Anda di halaman 1dari 36

ETIKA PELAYANAN KEBIDANAN

Pelayanan Kebidanan terintegrasi dengan


pelayanan kesehatan.
Pelayanan kebidanan tergantung pada
sikap sosial masyarakat dan lingkungan
dimana bidan bekerja
Parameter kemajuan sosial ekonomi dalam
pelayanan kebidanan antara lain :

• Perbaikan status gizi ibu dan bayi


• Cakupan pertolongan persalinan oleh bidan
• Menurunnya angka kematian ibu bersalin
• Menurunnya angka kematian neonatal
• Cakupan penanganan risiko tinggi
• Meningkatnya cakupan pemeriksaan antenatal
Lanjutan ……..

Sebagai tenaga pemberi pelayanan kebidanan,


pelayanan KB dan pelayanan kesehatan
masyarakat bidan harus menyiapkan diri untuk
mengantisipasi perubahan kebutuhan masyarakat
Pelayanan Kebidanan Yang adil

• Keadilan dalam memberikan pelayanan kebidanan


adalah aspek yang pokok dalam pelayanan bidan
di Indonesia.

• Keadilan pelayanan dimulai dengan :


a. Pemenuhan kebutuhan klien yang sesuai
b. Keadaan sumber daya kebidanan yang selalu
siap untuk melayani
Lanjutan ……..

c. Adanya penelitian untuk mengembangkan /


meningkatkan pelayanan
d. Adanya keterjangkauan ke tempat pelayanan
Metode Pemberian Pelayanan Kebidanan

• Pelayanan kebidanan diberikan secara holistik.


• Pelayanan tersebut diberikan dengan tujuan
kehidupan dan kelangsungan pelayanan .
• Pasien memerlukan pelayanan dari provider yang
memiliki karakteristik :
- Semangat untuk melayani
- Simpati , empati
- Tulus ikhlas , memberikan kepuasan
Lanjutan ………

• Selain itu, bidan sebagai pemberi pelayanan harus


memperhatikan hal-hal seperti dibawah ini :
- Aman
- Nyaman
- Privacy
- Alami
- Tepat
Dokumentasi Pelayanan Kebidanan

• Kegunaan dokumentasi adalah :


• Sebagai data atau fakta yang dapat dipakai untuk
mendukung ilmu dan pengetahuan
• Merupakan alat untuk mengambil keputusan,
perencanaan, pengontrolan terhadap suatu masalah
• Sebagai sarana penyimpanan berkas agar tetap
aman dan terpelihara dengan baik
Keikutsertaan suami dalam pelayanan kebidanan /
kelahiran

• Kehadiran suami untuk mendampingi istrinya saat


melahirkan sangat diharapkan, karena untuk mem
berikan dukungan kepada istrinya agar istrinya
merasa aman , nyaman , dan berbesar hati
sehingga kelahiran akan berjalan lancar dan
normal.
• Kehadiran suami akan lebih mendekatkan hubung
an klg (istri,anak,suami). Peristiwa kelahiran ada
lah peristiwa sakral dan otentik yg perlu disadara
dan dihayati suami ok suami sll diikut sertakan
Menjaga Mutu Pelayanan Kebidanan

Pelayanan kebidanan yang bermutu adalah


pelayanan yang dapat memuaskan setiap pemakai jasa
pelayanan yang sesuai dengan tingkat kepuasan rata-rata
penduduk, serta penyelenggaraannya sesuai dengan
kode etik dan standar pelayanan profesi yang telah
ditetapkan
Kode etik serta standar pelayanan profesi, pada
dasarnya merupakan kesepakatan antara warga profesi
sendiri, ok itu wajib untuk pedoman
dalam penyelanggaraan setiap kegiatan profesi
Demensi Kepuasan Pasien

A.Kepuasan mengacu pada penerapan kode etik


serta standar pelayanan kebidanan :
- Hubungan bidan dengan pasien
---- > kepekaan, kepedulian dan perhatian
bidan kepada pasien
- Kenyamanan pelayanan
Merupakan kewajiban etik
Lanjutan ……..

- Kebebasan melakukan pilihan


Suatu pelayanan kebidanan yang bermutu apabi
la kebebasan memilih ini dapat diberikan o/ bdn
- Pengetahuan dan kompetensi teknis (scientific
knowledge dan technical skill). Semakin tinggi
pengetahuan dan tingkat kemampuan tehnis
bidan akan meningkatkan mutu pelayanan
Lanjutan ……………

- Efektifitas pelayanan ( effectiveness )


Makin efektif pelayanan yang diberikan bidan,
makin tinggi mutu pelayanan
Lanjutan ………..

B Kepuasan yang mengacu pada penerapan semua


persyaratan kebidanan

Suatu pelayanan dikatakan bermutu bila


menerapkan semua persyaratan pelayanan
kebidanan sehingga dapat memuaskan pasien
Ukuran pelayanan kebidanan yang bermutu :

• Ketersediaan pelayanan kebidanan (available)


• Kewajaran pelayanan kebidanan (appropriate)
• Kesinambungan pelayanan kebidanan ( continue )
• Penerimaan jasa pelayanan kebidanan (acceptable)
• Ketercapaian pelayanan kebidanan (accesibel)
• Keterjangkauan pelayanan kebidanan (affordable)
• Efisiensi pelayanan kebidanan (efficient)
• Mutu pelayanan kebidanan (quality )
ETIKA
PELAYANAN KONTRASEPSI

• Kontrasepsi menentukan kapan, berapa banyak,


dan interval mempunyai anak.
• Jumlah anak dan metode kontrasepsi direncanakan
oleh pasutri --- > keputusan memilih kontrasepsi
oleh peserta (klien) --- > keputusan yang diambil
klien diluar kompetensi bidan
• Jika klien belum mempunyai keputusan karena ke
tidak tahuan tentang kontrasepsi, maka bidan
wajib memberikan informasi
Konseling Pelayanan Kontrasepsi

Konseling :
Wawancara untuk membantu orang lain
memperoleh pengertian yang lebih baik mengenai
dirinya, termasuk keinginan, sikap, kecemasan
dalam usahanya untuk memahami permasalahan
yang sedang dihadapinya. Bidan sebagai konselor
memiliki kemampuan tehnik konseling, pengetahu
an tentang kontrasepsi dan yang berkaitan dengan
pemakainya
Tujuan Konseling :

• Agar calon peserta KB memahami manfaat KB


bagi dirinya maupun keluarganya
• Calon peserta KB mempunyai pengetahuan yang
baik tentang alasan menggunakan KB, cara
menggunakan dan segala hal yang berkaitan
dengan kontrasepsi
Bidan sebagai konselor hendaknya memiliki pribadi:

• Minat untuk menolong orang lain


• Mampu untuk empati
• Mampu untuk menjadi pendengar yang baik dan
aktif
• Mempunyai daya pengamatan yang tajam
• Tebuka terhadap pendapat orang lain
• Mampu mengenali hambatan psikologis, sosial
dan budaya
Langkah-langkah dalam konseling :

• Menciptakan suasana dan hubungan saling


percaya
• Menggali permasalahan yang dihadapi dengan
calon klien
• Memberikan penjelasan disertai penunjukan alat
kontrasepsi
• Membantu klien untuk memiliki alat kontrasepsi
yang tepat untuk dirinya
Informed Consent dan Informed Choice
dalam pelayanan KB

• Setiap pelayanan profesi yang diberikan, bidan


harus selalu memberikan kesempatan pasien untuk
memilih dan memberi persetujuan.
• Dalam pelayanan KB bidan harus menjelaskan
keuntungan dan kerugian setiap kontrasepsi
dengan jujur, netral, tidak memaksakan suatu
metode alat kontrasepsi kontrasepsi tertentu
Lanjutan …………

• Mengingat bahwa belum ada satu metode kontra


sepsi yang aman dan efektif 100 %, maka dengan
melakukan informed choice dan informed consent
selain merupakan perlindungan bagi bidan sebagai
pemberi pelayanan, juga membantu dampak rasa
aman dan nyaman bagi pasien sebagai penerima
jasa
ETIKA PENELITIAN

• Dengan majunya ilmu pengetahuan dan meningkat


nya derajat kehidupan masyarakat ---- >makin
tinggi tuntutan mutu pelayanan kesehatan ----- >
mutu pelayanan kebidanan
• Di masa lalu pelayanan kebidanan berdasarkan
dogma dan kebiasaan
Beberapa hal yang perlu diketahui
sehubungan dengan etika

Pada dasarnya penelitian bertujuan untuk :


• Memajukan ilmu pengetahuan dalam kaitan untuk
meningkatkan pelayanan
• Untuk kemajuan bidan dalam penelitian itu sendiri

Tahun 1964 Ikatan Dokter sedunia telah mengikrar


kan tentang penelitian dengan obyek manusia 
mematuhi kesepakatan yang sudah diakui secara
universal (Deklarasi Helsenki)
Prinsip dasar pnelitian yang mengambil
obyek manusia :

• Bermanfaat bagi umat manusia


• Harus sesuai dengan prinsip ilmiah dan didasarkan
pengetahuan yang cukup dari dukungan
kepustakaan ilmiah
• Tidak membahayakan obyek penelitian
• Tidak merugikan atau menjadi beban, baik waktu,
materi maupun secara emosi atau psikologis
Lanjutan ………….

• Harus selalu dibandingkan rasio untung rugi-


risiko. Maka dari itu penelitian tidak boleh ada
faktor eksploitasi, atau merugikan nama baik
obyek penelitian
Syarat penelitian

a. Sukarela / Voluntary
- Tidak ada unsur paksaan atau
tekanan secara langsung / tidak langsung
- Tidak adanya ketergantungan
* finansial
* hubungan tidak setara
Lanjutan ……….

b. Informed consent
Peneliti wajib memberikan informasi yang cukup
untuk obyek yang diteliti dan wajib mendapatkan
ijin dari obyek yang diteliti
Penjelasan yang diberikan antara lain meliputi :
- Maksud penelitian, cara pelaksanaan
- Siapa yang melakukan, efek dari penelitian
- Siapa yang membeayai, bagaimana hasilny
Lanjutan ………..

c. Anonimitas dan kerahasiaan


Dalam penelitian tidak boleh membuka identitas
obyek penelitian baik individu, kelompok maupun
institusi. Hal ini untuk kepentingan privacy / kera
hasiaan, nama baik dan aspek hukum dan
psikologis secara langsung atau tidak langsung
serta efeknya jauh dikemudian hari
Lanjutan ………….

d. Privacy
Penelitian seharusnya tidak mengganggu
keleluasaan diri / privacy, dalam hal : rasa hormat,
harga diri, praktek budaya dan tidak mengganggu
ketenangan hidup dan keleluasaan diri / gerak.
Hal ini juga berkaitan dengan kerahasiaan dan
masalah pribadi
Lanjutan …………

e. Kelompok rawan / rentan


Yang termasuk kelompok ini adalah : janin, bayi,
balita, orang tua, orang sakit berat, pasien jiwa,
orang cacat ( tidak kompeten dalam mengambil
keputusan ).
Untuk penelitian pada kelompok ini, masalah etika
perlu benar-benar diperhatikan, sehingga tidak
melanggar hak obyek penelitian atau terjadi
eksploitasi
Hal-hal yang perlu diperhatikan

a. Masalah sinsitif
Informasi yang dicari oleh peneliti bisa sangat
sensitif/pribadi (yang seharusnya ingin dirahasia kan oleh
yang bersangkutan), penelitian ini berisiko membukakan
rahasia yang sering merugikan atau membahayakan
obyek yang di teliti --- Informed Consent sangat
diperlukan (jaminan kerahasiaan obyek peneliti, juga
untuk si peneliti bila ada tuntutan dikemudian hari
Lanjutan ………….

b. Keahlian Si Peneliti
Untuk penelitian klinis yang menyangkut obyek
manusia, tidak boleh untuk coba-coba. Dasar
kelimuan harus kuat dan dilakukan orang yang
kompeten ilmunya dan yang diakui secara
akedemik.Didukung oleh prinsip ilmiah dan
didukung kepustakaan ilmiah yang cukup.
Lanjutan ………….

b. Kehalian Si Peneliti
Untuk penelitian klinis yang menyangkut obyek
manusia, tidak boleh untuk coba-coba.
Dasar kelimuan harus kuat dan dilakukan oleh
orang yang kompeten ilmunya dan diakui secara
akademiknya dan didukung oleh prisip ilmiah
serta didukung oleh kepustakaan ilmiah yang
cukup