Anda di halaman 1dari 30

PREFERRED STOCK, LEASING,

CONVERTIBLES, WARRANT AND OPTION

MEINA WULANSARI YUSNIAR


Preferred Stock
◦ Preferred stock memberikan hak-hak tertentu yang lebih senior bagi
pemiliknya dibandingkan dengan pemilik pemegang saham biasa.
Preferred stock memberikan return (dividen) yang tetap untuk setiap
periode yang dinyatakan dalam persentase atau satuan uang.
Jenis preferred stock menurut nilai nominal:
◦ Par value preferred stock adalah saham preferen dengan nilai nominal.
Dividen tahunan dinyatakan dalam persentase dari nilai nominal.
◦ Non par value preferred stock adalah saham preferen tanpa nilai
nominal. Dividen tahunan dinyatakan dalam satuan mata uang tertentu
Preferred Stock
◦ Jenis preferred stock menurut perilaku dividen:
◦ Fixed dividend preferred stock yaitu saham preferen dengan dividen
tetap per periode
◦ Adjustable rate or floating rate preferred stock yaitu saham preferen
dengan dividen yang terikat pada tingkat bunga sekuritas pemerintah.
Penyesuaian dilakukan pada setiap 3 bulan.
◦ Payment in kind preferred stock yaitu saham preferen yang
membayar dividen dalam bentuk tambahan saham preferen. Biasanya
setelah 5 atau 7 tahun, saham preferen ini memberikan dividen berupa
kas.
Basic Rights of Preferred Stockholders

Hak pokok dari pemegang saham preferen:


◦ Pembagian laba yang lebih didahulukan dari
pemegang saham biasa.
◦ Pembagian likuidasi aset yang lebih didahulukan dari
pemegang saham biasa.yang nilainya sama dengan
nilai nominal
◦ Biasanya tidak memiliki hak suara
Features of Preferred Stock
◦ Sejumlah ciri dilekatkan pada saham preferen sebagai bagian dari penerbitan
saham preferen. Ciri ini bersamaan dengan penerapan nilai nominal saham,
jumlah dividen, tanggal pembayaran dividen, dan ketentuan-ketentuan yang
membatasi.
◦  Ketentuan pembatas
◦ Ketentuan yang membatasi ini ditujukan untuk memastikan kelangsungan
hidup perusahaan yang mencakup: ketentuan jika dividen tidak dibayar,
penjualan sekuritas senior, merger, penjualan asset, kondisi modal kerja
bersih, pembayaran dividen kepada pemegang saham biasa atau pembelian
kembali saham biasa yang beredar. Pelanggaran terhadap ketentuan
tersebut, membolehkan pemegang saham preferen untuk mewakili komisaris,
memensiunkan saham preferennya dengan harga diatas harga nominal.
KUMULATIF
◦ Cummulative Preferred Stock yaitu saham preferen yang
memberikan hak penerimaan dividen yang didahulukan dari
pemegang saham biasa secara kumulatif terhadap divIden
yang belum dibayar pada periode sebelumnya.
◦ NonCummulative Preferred Stock yaitu saham preferen
yang memberikan hak penerimaan dividen yang didahulukan
dari pemegang saham biasa, tapi tidak secara kumulatif
terhadap divdien yang belum dibayar pada periode
sebelumnya.
Call feature and Conversion Feature
Call feature.
◦ Saham preferen biasanya callable yang berarti penerbit saham
ini dapat memensiunkan saham preferen yang beredar pada
satu periode tertentu dengan harga tertentu (bisanya harganya
lebih tinggi dari harga nominal atau harga beli).
Conversion feature
◦ Pemegang saham preferen memiliki hak untuk menukar
saham preferen dengan sejumlah saham biasa.
Leasing

◦  Leasing adalah proses dimana suatu perusahaan


dapat menggunakan suatu asset tetap tertentu
dengan berkewajiban untuk melakukan pembayaran
setiap periode selama periode kontrak.
◦ Lessee adalah pihak yang menerima jasa asset yang
terikat dalam kontrak lease. Lessor adalah pemilik
asset yang sedang dileasekan.
Jenis lease:
◦ Operating lease adalah suatu kontrak yang dapat dibatalkan
(cancelable) dimana lesse setuju untuk membayar secara periodic
kepada lessor untuk jangka waktu lima tahun atau kurang terhadap
jasa asset.
◦ Pembatalan (cancelable) dapat dilakukan oleh lesse dengan membayar
denda (penalty).
◦ Jika operating lease diselenggarakan sampai jatuh tempo, maka lesse
mengembalikan kepada lessor dapat memperpanjang operating lease
atau membeli asset tersebut.
◦ Biasanya asset tersebut memiliki nilai pasar yang positif pada saat
akhir kontrak lease. Dalam kondisi tertentu, kontrak lease akan
memberikan kesempatan kepada lessee kesempatan untuk membeli
asset tersebut.
Jenis lease:
◦ Financial (capital) lease adalah lease dengan jangka waktu yang lebih lama
dibandingkan dengan operating lease dan tidak dapat dibatalkan
(noncancelable) yang mewajibkan kepada lessee untuk membayar atas
penggunaan asset dalam jangka waktu yang telah ditentukan.
◦ Total pembayaran terhadap kontrak lease lebih besar dibandingkan dengan
investasi awal yang dikeluarkan oleh lessor untuk asset tersebut.
◦ Financial lease biasanya dalam bentuk gedung, tanah atau peralatan.
Karakteristik noncancelable ini mirip dengan jenis hutang jangka panjang.
◦ Pembayaran lease bersifat tetap dan merupakan pengeluaran sebagai
pengurang pajak yang dibayarkan setiap tanggal tertentu. Seperti hutang
jangka panjang, kelalaian membayar kontrak lease dapat menyebabkan
kebangkrutan bagi lessee.
3 teknik memperoleh asset yang akan disewaguna usahakan.

◦ Direct lease adalah lease dibawah kontrak dimana lessor memiliki atau
mendapatkan asset yang telah disewaguna usahakan kepada lessee
dalam jangka waktu tertentu.
◦ A sale-leaseback arrangement adalah lease dibawah kontrak dimana
lessee menjual asset kepada lessor yang prospektif dan kemudian
menyewa kembali asset tersebut dengan melakukan pembayaran
secara periodik. Metode ini dilakukan karena lessee memerlukan dana
kas untuk operasi.
◦ Leveraged lease adalah lease dibawah kontrak dimana lessor
bertindak sebagai peserta ekuitas yang menyuplai 20 persen dari biaya
perolehan asset dan lessor menyuplai sisanya
Perjanjian Lease
◦ Perjanjian lease biasanya menyebutkan apakah lessee
bertanggungjawab terhadap pemeliharaan asset yang sewaguna
usahakan.
◦ Operating leases biasanya menyebutkan maintenance clause yang
mewajibkan kepada lessor untuk memelihara asset, membayar
asuransi dan pajak.
◦ Financial leases biasanya menyebutkan maintenance clause yang
mewajibkan kepada lessee untuk memelihara asset, membayar
asuransi dan pajak.
Opsi diakhir kontrak
◦ Pada akhir kontrak lease, lessee memiliki 2 opsi:
◦ Renewal option adalah memberikan hak kepada lessee untuk untuk menyewa kembali
(lease-back) asset pada akhir kontrak lease. Hal ini berlaku pada operating lease, karena
kontrak yang yang lebih pendek dibandingkan dengan umur asset tersebut.
◦ Purchase option adalah memberikan opsi kepada lessee untuk membeli asset yang
disewa pada akhir umur kontrak dengan harga yang teah ditetapkan sebelumnya. Hal ini
berlaku baik operating lease maupun financial lease.
◦  Dalam operating lease, lessor dapat merupakan anak perusahaan manufaktur atau
perusahaan leasing yang independen. Dalam financial lease, lessor merupakan
perusahaan leasing yang independen atau anak dari lembaga financial yang besar
seperti perusahaan asuransi jiwa atau bank komersial serta lembaga pengelola dana
pensiun.
Keputusan Lease atau Membeli
◦  Keputusan lease atau membeli adalah keputusan yang dihadapi oleh perusahaan yang
ingin memperoleh asset baru dengan alternative: (1) lease assets; (2) meminjam dana
untuk membeli assets; (3) membeli asset dengan dana yang dimiliki.
◦  Dalam keputusan lease atau membeli asset, maka present value teckniques digunakan
dengan langkah berikut ini:
◦ Menentukan after-tax cash outflows for each year under the lease alternative.
◦ Menentukan after-tax cash outflows for each year under the purchase alternative.
◦ Menentukan present value of the cash outflows associated with the lease and
purchase alternatives dengan menggunakan after tax cost of debt sebagai discount
rate.
◦ Memilih alternative yang memberikan present value of cash outflows yang terendah.
Contoh
◦ Perusahaan Random bermaksud untuk memperoleh mesin pemotong
baru dengan nilai $24,000. Umur ekonomis mesin tersebut adalah 5
tahun. Pajak 40% per tahun. Perusahaan memiliki alternative:
◦ Lease. Perusahaan dapat memperoleh 5 year lease dengan
pembayaran tahunan setiap akhir tahun sebesar $ 6,000. The lessee
sepakat untuk membeli mesin pemotong tersebut pada akhir kontrak
dengan harga $ 4,000.
◦ Purchase. Perusahaan dapat membeli mesin pemotong baru tersebut
dengan meminjam dana yang memberikan tingkat bunga 9 persen per
tahun. Mesin tersebut didepresiasi dengan metode ACRS selama 5
tahun. Perusahaan harus membayar biaya pemeliharaan setiap tahun $
1,500 per tahun. After tax cost of debt = 6%.
METODE DEPRESIASI MENGGUNAKAN ACRS
RECOVERY PERCENTAGE OF RECOVERY YEAR (%)
YEAR 3 YEAR 5 YEAR 7 YEAR 10 YEAR

1 33 20 14 10
2 45 32 25 18
3 15 19 18 14
4 7 12 12 12
5   12 9 9
6   5 9 8
7     9 7
8     4 6
9       6
10       6
11       4
DEPRESIASI 5 TAHUN
5 YEAR Depreciation
20 4800 mesin pemotong baru dengan nilai
$24,000 Jika 5 tahun maka
32 7680
menggunakan Tabel ACRS 5 tahunan
19 4560 Tahun 1 20 % x $24.000,- = $4.800
12 2880 dst
12 2880
5 1200
Jika Leasing
After tax cash outflow from lease= $6,000 (1 – 40%) = $3,600

Tahun Pembayaran Discount Factor, Present Value


tahunan 6%, 5 year

1 $ 3,600 0.943396 3396.226


2 $ 3,600 0.889996 3203.987
3 $ 3,600 0.839619 3022.629
4 $ 3,600 0.792094 2851.537
5 $ 3,600 0.747258 2690.129
PV of Cash outflow 18153.54
Jika Membeli
 PVIFA, 9%, 5 year. = ) (1 - ) = 3.889651263

Pembayaran tahunan = 24,000/ 3.889651263 = $ 6170


 

Tahun Loan Beginning of Payments End of Year


Payment Year Principal Interest Principal Principal

1 $ 6170 24000 2160 $4,010 $19,990


2 $ 6170 $19,990 1799.1 $4,371 $15,619
3 $ 6170 $15,619 1405.719 $4,764 $10,855
4 $ 6170 $10,855 976.9337 $5,193 $5,662
5 $ 6170 $5,662 509.5577 $5,660 $1
After Tax Cash Outflows Associated
with Purchasing

End Loan Mainte Dep Interest Total Tax Shield After Tax Discount Present
of Paymen nance Deducti Cash Factor, 6%, Value
Year t costs on Outflows 5 year

1 $ 6170 $ 1,500 4800 2160 $8,460 $3,384.00 $4,286.00 0.943396 $4,043.40


2 $ 6170 $ 1,500 7680 1799.1 $10,979 $4,391.64 $3,278.36 0.889996 $2,917.73
3 $ 6170 $ 1,500 4560 1405.719 $7,466 $2,986.29 $4,683.71 0.839619 $3,932.53
4 $ 6170 $ 1,500 2880 976.9337 $5,357 $2,142.77 $5,527.23 0.792094 $4,378.08
5 $ 6170 $ 1,500 2880 509.5577 $4,890 $1,955.82 $5,714.18 0.747258 $4,269.96
PV of Cash outflow $19,541.70
SOAL
◦ Perusahaan Random bermaksud untuk memperoleh mesin pemotong
baru dengan nilai $120,000. Umur ekonomis mesin tersebut adalah 5
tahun. Pajak 40% per tahun. Perusahaan memiliki alternative:
◦ Lease. Perusahaan dapat memperoleh 5 year lease dengan
pembayaran tahunan setiap akhir tahun sebesar $ 40,000. The lessee
sepakat untuk membeli mesin pemotong tersebut pada akhir kontrak
dengan harga $ 10,000.
◦ Purchase. Perusahaan dapat membeli mesin pemotong baru tersebut
dengan meminjam dana yang memberikan tingkat bunga 15 persen per
tahun. Mesin tersebut didepresiasi dengan metode ACRS selama 5
tahun. Perusahaan harus membayar biaya pemeliharaan setiap tahun $
9,000 per tahun. After tax cost of debt = 10%.
SOAL
◦ Perusahaan ABC bermaksud untuk memperoleh mesin dengan nilai
$100,000. Umur ekonomis mesin tersebut adalah 4 tahun. Pajak 40%
per tahun. Perusahaan memiliki alternative:
◦ Lease. Perusahaan dapat memperoleh 4 year lease dengan
pembayaran tahunan setiap akhir tahun sebesar $ 30,000. The lessee
sepakat untuk membeli mesin pemotong tersebut pada akhir kontrak
dengan harga $ 6,000.
◦ Purchase. Perusahaan dapat membeli mesin baru tersebut dengan
meminjam dana yang memberikan tingkat bunga 10 persen per tahun.
Mesin tersebut didepresiasi dengan metode garis lurus selama 4 tahun.
Perusahaan harus membayar biaya pemeliharaan setiap tahun $ 4,000
per tahun. After tax cost of debt = 6%.
Kesimpulan
◦ NAL = Net Advantage to Leasing
◦ Adalah selisih antara PV cost of owning dengan PV cost of leasing
◦ Jika NAL > 0 maka pilih leasing
◦ Jika NAL < 0 maka pilih beli
◦ NAL = $19,541.70 - $ 18,153.54
◦ NAL = 1,388.16
◦ Kesimpulan sebaiknya Leasing
Keuntungan Leasing

◦ Leasing memperkenankan lessee untuk mendepresiasikan tanah. Tanah dilarang didepresiasi


jika dibeli. Oleh karena lessee yang menyewa tanah diperkenankan untuk mengurangkan
kepada total pembayaran lease sebagai biaya untuk kepentingan pajak, maka pengaruhnya
sama dengan jika perusahaan membeli tanah dan kemudian mendepresiasikannya.
◦ Penggunaan persetujuan sale-leaseback memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan
likuiditasnya dengan mengkonversi asset yang ada menjadi kas sebagai modal kerja.
◦ Leasing menyediakan pendanaan 100 persen dibandingkan dengan meminjam dana untuk
membeli asset.
◦ Jika perusahaan bangkrut atau mengalami reorganisasi, maka klaim maksimum yang dapat
diajukan oleh lessor kepada perusahaan adalah 3 tahun permbayaran leases dan lessor dapat
memperoleh assetnya kembali. Jika perusahaan menggunakan hutang untuk membeli asset,
maka klaim oleh kreditor sebesar nilai hutang yang diberikan.
Kerugian Leasing
◦ Leases tidak menetapkan biaya bunga secara nominal. Jika lessor
menentapkan return yang terlalu tinggi, maka perusahaan sebaiknya
meminjam dana untuk membeli asset yang diperlukan.
◦ Pada akhir kontrak lease, nilai sisa (salvage value) asset dapat direalisasikan
oleh lessor. Jika lessee telah membeli asset, maka lessee dapat mengklaim
nilai sisa tersebut. Jika nilai sisa tersebut diakui oleh lessor, maka lessee
dapat meminta pembayaran periodic yang lebih rendah.
◦ Lessee dilarang untuk melakukan modifikasi atau memperbaiki asset proprety
tanpa seijin lessor.
◦ Jika lessee menyewa asset dan kemudian cepat menjadi usang sebelum
kontrak berakhir, maka lessee harus tetap membayar sisa periode kontrak
Convertible Securities

◦  Convertible
securities adalah sekuritas (preferred stock dan
bond) yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk
menukarkan sekuritasnya dengan sejumlah saham biasa.
◦ Conversion feature adalah opsi yang dimasukkan sebagai
bagian dari peneributan suatu obligasi atau saham preferen
yang membolehkan pemegangnya untuk mengonversi
sekuritas tersebut kedalam sejumlah saham biasa.
Jenis Convertible Securities

◦  ConvertibleBond adalah suatu obligasi yang dapat dikonversi


menjadi sejumlah saham biasa pada waktu yang akan datang.
Biasanya debenture-an secured bond dengan call feature. Convertible
bond bentuk pendanaan yang lebih murah dibandingkan dengan
nonconvertible bond (straight bonds) dengan tingkat risiko yang sama.
◦ Convertible Preferred Stock adalah saham preferen yang dapat
dikonversi menjadi sejumlah saham biasa pada waktu yang akan
datang. Saham preferen ini dijual dengan tingkat dividen yang lebih
rendah dibandingkan dengan nonconvertible preferred (straight
preferred stock) dengan tingkat risiko yang sama.
Stock Purchase Warrants
◦ Stock purchase warrant adalah suatu instrument yang memberikan opsi kepada pemegannya
untuk membeli sejumlah tertentu saham biasa pada harga tertentu selama jangka waktu
tertentu.
◦  Karakteristik Pokok.
◦  Warrant sebagai sweeteners
◦ Warrant disertakan dalam penerbitan obligasi sebagai manfaat/bonus tambahan
◦ Exercise Price (option price)
◦ Harga dimana pemegang warrant dapat membeli sejumlah tertentu saham biasa. Harganya
biasanya ditetapkan 10 sampai 20 persen diatas harga saham dipasar pada saat penerbitan.
◦ Life of warrants
◦ Umur warrant biasanya memiliki umur tidak lebih dari 10 tahun, sehingga memotivasi
pemegangnya untuk membeli saham pada saat harga dibawah harga pasar
Options

◦  Option adalah suatu instrument yang memberikan hak (bukan kewajiban) kepada
pemegangnya untuk membeli atau menjual suatu asset pada harga yang telah
ditetapkan pada masa datang.
◦  Jenis Option.
◦  Call option adalah suatu option yang memberikan hak (bukan kewajiban) kepada
pemegangnya untuk membeli suatu asset pada harga yang telah ditetapkan pada
masa datang.
◦ Put option adalah suatu option yang memberikan hak (bukan kewajiban) kepada
pemegangnya untuk membeli suatu asset pada harga yang telah ditetapkan pada
masa datang.
TERIMA KASIH