Anda di halaman 1dari 11

TERAPI

TERAPI INTRA
INTRA VENA
VENA

KDPK/BIDAN DIII/FIK UNIK/’09


PENATALAKSANAAN TERAPI
INTRA VENA
Pada kondisi tertentu pemberian cairan
intra vena diperlukan untuk memenuhi
kebutuhan cairan dan elektrolit tubuh.
Efektif untuk memenuhi kebutuhan cairan
ekstra sel secara langsung
TUJUAN TERAPI IV
1. Memenuhi kebutuhan cairan pd klien yg tidak
mampu mengkonsumsi cairan oral secara
adekuat
2. Menambah asupan elektrolit untuk menjaga
keseimbangan elektrolit
3. Menyediakan glukosa untk kebutuhan energi
dalam proses metabolisme
4. Memenuhi kebutuhan vitamin larut-air
5. Sbg media untuk pemberian obat melalui
vena
INDIKASI
• Pasien yg mengalami syok
• Intoksikasi berat
• Pasien pra dan pasca bedah
• Pasien yg membutuhkan pengobatan
tertentu
JENIS CAIRAN INTRAVENA
Jenis cairan intravena yg bisa digunakan
meliputi:
1. LARUTAN NUTRIEN
• Berisi beberapa jenis karbohidrat
(dekstrosa dan glukosa) dan air
• Larutan nutrien yg umum digunakan adalah:
– 5% dekstrosa dlm air (D5W)
– 3,3% glukosa dlm 0,3% NaCl
– 5% glukosa dlm 0,45% NaCl
2. LARUTAN ELEKTROLIT
• Larutan elektrolit meliputi larutan saline,
baik isotonik, hipotonik, maupun hipertonik
• Larutan yg paling banyak digunakan adalah
normal salin (isotonik), yaitu:NaCl 0,9%
• Contoh lain: Laktat Ringer (Na+, K+, Cl+, Ca2+),
cairan Butler (Na+, K+, Mg2+, Cl-, HCO3-)
3. CAIRAN ASAM BASA
• Natrium laktat (laktat merupakan sejenis
garam yg dapat mengikat ion H+ dr cairan
sehingga mengurangi keasaman lingkungan)
4. VOLUME EKSPANDER
berfungsi meningkatkan volume pembuluh
darah atau plasma, misal pd kasus
hemoragi/combustio berat
• Volume ekspander yg umum digunakan al:
• Dekstran
• Plasma
• Albumin serum
• Cara kerjanya dengan meningkatkan tekanan
osmotik darah
Infus intravena
1. PENENTUAN AREA INFUS
a. Pada org dewasa biasanya di pasang di
daerah lengan atas, tangan, kaki:
Pada vena lengan (V. sefalika, basalika,
mediana kubiti)
Vena Tungkai (V.Savena)
Vena di daerah kepala (V. Temporalis
frontalis)
b. Pada bayi biasanya di pasang pd daerah
kepala
c. Untuk penginfusan jangka panjang,
pembuluh darah yg digunakan pertama
kali adalah pembuluh darah distal.
PROSEDUR PEMASANGAN INFUS
Memperhatikan prinsip steril
HAL YG PERLU DIPERHATIKAN
SEBELUM MEMASANG INFUS:
1. Cek jenis dan jumlah cairan yg akan diinfuskan
2. Dosis obat yg akan dilarutkan ke cairan yg
kompatible
3. Kecepatan infus
DOKUMENTASIKAN:
1. Tanggal & waktu pemasangan infus serta
ukuran jarum
2. Catat jenis cairan, lokasi infus, kecepatan
aliran, jenis jarum infus yg digunakan
PEGATURAN TETSAN
INFUS
• Tetesan infus diatur sesuai program
pengobatan
• Ada 2 metode yg digunakan untuk
menghitung jumlah tetesan, yaitu:
1. JUMLAH MILILITER/JAM
Jumlah tetesan dihitung dg membandingkan
volume cairan yg harus diberikan(ml) dg
lamanya pemberian (jam), contoh: 3000ml
cairan RL harus diberikan dalam 24 jam.
Dengan demikian:
Jumlah tetesan = 3000ml = 125 ml/jam
24 jam
2. TETSAN/MENIT
Jumlah tetesan dihitung dg menglikan jumlah
cairan yg dibutuhkan (ml) dg faktor tetes,
kemudian membaginya dg lama pemberian
(menit).
Faktor tetes ditentukan berdasar alat yg
digunakan
RUMUS Pemberian Cairan:
TETES: jmlh cairan yg dibutuhkan x fktr tts(mak/mik)
total waktu (jam x 60 menit)
PEDOMAN:
Faktor tetes makro : 20 tts
Faktor tetes mikro : 60 tts
1 kolf : 500 ml
FAKTOR YG MEMPENGARUHI JUMLAH TETESAN:
1. Posisi tangan/area pemasangan infus
2. Posisi dan ketepatan selang
3. Tinggi botol infus
4. Kemungkinan infiltrasi/cairan terhambat
HAL YG PERLU DIPERHATIKAN SELAMA
PEMBERIAN TERAPI INTRAVENA:
1. Mempertahankan kepatenan infus intravena
2. Memenuhi kebutuhan rasa nyaman
3. Melakukan observasi thd komplikasi yg mungkin
muncul, seperti:
 INFILTRASI: yi masuknya cairan ke jaringan subkutan yg
ditandai dg bengkak, dingin, nyeri, dan terhambatnya
tetesan infus
 FLEBITIS yi: trauma mekanik atau iritasi
kimiawi pd vena yg ditandai dg nyeri, panas,
dan kemerahan pd vena tempat pemasangan
infus
 KELEBIHAN CAIRAN akibat tetesan infus
yg terlalu cepat yg ditandai dg perasaan
kedinginan, adanya cairan paru yg diamati
pd foto toraks
4. Mengatur tetesan infus secara tepat
5. Mengganti botol infus apabila cairan
sudah hampir habis
6. Mengganti slang infus, maks. 3x24 jam
7. Menghentikan terapi IV jika program
terapt sdh selesai