Anda di halaman 1dari 15

KOMPARASI AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK DENGAN

AKUNTANSI BISNIS
Kompetensi Akuntansi sektor publik dan
Akuntansi sektor bisnis meliputi :

Tujuan
Asumsi-sumsi Pengambilan
komparasi Akuntansi Perencanaan
akuntansi keputusan
Perkembangan akuntansi sektor publik dalam sektor
sektor publik dalam sektor
pemikiran sektor publik dan sektor publik dan
dan sektor publik dan
akuntansi dan sektor bisnis sektor bisnis
bisnis sektor bisnis
bisnis (swasta) (swasta)
(swasta) (swasta)
(swasta)

Pengadaan Audit dalam


Realisasi
Penganggaran barang dan Pelaporan Pertanggung
anggaran sektor publik
dalam sektor jasa dalam dalam sektor jawaban sektor
dalam sektor dan sektor
publik dan sektor publik publik dan publik dan
publik dan bisnis
sektor bisnis dan sektor sektor bisnis sektor bisnis
sektor bisnis (swasta)
(swasta) bisnis (swasta) (swasta)
(swasta)
(swasta)
PERKEMBANGAN DAN PEMIKIRAN AKUNTANSI
Sektor publik versus sektor bisnis (swasta)

ZAMAN ZAMAN SETELAH


AWAL KEMUNCULAN
TEMBAGA PRIMITIF PRIMITIF

Perlunya akuntansi sektor publik dipelajari tersendiri

Kebutuhan akan perubahan perspektif ilmu manajemen keuangan sejak 1980-an.


Berbagai lembaga dunia mulai merancang pengembangan model menjadi berbasis akrual.
Adanya kompartemen akuntansi sektor publik (IAI-KASP).
IFAC dan FDASP sebagai sarana diskusi pengembang ilmu akuntansi sektor publik, mata kuliah
akuntansi sektor publik dan isu-isu yang berkembang pada lingkungannya.
TUJUAN KOMPARASI AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK VERSUS SEKTOR BISNIS
(SWASTA)

Perbedaan karakter dan mekanisme pengelolaan di masing-masing organisasi harus diperdalam


lagi agar kinerja masing-masing sektor menjadi maksimal dalam mencapai tujuannya.

3.3 Asumsi-Asumsi Akuntansi Sektor Publik dan Sektor


Bisnis (Swasta)

Akuntansi sektor publik hanya memenuhi kebutuhan publik tanpa motif mencari keuntungan,
akuntansi swasta pasti akan mencari keuntungan sebanyak-banyaknya dari produk yang diberikan
ke publik.
Pelayanan sektor publik cenderung diserahkan ke pasar, namun regulasi dari pemerintah tetap
harus diikuti.
Keunikan ASP cenderung kurang seragam karena setiap bidangnya mempunyai karakteristik
yang berbeda.
AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK VERSUS SEKTOR BISNIS (SWASTA)

1. Perbedaan Akuntansi Sektor Publik dengan Akuntansi Sektor Bisnis


    
Perbedaan Akuntansi sektor publik Akuntansi sektor bisnis (swasta)
Tujuan Kesejahteraan masyarakat keuntungan
Organisasi Sektor publik Swasta
Keuntungan Negara, daerah, masyarakat Individual, perkumpulan

2. Persamaan Akuntansi Sektor Publik dengan Akuntansi Sektor Bisnis

Disamping terdapat perbedaan, terdapat pula beberapa persamaan antara sektor publik dengan sektor bisnis
(swasta). Persamaannya antara lain (Mardiasmo, 2009) :

- menghadapi permasalahan yang sama,


yaitu keterbatasan sumber daya sehingga - Dalam beberapa hal kedua sektor
- merupakan bagian integral keduanya dituntut untuk menghasilkan produk yang sama,
dari sistem ekonomi suatu melaksanakan prinsip ekonomi, efisiensi, misalnya sama-sama mengelola
Negara,menggunakan dan efektivitas. pendidikan, kesehatan, transportasi,
sumber daya yang sama dan sebagainya.
- Prinsip-prinsip manajemen pada
untuk mencapai tujuan
dasarnya sama untuk kedua sektor hanya - Kedua sektor terikat pada peraturan
organisasi
saja mungkin terdapat beberapa variasi perundangan yang disyaratkan
dan modifikasi.
3. Akuntansi Sektor Publik yang Tertinggal dari Akuntansi Bisnis
 Pemerintah Indonesia belum memiliki semua infrastruktur akuntansi keuangan yang
dibutuhan.
 Standar Audit Pemerintahan pada tahun 1990-an baru ada dua buah, yaitu satu yang
dikeluarkan oleh Badan Pemerintah Keuangan Republik Indonesia dan di pihak lain, BPKP
sebagai Aparat Pengawas Internal Pemerintah juga mengeluarkan Standar Audit.
 Pada organisasi publik selain pemerintah ada standar akuntansi keuangan (SAK) No.45
tentang standar akuntansi untuk entitas nirlaba.

4. Akuntansi atas Utang atau Kewajiban Organisasi Publik


Pembagian tugas yang jelas akan menunjukkan unit yang bertanggung jawab atas
perhitungan “utang pemerintah” dan strategi pelunasannya. Dalam hal ini, berbagai
pertanyaan berikut harus dijawab :
 Malukah pemerintah mengetahui utangnya ?
 Belum siapkah pemerintah memasuki transparansi keuangan ?
 Apakah akuntansi yang baik hanya diperuntukan bagi Pemerintah Daerah dengan
mewajibkan penyusunan Nota Perhitungan Anggaran Daerah, Perhitungan Daerah,
Neraca, dan Laporan Arus Kas ?
 Bagaimana laporan keuangan pemerintah pusat dan berbagai agensi pemerintah
yang mengelola aset negara disusun secara terpisah ?
5. Ekonomi, Efisiensi, dan Efektivitas

Ekonomi : Untuk pelaksanaan kegiatan operasi organisasi. Konsep ekonomi terkait dengan
penghematan anggaran untuk memperoleh input. Konsep ekonomi menghendaki
organisasi sektor publik tidak melakukan pemborosan anggaran dalam pelaksanaan
program, kegiatan dan operasional organisasi.

EKONOMI = INPUT
ANGGARAN (RP)

Efisiensi : Organisasi dianggap semakin efisien apabilan mampu menghasilkan output


tertentu dengan input serendah-rendahnya. Dengan cara :
- menaikkan output untuk input yang sama
- menaikkan output lebih besar dibanding proporsi peningkatan input
- menurunkan input untuk output yang sama
- menurunkan input lebih besar dibandingkan proporsi penurunan output

EFISIENSI = OUTPUT
INPUT
Efektifitas : Suatu organisasi, program atau kegiatan apabilan output yang dihasilkan bisa
memenuhi tujuan yang diharapkan dengan anggaran yang digunakan secara tepat.
Menunjukkan kesuksesan atau kegagalan dalam pencapaian tujuan. Dalam rangka
mencapai tujuan itu, organisai sektor publik sering kali tidak memperhatikan biaya yang di
keluarkan.

EFEKTIFITAS = OUTCOME
OUTPUT

Value For Money

Value For Money

INPUT PRIMER INPUT OUTPUT OUTCOME


(Anggaran) (Masukan) (Keluaran) (Hasil)

EKONOMI EFESIENSI EFEKTIVITAS


(Belanja Hemat) (Belanja Cermat) (Belanja Tepat)
6. Kultur Organisasi Sektor Publik dan Sektor Bisnis (Swasta)
Dalam organisasi publik semua karyawan/pegawai/ pengurus/relawan bekerja untuk mencapai
satu tujuan yakni pemenuhan pelayanan publik. Persaingan inilah yang menghantarkan kinerja
swasta cenderung lebih cepat berkembang ketimbang sektor publik.

7. Dasar Hukum Akuntansi Sektor Publik dan sektor Bisnis (Swasta)

Dasar Hukum Akuntansi Sektor Dasar Hukum Akuntansi Sektor


Publik Bisnis (Swasta)

SAP PSAK SPKN PSAK SPAP


Pengambilan Keputusan dalam Sektor Publik dan Sektor Bisnis
(Swasta)
Pengambilan keputusan
Sektor publik Sektor bisnis (swasta)
Mekanisme formal dan telah ditetapkan dengan Mekanisme formal dan telah ditetapkan dengan
keputusan organisasi. keputusan organisasi atau tidak formal.
Segala keputusan dilakukan melalui musyawarah Mengambil keputusan secara musyawarah mufakat atau
mufakat antara pimpinan/ pengurus dan anggota dapat juga diputuskan secara individual.

Tabel : Pengambilan keputusan dalam sektor publik dan sektor swasta

Perencanaan dalam Sektor Publik dan Sektor Bisnis (Swasta)

Perencanaan
Sektor publik Sektor bisnis (swasta)
Disusun oleh bagian perencanaan organisasi, staf, atau Disusun oleh para pegawai serta manajer yang ada
pengelola organisasi. dalam organisasi tersebut.
Disahkan dengan regulasi publik. Disahkan dengan aturan perusahaan atau keputusan
pemilik/pengelola perusahaan.
Hasil yang ingin dicapai adalah kesejahteraan publik. Hasil yang ingin dicapai adalah meraupprofit / laba
yang tinggi, serta peningkatan kekayaan dan
pertumbuhan organisasi.

Tabel : Perencanaan dalam sektor publik dan sektor swasta


Tahap pokok dari perencanaan dan pengendalian :

1. Perencanaa sasaran dan tujuan


Perbaikan/Modifikasi
sasaran dan tujuan
dasar
2. Perencanaan operasi
Perbaikan perencanaan operasional

5. Pelaporan, Analisis, dan umpan balik


3. Anggaran
Perbaikan anggaran tindakan

4. Pengukuran dan pengendalian


Untuk mencapai suatu tujuan dalam setiap organisasi sektor publik maupun swasta diperlukan
suatu perencanaan yang terdiri dari :
Proses perencanaan dan Proses pengendalian
Penyediaan informasi pada tahap perencanaan dilakukan dengan cara :
a.    Penilaian investasi, Perencanaan Penganggaran keuangan.
salah satu aspek dari akuntansi manajemen terdiri :
(1) Perencanaan keuangan :  tercapainya tujuan dan sasaran dasar organisasi sector public serta
untuk memenuhi permintaan pelayanan yang ditetapkan pada saat perencanaan awal.
(2) Anggaran modal : Anggaran pendapatan, Model keuangan, Target.
PENGANGGARAN DALAM SEKTOR PUBLIK DAN SEKTOR BISNIS (SWASTA)
Penganggaran
Sektor publik Sektor bisnis (swasta)
Penyusunan anggaran dilakukan bersama masyarakat Penyusunan anggaran dilakukan begian keuangan,
dalam perencanaan program. pengelola perusahaan, atau pemilik usaha.

Dipublikasikan untuk dikritisi dan didiskusikan oleh Tidak dipublikasikan.


masyarakat.
Disahkan oleh wakil masyarakat di DPR/D legislatif Disahka oleh pengelola perusahaan atau pemilik
dewan pengurus. usaha.

Tabel : Penganggaran dalam sektor publik dan sektor bisnis (swasta)

Realisasi Anggaran dalam Sektor Publik dan Sektor Bisnis (Swasta)

Realisasi anggaran
Sektor publik Sektor bisnis (swasta)
Kualitas untuk memenuhi tujuan pelayana organisasi. Kualitas untuk mendapatkan keuntungan yang lebih
besar.
Partisipasi kensumen (masyarakat) selama proses Partisipasi konsumen setelah mendapatkan output
realisasi anggaran. (produk).

Tabel : Realisasi anggaran dalam sektor publik dan swasta


PENGADAAN BARANG DAN JASA DALAM SEKTOR PUBLIK DAN SEKTOR
BISNIS
Pengadaan barang dan jasa
Sektor publik Sektor bisnis (swasta)
Barang publik dalah barang kolektif yang harus Barang swasta adalah barang spesifik yang dimiliki
dikuasai oleh negara atau pemerintah oleh swasta
Sifatnya tidak ekslusif Sifatnya ekslusif

Pada umumnya barang dan jasa diperuntukkan bagi Barang dan jasa hanya bisa dinikmati oleh mereka
kepentingan seluruh masyarakat dalam skala luas. yang mampu membelinya.

Tujuan pengadaan barang dan jasa publik adalah Tujuan pengadaan barang dan jasa adalah
dipertunjukkan bagi kepentingan seluruh warga dalam diperuntukkan bagi kepentingan internal
skala luas. organisasi.

Tabel : Pengadaan barang dan jasa dalam sektor publik dan swasta
PELAPORAN DALAM SEKTOR PUBLIK DAN SEKTOR BISNIS

Laporan Keuangan Laporan Keuangan


Sektor Publik Sektor Swasta
• Dipengaruhi oleh proses keuangan dan politik. • Terikat oleh aturan dan criteria kecurangan.
• Pertanggungjawabannya ke DPR/DPRD/legislatif • Pertanggungjawaban ditentukan oleh para
dan masyarakat pemegang saham dan kreditor.
• Laporan unit pemerintah ditujukan sebagai • Laporan keuangan sektor swasta hanya
pengembangan akuntabilitas publik. diungkap di tingkat organisasi secara
• Laporan unit pemerintahan keseluruhan dijadikan keseluruhan.
dasar analisis atas prospek pemerintahan. • Laporan keuangan swasta diperiksa oleh auditor
• Laporan unit pemerintah diperiksa BPK/auditor yang independen.
telah ditetapkan.

Tabel : Perbedaan laporan keuangan dalam sektor publik dan swasta

Persamaan Laporan Keuangan Sektor Publik dan Sektor Swasta :


 pelaporan keuangan lebih ditentukan oleh fungsi akuntansi publik,
 siklus akuntansi dapat dipertimbangkan,
 standar akuntansi ditetapkan oleh organisasi independen,
 laporan keuangan publik dan swasta bisa diakui sebagai dasar hukum.

Tabel : Persamaan laporan keuangan dalam sektor publik dan swasta


AUDIT DALAM SEKTOR PUBLIK DAN SEKTOR BISNIS (SWASTA)
Sektor Publik Sektor Bisnis (Swasta)

Organisasi pemerintahan yang bersifat nirlaba seperti Perusahaan milik swasta yang bersifat mencari
sektor pemerintahan daerah (Pemda), BUMN, BUMD laba.
dan instansi lain yang berkaitan dengan pengelolaan
aset perusahaan negara, partai politik, yasasan, LSM,
dan organisasi sosial lainnya.

Tabel : Audit dalam sektor publik dan swasta

Pertanggung Jawaban dalam Sektor Publik dan Sektor Bisnis (Swasta)

Pertanggungjawaban
Sektor publik Sektor bisnis (swasta)
Pertanggungjawaban merupakan upaya konkret dalam Pertanggungjawaban merupakan upaya konkret
mewujudkan akuntabilitas dan transparansi di lingkungan dalam mewujudkan akuntabilitas dan transparansi
organisasi sektor publik. di lingkungan organisasi bisnis (swasta).

Pertanggungjawaban dilakukan kepada masyarakat, Pertanggungjawaban dilakukan


konstituen, dan dewan pengampu di LSM atau yayasan. kepadastakeholders dan pemegang saham oleh
pengelola organisasi bisnis (swasta).

Tabel : Pertanggung jawaban dalam sektor publik dan swasta