Anda di halaman 1dari 18

MANAJEMEN

BIAYA LINGKUNGAN
OLEH KELOMPOK 1 :

Aulia Nur Indriani


Dewi Shinta Rexcy Ramadhanty
Fauziah Safitri
Nur Salsyabilla Z.
Sukya Indah Permatasari
Siti Nabila Rasida
Novi Hadi Kusuma
Agus Salim
DEFINISI
Mengukur Biaya Lingkungan

Biaya lingkungan (environmental costs) adalah biaya yang muncul


karena adanya atau kemungkinan adanya kualitas lingkungan yang
kurang baik.

Setiap organisasi perusahaan menjadikan pengelolaan biaya


lingkungan menjadi prioritas utama dan minat yang intens, karena
ada peraturan lingkungan, keberhasilan penyelesaian masalah
lingkungan dan pemenuhan tujuan tidak dapat dipisahkan satu
sama lain. Maka diperlukan pemahaman konsep yang disebut
ekoefisieni (eccoefficiency)
KONSEP EKOEFISIENSI

Mempertahankan bahwa organisasi dapat memproduksi barang & jasa


yang lebih bermanfaat sambil secara simultan mengurangi dampak lin
gkungan yang negatif, konsumsi sumber daya, dan biaya.

Ekoefisiensi berarti pengurangan biaya dapat dicapai dengan meni


ngkatkan kinerja lingkungan. Bahkan bagi banyak perusahaan, biaya l
ingkungan merupakan presentase yang signifikan dari total biaya oper
asional
MANFAAT EKOEFISIENSI

1 2 3

Perbaikan kinerja Perbaikan kinerja Ekofisiensi adalah


ekologi dan ekonomi lingkungan suatu pelengkap dan
dapat dan sudah seharusnya tidak lagi pendukung
seharusnya saling dipandang hanya pengembangan yang
melengkapi; sebagai amal dan berkesinambungan
derma, tetapi juga (Sustainable
sebagai persaingan development).
(competitives);
Ekoefiensi mengimplikasikan peningkatan efisiensi berasal dari perbaikan kinerja lingkungan. Ada
sejumlah sumber dari insentif dan penyebab peningkatan ekoefiensi antara lain :
 
1. Permintaan pelanggan akan produk yang lebih 4. Kinerja lingkungan yang lebih baik dapat
bersih, yaitu produk yang diproduksi tanpa menghasilkan keuntungan sosial yang
merusak lingkungan serta penggunaan dan signifikan, seperti keuntungan bagi masya
pembuagannya ramah lingkungan. rakat dan kesehatan manusia, memperbai
ki citra perusahaan serta memperkuat ke
mampuan untuk menjual produk dan
jasanya.

2. Pegawai yang lebih baik dan produktivitas 5. Fokus pada perbaikan kinerja lingkungan
yang lebih besar, yaitu kondisi kerja yang membangkitkan keinginan para manajer
bersih dan aman akan menarik pekerja untuk melakukan inovasi dan menciptaka
yang baik dan mendorong produktivitas. n peluang baru.

3. Perusahaaan yang bertanggungjawab terhadap 6. Pengurangan biaya lingkungan dapat mempe


lingkungan cenderug memperoleh keuntungan rtahankan atau menciptakan keunggulan
eksternal, seperti biaya modal yang lebih bersaing.
rendah dan tingkat asuransi yang lebih rendah.
BIAYA KUALITAS LINGKUNGAN
Biaya Kualitas Lingkungan (Environmental Quality Costs) adalah biaya-biaya
yang terjadi karena kualitas lingkungan yang buruk atau yang mungkin terjadi.

Pendekatan yang digunakan yaitu model biaya kualitas lingkungan.


Dalam model kualitas lingkungan total, kondisi ideal adalah tidak adanya
kerusakan lingkungan; kerusakan dianggap sebagai degradasi langsung dari
lingkungan (misalnya polusi air dan udara) atau degradasi tidak langsung
(misal penggunaan bahan baku dan energi yang tidak perlu). Oleh karenanya
biaya lingkungan dapat diklasifikasikan menjadi:
a. Biaya pencegahan lingkungan (environmental prevention cost), yaitu biaya - biaya untuk aktivitas yang
dilakukan untuk mencegah diproduksinya limbah dan/ atau sampah yang dapat menyebabkan kerusakan
lingkungan. Contoh: biaya seleksi pemasok, seleksi alat pengendali polusi, desain proses dan produk, training
karyawan, dll.

b. Biaya deteksi lingkungan (environmental detection cost), yaitu biaya-biaya untuk aktivitas yang dilakukan
untuk menentukan apakah produk, proses, dan aktivitas lainnya telah memenuhi standar lingkungan yang
berlaku/tidak. Contoh: biaya audit aktivitas lingkungan, pemeriksaan produk dan proses, pelaksanaan
pengujian
pencemaran, pengukuran tingkat pencemaran, dll.

c. Biaya kegagalan internal lingkungan (environmental internal failure cost), yaitu biaya-biaya untuk aktivitas
yang dilakukan karena diproduksinya limbah, tetapi tidak dibuang ke lingkungan luar. Contoh: biaya
operasion al peralatan pengurang/penghilang polusi, pengolahan dan pembuangan limbah beracun, daur ulang
sisa bahan, dll.

d. Biaya kegagalan eksternal lingkungan (environmental external failure cost), yaitu biaya-biaya untuk aktivitas
yang dilakukan setelah melepas limbah/sampah ke dalam lingkungan meliputi :
1. Biaya kegagalan eksternal yang direalisasi (realized external failure cost), yaitu biaya yang dialami
dan dibayar oleh perusahaan
2. Biaya kegagalan ekternal yang tidak direalisasikan/biaya sosial (unrealized external failure cost/social
cost), yaitu biaya sosial yang disebabkan oleh perusahaan tetapi dialami dan dibayar oleh pihak-pihak
Laporan biaya lingkungan memberikan dua hasil yang penting, yaitu:

a. Dampak biaya lingkungan terhadap profitabilitas,

b. Jumlah relatif yang dihabiskan untuk setiap kategori. Dari sudut pandang
praktis, biaya lingkungan akan menerima perhatian manajemen hanya jika
jumlahnya signifikan. Dalam kenyataannya, biaya lingkungan dapat secara
signifikan mempengaruhi profitabilitas perusahaan. Laporan biaya juga
menyediakan informasi yang berhubungan dengan distribusi relatif dari biaya
lingkungan.
BIAYA PRODUK LINGKUNGAN 

a. Biaya lingkungan penuh (full environmental costing) adalah


pembebanan semua biaya lingkungan, baik yang bersifat privat
maupun sosial, ke produk. Biaya penuh memerlukan pengumpulan
data dari pihak di luar perusahaan. 

b. Biaya privat penuh (full private costing) adalah pembebanan biaya


privat ke produk individual. Biaya lingkungan yang disebabkan oleh
proses internal perusahaan dibebankan ke produk. Biaya privat
menggunakan data yang dihasilkan di dalam perusahaan.
PEMBEBANAN BIAYA LINGKUNGAN

a. Penghitungan biaya berbasis fungsi, membebankan biaya-biaya tersebut ke


produk individual dengan menggunakan penggerak tingkat unit seperti jam
tenaga kerja dan jam mesin.

b. Penghitungan biaya berbasis aktivitas, menggunakan hubungan sebab-


akibat, serta dilakukan penelusuran biaya lingkungan ke produk-produk.
PENILAIAN BIAYA SIKLUS HIDUP

• Penilaian Siklus Hidup


 Mengidentifikasi pengaruh lingkungan dari suatu produk di sepanjang
siklus hidupnya dan kemudian mencari peluang untuk memperoleh
perbaikan lingkungan.

• Penilaian Biaya Siklus Hidup


 Membebankan biaya dan keuntungan pada pengaruh lingkungan dan
perbaikan.
Tahapan Penilaian
Penilaian siklus hidup didefinisikan oleh tiga tahapan formal yaitu; analisis perse
diaan, analisis dampak, dan analisis lingkungan.

a. Analisis persediaan menyebutkan jenis dan jumlah input bahan baku dan ener
gi yang dibutuhkan serta pelepasan kelingkungan yang dihasilkan dalam bentu
k residu padat, cair, dan gas.
b. Analisis dampak, menilai makna dari nilai yang disediakan oleh tahap analisis
persediaan.
c. Analisis lingkungan, penilaian dampak lingkungan dalam istilah operasional d
an keuangan menetapkan tahap untuk langkah terakhir, yaitu mencari cara me
ngurangi dampak lingkungan dari alternatif-alternatif yang dipertimbangkan at
au dianalisis.
AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN LINGKUNGAN
BERBASI STRATEGI

Menyediakan kerangka kerja operasional untuk memperbaikin kinerja


lingkungan. Sebagai contohnya, perspektif lingkungan perlu dihubungkan dengan
perspektif proses untuk memperbaiki kinerja lingkungan.
Tujuan Perspektif lingkungan

1. Meminimalkan penggunaan bahan baku atau bahan yang masih


asli
2. Meminimalkan penggunaan bahan berbahaya
3. Meminimalkan kebutuhan energi untuk produksi dan penggunaan
produk,
4. Meminimalkan pelepasan residu padat, cair, dan gas serta
5. Memaksimalkan peluang untuk daur ulang.
Peran manajemen aktivitas

Analisis aktivitas lingkungan penting untuk sistem pengendalian lingkungan yan


g baik. Pengetahuan mengenai biaya lingkungan dan produk atau proses apa yang men
yebabkannya merupakan hal yang sangat penting sebagai langkah pertama untuk peng
endalian.

Selanjutnya, aktivitas lingkungan harus diklasifikasikan sebagai bernilai tambah da


n tidak bernilai tambah. Aktivitas tidak bernilai tambah adalah aktivitas yang tidak perl
u ada jika perusahaan beroperasi secara optimal dan efisien. Biaya lingkungan tidak be
rnilai tambah adalah biaya dari aktivitas tidak bernilai tambah. Biaya ini mewakili keun
tungan yang dapat ditangkap dengan cara memperbaiki kinerja lingkungan.
Tanya Jawab
Thank you