Anda di halaman 1dari 8

IMPLEMENTASI NILAI-NILAI

DASAR ETIKA PUBLIK


Oleh
Kelompok 5

Ketua : Kadek Darmayanto, A.Md Farm


Sekertaris : Putri Nurul Hasanah, AMK
Penyaji : Sri Rahayu ningsi Putri w, A.md.kep
Moderator : Awaludin, A.Md Stat
Anggota : 1. Nafria, A.Md Kep
2. Trisnawati, A.Md Gz
3. Wa Liala, AMK
CONTOH PELAKSANAAN NILAI DASAR ETIKA
PUBLIK DAN DALAM PELAKSANAAN TUGAS
JABATANNYA DAN IMPLIKASI/DAMPAK
APABILA TIDAK DI IMPLEMENTASIKAN DALAM
PELAKSANAAN TUGAS DAN JABATAN MASING-
MASING
NILAI-NILAI DASAR ETIKA PUBLIK
Nilai-nilai dasar etika publik :
Nilai- nilai dasar etika publik sebagaimana tercantum dalam
undang-undang ASN, yaitu :
1. Memegang teguh nilai-nilai dalam idiologi dalam negara
Pancasila
2. Setia dan mempertahankan Undang-undang dasar negara
Kesatuan Republik Indonesia 1945.
3. Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak.
4. Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian.
5. Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif.
6. Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur
LANJUT….
8. Mempertanggung jawabkan tindakan dan kinerjanya kepada publik.
9. Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan program
pemerintah.
10. Memberikan layanan kepada publik secara jujur,tanggap,cepat,
tepat,akurat,berdaya guna, berhasil guna dan santun.
11. Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi.
12. Menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerjasama.
13. Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai.
14. Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan.
15. Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang demokratis
sebagai perangkat sistem karir.
DAMPAK TIDAK DIIMPLEMENTASIKANNYA
NILAI DASAR ETIKA PUBLIK DALAM
MENJALANKAN TUGAS JABATANNYA
1. Kepercayaan masyarakat kepada petugas kurang
2. Terjadi penyalahgunaan kekuasaan
3. Dapat mengakibatkan terjadinya penyalahgunaan
dana
4. Kurangnya rasa tanggung jawab petugas terhadap
tupoksinya
5. Pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak optimal
CONTOH KASUS :
Terjadi kasus disalah satu puskesmas, petugas ahli
gizi tidak menyalurkan PMT pemulihan pada
balita gizi kurang sehingga diwilayah kerja
puskesmas tersebut terjadi peningkatan kasus gizi
kurang.
Salah satu tugas Nutrisionis Terampil adalah menyalurkan PMT pemulihan
pada balita kurang energi protein. Sebagai petugas gizi yang memiliki tugas
ini harus menererapkan nilai-nilai dasar etika publlik dalam menjalankan
tugasnya seperti menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak,
jadi petugas gizi melakukan tugasnya sesuai tupoksinya, dimana proses
penyaluran PMT dilakukan sesuai prosedur yaitu pada saat ditemukan kasus
balita gizi kurang, dilakukan pengkajian status gizi pasien, setelah itu
dilakukan pemberian makanan tambahan (PMT) dan dipantau selama 3 bulan
secara berturut-turut. Dan dalam penentuan pasien yang mendapatkan
pemberian makanan tambahan tidak dibeda-bedakan jumlah makanannya.
jika ini diterapkan maka diharapkan status gizi balita gizi kurang tersebut
dapat diperbaiki dan meningkat, tetapi jika dalam melaksanakan tugasnya
petugas tersebut tidak menerapkan nilai-nilai dasar etika publik maka hasil
dari kinerja petugas tersebut tidak baik.
TERIMAKASI
H