Anda di halaman 1dari 36

ASPEK LEGAL DAN

STATUTA DALAM
KEBIDANAN

ELISABET ANDI YORDAN


HERLINDA BILONDATU
DEFINISI
O Legal berasal dari kata leggal
(bahasa belanda) yang
pengertiannya adalah sah menurut
undang – undang.
O Menurut kamus bahasa indonesia,
legal diartikan sesuai dengan
undang-undang atau hukum
Well…

Aspek legal dpat diartikan sebagai


studi kelayakan yang
mempermasalahkan keabsahan suatu
tindakan ditinjau dari segi hukum
yang berlaku di indonesia.
Pelayanan kebidanan adalah
bagian integral dari sistem
pelayanan kesehatan yang
diberikan oleh bidan yang telah
terdaftar (ter-register) yang
dapat dilakukan secara mandiri,
kalaborasi atau rujukan.
Pengertian aspek hukum dalam
pelayanan kebidanan adalah
penggunaan norma hukum yang telah
disahkan, untuk melaksanakan
pemenuhan kebutuhan klien
Aspek Legal dalam Pelayanan
Kebidanan adalah penggunaan norma
hukum yang telah disahkan untuk menjadi
sumber hukum yang paling utama dan
sebagai dasar pelaksanaan kegiatan dan
membantu memenuhi kebutuhan seseorang
oleh Bidan dalam upaya peningkatan,
pencegahan, pengobatan dan pemulihan
kesehatan.
STATUTA KEBIDANAN
Statuta kebidanan merupakan sebuah
pedoman dasar atau acuan seorang bidan
dalam memberikan tindakan atau asuhan
yang berasas pada kode etik dan standar
profesi sesuai dengan peraturan undang-
undang yang telah ditetapkan.
FUNGSI
O Memberikan kerangka untuk
menentukan tindakan kebidanan.
O Membedakan tanggung jawab
dengan profesi yang lain.
O Membantu mempertahankan standar
praktek kebidanan dengan
meletakkan posisi bidan memiliki
akuntabilitas di bawah hukum.
OTONOMI BIDAN DALAM
PELAYANAN

Akuntabilitas bidan dalam praktik


kebidanan merupakan suatu hal yang
penting dan dituntun dari suatu profesi.
Akuntabiliti diperkuat dengan satu
landasan hukumyang mengatur batas-batas
wewang profesi yang bersangkutan.
Praktik kebidanan harus terus menerus
ditingkatkan mutunya melalui:

O  Pendidikan dan pelatihan berkelanjutan


O Penelitian dalam kebidanan
O pengembangan ilmu dan tehknologi dalam
kebidanan
O Akreditasi
O Sertifikasi
O Registrasi
O Uji Kompetensi
O Lisensi
 
DASAR OTONOMI PELAYANAN
KEBIDANAN

1. Kepmenkes 900/Menkes/SK/VII/2002 tentang


registrasi & praktik bidan
2. Standar Pelayanan Kebidanan
3. UU Kesehatan No 23 th 1992
4. PP No 32/1996 ttg tenaga kesehatan
5. Kepmenkes 1277/Menkes/SK/ XI/2001 ttg
organisasi dan tata kerja Depkes
6. UU No.22/1999 tentang otonomi daerah
7. UU No. 13 tahun 2003 tentang
ketanagakerjaan
8. UU tentang aborsi, adopsi, bayi tabung dan
transplatasi
LEGISLASI
(SERTIFIKASI,
REGISTRASI DAN
LISENSI) DALAM
KEBIDANAN
LATAR BELAKANG SISTEM
LEGISLASI TENAGA BIDAN DI
INDONESIA

1. UUD 1945
Upaya Pembangunan Nasional Yaitu
Pembangunan Disegala Bidang Guna
Kepentingan Keselamatan, Kebahagiaan
Dan Kesejahteraan Seluruh Rakyat
Indonesia Secara Terarah, Terpadu
Dan Berkesinambungan.
2. UU. N0. 23 Tahun 1992 Tentang
Kesehatan

Bahwa tujuan dari pembangunan


kesehatan adalah meningkatkan
kesadaran, kemampuan, hidup sehat
bagi setiap warga negara indonesia
melalui upaya promotif, preventif,
kuratif dan rehabilitatif sebagai
sumber daya manusia yang
berkualitas.
3. Bidan erat hubungannya
dengan penyiapan sumber daya
manusia.

4. Visi pembangunan kesehatan


indonesia sehat 2010
LEGISLASI
Proses Pembuatan Undang-undang Atau
Penyempurnaan Perangkat Hukum Yang
Sudah Ada Melalui Serangkaian Kegiatan
Sertifikasi, Registrasi Dan Lisensi.

Tujuan
OUntuk Memberikan Perlindungan Kepada
Masyarakat Terhadap Pelayanan Yang
Diberikan Oleh Bidan Secara Hukum
Bentuk Perlindungan tersebut adalah
meliputi :

1.Mempertahankan kualitas
pelayanan
2.Memberikan kewenangan
3.Menjamin perlindungan hukum
4.Meningkatkan
profesionalisme
PERAN.....
O Menjamin Perlidungan Pada
Masyarakat Pengguna Jasa Profesi
Dan Profesi Sendiri
O Berperan Dalam Pemberian
Pelayanan Yang Profesional
BIDAN DISEBUT PROFESIONAL,
JIKA MEMENUHI BEBERAPA
KRITERIA SBB:

1. Mandiri
2. Peningkatan Kompetensi
3. Praktek berdasarkan Evidence
based
4. Penggunaan berbagai sumber
informasi.
SERTIFIKASI
O Sertifikasi adalah dokumen penguasan
kompetensi tertentu melalui kegiatan
pendidikan formal maupun non formal.

O Bentuk sertifikasi dari pendidikan formal


ijazah

O Bentuk sertifikasi dari lembaga non


formal sertifikasi yang terakreditasi
sesuai standart nasional.
Ada 2 bentuk kelulusan :

1. Ijazah – dokumentasi penguasaan


kompetensi tertentu mempunyai
kekuatan hukum dan diperoleh dari
pendidikan formal.
2. Sertifikat – dokumen penguasaan
kompetensi tertentu, diperoleh dari
kegiatan pend.formal, dikut, maupun
lembaga pend.non formal yang
akreditasinya ditentukan oleh profesi.
TUJUAN SERTIFIKASI

1. Menyatakan Kemampuan
Pengetahuan, Ketrampilan Dan
Perilaku (Kompetensi) Tenaga
Profesi.
2. Menetapkan Kualifikasi Dan
Lingkup Kompetensi
3. Memenuhi Syarat Untuk
Mendapat Nomor Registrasi.
REGISTRASI
Registrasi adalah sebuah proses
dimana seorang tenaga profesi harus
mendaftarkan dirinya pada suatu badan
tertentu secara periodik guna
mendapatkan kewenangan dan hak untuk
melakukan tindakan profesionalnya
Registrasi bidan artinya proses
pendaftaran, pendokumentasian
dan pengakuan terhadap bidan,
setelah dinyatakan memenuhi
minimal kompetensi, inti atau
standar dalam praktik
profesinya.
Tujuan
umum
Melindungi masyarakat dari mutu pelayanan
profesi
Tujuan khusus
 Meningkatkan kemampuan tenaga profesi dalam
mangadopsi kemajuan ilmu pengetahuan dan
tekhnologi yang berkembang pesat
 Meningkatkan mekanisme yang objektif dan
komprehensif dalam penyelesaian kasus mal
praktek.
 Mendata jumlah dan kategori melakukan praktik.
Tata Cara Registrasi

1. Registrasi Awal

BIDAN Ka. Dinkes


Propinsi
Bidan Dinkes Kab/Kota,
IBI Kab/Kota

IBI Propinsi

Dinkes Propinsi

SIB
Registrasi Ulang
Dinkes
6 bulan Kab/Kota,
sebelum IBI
berakhir masa Kab/Kota
berlaku SIB
IBI
Propinsi

Dinkes
propinsi

SIB
PERSYARATAN

Bidan membuat surat permohonan


dengan lampiran :
Fotokopi ijazah bidan
Fotocopy transkrip nilai akademik
Surat keterangan sehat dari
dokter
Pas foto sebanyak 2 lembar
LISENSI
O Proses administrasi yang dilakukan oleh
pemerintah atau yang berwenang berupa
surat ijin praktek yang diberikan kepada
tenaga profesi yang telah teregistrasi
untuk melakukan pelayanan secara
mandiri sesuai dengan ketentuan yang
berlaku.

O Tujuan
untuk memeberikan kejelasan batas
wewenang, dan menetapkan saranan dan
prasarana
OAplikasi lisensidalam praktik
kebidanan dalam bentuk
SIPB (Surat Izin Praktek Bidan)
OSIPB bukti tertulis yang
diberikan oleh Depkes RI
kepada tenaga bidan yang
menjalankan praktik setelah
memenuhi persyaratan yang
ditetapkan.
Syarat SIPB

1. Fotocopy STR yang masih berlaku dan


dilegalisir
2. Surat Keterangan sehat fisik dari dokter
yang memiliki Surat Izin Praktek
3. Pasfoto berwarna terbaru ukuran 4x6
sebanyak 3 (Tiga) lembar dan,
4. Rekomendasi dari organisasi profesi

SIPB hanya diberikan untuk 1 (satu) tempat


praktik (Kepmenkes 149/2010)

Anda mungkin juga menyukai