Anda di halaman 1dari 20

GINEKOLOGI SOSIAL

1
Definisi

Adalah ilmu yang tujuan utamanya mempelajari


berbagai kelainan anatomis dan fungsi dari organ-
organ reproduksi wanita dan dampaknya terhadap
kualitas hidup manusia dan mencari jalan keluar guna
pemecahan masalah/solusi dari kelainan – kelainan
tersebut demi untuk meningkatkan kualitas hidup
wanita tersebut dengan/melalui pendekatan sosial.

2
Masalah – masalah klinis yang berdampak
ginekologi sosial :
Masalah ginekologi sosial muncul karena terjadinya penurunan kualitas
hidup wanita sebagai dampak dari kelainan ginekologis yang
dideritanya.
1.Gangguan Psikososial
Masalah psikososial dapat timbul karena :
 Masalah psikis yang timbul karena merasa dirinya berbeda
dengan wanita lain pada umumnya, misalnya karena tidak
pernah dapat haid, dampak yang muncul bisa berupa rasa
rendah diri yang selanjutnya bila dampaknya berat bisa sampai
munculnya sikap tidak mau bergaul sampai memutuskan untuk
mengucilkan diri.
 Perasaan berbeda, karena pertumbuhan tanda-tanda
sex`sekunder (payudara; rambut pubis; genitalia externa ) yang
berbeda dengan pada wanita umumnya, baik karena bentuknya
tidak sempurna atau menyimpang.

3
1. Gangguan Psikososial
 Tetap tidak punya anak setelah lama menikah
 Timbulnya fistula: vesico vaginal fistel, urethro- vaginal
fistel, akibat trauma persalinan lama atau persalinan buatan,
trauma operasi, sehingga terjadi kebocoran air kencing,
yang mengakibatkan lingkungan sekitarnya bau pesing.
Bentuk fistula yang lain adalah: recto-vaginal fistel yang
sering timbul karena metastasis carcinoma cervix ke
rectum.
 Merasa bukan wanita sempurna lagi pasca operasi
pengangkatan rahim (hysterectomy)

4
2. Gangguan kegiatan sehari hari sebagai dampak Nyeri:
Dampak rasa nyeri terhadap individu yang bersangkutan bisa
berbeda beda, begitula tingkat rasa nyeri akan berbeda beda
dan berkaitan dengan keadaan patologi yang menimbulkan
rasa nyeri tersebut.
Nyeri dapat menurunkan kualitas hidup karena dapat
mengganggu kegiatan sehari hari, menghambat upaya
pengembangan karier, kemajuan pendidikan dll.
Nyeri dapat timbul akibat :
 Infeksi
 Nyeri waktu haid : dysmenorrhoea
 Nyeri waktu sanggama : dyspareunia
 Nyeri karena adanya keganasan : Ca ovarium atau Ca
cervix
5
Kelainan kelainan fungional organ-organ
reproduksi bisa timbul akibat :
Kelainan kongenital
Infeksi
Trauma
Neoplasma
Proses Degenerasi

Kelainan fungsional bisa terjadi sebagai akibat


langsung kelainan anatomis organ yang
bersangkutan.
Bisa juga diakibatkan oleh kelainan kelainan organ
organ yang mengatur fungsi organ organ
reproduksi.

6
Kelainan congenital organ organ reproduksi:
1. Aplasia :organ sama sekali tidak tumbuh
 Hymen imperforatus
 Aplasia vaginae
 Aplasia uteri
 Aplasia ovarii

Bila terlihat tanda tanda gangguan pertumbuhan tanda


tanda sex sekunder, maka ini berarti pasien tersebut
harus ditanggulangi secara multidisiplin.

7
2. Dysplasia: pertumbuhan alat genitalia
mengalami gangguan

Gejala yang muncul akibat aplasia organ organ


genitalia di atas mulai tampak pada akhir masa
puber. Berupa tidak terjadinya menarche atau
terjadinya cryptomenoorhoea.

8
Istilah Istilah Yang Berkaitan Dengan Haid :
 Menarche : datangnya haid untuk pertama kali dalam hidup
seorang wanita yang merupakan gejala paling akhir dari
masa puber .
Haid yang pertama kali dialami oleh seorang wanita ini, dengan
bertambah baiknya kesehatan dan makin mudahnya akses anak
anak terhadap hal hal yang dapat mempercepat kematangan
organ organ regulator pada susunan saraf pusat maka dewasa
ini usia menarche lebih muda dari usia menarche rata rata pada
abad ke XIX dan awal abad ke XX.
Kemudahan akses mengakibatkan adanya perangsangan melalui
sensasi penglihatan maupun pendengaran yang mereka dapat
dari lingkungannya.
Sehingga usia meanrche dewasa ini rata rata 13 – 14 tahun.

9
Amenorrhoe : tidak datangnya haid selama 3
bulan berturut turut pada seorang wanita yang dari
tanda tanda pertumbuhan fisiknya menunjukkan
sudah terjadi pertumbuhan tanda tanda sex
sekunder lain yang menunjukkan wanita tersebut
sudah memasuki masa puber atau pada seorang
wanita yang sebelumnya sudah mengalami haid
dengan teratur.

10
A. Gangguan Haid /Pola Perdarahan :
Penyimpangan pola haid dapat menimbulkan gangguan psikososial
disamping juga keluhan keluhan akibat adanya gangguan fisik.
1. Amenorrhea primer : tidak pernah sekalipun mendapat haid walaupun
umurnya sudah mencapai umur 18 tahun.
Perhatikan bahwa pertumbuhan tanda tanda sex sekunder lainnya:
payudara, rambut pubis, genitalia eksterna, bentuk tubuh sudah terlihat dan
sesuai dengan umurnya.
Bila ditemukan gangguan apalagi bila ditemukan gambaran/tanda tanda
tubuh yang lazimnya ditemukan pada laki laki rujuk ke Dokter ahli
kandungan
Sebaliknya bentuk tubuh, pertumbuhan payudara, dan gambaran tubuh
seperti wanita bisa terlihat pada penyakit Testicular Feminization
Jangan sekali kali memberi pil KB karena perdarahan bulanan pada
pengguna pil KB bukan haid tapi perdarahan lucut/withdrawal bleeding.

11
2. Cryptomenorrhoea : haid yang tersembunyi
terdapat gejala sakit sebulan sekali yang disebut :
molimina menstrualia ini harus dibedakan dengan
Dysmenorrhoea.
 Hymen pada wanita ini sama sekali tidak ada lubangnya
 Dysmenorrhoea
 Oligomenorrhoea
 Polymenorrhoea
 Menorrhaghia
 Metrorrhaghia

12
Nyeri Ginekologis Dan Penyebabnya :

Nyeri pada dasarnya asalah suatu mekanisme


pertahanan tubuh, bagian bagian yang mengalami
gangguan mengirim sinyal sinyal nyeri melalui ujung
ujung syaraf perasa sehingga badan dapat melakukan
langkah langkah untuk mengatasi akar masalahnya.
Gangguan sosial yang dapat timbul adalah gangguan
Psikosexual betuk yang paling sering terjadi adalah
Dyspareunia yang bila tidak diatasi dengan baik bisa
berkembang menjadi penolakan untuk melakukan
sanggama; keadaan ini bisa berakhir dengan putusnya
hubungan keluarga.
13
 Suami harus mengerti, mengetahui dan mau membantu
upaya penanggulangan masalah kalau perlu dengan
melakukan Abstinensi (tidak melakukan sanggama).
 Sebaiknya untuk mengetahui penyebabnya dan agar
pasen mendapat pengelolaan yang lebih baik rujuklah
pasen ke Sp OG baik dirumah sakit maupun ditempat
lain. 
 Pemberian analgetika bisa mengurangi penderitaan
pasen untuk sementara namun tidak akan
menyembuhkan penyebabnya.
 Nyeri karena infeksi perlu diatasi tidak saja dengan
pemberian obat-obat anti nyeri ; atau anti radang
namun juga perlu pemberian antibiotika atau
kemoterapeutika yang tepat.
Kadang kadang diperlukan juga tindakan operasi
untuk mengangkat/ menghilangkan sumber nyerinya
seperti pada Bartholini abses atau Abses ovarium.
14
Penyebab nyeri :
 Rudapaksa ( Trauma) diantaranya akibat trauma persalinan :
Ruptura perinei.
 Infeksi :
1. Alat genitalia luar ( Genitalia Externa )
 Bartholinitis
 Vulvitis
 Vaginitis
2. Alat genitalia dalam
 Cervicitis
 Endometritis
Infeksi Panggul ( PID : Pelvic Inflamatory Disease )
 Salpingitis
 Adnexitis

15
3. Endometriosis :
 Suatu penyimpangan pertumbuhan jaringan endometrium.
 Sudah timbul sejak masa pertumbuhan janin Intra uterine
namun baru manifest gejala gejalanya pada saat wanita mulai
dapat haid.
 Gejala utamanya nyeri 2 sampai 3 hari pada saat atau menjelang
mau haid (dysmenorrhoea), perasaan sakit ini bisa bertambah
hebat derajatnya dengan bertambahnya usia penderitanya.
 Penderitanya tidak jarang tidak bisa melakukan kegiatan sama
sekali selama haid/yang akibatnya bisa mengganggu kelancaran
pendidikan dan pengembangan karier.
 Perasaan nyeri juga terjadi waktu sanggama (dyspareunia) dan
waktu buang air besar ada perasaan nyeri (tenesmus adanum).
 Dampak lainnya adalah terjadinya kemandulan akibat perlekatan
perlekatan disekitar organ genitalia dalam sehingga Tuba
Fallopii nya tersumbat.
16
C. FISTULA GENITALIA

Fistula :Saluran abnormal yang menghubungkan viscera


yang berongga dengan dunia luar ( permukaan tubuh ) atau
yang terjadi antara dua alat yang berongga.
Penyebabnya :
1.Trauma persalinan : Fistula urethro vaginalis atau vesico
vaginalis akibat partus lama walaupun jarang akibat
persalinan sulit bisa juga terjadi fistula Vesico Uterina ini
lebih sering terjadi akibat trauma waktu SC.
2.Keganasan cervix atau trauma operasi histerektomi :
bentuk kliniknya vesico vaginal atau recto vaginal fistel.
3.Trauma radiasi/penyinaran pada keganasan organ genitalia
dalam wanita.

17
D. KEMANDULAN

1. Infertilitas primer : tidak pernah hamil sampai melahirkan


anak cukup bulan namun mungkin pernah keguguran
berulang ulang.
2. Infertilitas sekunder : pernah melahirkan anak cukup bulan,
namun tidak bisa hamil lagi sesudahnya.
 Kalau semua upaya agar pasangan suami isteri tersebut bisa
punya anak sendiri tidak berhasil maka disarankan untuk
Adopsi.
 Diperlukan persiapan mental pada pasangan yang akan
melakukan adopsi termasuk upaya mengatasi perasaan takut
anak angkatnya akan diambil kembali oleh orang tua
kandungnya.
 Tidak mustahil kedua calon orang tua angkat tadi memerlukan
konsultasi Psikologis dan Agama sebelum mengangkat anak.

18
E. KEGANASAN
Diantara keganasan organ genitalia wanita Carcinoma Ovarium dikenal sebagai
pembunuh nomor 1 ( Killer number one ) sebaliknya dari angka kejadiannya
Carcinoma Cervicis Uteri menempati urutan nomor 1.
Masalah ginekologi sosial yang muncul pada penderita penderitanya bisa berupa
akibat langsung dari keganasannya itu sendiri atau efek samping pengelolaannya
antara lain adalah :
Gangguan /ketidak nyamanan saat sanggama/hubungan intim
Dampak psikologis pasca Histerektomi yang harus dilaksanakan sebagai bagian
dari
pengobatan penyakitnya.
Dampak dari efek samping pengobatan kanker /pemberian sitostatika seperti
rambut rontok sampai gundul, perasaan lemas karena supresi sistim
haematinik,gangguan faal hepar atau ginjal ,perasaan tertekan, takut mati dll.
Nyeri yang makin lama akan makin hebat karena penyakitnya bertambah berat
dan tumbuhnya anak sebar yang menyerang organ organ sekitarnya termasuk
organ organ vital.

19
Pengelolaan penderita keganasan pada fase terminal
disebut TLC : Tender Loving Care.
Pengertian fase terminal adalah fase dari penyakit
yang sudah tidak mungkin disembuhkan karena berbagai
upaya medikamentosa sudah dicoba namun tidak
berhasil menyembuhkan penyakitnya.
Penderita dirawat dirumah dekat dengan para anggota
keluarganya dan sedapat mungkin keinginan
keinginannya dipenuhi.

20