Anda di halaman 1dari 15

Siklus Pengeluaran

Kelompok 7 :
Romian Nainggolan
Comelia Sianturi
Sefti Anggi Fiona
Pengertian Siklus
Pengeluaran

Siklus Pengeluaran (Spending cycle atau expenditure cycle) adalah rangkaian kegiatan bisnis dan operasional
pemrosesan data terkait yang berhubungan dengan pembelian serta pembayaran barang dan jasa.
Siklus pengeluaran melibatkan beberapa aktivitas yang berhubungan dengan pembelian bahan mentah,
persediaan barang-barang dan jasa. Kegiatan ini termasuk mengidentifikasikandan mendokumentasikan semua
pengeluaran uang, menyipakan order pembelian menerima kiriman barang dan mencatat persediaan.
Diagram Konteks Dari Siklus Pengeluaran
Tujuan Siklus
Pengeluaran

Tujuan utama siklus pengeluaran adalah untuk


meminimalkan biaya total untuk pembelian dan
pemeliharaan persediaan, pasokan, dan berbagai
jasa yang diperlukan untuk menjalankan organisasi.
Aktivitas Dalam Siklus Pengeluaran

1. Aktivitas permintaan
pembelian barang atas
kebutuhan barang dan
jasa. 3. Retur barang

4. Membayar
Bahan Baku,
Perlengkapan
2.Aktivitas dan Jasa
pemesanan
barang dan jasa
yang akan dibeli
Aktivitas permintaan
pembelian barang atas
kebutuhan barang dan jasa.

Aktivtas permintaan pembelian barang dan jasa dilakukan dengna menggunakan dokumen
Purchase Requisition. Dokumen ini berisi daftar pemesanan yang, meliputi tujuan pengiriman
barang, tanggal pemesanan, nama dan jenis barang dan kuantitas pemesanan. Prosedurnya
adalah tiap-tiap departemen diperbolehkan mengisi dokumen Purchase Requisition atas
persetujuan dari manajernya. Setelah itu dokumen Purchase Requisition diserahkan ke
departemen pembelian barang untuk dipesankan.
Hal ini dilakukan agar kebutuhan tiap-tiap departemen dapat terpenuhi dan juga merupakan
pengendalian perusahaan agar dapat tidak terjadi penggandaan pemesanan barang ke supplier.
Aktivitas pemesanan
barang dan jasa yang akan d
ibeli

Aktivitas pemesanan barang dan jasa yang akan dibeli dilakukan dengan menggunakan
dokumen Purchase Order. Dokumen ini berisi tentang permintaan atas barang dan jasa ke
sekaligus pengirimannya. Prosedurnya adalah departemen pembelian barang mencari supplier
dari beberapa supplier yang ada yang memiliki harga terendah, kualitas barang dan jasa yang
terbaik dan sistem pengiriman yang tepat, depertemen pembelian akan melakukan pemesanan
dengan mengirimkan Purchase Order. Hal ini juga merupakan pengendalian perusahaan agar
barang dan jasa yang dibeli sesuai dengan barang dan jas yang dipesan oleh departemen yang
mengajukan dokumen Purchase Requisition.
Retur Pembelian

Bila barang dagangan atau barang lain yang sudah dibeli


kemudian dikembalikan lagi atau penyesuaian harga sedang
diusahakan. Biasanya pembeli akan mengadakan hubungan
dengan penjuala secara tertulis. Keterangan mengenai hal itu
dapat dinyatakan melalui surat atau dapat juga digunakan Memo
Debit atau Nota Debit
Prosedur Retur Pembelian Suatu Perusahaan:

Vendor mengirim barang Oleh bagian penerimaan 1 Memo Debit diberikan


yang telah di order ke Di bagian akuntansi
barang, barang tersebut dicek persediaan, SPRP ke bagian gudang,
bagian penerimaan barang apakah sesuai dengan bersama dengan barang
disertai nota pembelian dan Nota Pembelian
pesanan. Karena tidak sesuai, digabungkan untuk lalu bagian gudang
bagian membuat Memo membuat Catatan
penerimaan barang membuat Debit yang Pengeluaran Barang
Surat Permohonan Retur digunakan sebagai (CPB) yang dibuat arsip
Pembelian (SPRP). SPRP dasar oleh bagian gudang.
diberikan ke bagian akuntansi pencatatan barang Dan barang retur dikirim
persediaan, sedangkan yang akan di retur. ke vendor bersama
barangnya diberikan ke bagian dengan Memo Debit..
gudang.
Membayar Bahan Baku,
Perlengkapan, dan Jasa

Aktivitas berikutnya yaitu membayar barang yang sudah diterima.


Bagian utang usaha menyetujui faktur penjualan untuk dibayar.
Kasir, yang bertanggung jawab pada bendahara, bertanggung
jawab untuk melakukan pembayaranatas pembelian yang telah
dilakukan.
Resiko dan Sistem Pengendalian
Resiko, ancaman dan sistem pengendalian yang perlu diterapkan dalam
berbagai prosedur yang ada pada siklus pengeluaran dapat dilihat pada
tabel berikut :

Prosedur Ancaman/Resiko Pengendalian


Memesan Barang 1.     Ada yang meminta barang secara berlebihan Susun rencana kerja dan rencana kebutuhan barang,
atau ada yang tidak diperlukan selenggarakan metode perpetual, persetujuan atasan
untuk pengadaan barang
2. Ada yang meminta barang secara berlebihan, Susun rencana kerja dan rencana kebutuhan barang:
atau ada yang meninta barang yang tidak di selenggarakan metode perpetual; persetujuan atasan
perlukan untuk pengadaan barang.
3. Pembelian dilakukan dengan harga yang terlalu Untuk pembelian yang material, harus dilakukan oleh
mahal atau dinaikkan secara tidak sah pejabat yang lebih tinggi atau bahkanPembelian
hanya dilakukan kepada pemasok, PO harus disetujui
oleh kepala bagian
Menerima dan menyimpan barang 8. Menerimabarang yang tidak dipesan Bagian penerimaan harus mencocokkan
barang yaang di terima dengan P\O (atau
tembusannya)
9. Salah menghitung persediaan, terutama Genakan teknologi untuk menghitung,
untuk barang yang banyak misalnya kode bar dan alat pembacanya.

10. Pencuri persediaan Simpan di tempat penyimpanan (gudang)


yang terkendali dan dijaga; membatasi akses
terhadap persediaan permintaan harus tertulis
dan diketahui atasan

Pembayaran tagihan 11. Tidak mengetahui kalau faktur tagihan Bagian untung harus memeriksa keabsahan
mengandung kesalahan dan kebenaran hitungan setiap tagihan yang
diterima: faktur tagihan harus dicocokan
dengan P\O dan laporan penerima barang
Prosedur Ancaman/Resiko Pengendalian
4. Barang yang dibeli berkualitas rendah Lakukan pembelian di pemasok terdaftar, persetujuan
terhadap PO, pemantauan kinerja pemasok, bentuk bagian
penerima barang
5. Pembelian dilakukan kepada pemasok baru Baut daftar pemasok, ada persetujuan atasan untuk setiap
atau pemasok tak dikenal pembelian dengan jumlah tertentu, pengevaluasian kinerja
pemasok

6. Ada suap (bribery) atau komisi (kickback) dari Minta daftar harga dan bandingkan dengan pemasok lain;
pemasok kepada staf bagian pembrlian pembelian dalam jumlah ekonomis (hitung dengan EOQ);
adakan audit internal secara berkala.
7. Fiie data tersedia di komputer tidak up-to-date Tunjuk karyawan yang khusus bertugas mengawasi jaringan
dan dapat di buka oleh banyak orang komputer; pemakaian komputer diberi hak terbaras hanyak
dapat membaca data yang sesuai dengan bagian dan
tugasnya; terapkan fasilitas kata sandi (password) untuk
setiap penggunaan aplikasi persediaan
12. Pembayaran tidak diterima oleh pemasok Hindari pembayaran dengan kas, tetapi gunakan transfer bank,
cek, atau alat pembayran lain;

13.Perusahaan tidak memperoleh potongan tunai Terapkan metode penyimpanan faktur yang sistematis;
karyawan harus dilatih dengan baik; terapkan komputerisasi
penanganan utang dagang

14. Menerima faktur tagihan lebih dari satu kali Perusahaan harus memiliki catatan yang baik untuk semua
faktur, baik yang sudah maupun yang belum dibayar; setiap
faktur yang sudah dibayar harus dibatalkan (dengan diberi cap
LUNAS dan di sertai dengan dokumen pendukung).
Thank you
KELOMPOK 7