Anda di halaman 1dari 12

MEKANIKA TEKNIK II

PERTEMUAN 2

Muhammad Rahman sidik


NPM: 19620149

1
PENGERTIAN TEGANGAN
Tegangan adalah reaksi yang timbul di seluruh bagian
spesimen dalam rangka menahan beban yang diberikan. Bila
penampangnya kecil itu dijumlah hingga mencapai
penampang spesimen, maka jumlah gaya per satuan luas
yang muncul di dalam bahan itu harus menjadi sama dengan
beban dari luar. Satuan yang digunakan dalam penjabaran
tegangan adalah satuan gaya dibagi dengan satuan luas.
Pada satuan SI, gaya diukur dalam Newton (N) dan luas
diukur dalam satuan meter kuadrat (m2).

2
Biasanya, 1 N/m2 dikenal sebagai satu Pascal (Pa). Apabila dijabarkan dalam
rumus adalah sebagai berikut :
σ = F/A
dengan :
σ : Tegangan (N/m2)
F : gaya (Newton)
A : luas (m2)

Menurut jenis pembebanan yang diberikan, tegangan diklasifikasikan menjadi:


1. Tegangan tarik
2. Tegangan geser
3. Tegangan tekan
4. Tegangan puntir
5. Tegangan lengkung/bengkok

3
TERJADINYA TEGANGAN AKIBAT DEFORMASI DARI
PEMBEBANAN
Suatu batang dibebani gaya seperti pada gambar berikut ini. Bila dipotong pada
penampang X – X akan diperoleh suatu sistem keseimbangan.

4
Macam-macam gaya dalam:
1) Gaya dalam yang arahnya tegak lurus penampang normal. Di¬namakan
gaya normal (Fn).
2) Gaya dalam yang arahnya sejajar dan/atau terletak pada penampang
normal. Dinamakan gaya tangensial (Fq).

Telah disinggung di atas bahwa gaya dalam-gaya dalam akan diterima


sama rata oleh setiap molekul pada seluruh bidang penampang batang.
Gaya dalam yang bekerja pada setiap satuan luas penampang itu
dinamakan tegangan
gaya dalam
Tegangan =
luas penampang
beban yang diterima oleh molekul benda
Tegangan =
satuan luas penampang
5
SANTUAN TEGANGAN

Gaya dalam diukur dalam kgf atau N, sedangkan luas


penampang dalam m2 maka: Bila
kg f
tegangan = 2 atau atau
m
Tegangan disingkat dengan simbol huruf  (baca:
sigma) atau  (baca: thau).
Tegangan ada dua macam, yaitu tegangan normal
disingkat  dan tegangan tangensial disingkat 

6
MACAM-MACAM TEGANGAN DASAR
A. Tegangan Tarik Tegangan tarik (tensile strength, ultimate tensile
strength) adalah tegangan maksimum yang bisa ditahan oleh sebuah
bahan ketika diregangkan atau ditarik, sebelum bahan tersebut
patah. Kekuatan tarik umumnya dapat dicari dengan melakukan uji
tarik dan mencatat perubahan regangan dan tegangan. Titik
tertinggi dari kurva tegangan-regangan disebut dengan kekuatan
tarik maksimum (ultimate tensile strength). Nilainya tidak
bergantung pada ukuran bahan, melainkan karena faktor jenis
bahan. Dimensi dari kekuatan tarik adalah gaya per satuan luas.
Dalam satuan SI, digunakan pascal (Pa) dan kelipatannya (seperti
MPa, megapascal). Pascal ekuivalen dengan Newton per meter
persegi (N/m²). Satuan imperial diantaranya pound-gaya per inci
persegi (lbf/in² atau psi), atau kilo-pound per inci persegi (ksi, kpsi).
Contoh: Tegangan tarik yang terjadi pada katrol.

7
B. Tegangan Tekan adalah kapasitas dari suatu bahan atau
struktur dalam menahan beban yang akan mengurangi
ukurannya. Kekuatan tekan dapat diukur dengan
memasukkannya ke dalam kurva tegangan-regangan dari data
yang didapatkan dari mesin uji. Beberapa bahan akan patah
pada batas tekan, beberapa mengalami deformasi yang tidak
dapat dikembalikan. Deformasi tertentu dapat dianggap
sebagai batas kekuatan tekan, meski belum patah, terutama
pada bahan yang tidak dapat kembali ke kondisi semula
(irreversible). Pengetahuan mengenai kekuatan tekan
merupakan kunci dalam mendesain sebuah struktur. Kekuatan
tekan dapat diukur dengan mesin uji universal. contoh
tegangan tekan yang terjadi pada kaki meja, batang torak,
poros sepeda dan tiang bangunan yang belum mengalami
tekukan.

8
C. Tegangan Geser Tegangan geser terjadi jika suatu benda
bekerja dengan dua gaya yang berlawanan arah, tegak lurus
sumbu batang, tidak segaris gaya namun pada
penampangnya tidak terjadi momen. Misalnya pada paku
keeling, gunting dan baut.

9
D. Tegangan Puntir Tegagan puntir sering terjadi pada poros
rodagigi dan batang-batang torsi pada mobil, juga saat
melakukan pengeboran. Jadi, merupakan tegangan
trangensial. Contoh tegangan puntir yang terjadi pada tromol
roda sepeda

10
E. Tegangan Lengkung Tegangan lengkung adalah tegangan
yang diakibatkan karena adanya gaya yang menumpu pada
titik tengah suatu beban sehingga mengakibatkan benda
tersebut seakan-akan melengkung. contoh tegangan lengkung
yang terjadi pada siku penyangga, pada poros-poros mesin
dan poros roda yang dalam keadaan ditumpu. Jadi merupakan
tegangan tangensial.

F = RA + RB
Mb = momen lengkung
Wb = momen tahanan lengkung
Mb
b =
Wb
11
12