonomi Mikro
Teori ekonomi makro mempelajari pendapatan nasional, kondisi
resesi, produksi nasional barang dan jasa, ekonomi sumber daya
manusia, pengangguran, inflasi, pembayaran, kurs mata uang,
kebijakan pembangunan ekonomi, investasi, upah, bunga,
jumlah uang beredar.

Teori ekonomi mikro mengupas masalah perilaku individual,


seperti perorangan, rumah tangga dan perusahaan. Adapun
variabel-variabel yang dipelajari adalah penghasilan individu,
biaya, produksi, minimisasi, optimasi, kepuasan, laba, tabungan
dan investasi perorangan.
Pengambilan Keputusan

• Pengambil Keputusan
Pengambil keputusan adalah sumber daya manusia
yang bertanggung jawab pada suatu usaha, biasanya
adalah para manajer (pimpinan). Tetapi didalam usaha
perorangan dapat dilakukan oleh kepala keluarga,
misalnya petani, dia harus memutuskan setelah panen
padi kali ini harus menanam apa ? Apakah harus
menanam kedelai, jagung, atau melon. Keputusan yang
diambilnya harus tepat agar pendapatannya
meningkat, lebih dari petani yang lain.
Langkah-langkah Pengambilan Keputusan
1. Menentukan masalah yang penting yang perlu segera
diselesaikan
2. Mencari informasi yang diperlukan tentang akibat dari kenaikan
harga
3. Menetapkan alat analisis yang akan dipergunakan untuk
menghitung perubahan-perubahan yang dilakukan, yang berupa
ekonomi manajerial
4. Memilih yang optimal hasilnya, atau ada sedikit tingkat
kegagalannya (resiko)
5. Melakukan pengawasan dan mengevaluasi terhadap
kemungkinan terjadinya masalah baru, setelah keputusan
dilaksanakan.
Siapa Pengambil Keputusan
Seperti telah disebutkan pada bagian awal, pengambil
keputusan adalah sumber daya manusia yang dapat berupa
perorangan (petani, pekebun, peternak, petambak) ataupun
manajer. Atas dasar hal tersebut sumber daya manusia
dapat dikelompokkan menjadi :
1. SDM rumah tangga (perorangan) yang berupa penduduk
suatu daerah, wilayah atau negara
2. SDM pada pemerintah (publik), yang terdiri dari
kelompok eksekutif, kelompok legislatif, kelompok
yudikatif, kelompok profesional, dan kelompok staf
3. SDM pada badan usaha, yaitu kelompok ahli.