Anda di halaman 1dari 20

COMPOUNDING DAN DISPENSING

SERTA KIE PENYAKIT KULIT

PRAKTIKUM FARMAKOTERAPI
SEMESTER 3
NOVEMBER 2020
Tujuan

1. Kompetensi yang Dicapai


Mahasiswa mampu Mengoordinasikan Pola Pengobatan, Evaluasi Terapi, dan KIE
sistem peliput (penyakit kulit) termasuk Perubahan Gaya Hidup serta parameter
pemeriksaan dengan teori untuk menarik kesimpulan.

2. Tujuan Praktikum
a. Mahasiswa terlatihan dalam melakukan pengkajian Resep
b. Mahasiswa mampu melakukan Compounding dan Dispensing yang terdiri dari
penyiapan, penyerahan dan pemberian KIE
c. Mahasiswa mampu membuat Etiket dan Copy Resep
Prinsip

Berdasarkan resep yang diterima dan menyiapkan Resep, mengisi


dokumen sesuai form dan format yang telah disediakan
Pendahuluan/ dasar teori

 Peran Seorang Farmasis dalam pelayanan resep


 Bagaimana asuhan kefarmasian (Pharmaceutical Care) menjadi filosofi dalam praktik pengerjaan resep.
 Asuhan kefarmasian  tanggung-jawab Farmasis khusunya Farmasis dlm penyediaan terapi obat secara langsung dengan tujuan
mencapai manfaat optimal bagi peningkatan kualitas hidup pasien.
 Mencegah terjadinya dan mengatasi adanya masalah-masalah terkait obat (Drug Related Problems/DRPs) yang dapat mengganggu
keberhasilan terapi.
 Manfaat terapi sangat tergantung pada kesesuaian indikasi, besar-kecilnya risiko, efektivitas obat, dan terpenuhi-tidaknya
kebutuhan obat.
 Manfaat optimal meliputi sembuh dari sakit, berhentinya / terhambatnya proses sakit, hilangnya/ berkurangnya gejala sakit, dan
terhindar dari sakit.
 Kegiatan pengkajian Resep merupakan langkah awal penerapan filosofi dalam praktik pengerjaan resep tersebut :
1. kajian administrasi,
2. kesesuaian farmasetik
3. pertimbangan klinis.
Persyaratan administrasi
a. Nama, alamat, umur/tanggal lahir, jenis kelamin, berat badan (harus
diketahui untuk pasien pediatri, geriatri, kemoterapi, gangguan ginjal,
epilepsi, gangguan hati dan pasien bedah) dan tinggi badan pasien (harus
diketahui untuk pasien pediatri, kemoterapi).
b. Nama, No.SIP/SIPK dokter (khusus resep narkotika), alamat, serta paraf,
kewenangan klinis dokter, serta akses lain.
c. Tanggal resep.
d. Ada tidaknya alergi.
Persyaratan farmasetik

a. Nama obat, bentuk dan kekuatan sediaan dan jumlah obat.


b. Stabilitas dan OTT.
c. Aturan dan cara penggunaan.
d. Tidak menuliskan singkatan yang tidak baku. Jika ditemukan singkatan yang
tidak baku dan tidak dimengerti, klarifikasikan dengan dokter penulis resep.
Persyaratan klinis

a. Ketepatan indikasi, obat, dosis dan waktu/jam penggunaan obat.


b. Duplikasi pengobatan.
c. Alergi dan Reaksi Obat yang Tidak Dikehendaki (ROTD).
d. Kontraindikasi.
e. Interaksi obat.
Bila ditemukan adanya ketidaksesuaian dari hasil pengkajian
maka harus menghubungi dokter penulis Resep.

Pelayanan Penerimaan Pengkajian


Resep

Pemeriksaan
ketersediaan

Penyerahan
(KIE/Konseling) Penyiapan sediaan
farmasi
Peracikan obat bila
Pemeriksaan ulang
perlu
Compounding / meracik
1. Pembuatan (preparation),
2. Pemasangan/pengkombinasian antara obat satu dengan
yang lain (assembling), Obat sesuai
dengan resep
3. Pencampuran (mixing),
dokter
4. Pengemasan (packaging),
5. Pemberian etiket (labelling) dari

Dilakukan apabila ada permintaan resep dokter 


pencampuran obat dengan tujuan penyesuaian dosis /
pencampuran dgn maksud mengkombinasi bbrp khasiat
obat yang tidak terdapat pada satu sediaan obat jadi
Beberapa hal perlu diperhatikan dalam meracik obat

1. Ketidak tercampurkannya obat baik secara farmasetik misalnya mencampur anatara sediaan
dalam bentuk salep dan krim,
2. Dua obat yang mempunyai sifat kerja yang berbeda misalnya antara obat yang bersifat kausatif
(antibiotika) dengan obat yang bersifat simtomatis (analgetik/antipiretik).
3. Mencampukan obat dengan jumlah melebihi batas waktu penggunaan (beyond use date) harus
dihindarkan.
Dispensing atau penyerahan obat disertai KIE (Komunikasi,
Informasi dan Edukasi)
Tujuan agar :

Pasien mengerti untuk apa & bagaimana

Menggunakan obat dengan benar

baik cara maupun waktunya

,. Karena pada akhirnya penanggung jawab penuh dalam penggunaan obat adalah pasien itu sendiri, agar
tujuan pengobatan dapat dicapai.
Alat dan bahan

Alat Sudip
Bahan

1) Blanko Etiket
2) Blanko Copy Resep
3) Resep Dokter
stamper
4) Form MESO
5) Form Skrining Resep
6) Alkohol Antiseptik
7) Tisue
8) Sarung Tangan
Mortir 9) Masker
Etiket

Obat Dalam Obat Luar


Form Skrining Resep
Blanko Resep Form MESO
Prosedur kerja
1. Setiap mhs mendapat kan resep
dr. Indra Putra, Sp.KK
Spesialis Penyakit Kulit & Kelamin
SIP : 445/5048-Dinkes/25-SIP-I-Dsp/II/05
Jl. Venus Raya no. 50 Bandung
Telp.(022)3456781
Lakukan kajian resep
Bandung, 15 Desember 2020 menggunakan daftar tilik
R/ Ketoconazole Cr 10 gram
Hidrocortison 0.1% Cr 10 gram
kajian resep
mf. Cr da in pot No.II
S. b dd ue
 
R/ Cetirizine 10 mg No.X
S. 1 dd tab 1

Pro. Tn Andi
Usia. 26 tahun
Alamat.

Hitung kebutuhannya
Setelah pengkajian Resep, langkah selanjutnya dilakukan sebagai
berikut

1. Menyiapkan Obat sesuai dengan permintaan Resep:


a. Menghitung kebutuhan jumlah Obat sesuai Resep;
b. Mengambil Obat yang dibutuhkan pada rak penyimpanan dengan memperhatikan nama
Obat, tanggal kadaluwarsa dan keadaan fisik Obat.
2. Melakukan peracikan Obat bila diperlukan
3. Memberikan etiket sekurang-kurangnya meliputi:
a. Warna putih untuk Obat dalam/oral;
b. Warna biru untuk Obat luar dan suntik;
c. Menempelkan label “kocok dahulu” pada sediaan bentuk cair, suspensi atau emulsi.
d. Memasukkan Obat ke dalam wadah yang tepat.
Setelah penyiapan Obat, langkah selanjutnya dilakukan hal
sebagai berikut:
1. Sebelum Obat diserahkan kepada pasien, dilakukan pemeriksaan Kembali kesesuaian antara penulisan
etiket dengan Resep;
2. Memanggil nama dan nomor tunggu pasien;
3. Memeriksa ulang identitas dan alamat pasien serta dokter penulis resep;
4. Memastikan bahwa yang menerima Obat adalah pasien atau keluarganya
5. Menyerahkan Obat, disertai pemberian KIE;
6. Memberikan informasi cara penggunaan Obat dan hal-hal yang terkait dengan Obat antara lain manfaat
Obat, makanan dan minuman yang harus dihindari, kemungkinan efek samping, cara penyimpanan Obat
dan lain-lain;
7. Membuat salinan Resep sesuai dengan Resep asli dan diparaf
8. Membuat catatan pengobatan pasien.
Bagan Kerja

Anda mungkin juga menyukai