Anda di halaman 1dari 13

A L D EN G AN ME T O DE P IC O

TEL AA H JU R N
DYAN NITARAHAYU
I NERS PO L TEK KES K A LT IM
PROD
AKUPRESUR UNTUK MENINGKATKAN KEKUATAN OTOT DAN
RENTANG GERAK EKSTREMITAS ATAS PADA PASIEN STROKE
ABSTRAK

• Penurunan fungsi ekstremitas atas merupakan komplikasi yang sering terjadi pada pasien pasca stroke yang
mengalami hemiplegia sebagai akibat dari kelemahan dan keterbatasan rentang gerak sendi pada bahu.
Akupresur bermanfaat dalam memperbaiki fungsi ektremitas atas dengan melancarkan pergerakan aliran qi
(energi vital) di dalam tubuh namun belum banyak penelitian yang mengkaji pengaruh akupresur untuk
meningkatkan kekuatan otot dan rentang gerak ekstremitas atas pada pasien pasca stroke. Penelitian ini
bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh akupresur terhadap kekuatan otot dan tentang gerak ekstremitas
atas pada pasien stroke pasca rawat inap. Penelitian ini menggunakan quasi-experimental design dengan
pendekatan pre-post test design pada 34 responden (n kontrol= n intervensi= 17). Kelompok intervensi diberi
akupresur setiap hari 10 menit selama tujuh hari. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang
bermakna pada kekuatan otot dan rentang gerak ekstremitas atas antara kelompok intervensi dan kelompok
kontrol (p= 0,001 dan p= 0,000; α= 0,05). Akupresur merupakan intervensi yang efektif untuk meningkatkan
kekuatan otot dan rentang gerak pada pasien pasca stroke yang mengalami hemiparesis. Rekomendasi pada
penelitian ini adalah diperlukan adanya perawat yang menguasai akupresur dan memodifikasi standar asuhan
keperawatan dengan memasukkan terapi komplementer akupresur dalam asuhan keperawatan pasien stroke
yang mengalami kelemahan dan keterbatasan rentang gerak ekstremitas atas.
P (problem/population) I (Intervention) C (Comparasion) O (Outcome)

Stroke secara jelas dapat Sampel terbagi menjadi 2 Dalam jurnal “Effect of Akupresur dapat
berdampak pada kelompok yaitu kelompok 14 points acupressure on meningkatkan kekuatan
penurunan fungsi intervensi dan kelompok upper and lower otot dan rentang gerak
ekstremitas atas berupa kontrol yang masing- extremity muscle strength ekstremitas atas dimana
kehilangan kontrol masing bejumlah 17 levels in patients with ada perbedaan yang
ektremitas atas yang orang. Intervensi non-hemorrhagic stroke” bermakna pada kekuatan
dapat menurunkan dilakukan dengan variabel yang dievaluasi otot dan rentang gerak
kekuatan otot dan rentang memberikan akupresur 10 adalah upper and lower ekstremitas atas antara
gerak serta merupakan menit pada keenam titik extremity muscle strength kelompok intervensi dan
komplikasi yang yang akupuntur di regio dengan intervensi selama kelompok kontrol
paling sering terjadi, yaitu skapula (SI 9, SI 11, SI 15 menit, satu kali sehari (p=0,001 dan p=0,000,
sebanyak 88% pasien 12, TE 14, LI 15, GB 21) dalam 7 hari. Hasil α=0,05).
pasca stroke. Dalam sekali sehari selama tujuh penelitian: the 14 points
penelitian ini kelompok hari di rumah responden. acupressure is efective in
sampel terdiri dari 34 increasing upper and
pasien yang datang dan lower extremity muscle
telah menjalani perawatan strength in patients with
di RSUP Fatmawati. non-hemorrhagic stroke.
AKUPRESUR SCAPULA TERHADAP KEKUATAN OTOT
EKSTREMITAS ATAS PASIEN STROKE NON HEMORAGIK.
ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh akupresur scapula terhadap kekuatan otot
ekstremitas atas psien stroke non hemoragik. Penelitian dilakukan dengan desai pre test-post tes,
dengan kelompok kontrol. Dibandingkan antara data pre test dan post test, pada kelompok
perlakuan ditemukan seluruh pasien (100%) kekuatan otot ekstremitas atas meningkat, sedangkan
pada kelompok kontrol hanya 20 yang mengalam peningkatan. Berdasarkan uji wilcoxon dapat
disimpulkan akupresur pada scapula secara bermakna meningkatkan kekuatan otot ekstremitas atas
pada pasien stroke non hemoragik
P I (Intervention) C (Comparasion) O (Outcome)
(problem/population)
Iskhemik dapat Sampel terbagi menjadi 2 kelompok Dalam jurnal “Akupresur Akupresur pada
menimbulkan lesi atau yaitu kelompok intervensi dan untuk meningkatkan scapula secara
kerusakan sel saraf pada kelompok kontrol yang masing- kekuatan otot dan rentang bermakna
upper motor neuron masing bejumlah 10 orang. Intervensi gerak ekstremitas atas pada meningkatkan kekuatan
(UMN). Kerusakan dilakukan dengan memberikan pasien stroke” intervensi otot ekstremitas atas
saraf pada area akupresur satu kali sehari selama satu dilakukan satu kali sehari pada pasien stroke non
broadman 4-6 bulan pada titik akupresur regio selama tujuh hari dengan hemoragik.
mengakibatkan scapula. hasil penelitian: ada
hemiparesis pada perbedaan yang bermakna
anggota motorik atas. pada kekuatan otot dan
Dalam penelitian ini rentang gerak ekstremitas
kelompok sampel terdiri atas antara kelompok
dari 20 pasien di ruang intervensi dan kelompok
Interna RSU Klungkung kontrol.
dengan stroke non
hemoragik.
EFFECT OF 14 POINTS ACUPRESSURE ON UPPER AND LOWER EXTREMITY
MUSCLE STRENGTH LEVELS IN PATIENTS WITH
NON-HEMORRHAGIC STROKE
Abstrak
• Background: acupressure is considered as one form of holistic therapies that can improve tissue perfusion to improve.
Motor function in patients with stroke.

• Objective: to analyze the effect of 14 points acupressure on upper and lower extremity muscle strength in patients
withNon-hemorrhagic stroke patients.

• Methods: this was a quasy experimental study with pretest posttest control group design. Paired comparative analytic

• Design was also used. Thirty-eight participants were selected, which 19 participants assigned in the experiment and
controlGroup. The medical research council (MRC) scale was used to measure the lower and upper muscle strengths.

• Results: there was a significant difference between the improvement of the upper muscle strength in the experimental
group And the control group at day 3, 4, 5, 6, 7 (p = 0.010, p = 0.000, p = 0.000, p = 0.000, p = 0.000); and there was a
significantDifference between the improvement of the lower extremity muscle strength in the experimental group and the
control group At day 3, 4, 5, 6, 7 (p=0.023, p=0.000, p=0.000, p=0.000, p=0.000).

• Conclusion: the 14 points acupressure is effective in increasing upper and lower extremity muscle strength in patients
with Non-hemorrhagic stroke.
P (problem/population) I (intervention) C (comparasion) O (outcome)

Nursing care in stroke patients is Thirty-eight participants were Dalam jurnal “akupresur The 14 points
divided into three phases namely selected, which 19 participants untuk meningkatkan acupressure is
the acute phase, the postacute assigned in the experiment and kekuatan otot dan rentang efeective in
phase, and the rehabilitation phase. control group.The experiment gerak ekstremitas atas increasing upper
One of the nonpharmacological group was given acupressure at pada pasien stroke” and lower
therapy programs provided in 14 points of LI 15 or jianyu, SI intervensi dilakukan extremity muscle
stroke patients in the post-acute 9 or jian zhen, TE 14 or jian selama 10 menit, satu kali strength in patients
phase in the treatment room to deal liao, GB 21 or jian jing, SI 11 or sehari dalam tujuh hari with non-
with motor disorders is by early tian zong, SI 12 or bing feng, dengan hasil penelitian: hemorrhagic stroke 
mobilization and range of motion ST 36 or zusanli, GB 34 or ada perbedaan yang
exercises. And in post-hospitalized yanghing quan, ST 41 or jiexi, bermakna pada kekuatan
rehabilitation phase, patients need GB 39 or xuan zhong, ST 31 or otot dan rentang gerak
further treatment for motor biguan, GB 30 or huan tiao, SP ekstremitas atas antara
recovery. The number of 10 or xuchai, ST 34 or liang qiu kelompok intervensi dan
disabilities in stroke patients can be done for 15 minutes, once a day, kelompok kontrol.
minimized using physiotherapy. for 7 days by way of massage
Dalam penelitian ini kelompok using the thumb hand with the
sampel terdiri dari seluruh pasien technique of sedation (massage
stroke non hemoragik di 4 rumah with a circular motion
sakit sebanyak 38 orang. counterclockwise).
TERIMA KASIH