Anda di halaman 1dari 12

GENETIKA BIOREPRODUKSI

ADAPATSI NEONATUS
KELOMPOK 7 :
1. ANISA
2. ALFI SEPTIANI
3. DINDA MARISKA
4. FELICIA TARA MONICA
5. NADILA ANNISA HANDAYANI
6. TIARA AGIL
Adaptasi Neonotus
Adaptasi neonotus merupkan penyesuaian yang terjadi pada
bayi yang baru lahir. Neotus sendiri adalah individu yang baru saja
mengalami proses kelahiran dan harus menyesuaikan diri dari kehidupan
intrauterin ke ekstrauterin. Adaptasi neonatus terhadap kehidupan di luar
uterus meliputi:

2
Sistem Termoregulasi

✘ Evaporasi
✘ Konduksi
✘ Konveksi
✘ Radiasi

3
Perubahan Sistem Pernafasan
Selama dalam rahim ibu janin mendapat O2 dari pertukaran gas mill
plasenta. Setelah bayi lahir pertukaran gas melalui paru-paru bayi.
✘ Awal adanya nafas, ada beberapa faktor yang berperan pada
rangsangan nafas pertama bayi adalah sebagai berikut :
✘ a. rangsangan kulit pada bayi yang terkena udara
✗ b. tekanan thorax (dada) sebelum bayi lahir
✗ c. penimbunan CO2
✗ d. kekurangan O2 (hipoksia)
✗ e. pernafasan intrauterine

4
Pernapasan aktif menimbulakan

1.

serangkaian peristiwa diantaranya:
Membantu perubahan sirkulasi janin menjadi sirkulasi
dewasa.
2. Mengkosongkan cairan di paru-paru
3. Menentukan volume dan karakteristik fungsi paru paru bayi
yang lahir.

5
Sistem Peredaran Darah

• pada saat tali pusat dipotong resistensi


pembuluh sistemik meningkat dan tekanan
atrium kanan menurun.
• pernapasan pertama menurunkan resistensi
pembuluh darah paru-paru dan meningkatkan
tekanan atrium kanan sehingga terjadi
penurunan atrium kiri maka foramen ovale
secara fungsional akan menutup.
Sistem Gastrointestinal
1.Sebelum janin cukup bulan akan menghisap dan menelan
2.Refleks gumoh dan batuk yang matang sudah terbentuk
dengan baik pada saat lahir
3.Kemampuan ini masih cukup selain mencerna ASI
4.Hubungan antara esofagus bawah dan lambung masih belum
sempurna yang menyebakan gumoh pada bayi baru lahir
5.Kapasitas lambung sangat terbatas kurang dari 30 cc, dan akan
bertambah sesuai pertumbuhannya.
Sistem Ginjal
Janin membuang toksin dan homeostatis
cairan/elektrolit melalui plasenta. Setelah lahir ginjal
berperan dalam homeostatis cairan/elektrolit. Lebih
dari 90% bayi berkemih dalah usia 24 jam, dan
memproduksi urine 1-2 ml/jam. Pematangan ginjal
berkembang sampai usia gestasi 36 minggu.

8
Sistem Hati
✘ Pada bayi baru lahir, hati dapat dipalpasi sekitar 1 cm di bawah
baas kanan tulang iga karena hati besar dan menempati sekitar
40% rongga abdomen. Hati janin (yang berfungsi sebagai
produksi hemoglobin setelah lahir). Mulai menyimpan besi
sejak dalam kandungan. Fungsi neonatus serupa dengan
orang dewasa tetai denga imatur. Kemampuan membentu
protein plasma dan metabolisme zat asing masih inefisien.

9
Neorologi saraf
✘ Bayi setelah lahir jumlah dan ukuran sel saraf tidak bertambah.
Pembentukan sinaps terjadi secara progesif sejak lahir sampai usia 2
tahun. Mielinisasi (perkembangan serabut mielin) terjadi sejak janin 6
bulan sampai dewasa. Golden period mulai trimester III sampai usia 2
tahun pertambahan lingkar kepala (saat lahir kira-kira 36 cm, usia 6
bulan 44 cm, usia 1 tahun 47 cm, usia 2 tahun 49 vm, 5 tahun 51,
dewasa 56 cm). Saat lahir bobot otak 25% dari berat dewasa, usia 6
bulan hampir 50%, usia 2 tahun 75%,usia 5 tahun 90%, usia 10 tahun
100%.

10
Perubahan Sistem Kekebalan Tubuh
✘ Usia 3-12 bulan adalah keadaan imunodefisiensi sementara
sehingga bayi mudah terkena infeksi. Neonatus kurang
bulan memiliki kulit yang masih rapuh, membran mukosa
yang mudah cedera, pertahanan tubuh lebih rendah
sehingga berisiko menglami infeksi yang lebih besar.
✘ Perubahan beberapa kekebalan alami meliputi perlindungan
oleh kulit, membran mukosa, fungsi jaringan saluran napas,
pembentukan koloni mikroba oleh kulit dan usus, dan
perlindungan kimia oleh asam lambung.

11
ASUHAN BAYI SEGERA SETELAH LAHIR

1. Perawatan Segera Setelah Bayi Lahir


2. Pertolongan Pada Saat Bayi Baru Lahir
3. Penilaian Bayi Waktu Lahir
4. Identifikasi Bayi
5. Perawatan Tali Pusat
6. Pemeriksaan Pertama
7. Status