Anda di halaman 1dari 12

DIVISI 5

PERKERASAN BERBUTIR DAN PERKERASAN BETON SEMEN

BAB SPESIFIKASI UMUM 2010 REV.2 SPESIFIKASI UMUM 2014


5.1.1 Umum Pekerjaan Seksi Lain Yang Berkaitan Dengan Seksi Ini Pekerjaan Seksi Lain Yang Berkaitan Dengan Seksi Ini
Pasal 2

5.1.1 Umum Standar Rujukan Standar Rujukan


Pasal 4 SNI 03-1744-1989 : Metode Pengujian CBR Laboratorium SNI 03-1744-1989 : Metode Pengujian CBR Laboratorium
SNI 1744: 2012 : Metode Uji CBR Laboratorium.
SNI 03-6889-2002 : Tata Cara Pengambilan Contoh Agregat
SNI 7619: 2012 : Metode Uji Penentuan Persentase Butir Pecah pada
Agregat Kasar
5.1.2 Bahan Fraksi Agregat Kasar Fraksi Agregat Kasar
Pasal 3 Agregat kasar yang tertahan pada ayakan 4,75 mm harus terdiri dari Agregat kasar yang tertahan pada ayakan 4,75 mm harus terdiri dari
partikel atau pecahan batu atau kerikil yang keras dan awet. Bahan yang partikel atau pecahan batu atau kerikil yang keras dan awet yang
pecah bila berulang-ulang dibasahi dan dikeringkan tidak boleh memenuhi persyaratan dalam Tabel 5.1.2.(2). Bahan yang pecah bila
digunakan. berulang-ulang dibasahi dan dikeringkan tidak boleh digunakan.

Bilamana agregat kasar berasal dari kerikil maka untuk Lapis Pondasi Bilamana agregat kasar berasal dari kerikilmaka untuk Lapis Pondasi
Agregat Kelas A mempunyai 100 % berat agregat kasar dengan Agregat Kelas A mempunyai 100 % berat agregat kasar dengan angularitas
angularitas 95/90* dan untuk Lapis Pondasi Agregat Kelas B yang berasal 95/90* dan untuk Lapis Pondasi Agregat Kelas B yang berasal dari kerikil
dari kerikil mempunyai 60 % berat agregat kasar dengan angularitas mempunyai 60 % berat agregat kasar dengan angularitas 95/90*.
95/90*.

1
*95/90 menunjukkan bahwa 95% agregat kasar mempunyai muka bidang *95/90 menunjukkan bahwa 95% agregat kasar mempunyai muka bidang
pecah satu atau lebih dan 90% agregat kasar mempunyai muka bidang pecah satu atau lebih dan 90% agregat kasar mempunyai muka bidang
pecah dua atau lebih. pecah dua atau lebih.

Pasal 4 Fraksi Agregat Halus Fraksi Agregat Halus


Agregat halus yang lolos ayakan 4,75 mm harus terdiri dari partikel pasir Agregat halus yang lolos ayakan 4,75 mm harus terdiri dari partikel pasir
alami atau batu pecah halus dan partikel halus lainnya. Fraksi bahan yang alami atau batu pecah halus dan partikel halus lainnya yang
lolos ayakan No.200 tidak boleh melampaui dua per tiga fraksi bahan yang memenuhi persyaratan dalam Tabel 5.1.2.(2). Fraksi bahan yang lolos
lolos ayakan No.40. ayakan No.200 tidak boleh melampaui dua per tiga fraksi bahan yang lolos
ayakan No.40.
Pasal 6 Pencampuran Bahan Untuk Lapis Pondasi
Agregat Pencampuran Bahan Untuk Lapis Pondasi
Agregat

2
5.2.1 Umum Standar Rujukan
Pasal 2 SNI 03-6889-2002 : Tata Cara Pengambilan Contoh Agregat
SNI 1743 : 2008 : Cara Uji Kepadatan Berat Untuk Tanah.
SNI 1744: 2012 : Metode Uji CBR Laboratorium.
SNI 7619: 2012 : Metode Uji Penentuan Persentase Butir Pecah pada
Agregat Kasar
5.2.2 Bahan Lapis Permukaan Jalan Tanpa Penutup Aspal Lapis Permukaan Jalan Tanpa Penutup Aspal
Pasal 2a

5.3.1 Umum Pekerjaan Seksi Lain Yang Berkaitan Dengan Seksi Ini Pekerjaan Seksi Lain Yang Berkaitan Dengan Seksi Ini
Pasal 2
Standar Rujukan
ASTM D 5821 : Standard Test Method for Determining The Percentage of
Fractured Particles in Coarse Aggregate.

Pasal 4 Standar Rujukan


ASTM D 5821 : Standard Test Method for Determining The Percentage
of Fractured Particles in Coarse Aggregate.
SNI 15-2049-2004 : Semen Portland

3
SNI 15-0302-2004 : Semen Portland Pozzolan
SNI 15-7064-2004 : Semen Portland Komposit
SNI 7619 : 2012 : Metode Uji Penentuan Persentase Butir Pecah pada
Agregat Kasar

5.3.1 Bahan Agregat Halus untuk Perkerasan Beton Semen Agregat Halus untuk Perkerasan Beton Semen
Pasal 2 Agregat halus harus memenuhi AASHTO M6 dan Pasal 7.1.2.(3) dari Agregat halus harus memenuhi AASHTO M6 SNI 03-6820-2002 dan Pasal
Spesifikasi selain yang disebutkan di bawah ini. Agregat halus harus terdiri 7.1.2.(3) dari Spesifikasi selain yang disebutkan di bawah ini. Agregat halus
dari bahan yang bersih, keras, butiran yang tak dilapisi apapun dengan harus terdiri dari bahan yang bersih, keras, butiran yang tak dilapisi apapun
mutu yang seragam dengan mutu yang seragam

Pasal 3 Agregat Kasar untuk Perkerasan Beton Semen Agregat Kasar untuk Perkerasan Beton Semen

5.3.6 Panjang Penyedia Jasa harus menyediakan instalasi, peralatan dan menunjukkan Penyedia Jasa harus menyediakan instalasi, peralatan dan menunjukkan
Percobaan metode pelaksanaan pekerjaan dengan melakukan percobaan metode pelaksanaan pekerjaan dengan melakukan percobaan
penghamparan dengan panjang tidak kurang dari 30 m di lokasi yang penghamparan dengan panjang tidak kurang dari 30 m di lokasi yang
disediakan oleh Penyedia Jasa di luar daerah kerja permanen. disediakan oleh Penyedia Jasa di luar daerah kerja permanen ditunjuk oleh
Direksi Pekerjaan.
5.3.10 Pengukuran untuk Pembayaran Pengukuran untuk Pembayaran
Pengukuran ........... Tebal haruslah tebal rancangan. ........... Tebal haruslah tebal rancangan aktual yang diterima.
dan
Pembayaran
Pasal 1

4
5.4.1 Umum Pekerjaan Seksi Lain Yang Berkaitan Dengan Seksi Ini Pekerjaan Seksi Lain Yang Berkaitan Dengan Seksi Ini
Pasal 2

Standar Rujukan
SNI 03--1989 : Metode Pengujian CBR Laboratorium
SNI 1744-2012 : Metode Pengujian CBR Laboratorium
SNI 15-0302-2004 : Semen Portland Pozzolan
SNI 15-7064-2004 : Semen Portland Komposit

Pasal 4 Standar Rujukan


SNI 03--1989 : Metode Pengujian CBR Laboratorium

5.4.3 Campuran Sifat-sifat Campuran Yang Disyaratkan Sifat-sifat Campuran Yang Disyaratkan
Pasal 4

5
5.4.5 Pemadatan Pemadatan
Penghamparan Pemadatan untuk campuran semen tanah harus dimulai sesegera Pemadatan untuk campuran semen tanah harus dimulai sesegera mungkin
dan mungkin setelah pencampuran dan seluruh operasi, termasuk setelah pencampuran dan seluruh operasi, termasuk pembentukan dan
Pencampuran pembentukan dan penyelesaian akhir, dan harus diselesaikan dalam penyelesaian akhir, dan harus diselesaikan dalam waktu 60 menit sejak
Pasal 5a waktu 60 menit sejak semen yang pertama tercampur tanah semen yang pertama tercampur tanah untuk PC Tipe I atau waktu yang
lebih panjang untuk Semen jenis PPC atau PCC sesuai dengan initial setting
time
5.4.6 Pengendalian Pemadatan Pada Lapis Pondasi Semen Tanah Pengendalian Pemadatan Pada Lapis Pondasi Semen Tanah
Pengendalian ........... (menggunakan SNI 03 - 1989 untuk pengujian CBR atau SNI 03- ........... (menggunakan SNI 03-1744-1989 : 2012 untuk pengujian CBR atau
Mutu 6798-2002 untuk pengujian UCS) SNI 03-6798-2002 untuk pengujian UCS)
Pasal 4a
5.5.1 Umum Uraian Uraian
Pasal 1 Pekerjaan Lapis Pondasi Atas Bersemen (Cement Treated Base) dan Lapis Pekerjaan Lapis Pondasi Atas Bersemen Agregat Semen A (Cement
Pondasi Bawah Bersemen (Cement Treated Sub-Base) ini meliputi Treated Base) dan Lapis Pondasi Bawah Bersemen Agregat Semen B
penyediaan material, pencampuran dengan alat pencampur (Cement Treated Sub-Base) ini meliputi penyediaan material, pencampuran
berpenggerak sendiri (self propelled mixer), pengangkutan, dengan alat pencampur berpenggerak sendiri (self propelled mixer),
penghamparan, pemadatan dengan roller, pembentukan permukaan pengangkutan, penghamparan, pemadatan dengan roller, pembentukan
(shaping), perawatan (curing) dan penyelesaian (finishing), dan kegiatan permukaan (shaping), perawatan (curing) dan penyelesaian (finishing), dan
insidentil yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan lapis (CTB), kegiatan insidentil yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan lapis
pondasi
6
sesuai dengan Spesifikasi, garis, kelandaian, ketebalan dan penampang agregat semen (CTB), sesuai dengan Spesifikasi, garis, kelandaian,
melintang sebagaimana tertera pada Gambar Rencana atau yang ketebalan dan penampang melintang sebagaimana tertera pada Gambar
ditentukan oleh Direksi Pekerjaan. Rencana atau yang ditentukan oleh Direksi Pekerjaan.

Pasal 2
Pekerjaan Seksi Lain Yang Berkaitan Dengan Seksi Ini Pekerjaan Seksi Lain Yang Berkaitan Dengan Seksi Ini

Standar Rujukan
SNI 03-1968-1990 : Metode Pengujian Tentang Analisis Saringan Agregat
Halus dan Kasar
SNI 03-6412-2000 : Metode Pengujian Kadar Semen dalam Campuran
Segar Semen – Tanah
SNI 03-6886-2002 : Metode Pengujian Hubungan Antara Kadar Air dan
Kepadatan pada Campuran Tanah-Semen

Pasal 4
Standar Rujukan
SNI 03-1968-1990 : Metode Pengujian Tentang Analisis Saringan Agregat
Halus dan Kasar
SNI 03-6412-2000 : Metode Pengujian Kadar Semen dalam Campuran
Segar Semen – Tanah
SNI 03-6886-2002 : Metode Pengujian Hubungan Antara Kadar Air dan
Kepadatan pada Campuran Tanah-Semen
SNI 03-6889-2002 : Tata Cara Pengambilan Contoh Agregat
SNI 15-0302-2004 : Semen Portland Pozzolan
SNI 15-7064-2004 : Semen
Portland Komposit
SNI 1974-2011 : Cara Uji Tekan Tekan Beton
dengan Benda Uji Silinder
SNI 7619-2012 : Metode Uji Penentuan
Persentase Butir Pecah pada
Agregat Kasar
SNI ASTM C136: 2012 : Metode Uji Untuk Analisis Saringan Agregat7 Halus
dan Agregat Kasar
Pasal 5c Percobaan (Test) dan Kontrol Kualitas (Qualitv Control) Percobaan (Test) dan Kontrol Kualitas (Qualitv Control)
Penyedia Jasa harus bertanggung jawab terhadap semua percobaan (test) Penyedia Jasa harus bertanggung jawab terhadap semua percobaan (test)
dan kontrol kualitas (quality control) dari Cement Treated Base (CTB) dan dan kontrol kualitas (quality control) dari Cement Treated Base (CTB)
Cement Treated Sub-Base (CTSB) serta menyerahkan semua hasil dan Cement Treated Sub-Base (CTSB) Lapis Pondasi Agregat Semen serta
percobaan kepada Direksi Pekerjaan. menyerahkan semua hasil percobaan kepada Direksi Pekerjaan.

Pasal 6 Cuaca Yang Diijinkan Untuk Bekerja Cuaca Yang Diijinkan Untuk Bekerja
Cement Treated Base (CTB) dan Cement Treated Sub-Base (CTSB) tidak Cement Treated Base (CTB) dan Cement Treated Sub-Base (CTSB) Lapis
boleh dikerjakan pada waktu turun hujan atau ketika kondisi lapangan Pondasi Agregat Semen tidak boleh dikerjakan pada waktu turun hujan
sedang basah/becek. atau ketika kondisi lapangan sedang basah/becek.

Pasal 7 Perbaikan Terhadap Cement Treated Base (CTB) dan Cement Treated Perbaikan Terhadap Cement Treated Base (CTB) dan Cement Treated
Sub-Base (CTSB) Yang Tidak Memenuhi Ketentuan ub- Base (CTSB) Lapis Pondasi Agregat Semen Yang Tidak Memenuhi
Ketentuan

Atas instruksi Direksi Pekerjaan, Penyedia Jasa harus memperbaiki Atas instruksi Direksi Pekerjaan, Penyedia Jasa harus memperbaiki Cement
Cement Treated Base (CTB) dan Cement Treated Sub-Base (CTSB) yang Treated Base (CTB) dan Cement Treated Sub-Base (CTSB) Lapis Pondasi
tidak memenuhi ketentuan sebagai diatur dalam spesifikasi maupun Agregat Semen yang tidak memenuhi ketentuan sebagai diatur dalam
gambar konstruksi termasuk antara lain : spesifikasi maupun gambar konstruksi termasuk antara lain :
a) ............ a) ............
.. ..
d) Apabila karena kualitas atau ketebalan lapisan Cement Treated Base d) Apabila karena kualitas atau ketebalan lapisan Cement Treated Base
(CTB) dan Cement Treated Sub-Base (CTSB) tidak dimungkinkan (CTB) dan Cement Treated Sub-Base (CTSB) Lapis Pondasi Agregat
keberadaannya sebagai lapisan konstruksi, maka Penyedia Jasa harus Semen tidak dimungkinkan keberadaannya sebagai lapisan konstruksi,
melakukan pembongkaran dan penggantiannya. maka Penyedia Jasa harus melakukan pembongkaran dan
penggantiannya.

Pasal 8 Rencana Kerja dan Pengaturan Lalulintas Rencana Kerja dan Pengaturan Lalulintas
a) Sebaiknya, 7 hari setelah penghamparan Cement Treated Base b) Sebaiknya, 7 hari setelah penghamparan Cement Treated Base (CTB),
(CTB), penghamparan lapis penutup atas (Asphalt Base Course, Lapis Pondasi Agregat Semen penghamparan lapis penutup atas
Binder Course, Wearing Course) harus dilaksanakan. (Asphalt Base Course, Binder Course, Wearing Course) harus

8
b) Penyedia Jasa harus menjamin bahwa di lokasi pekerjaan, tidak ada dilaksanakan.
lalu lintas diijinkan lewat di atas Cement Treated Base (CTB), b) Penyedia Jasa harus menjamin bahwa di lokasi pekerjaan, tidak ada
minimum 4 hari sesudah pemadatan terakhir dan mengalihkan lalu lalu lintas diijinkan lewat di atas Cement Treated Base (CTB) Lapis
lintas dan membuat jalan alternatif. Pondasi Agregat Semen, minimum 4 hari sesudah pemadatan terakhir
dan mengalihkan lalu lintas dan membuat jalan alternatif.

5.5.2 Bahan Air Air


Pasal 2 Air harus sesuai dengan SNI 03-6817-2002 dan disetujui oleh Direksi Air harus sesuai dengan SNI 03-6817-2002 dan disetujui oleh Direksi
Pekerjaan. Air harus bebas dari endapan dan dari zat yang merusak. Pekerjaan. Air harus bebas dari minyak, garam, asam, alkali, gula, tumbuh-
tumbuhan, endapan dan dari bahan lain zat yang merusak.

Pasal 3 Agregat Agregat


Syarat – syarat agregat untuk CTB mengikuti ketentuan pada Seksi 5.1, Syarat – syarat agregat untuk CTB Lapis Pondasi Agregat Semen A
Tabel 5.1.2.(1) dan Tabel 5.1.2.(2) untuk Lapis Pondasi Agregat Kelas A, mengikuti ketentuan pada Seksi 5.1, Tabel 5.1.2.(1) dan Tabel 5.1.2.(2)
sedangkan agregat untuk CTSB harus sesuai dengan persyaratan pada untuk Lapis Pondasi Agregat Kelas A, sedangkan agregat untuk CTSB Lapis
Tabel 5.1.2.(1) dan Tabel 5.1.2.(2) untuk Lapis Pondasi Agregat Kelas B. Pondasi Agregat Semen B harus sesuai dengan persyaratan pada Tabel
5.1.2.(1) dan Tabel 5.1.2.(2) untuk Lapis Pondasi Agregat Kelas B.

5.5.3 Campuran Campuran Cement Treated Base (CTB) dan Cement Treated Sub-Base Campuran Cement Treated Base (CTB) dan Cement Treated Sub-Base
dan Takaran (CTSB) terdiri dari agregat, semen dan air atas persetujuan Direksi (CTSB) Lapis Pondasi Agregat Semen terdiri dari agregat, semen dan air
Pasal 1 Pekerjaan. Kadar semen harus ditentukan berdasarkan percobaan atas persetujuan Direksi Pekerjaan. Kadar semen harus ditentukan
laboratorium (laboratory test) dan campuran percobaan (trial mix). Kadar berdasarkan percobaan laboratorium (laboratory test) dan campuran
air optimum harus ditentukan berdasarkan percobaan laboratorium. percobaan (trial mix).Kadar air optimum harus ditentukan berdasarkan
percobaan laboratorium.

Pasal 2a Kuat tekan dari Cement Treated Base (CTB) atau Cement Treated Sub- Kuat tekan dari Cement Treated Base (CTB) atau Cement Treated Sub-Base
Base (CTSB), mana yang digunakan (CTSB) Lapis Pondasi Agregat Semen, mana yang digunakan

Pasal 3 Karakteristik Cement Treated Base (CTB) dan Cement Treated Sub-Base Karakteristik Cement Treated Base (CTB)dan Cement Treated Sub-Base
(CTSB) (CTSB) Lapis Pondasi Agregat
Semen

9
Campuran Cement Treated Base (CTB) dan Cement Treated Sub-Base Campuran Cement Treated Base (CTB) dan Cement Treated Sub-Base
(CTSB) akan berkaitan dengan ketentuan kuat tekan. Untuk (CTSB) akan berkaitan dengan ketentuan kuat tekan. Untuk
mempersiapkan bahan/material untuk menempatkan percobaan mempersiapkan bahan/material untuk menempatkan percobaan
campuran kedalam cetakan silinder dengan ukuran 150 mm x 300 mm, campuran kedalam cetakan silinder dengan ukuran 150 mm x 300 mm,
dalam tiga lapisan sesuai dengan SNI 03-6429-2000. dalam tiga lapisan sesuai dengan SNI 03-6429-2000.

Penentuan kepadatan labratorium menggunakan SNI 1743: 2008 metode D


dengan menggunakan bahan pengganti untuk ukuran agregat tertahan
ayakan diatas 19 mm (¾”). Selanjutnya banyalnya agregat, air dan semen
untuk pengujian kuat tekan didasarkan pada hasil pengujian kadar air
optimum dan berat kering maksimum dari campuran agregat semen.

Kekuatan campuran didasarkan atas kuat tekan benda uji silinder diamater
150 mm dan tinggi 300 mm pada umur 7 hari.

Benda uji silinder menggunakan bahan yang disiapkan sesuai SNI 1743:
2008 metode D, dipadatkan dalam 5 lapis, masing-masing lapisan
ditumbuk sebanyak 145 tumbukan (lihat catatan) dengan berat alat
penumbuk 4,5 kg dan tinggi jatuh 45 cm. Selanjutnya uji kuat tekan benda
uji silinder sesuai dengan ketentuan SNI 1974: 2011.

Catatan :
Pemadatan sebanyak 145 tumbukan masing-masing lapisan berdasarkan
perhitungan perbandingan antara volume silibder (diamater 15 cm dan
tinggi 30 cm) dengan volume tabung alat pemadatan (proctor) (diamater
152 mm dan tinggi 116 mm) dikalikan 56 tumbukan.

Perkiraan penggunaan kadar semen untuk Lapis Pondasi Agregat Semen A


(CTB) adalah 3 – 5% dan Lapis Pondasi Agregat Semen B (CTSB) adalah 4 –
6 %. Kadar semen yang diperlukan harus ditentukan berdasarkan hasil
rancangan campuran kerja (job mix design).

10
Selama proses penghamparan Cement Treated Base (CTB) dan Cement Selama proses penghamparan Cement Treated Base (CTB) dan
Treated Sub-Base (CTSB), percobaan silinder minimum 4 benda uji harus Cement Treated Sub-Base (CTSB) Lapis Pondasi Agregat Semen, percobaan
dilakukan. silinder minimum 4 benda uji harus dilakukan.

Persyaratan kuat tekan (unconfine compressive strength) dari Cement Persyaratan kuat tekan (unconfine compressive strength) dari Cement
Treated Base (CTB) dan Cement Treated Sub-Base (CTSB) dalam umur 7 Treated Base (CTB) dan Cement Treated Sub-Base (CTSB) Lapis Pondasi
hari masing-masing 45 – 55 kg/cm2 dan 35 – 45 kg/cm2. Agregat Semen A (CTB) dan B (CTSB) dalam umur 7 hari masing-masing 45
– 55 kg/cm2 dan 35 – 45 kg/cm2.
5.5.4 a) Desain campuran dalam Pasal 5.5.3.(1) harus dicoba di lapangan a) Desain campuran dalam Pasal 5.5.3.(1) harus dicoba di lapangan
Percobaan dengan luas pekerjaan Cement Treated Base (CTB) atau Cement dengan luas pekerjaan Cement Treated Base (CTB) atau Cement
Lapangan (Field Treated Sub-Base sepanjang 50 m, dengan tebal berdasarkan Treated Sub-Base Lapis Pondasi Agregat Semen sepanjang 50 m,
Trials) instruksi dari Direksi Pekerjaan. dengan tebal berdasarkan instruksi dari Direksi Pekerjaan.
b) Luas percobaan dari Cement Treated Base (CTB) atau Cement b) Luas percobaan dari Cement Treated Base (CTB) atau Cement Treated
Treated Sub-Base harus mendapat persetujuan dari Direksi Sub-Base Lapis Pondasi Agregat Semen harus mendapat persetujuan
Pekerjaan. dari Direksi Pekerjaan.
... ...

5.5.5 ........... Alat pencampur harus dioperasikan sedemikian hingga tebal CTB ........... Alat pencampur harus dioperasikan sedemikian hingga tebal Lapis
Penghamparan atau CTSB dapat memenuhi seluruh tebal rancangan ........... Pondasi Agregat Semen A (CTB) atau Lapis Pondasi Agregat Semen B (CTSB)
dan dapat memenuhi seluruh tebal rancangan ...........
Pencampuran

5.5.6 Penghamparan Cement Treated Base (CTB) dan Cement Treated Sub- Penghamparan Cement Treated Base (CTB) dan Cement Treated Sub-Base
Penghamparan Base (CTSB) (CTSB) Lapis Pondasi Agregat Semen
dan Pemadatan
Pasal 2 Cement Treated Base (CTB) dan Cement Treated Sub-Base (CTSB) harus Cement Treated Base (CTB) dan Cement Treated Sub-Base (CTSB) Lapis
dihampar dan ditempatkan di atas permukaan yang telah disiapkan ...... Pondasi Agregat Semen harus dihampar dan ditempatkan di atas
permukaan yang telah disiapkan ......

Pasal 3 Pemadatan Pemadatan


a) Pemadatan Cement Treated Base (CTB) dan Cement Treated Sub- a) Pemadatan Cement Treated Base (CTB) dan Cement Treated Sub-Base
Base (CTSB) harus telah dimulai dilaksanakan paling lambat 30 (CTSB) Lapis Pondasi Agregat Semen harus telah dimulai dilaksanakan
menit semenjak pencampuran material dengan air. paling lambat 30 menit semenjak pencampuran material dengan air.

11
... ...
c) Kepadatan Cement Treated Base (CTB) dan Cement Treated Sub- c) Kepadatan Cement Treated Base (CTB) dan Cement Treated Sub-Base
Base (CTSB) setelah pemadatan harus mencapai kepadatan kering (CTSB) Lapis Pondasi Agregat Semen setelah pemadatan harus
lebih dari 95% maksimum kepadatan kering sebagai ditentukan pada mencapai kepadatan kering lebih dari 95% 100% maksimum
SNI 03-6886-2002. kepadatan kering sebagai ditentukan pada SNI 03-6886-2002 1743:
2008 Metode D.
(d) Test kepadatan lapangan Cement Treated Base dan Cement Treated (d) Test kepadatan lapangan Cement Treated Base dan Cement Treated
Sub-Base (CTSB) minimum haruslah 98% Kepadatan Kering Sub-Base (CTSB) minimum haruslah 98% Kepadatan Kering Maksimum
Maksimum (Maximum Dry Density) dilakukan berdasarkan SNI 03- (Maximum Dry Density) dilakukan berdasarkan SNI 03-2828-1992 atau
2828-1992 atau cara lain yang disetujui oleh Direksi Pekerjaan. cara lain yang disetujui oleh Direksi Pekerjaan.
... ...
(f) Pemadatan harus telah selesai dalam waktu 60 menit semenjak (f) Pemadatan harus telah selesai dalam waktu 60 menit semenjak
semen dicampur dengan air. semen dicampur dengan air untuk PC Tipe I atau waktu yang lebih
panjang untuk Semen jenis PPC atau PCC sesuai dengan initial setting
time.

Pasal 4 Perawatan (Curing) Perawatan (Curing)


... ...
c) Metode lain yang bertujuan melindungi Cement Treated Base (CTB) c) Metode lain yang bertujuan melindungi Cement Treated Base (CTB)
dan Cement Treated Sub-Base (CTSB) adalah dengan karung goni dan Cement Treated Sub-Base (CTSB) Lapis Pondasi Agregat Semen
yang dibasahi air selama masa perawatan (curing). adalah dengan karung goni yang dibasahi air selama masa perawatan
(curing).

5.5.8 Cement Treated Base (CTB) dan Cement Treated Sub-Base (CTSB) Cement Treated Base (CTB) dan Cement Treated Sub-Base (CTSB) dibayar
Pengukuran dibayar berdasarkan meter kubik padat sesuai dengan ukuran yang ada Lapis Pondasi Agregat Semen berdasarkan meter kubik padat sesuai
dan pada potongan melintang & memanjang dan disetujui oleh Direksi dengan ukuran yang ada pada potongan melintang & memanjang dan
Pembayaran Pekerjaan. disetujui oleh Direksi Pekerjaan.
Pasal 1

12