Anda di halaman 1dari 18

CURRICULUM VITAE

• Nama : Apt, Levi Puradewa, M.Farm.


• TTL : Madiun, 13 Desember 1981
• Alamat : Gunung anyar Pratama II No 16 Surabaya, Jawa
Timur
• Hobi : Gamer, minum kopi, nonton movie
• Riwayat pendidikan
• 2006 menyelesaikan S-1 Farmasi di Universitas Airlangga
• 2007menyelesaikan pendidikan profesi Apoteker di Universitas Airlangga
• 2019 menyelesaiakan S-2 Farmasi Sains di Universitas Setia Budi
• Riwayat pekerjaan
• 2008- 2012 Supervisor Produksi di PT REM Gresik
• 2013-2015 Supervisor Produksi dan Teknik di PT Parianom Mojokerto
• 2015- 2018 APA apotek K-24 Caruban
• 2016-2019 Tenaga pengajar SMK Farmasi Bina Farma Madiun
• 2019- sekarang Dosen Farmasi D3 UKWMS Kota Madiun
PERANAN OBAT BAHAN ALAM
DALAM PENATALAKSANAAN
DM TIPE 2
SUMBER OBAT BAHAN ALAM
OBAT BAHAN ALAM :
Telah digunakan untuk pencegahan dan pengobatan penyakit

OBAT TRADISIONAL :
Bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan galenik atau campuran dari
bahan tersebut yang secara tradisional telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman.
MENGAPA PERLU DILESTARIKAN &
DIKEMBANGKAN?
• Adanya khasiat yang telah dirasakan masyarakat

• Penelitian membuktikan bahwa bahan alam mempunyai


khasiat yang kadang tidak kalah dengan obat modern

• Adanya keragaman hayati Indonesia :


• Terbesar kedua
• 30.000 jenis dengan 940 tumbuhan obat, hanya
180 yang dimanfaatkan
• Indonesia memiliki penduduk >200 jiwa
 Pasar yang sangat potensial
PRINSIP OBAT
DIABETES MELLITUS

• Diabetes, “Diab” from Greek word meaning “to pass through” and
“mellitus” from Latin word meaning “sweetened with honey” is a disease
associated with glycosuria (presence of sugar in urine)
• DM merupakan salah satu penyakit metabolisme kronik yang ditandai
dengan
• peningkatan kadar glukosa dalam darah di atas nilai normalnya.
Biasanya DM dikaitkan dengan peningkatan kadar glukosa darah
(hiperglikemia) di atas 126 mg/dL dalam keadaan puasa dan di atas 200
mg/dL pada 2 jam setelah makan
• adanya keluhan poliuri (sering buang air kecil)
• polidipsi (meningkat rasa haus)
• polifagi (rasa lapar berlebihan)
• penurunan berat badan
KLASIFIKASI DIABETES MELLITUS

• American Diabetes Assosiation (ADA) 2018 mengklasifikasikan


DM ke dalam empat kelas:
• diabetes mellitus tipe I disebabkan karena kerusakan sel β
pankreas yang berakibat pada defisiensi insulin
• DM tipe II
• DM gestasional
• DM penyebab lain seperti monogenic diabetes syndromes,
penyakit pada pankreas, dan obat atau bahan kimia yang
menginduksi DM
DM TIPE 2

• Non-insulin dependent D. mellitus


• Berkaitan dengan adanya resistensi insulin oleh reseptor insulin di sel
• Faktor resiko dalam perkembangan DM tipe 2 antara lain obesitas, genetic,
diet yang buruk, aktivitas yang kurang, suku/ras, hiperglikemia pada masa
kehamilan, hipertensi dan dyslipidemia.
• Oxidative stress adalah salah satu mekanisme yang diketahui penyebab
perkembangan dan progression dari penyakit diabetes melalui mekanisme
peningkatan faktor inflamasi
• GLUT (Glucose Transporter) memiliki peranan sebagai mekanisme
masuknya glukosa diluar sel untuk dimasukkan kedalam sel.
Skema jalur sinyal insulin (Wilcox, 2005)
BAHAN ALAM DALAM TERAPI
HIPERGLIKEMIA

• Bahan alam seperti tanaman mupun herba memiliki kemampuan menurunkan


kadar gula darah dengan efek samping yang ringan

• Potensi antihiperglikemia pada tanaman atau herba disebabkan adanya


kandungan metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid,glikosida, terpen,
tannin dll

• Penelitian potensi ini sudah banyak diuji seperti uji kualitatif senyawa
sampai senyawa isolat murni dan terutama uji farmakologi dari bahan alam
yang diduga mempunyai potensi tersebut
Phytochemical as antidiabetic Tipe 2

• Flavonoid (Quercetin)
• Aktivitas antioksidan
• Morin (Psiidium guajava)
• Menurunkan resistensi insulin
• Antioksidan
• Normalisasi lipid
• Apigenin (citrus, onions, vegetables, tea and nut)
• Antioksidan
• Memperbaiki translokasi GLUT-4
• Alkaloid (Catharanthus roseus Vindoline,Vindolidine, Vindocine,
Vindolinine)
• Memperbaiki translokasi GLUT-4
• Berperan pada glukokinesis
• Meningkatkan sensitivitas insulin
Lanjutan…………….

• Terpen (Stevioside)
• Meningkatkan translokasi GLUT-4
• Tannin
• Stimulates transportation of glucose
• phosphorylation of insulin receptor
OKRA (Abelmoschus esculentus)

• Klasifikasi tanaman
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Malvales
Famili : Malvaceae
Genus : Abelmoschus
Spesies : Abelmoschus esculentus

Tanaman okra dapat tumbuh dengan


baik pada tanah dibawah sinar matahari
dengan pH berkisar antara 6 sampai 6.7
namun dapat mentolerir berbagai jenis
tanah dari pH 5.5 sampai 8. Okra yang
biasa dikonsumsi merupakan buah okra
yang berumur 5-10 hari setelah bunga
mekar
KANDUNGAN KIMIA TANAMAN OKRA

• Penelitian yang dilakukan Fan et al. (2014) menemukan bahwa komponen


utama ekstrak biji tanaman okra yaitu isokuersitrin dan kuersetin 3-O-
gentiobiosida yang merupakan analog kuersetin
• Flavonolglucoside (isoquercetin (2) and quercetin-3-O-beta-
glucopyranosyl- (1"→6")-glucoside) α- glucosidase inhibitor
selective menghambat penyerapan maltase dan sukrosa di intestinal
• Meningkatkan jumlah translokasi GLUT-4 (diduga kandungan flavonoid
pada tanaman okra)
GAMBARAN IHC PADA IRISAN SEL OTOT
PAHA TIKUS
GAMBAR PENGECATAN TRANSLOKASI
GLUT-4
TERIMA KASIH