Anda di halaman 1dari 36

Petunjuk Teknis Penyusunan

Rencana Bisnis dan Anggaran BLU

Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan BLU


I. PENDAHULUAN
DASAR HUKUM
1. Peraturan Pemerintah (PP) nomor 23 tahun 2005 jo. PP nomor 74 tahun 2012
tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum.
2. Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 92/PMK.05/2011 tentang Rencana
Bisnis dan Anggaran serta Pelaksanaan Anggaran Badan Layanan Umum.
3. Perdirjen Perbendaharaan nomor PER-20/PB/2012 tentang Pedoman Teknis
Penyusunan Rencana Bisnis dan Anggaran Satuan Kerja Badan Layanan Umum.

3
LATAR BELAKANG

1. RBA BLU merupakan salah satu dokumen pembentuk Rencana Kerja dan
Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKA K/L), sehingga harus dilakukan
sinkronisasi program, kegiatan, target kinerja, dan anggaran antar keduanya.
2. Mulai tahun 2013 (RBA tahun 2014), penelaahan RBA akan dilakukan di
Direktorat Pembinaan PK BLU untuk menjamin ketercapaian target kinerja,
optimalisasi pendapatan, dan efisiensi belanja pada satker BLU.

4
II. RBA
DEFINISI RBA

DOKUMEN PERENCANAAN BISNIS DAN PENGANGGARAN


TAHUNAN YANG BERISI:
 PROGRAM,
 KEGIATAN,
 TARGET KINERJA,
 ANGGARAN BLU.

6
FUNGSI RBA

 Dokumen perencanaan bisnis dan penganggaran satker PK BLU


 Pedoman pelaksanaan kegiatan satker PK BLU
 Dokumen yang menggambarkan pencapaian kinerja satker PK BLU
 Dokumen yang menggambarkan proyeksi keuangan satker PK BLU

 RBA adalah untuk kepentingan satker PK BLU

7
KEDUDUKAN RBA

 BLU menyusun RBA tiap tahun.


 RBA disusun berdasarkan kebutuhan dan kemampuan pendapatan
disertai dengan Standar Pelayanan Minimum (SPM) dan biaya dari
output yang dihasilkan.
 RBA BLU merupakan bagian dari RKA-KL yang pada akhirnya sebagai
dasar untuk menyusun DIPA BLU
 DIPA merupakan lampiran dari perjanjian kerja antara pimpinan BLU
dengan kementerian/ lembaga.
 RBA :
o ditandatangani oleh pemimpin BLU
o diketahui oleh Dewan Pengawas
o disetujui oleh Menteri/Ketua lembaga.

8
MEKANISME PENGAJUAN DAN PENGESAHAN RBA

PAGU RKA K/L


4 • UU APBN
PAGU (Juli) (Oktober)
ANGGARAN
INDIKATIF • ALOKASI
(Juni)
(Maret) ANGGARAN
(November)
RBA

RENSTRA
K/L RENJA
2 3
K/L 5
1
2 RBA
RSB BLU RBA 5 DEFINITIF

9
POKOK-POKOK PENGATURAN (1)

1. BLU menyusun RBA mengacu kepada RSB BLU dan Pagu Anggaran K/L.
2. RBA disusun berdasarkan basis kinerja dan perhitungan akuntansi biaya
menurut jenis layanannya dengan mempertimbangkan kebutuhan dan
kemampuan pendapatan (PNBP dan RM).
3. RBA disusun berdasarkan basis kinerja:
Penganggaran yang memperhatikan keterkaitan antara pendanaan dan
kinerja yang diharapkan, serta memperhatikan efisiensi dalam pencapaian
kinerja (kuantitas dan kualitas yang terukur).
 Pengalokasian anggaran berorientasi pada kinerja (directly linkage
between performance and budget).
 Alokasi didasarkan pada tusi Unit Kerja (money follows function).
 Fleksibilitas, efesiensi, transparansi dan akuntabilitas (let the manager
manages).
 Penggunaan indikator kinerja, dan standar biaya (SBM, SBK, SB Lainnya),
dan melakukan evaluasi kinerja.

10
POKOK-POKOK PENGATURAN (2)

4. RBA disusun berdasarkan perhitungan akuntansi biaya per jenis layanan:


 Paling kurang menyajikan biaya langsung dan biaya tidak langsung.
 BLU harus memiliki sistem akuntansi biaya yang berguna a.l. dalam perencanaan
dan pengendalian kegiatan operasional BLU dan pengambilan keputusan oleh
Pimpinan BLU.
5. BLU menyusun perhitungan biaya layanan per unit kerja, yang didasarkan pada
perhitungan biaya per layanan (unit cost per layanan). Dengan demikian BLU
wajib memiliki dokumen perhitungan biaya per layanan.
6. Penggunaan Standar Biaya dalam RBA: mengikuti ketentuan dalam PMK Standar
Biaya.
7. Perhitungan pendapatan dan belanja BLU dalam RBA disusun per unit kerja pada
satker BLU. Penentuan unit kerja disesuaikan dengan kebutuhan BLU, dengan
kriteria:
 Memiliki target output tertentu sebagai bagian dari target satker BLU
 Memiliki PIC dalam pencapaian target tsb
 Memiliki alokasi dana.

11
POKOK-POKOK PENGATURAN (3)
8. RBA memuat paling kurang:
a. Seluruh program, kegiatan dan target kinerja (output);
b. Kondisi kinerja BLU tahun berjalan,
c. Asumsi makro dan mikro;
d. Target pendapatan dan pagu belanja;
e. Perkiraan biaya;
f. Prakiraan maju pendapatan dan belanja 3 tahun ke depan.
9. Rumusan program dan kegiatan RBA harus sama dengan RKA K/L.
10. RBA diajukan kepada Menteri/Pimpinan Lembaga mengikuti siklus penyusunan
APBN, dan dilampiri dengan SPM, tarif, dan/atau standar biaya.
11. Pengesahan RBA
a. ditandatangani oleh Pemimpin BLU dan diketahui oleh Dewas/pejabat yang
ditunjuk.
b. disetujui oleh Menteri/Pimpinan lembaga/ketua dewan kawasan.

12
SKEMA PENYUSUNAN RBA

Renstra
K/L

Termasuk Penyusunan :
Prakiraan
Memuat: •Berbasis Kinerja &
Y+3
• Program perhitungan
• Kegiatan akuntansi biaya
•Anggaran •Kebutuhan &
penerimaan/ kemampuan
Renstra pendapatan pendapatan yang
Bisnis RBA
•Anggaran diperkirakan akan
5 Tahunan pengeluaran/ belanja diterima
• Estimasi Saldo Awal •Berbasis Akrual
Kas & Saldo Akhir Kas •Flexible Budget
ASPEK PENYUSUNAN RBA

TARGET KINERJA
•Kesesuaian dengan
RSB
•Peluang dan tantangan •Evaluasi kinerja •Peluang dan tantangan
•Faktor eksternal berjalan •Faktor eksternal

•Faktor
internal
•Kekuatan dan
kelemahan
OPTIMALISASI
EFISIENSI
PNBP
•Aspek legal: tarif
BELANJA
•Kelayakan belanja
layanan
•Penggunaan standar
•Seluruh potensi
biaya
PNBP

Anggaran K/L
14
KEMAMPUAN PENDAPATAN BLU

• Pendapatan
Jasa Lemb Keu
• Hasil penjualan
Aset Tetap
• Pendapatan
Sewa

A.Pendapatan yang akan diperoleh dari layanan


yang diberikan kepada masyarakat
B.Hibah tidak terikat dan/ atau hibah terikat yang
diperoleh dari masyarakat atau badan lain,
C.Hasil kerja sama BLU dengan pihak lain dan/
atau hasil usaha lainnya,
D.Penerimaan lainnya yang sah dan/ atau
E.Penerimaan anggaran yang bersumber dari
APBN

15
PENERAPAN FLEXIBLE BUDGET

BUDGET REALISASI
RKA-
% Ambang Batas KL

DIPA

FLEXIBLE
PENGGUNAAN STANDAR BIAYA
Standar
Biaya
 Berdasarkan basis Perhitungan
kinerja Gunakan Sendiri
 Perhitungan Akuntansi (ditetapkan
Biaya sebagai
 Menyusun Std Biaya SBM/SBK)

RBA

X Perhitungan Akuntansi
Biaya SB Menkeu
X Berdasarkan basis Gunakan (SBM)
kinerja
X Menyusun Std Biaya

17
PENYUSUNAN IKHTISAR RBA
FUNGSI IKHTISAR RBA: menyesuaikan struktur/komponen
pendapatan dan biaya dalam RBA menjadi struktur/komponen
pendapatan dan belanja dalam RKA KL.

Ikhtisar RBA

RKA-KL
RBA Konsolidasi

18
PENGAJUAN RBA

Pimpinan BLU Menteri/Pimpinan Lembaga Menteri Keuangan


c.q. Dirjen Anggaran

1 Usulan RBA & Usulan RBA & Usulan RBA &


Ikhtisar RBA 2 Ikhtisar RBA 3 Ikhtisar RBA 4

Disertai dengan : Dilakukan pengkajian mencakup :


Disetujui dan ditandatangani
 Usulan standar pelayanan  standar biaya dan anggaran BLU;
minimal; Kinerja keuangan BLU;
 Tarif; dan/atau Besaran persentase Ambang Batas,
 Biaya dari keluaran (output) dengan mempertimbangkan fluktuasi
yang akan dihasilkan. kegiatan operasional BLU

Ditandatangani oleh Pemimpin


BLU, dan diketahui oleh DEWAS Hasil kajian RBA & Ikhtisar 5
atau pejabat yang ditunjuk oleh menjadi dasar dalam rangka
Menteri/pimpinan lembaga jika pemrosesan RKAKL
BLU tidak mempunyai DEWAS
Pengkajian RBA
& Ikhtisar RBA

Dapat mengikutsertakan
DJPb
SISTEMATIKA FORMAT RBA (1)

RINGKASAN EKSEKUTIF
1.
Memuat uraian ringkas mengenai apa yang termuat dalam RBA (uraian
singkat mengenai rencana bisnis/kegiatan dan target pencapaian serta
rencana pendapatan dan biaya)

2. BAB I PENDAHULUAN
a. Gambaran Umum
b. Visi Badan Layanan Umum
c. Misi Badan Layanan Umum
d. Budaya Badan Layanan Umum
e. Susunan Pejabat Pengelola BLU dan Dewan Pengawas

20
SISTEMATIKA FORMAT RBA (2)
3. BAB II KINERJA TAHUN 2013 DAN RBA TAHUN 2014
a. Gambaran Kondisi BLU (kondisi internal BLU, kondisi eksternal BLU serta
asumsi makro dan mikro yang digunakan dalam penyusunan RBA).
b. Pencapaian Kinerja dan Target Kinerja BLU.
Uraian pencapaian kinerja tahun 2013, dan target kinerja yang akan dicapai tahun
2014. Informasi /tabel yang disajikan:
a. Rincian Pendapatan Per Unit Kerja;
b. Rincian Belanja Per Unit Kerja;
c. Pengelolaan Dana Khusus bagi satker BLU Pengelola Dana Khusus;
d. Ikhtisar Target Pendapatan menurut Program dan Kegiatan TA 2014;
e. Ikhtisar Belanja/Pembiayaan menurut Program dan Kegiatan TA 2014;
f. Pendapatan dan Belanja Agregat;
g. Perhitungan Biaya Layanan Per Unit Kerja;
h. Prakiraan Maju Pendapatan dan Prakiraan Maju Belanja.
a. Informasi lainnya yang perlu disampaikan (ISO, tingkat kesehatan).
b. Ambang Batas Belanja BLU.

a. BAB III PENUTUP


Kesimpulan dan Hal-hal yang perlu mendapatkan perhatian.

21
Tabel II. B.1. Rincian Pendapatan Per unit kerja
TA 20XX-1 TA 20XX
Uraian Unit/Kode/Program/Kegiatan/
Kode Target Realisasi/ % Target
Akun Pendapatan
Prognosa

I. Unit ……. ...(Berisikan uraian unit)


xxx.xx.xx Program ….(Berisikan uraian Program)
xxxx Kegiatan ... (Berisikan uraian Kegiatan)

A. Pendapatan BLU (Diisi uraian pendapatan per akun)


1. ................... (Diisi uraian pendapatan per akun)
2. ....................(Diisi uraian pendapatan per akun)

B. Penerimaan RM/PHLN/PHDN/...
(Diisi uraian pendapatan selain PNBP BLU)
1. ...................... (Diisi uraian pendapatan per akun)
2. .......................(Diisi uraian pendapatan per akun)

Total Pendapatan Unit ……..(Berisikan uraian unit)

II. Unit ……. ...(Berisikan uraian unit)


xxx.xx.xx Program ….(Berisikan uraian Program)
xxxx Kegiatan ... (Berisikan uraian Kegiatan)

A. Pendapatan BLU (Diisi uraian pendapatan per akun)


1. ................... (Diisi uraian pendapatan per akun)
2. ....................(Diisi uraian pendapatan per akun)

B. Penerimaan RM/PHLN/PHDN/...
(Diisi uraian pendapatan selain PNBP BLU)
1. .................... (Diisi uraian pendapatan per akun)
2. .....................(Diisi uraian pendapatan per akun)

Total Pendapatan Unit ……..(Berisikan uraian unit)

....dst
2
TOTAL PENDAPATAN BLU
2
Tabel II. B. 2. Rincian Belanja Per unit kerja
TA 20XX-1
Uraian Unit/Program/IKU/ TA 20XX
Volume Dana
Kode Kegiatan/IKK/Output/
Realisasi/ % Realisasi/ % SD Vol. Target SD
Akun Belanja/Detil Belanja Target Target **) **)
Prognosa *) Prognosa *) Satuan

I. Unit ……. ...(Berisikan uraian unit)


xxx.xx.xx Program...(Berisikan uraian Program)
IKU Program :
……(Berisikan uraian IKU Program)
xxxx Kegiatan ...(Berisikan uraian Kegiatan)
Indikator Kinerja Kegiatan
……. (Berisikan uraian IKK)
xxxx.xx Output ...(Berisikan uraian Output) *)
A. Belanja BLU
1. Belanja Barang
a. Belanja Gaji dan Tunjangan
b. ....
xxxxxx 2. Belanja Modal
a. Belanja Modal Tanah
b. ...
xxxxxx B. Belanja RM/PHLN/PHDN/....
xxxxxx ………. (Diisi uraian per akun)

Total Belanja Unit ………...

dst....
TOTAL BELANJA BLU
2
3
Tabel II. B. 2. Rincian Belanja Per unit kerja
........lanjutan
Pagu
Sumber Dana (SD) ***) TA 20XX-1 TA 20XX
RM
RMP
PNBP
BLU
A. TA Berjalan
B. Saldo Kas
PLN
HLN
PDN
HDN

Catatan:
*) Apabila diperlukan, Output dapat dijabarkan/dirinci lebih lanjut dalam Suboutput
**) Sumber Dana (SD) diisi sesuai dengan kebutuhan. Kode SD mengikuti ketentuan kode SD
dalam penyusunan RKA K/L

2
4
Tabel II. B. 4. Ikhtisar RBA : Target Pendapatan menurut
Program
dan Kegiatan TA 20XX
Kode Program/Kegiatan/Sumber Pendapatan Target
xxx.xx.xx Program: (Berisikan uraian Program) 9.999.999
xxxx Kegiatan: (Berisikan uraian Kegiatan) 9.999.999
Sumber Pendapatan: (Diisi sesuai kebutuhan) 9.999.999
Pendapatan Jasa Layanan Umum 9.999.999
xxxxxx .............. 9.999.999
Pendapatan Hibah BLU 9.999.999
xxxxxx .............. 9.999.999
Pendapatan Hasil Kerjasama BLU 9.999.999
xxxxxx .............. 9.999.999
Pendapatan BLU Lainnya 9.999.999
xxxxxx .............. 9.999.999
Jumlah Pendapatan 9.999.999

2
5
Tabel II. B.5. Ikhtisar RBA : Belanja/Pembiayaan Per
Program dan Kegiatan TA 20XX
Alokasi *) Target/ Unit
Urai an Program/ IKU
Volume Penanggung
Program/ Keg iatan / Belanja Belanja Belanja Bantuan Pengeluaran
Kode Satuan jawab
I KK/ Out put /Sum ber Dana Pegawai Barang Modal Sosial Pembiayaan

xxx.xx.xx Program ...(Berisikan uraian Program) 9.999.999 9.999.999 9.999.999 9.999.999 9.999.999

IKU Program :
1. …....(Berisikan uraian IKU Program)
2. ……(Berisikan uraian IKU Program
xxxx Kegiatan....(Berisikan uraian Kegiatan) 9.999.999 9.999.999 9.999.999 9.999.999 9.999.999

IKK :
1. ……. (Berisikan uraian IKK)
2. ……. (Berisikan uraian IKK)

xxxx.xx Output : (Berisikan uraianOutput) **) 9.999.999 9.999.999 9.999.999 9.999.999 9.999.999 99 sat Unit .......
1. RM 9.999.999 9.999.999 9.999.999 9.999.999 9.999.999
2. RMP 9.999.999 9.999.999 9.999.999 9.999.999 9.999.999
3. PNBP 9.999.999 9.999.999 9.999.999 9.999.999 9.999.999
4. BLU 9.999.999 9.999.999 9.999.999 9.999.999 9.999.999
5. ……… ***) 9.999.999 9.999.999 9.999.999 9.999.999 9.999.999

xxxx.xx Output : (Berisikan uraianOutput) 9.999.999 9.999.999 9.999.999 9.999.999 9.999.999 99 sat Unit .......
1. RM 9.999.999 9.999.999 9.999.999 9.999.999 9.999.999
2. RMP 9.999.999 9.999.999 9.999.999 9.999.999 9.999.999
3. PNBP 9.999.999 9.999.999 9.999.999 9.999.999 9.999.999
4. BLU 9.999.999 9.999.999 9.999.999 9.999.999 9.999.999
5. ……… ***) 9.999.999 9.999.999 9.999.999 9.999.999 9.999.999

.....dst.
9.999.999 9.999.999 9.999.999 9.999.999 9.999.999
JUMLAH

SUMBER DANA ***)


RM 9.999.999 9.999.999 9.999.999 9.999.999 9.999.999
RMP 9.999.999 9.999.999 9.999.999 9.999.999 9.999.999
PNBP 9.999.999 9.999.999 9.999.999 9.999.999 9.999.999
BLU 9.999.999 9.999.999 9.999.999 9.999.999 9.999.999
A. TA Berjalan 9.999.999 9.999.999 9.999.999 9.999.999 9.999.999
B. Saldo Kas 9.999.999 9.999.999 9.999.999 9.999.999 9.999.999
PLN
HLN
9.999.999
9.999.999
9.999.999
9.999.999
9.999.999
9.999.999
9.999.999
9.999.999
9.999.999
9.999.999 2
6
PDN
HDN
Tabel II. B.6. Pendapatan dan Belanja Agregat
Realisasi/prognosa
No Uraian TA 200XX-1 *) TA 20XX
I PENDAPATAN BLU
1. Pendapatan Jasa Layanan Umum 9.999.999 9999999
...................... 9999999 9999999
2. Pendapatan Hibah BLU 9999999 9999999
...................... 9999999 9999999
3. Pendapatan Hasil Kerjasama BLU 9999999 9999999
...................... 9999999 9999999
4. Pendapatan BLU Lainnya 9999999 9999999
......................

II BELANJA OPERASIONAL 9999999 9999999


A. BELANJA BARANG BLU 9999999 9999999
1. Belanja Gaji dan Tunjangan BLU 9999999 9999999
2. Belanja Barang BLU 9999999 9999999
3. Belanja Jasa BLU 9999999 9999999
4. Belanja Pemeliharaan BLU 9999999 9999999
5. Belanja Perjalanan BLU 9999999 9999999
6. Belanja Barang dan Jasa BLU Lainnya 9999999 9999999

B. BELANJA RM/PHLN/PHDN/ ... (diluar belanja modal) 9999999 9999999


1. Belanja Pegawai 9999999 9999999
...................... 9999999 9999999
2. Belanja Barang 9999999 9999999
...................... 9999999 9999999
3. Belanja Lainnya 9999999 9999999
...................... 9999999 9999999

III BELANJA MODAL


A. Belanja Modal BLU 9999999 9999999
...................... 9999999 9999999
B. Belanja Modal RM/PHLN/PHDN/... 9999999 9999999
...................... 9999999 9999999
IV Surplus/(Defisit) (I-II) 9999999 9999999
V Penggunaan Saldo Kas BLU
VI Surplus/(Defisit) Sebelum Penerimaan RM/PHLN/PHDN/... (IV+V)
9999999
9999999
9999999
9999999 2
VII Penerimaan RM/PHLN/PDN/... (II.B + III.B)
VIII Surplus (Defisit) Setelah Penerimaan Dari RM/PHLN/PHDN/... (VI + VII)
9999999
9999999
9999999
9999999 7
IX TOTAL ANGGARAN PENDAPATAN (I + VII) 9999999 9999999
X TOTAL ANGGARAN BELANJA (II + III) 9999999 9999999
Tabel II. B. 7. Biaya Layanan Per Unit Kerja TA 20XX
Volume
No Uraian Layanan Jumlah
1 Unit Kerja A 99 sat...
Biaya Langsung
Biaya Peg awai 9.999.999
Biaya Bahan 9.999.999
Biaya Jasa Layanan 9.999.999
Biaya Pemeliharaan 9.999.999
Biaya Langganan Daya dan Jasa 9.999.999
dan Lain-lain 9.999.999
Jumlah Biaya Langsung 9.999.999

Biaya Tid ak Langsung


Biaya Peg awai 9.999.999
Biaya Administrasi Perkantoran 9.999.999
Biaya Pemeliharaan 9.999.999
Biaya Langganan Daya dan Jasa 9.999.999
Biaya Promo si/Marke ting 9.999.999
Biaya Bunga 9.999.999
Biaya Administrasi Bank 9.999.999
dan Lain-lain 9.999.999
Jumlah Biaya Tidak Langsung 9.999.999

Total Biaya Unit Kerja A 99 sat...

2 Unit Kerja B
Biaya Langsung
.................... 9.999.999

Jumlah Biaya Langsung 9.999.999

Biaya Tid ak Langsung


.................... 9.999.999

Jumlah Biaya Tidak Langsung 9.999.999 2


Total Biaya Unit Kerja B 9.999.999 8
TOTAL BIAYA 9.999.999
C. Informasi Lain Yang Perlu Disampaikan
Informasi mengenai akreditasi perguruan tinggi, pencapaian
kinerja non keuangan lainnya (ISO, dll)

D. Ambang Batas Belanja BLU


Contoh penetapan ambang batas:
Berdasarkan laporan keuangan pada satker BLU A, diperoleh data
sbb:
• 2 tahun sebelumnya (20XX-3) Pagu 100 M, Realisasi belanja
adalah 110 M.
• 1 tahun sebelumnya (20XX-2) pagu 110 M, Realisasi belanja adalah
123 M.
• sampai dengan akhir tahun berjalan (20XX-1) pagu 123 M,
perkiraan realisasi belanja 135
• pada tahun penyusunan RBA (20XX) pagu 125, Target belanja
adalah 140 M.
 
Maka berdasarkan data diatas, tren realisasi belanja BLU mengalami 2
kenaikan rata-rata sebesar 10%, sehingga dapat diberikan ambang9
batas 10%.
E . Prakiraan Maju Pendapatan dan Prakiraan Maju Belanja
Tabel II. E. 1 Prakiraan Maju Pendapatan BLU
Kode Program/Kegiatan/ Sumber TA TA TA TA TA
pendapatan/ Kode Akun 20XX-1 20XX 20XX+1 20XX+2 20XX+3
xxx.xx.xx Program

xxxx Kegiatan

Sumber Pendapatan

Pendapatan Jasa Layanan


Umum
xxxxxx ................

Pendapatan Hibah BLU

xxxxxx ................

Pendapatan Hasil Kerjasama


BLU
xxxxxx ................

Pendapatan BLU Lainnya

xxxxxx ................

Jumlah Pendapatan
3
0
Tabel II. E. 2 Prakiraan Maju Belanja BLU

Kode Program/Kegiatan/ Sumber TA TA TA TA TA


pendapatan/ Kode Akun 20XX-1 20XX 20XX+1 20XX+2 20XX+3
xxx.xx.xx Program

xxxx Kegiatan

xxxxxx Output :

Volume Output

Pagu Belanja Pendapatan


TA 20XX-1
TA 20XX
TA 20XX+1
TA 20XX+2
TA 20XX+3
3
1
BAB III Penutup
1. Kesimpulan
2. Hal-hal yang perlu mendapat perhatian dalam rangka melaksanakan
kegiatan satker BLU
meliputi :
- Penghapusan piutang
- Penghapusan persedian
- Penghapusan aset tetap
- Penghapusan aset lain-lain
- Pemberian pinjamna
- Kerjasama dengan pihak ketiga

3
2
Terima Kasih
Direktorat Pembinaan PK BLU
Telp/Fax (021) 381 2767
III. PENUTUP
HAL-HAL YANG HARUS DICERMATI

1. Memastikan bahwa program/kegiatan yang tercantum di dalam RBA telah


sesuai dengan program/kegiatan yang terdapat dalam Renstra Bisnis.
2. Memastikan bahwa setiap pengeluaran yang tercantum di dalam RBA dan
Ikhtisar RBA sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku.
3. Menelaah kelayakan seluruh belanja yang tercantum di dalam RBA, baik yang
bersumber dari RM APBN maupun dari PNBP BLU.
4. Memastikan bahwa nilai dalam Ikhtisar RBA harus sesuai dengan nilai di
dalam RKA satker BLU, termasuk konsistensi jenis belanja yang dilakukan.
5. Memastikan bahwa setiap perubahan RBA/DIPA BLU yang mengakibatkan
perubahan pagu belanja harus mendapat persetujuan Dewas.
6. Melakukan evaluasi kinerja terhadap pencapaian BLU, dengan
membandingkan antara target dan realisasi RBA tahun berjalan.
7. Seluruh pelaksanaan anggaran yang dilakukan harus berpedoman pada RBA
BLU.

35
Terima Kasih