Anda di halaman 1dari 11

ISSUE KESEHATAN TENTANG ABORSI

DAN ANALISIS GENDER MODEL


HARVARD
Issue kesehatan tentang aborsi
ABORSI

KUHP : Pengeluaran hasil


Tindakan penghentian konsepsi pada setiap stadium
perkembangannya sebelum masa
kehamilan sebelum kehamilan yang lengkap tercapai
janin dapat hidup di (38-40 minggu). Pengeluaran
luar kandungan hasil konsepsi sebelum janin
dapat hidup diluar kandungan
(sebelum usia 20 (berat kurang dari 500 gram atau
minggu kehamilan). kurang dari 20 minggu).
Pasal dalam KUHP tentang aborsi
• Pasal 346 : "Seorang wanita yang sengaja menggugurkan atau mematikan
kandungannya atau menyuruh orang lain untuk itu, diancam dengan pidana
penjara paling lama empat tahun."
• Pasal 347 :
(1) Barang siapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan
seorang wanita tanpa persetujuannya, diancam dengan pidana penjara paling
lama dua belas tahun.
(2) Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut, diancam dengan
pidana penjara paling lama lima belas tahun.
Lanjutan……
• Pasal 348 :
(1) Barang siapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan
seorang wanita dengan persetujuannya, diancam dengan pidana penjara
paling lama lima belas tahun .
(2) Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut, diancam
dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.
• Pasal 349 : Jika seorang dokter, bidan atau juru obat membantu
melakukan kejahatan berdasarkan pasal 346, ataupun melakukan atau
membantu melakukan salah satu kejahatan diterangkan dalam pasal 347
dan 348, maka pidana yang ditentukan dalam pasal itu dapat ditambah
dengan sepertiga dan dapat dicabut hak untuk menjalankan pencarian
dalam mana kejahatan dilakukan.
Pro Kontra Terkait PP No.16 / 2014

Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 61/2014 tentang Kesehatan


Reproduksi telah memancing pro dan kontra di tengah
masyarakat, terutama pada pasal tentang kebolehan aborsi bagi
perempuan yang hamil akibat perkosaan selain mereka yang
diindikasikan memiliki kedaruratan medis.
Analisi gender (Metode Hardvard)

 Analisis gender adalah suatu metode atau alat untuk


mendeteksi kesenjangan atau disparitas gender melalui
penyediaan data dan fakta serta informasi tentang gender.
 dapat disimpulkan sebagai suatu proses menganalisis data
dan informasi secara sistematis tentang laki-laki dan
perempuan untuk mengidentifikasi dan mengungkapkan
kedudukan, fungsi, peran dan tanggung jawab laki-laki
dan perempuan, serta faktor-faktor yang
mempengaruhinya.
Teknik Analisis Gender Model Harvard

Analisis Model Harvard atau Kerangka Analisis Harvard,


dikembangkan oleh Harvard Institute for International
Development, bekerja sama dengan Kantor Women In
Development (WID)-USAID. Model Harvard ini
didasarkan pada pendekatan efisiensi WID yang
merupakan kerangka analisis gender dan perencanaan
gender yang paling awal (Puspitawati, 2012).
Tujuan kerangka Harvard
• Menunjukkan bahwa ada suatu investasi secara ekonomi yang
dilakukan oleh perempuan maupun laki-laki, secara rasional.
• Membantu para perencana merancang proyek yang lebih efisien
dan memperbaiki produktivitas kerja secara menyeluruh.
• Mencari informasi yang lebih rinci sebagai dasar untuk mencapai
tujuan efisiensi dengan tingkat keadilan gender yang optimal.
• Memetakan pekerjaan laki-laki dan perempuan dalam masyarakat
dan melihat faktor penyebab perbedaan.
Kelebihan metode harvard
• Praktis dan mudah digunakan.
• Berguna untuk baseline informasi yang detail.
• Fokus pada hal-hal yang kasat mata, fakta objektif,
fokus pada perbedaan gender dan bukan pada
kesenjangan.
• Mudah dikomunikasikan pada pemula.
Kekurangan
• Relasi gender diasumsikan bersifat statis/tidak menunjukkan
dinamika relasi.
• Tidak memperhitungkan perubahan waktu atau musim
• Tidak sensitif terhadap perbedaan budaya atau konteks yang
menentukan alokasi sumberdaya bagi penerima manfaat
• Lebih berfokus pada efisiensi daripada kesetaraan.
• Tidak memperhitungkan sumberdaya yang terlihat secara kasat
mata seperti  sumber daya manusia (human capital).
TERIMA KASIH