Anda di halaman 1dari 9

PERATURAN PERUNDANG-

UNDANGAN & ETIKA FARMASI


Dosen Pengampu: Drs. Fakhren Kasim, MH.KES., Apt.

Disusun oleh
Kelompok 9 – 40 B (Reguler)

• Della Nur Angraini 20340052


• Annisa 20340081
• Imanuel S 20340092

PROGRAM STUDI PROFESI APOTEKER


FAKULTAS FARMASI
INSTITU SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL
JAKARTA
2020
STUDI KASUS NO. 23

“Apoteker Melayani  Pembelian


Diazepam Injeksi Oleh Bidan
Praktik Mandiri”
STUDI KASUS NO. 23
Kata Kunci:
• Apoteker melayani pembelian Diazepam
Injeksi kepada Bidan

Peluang Terjadi Pelanggaran:


Menyerahkan  psikotropika kepada yang
tidak memiliki wewenang (bidan  praktik
mandiri)
Per-UU-an/PDAI/KEAI Yang Dilanggar
Per-UU-an

Butir/Isi Yang Dilanggar Sanksi Jika Melanggar Upaya Pencegahan

UU no. 5 tahun 1997 UU no. 5 tahun 1997 1. BPOM memperketat


Pasal 14 ayat 2: Pasal 60 ayat 4:  penjualan dan
Penyerahan psikotropika dalam  Barangsiapa menyerahkan Psikotropika  pendistribusian obat
selain yang ditetapkan dalam Pasal 14
rangka peredaran hanya dapat ayat (1), Pasal 14 ayat (2), Pasal 14 ayat  Psikotropika.
dilakukan oleh (3), dan Pasal 14 ayat (4) dipidana
a. Apotek   dengan pidana penjara paling lama 3
b. Rumah sakit (tiga) tahun dan pidana denda paling
c. Puskesmas banyak Rp. 60.000.000,00 (Enam Puluh
d. Balai pengobatan, Juta Rupiah).
e. Dokter.
Pasal 60 ayat 5:
• Barangsiapa menerima penyerahan
Pasal 14 ayat 3 Psikotropika selain yang ditetapkan
Penyerahan psikotropika oleh dalam pasal 14 ayat (3) dan (4) dipidana
apotek hanya dapat dilakukan dengan pidana penjara paling lama 3
kepada (tiga) tahun dan pidana denda paling
f. Apotek   banyak Rp. 60.000.000,00 (Enam Puluh
Juta Rupiah) dan apabila yang menerima
g. Rumah sakit penyerahan itu pengguna, maka dipidana
h. Puskesmas dengan pidana penjara paling lama 3
i. Balai pengobatan, (tiga) bulan.
j. Dokter
k. Pengguna/Pasien
Per-UU-an/PDAI/KEAI yang dilanggar
Per-UU-an
Butir/Isi Yang Dilanggar Sanksi Jika Upaya Pencegahan
Melanggar
PMK no. 3 tahun 2015 PMK no. 3 tahun 2015
Pasal 19 ayat 1 Pasal 47:
 Penyerahan Narkotika dan/atau  Pelanggaran terhadap
Psikotropika hanya dapat dilakukan ketentuan dalam
oleh: Peraturan Menteri ini
a. Apotek   dikenai sanksi
b. Puskesmas administratif sesuai
c. Instalasi Farmasi Rumah Sakit dengan ketentuan
d. Instalasi Farmasi Klinik peraturan  perundang-
e. Dokter. undangan.

Pasal 19 ayat 2: 


 Apotek hanya dapat menyerahkan
Narkotika dan/atau Psikotropika
kepada:
a. Apotek lainnya
b. Puskesmas
c. Instalasi Farmasi Rumah Sakit
d. Instalasi Farmasi Klinik
e. Dokter
f. Pasien.
Per-UU-an/PDAI/KEAI Yang Dilanggar
Per-UU-an

Butir/Isi Yang Dilanggar Sanksi Jika Upaya Pencegahan


Melanggar
Pasal 20 ayat 1
 Penyerahan Narkotika dan
Psikotropika oleh Apotek kepada
Dokter hanya dapat dilakukan
dalam hal:
a. Dokter menjalankan
praktik perorangan dengan
memberikan Narkotika
dan Psikotropika melalui
suntikan; dan/atau
b. Dokter menjalankan tugas
atau praktik di daerah
terpencil yang tidak ada
Apotek atau sesuai dengan
ketentuan peraturan
perundang-undangan.

Lanjutan…
Per-UU-an/PDAI/KEAI yang dilanggar
PDAI (PEDOMAN DISIPLIN APOTEKER INDONESIA)

Butir/Isi Yang Dilanggar Sanksi Jika Melanggar Upaya Pencegahan

Butir Pedoman Disiplin Sanksi Disiplin 2. Apoteker memahami


yang dilanggar:  Sanksi disiplin yang dapat dikenakan dan mengetahui sanksi-
 Butir 12 dalam oleh MEDAI berdasarkan PerUU sanksi yang akan
yang  berlaku:
Penatalaksanaan praktik diterima dari
1. Pemberian peringatan tertulis.
kefarmasian, melakukan 2. Rekomendasi  pembekuan pelanggaran.
yang seharusnya tidak dan/atau pencabutan Surat
dilakukan atau tidak Tanda Registrasi Apoteker,
melakukan yang atau Surat Izin Praktek, atau
seharusnya dilakukan, Surat Izin Kerja Apoteker.
sesuai dengan tanggung 3. Kewajiban mengikuti
jawab profesionalnya, Pendidikan atau pelatihan di
tanpa alasan pembenar institusi pendidikan apoteker
yang sah, sehingga dapat
membahayakan pasien.
Per-UU-an/PDAI/KEAI Yang Dilanggar
KEAI (KODE ETIK APOTEKER INDONESIA)

Butir/Isi Yang Dilanggar Sanksi Jika Melanggar Upaya Pencegahan

Butir Kode Etik yang Sanksi Kode Etik 3. Calon Apoteker


dilanggar: • Pembinaan dan peringatan diberi  bekal
 Pasal 5 di dalam tertulis dari Ikatan/Organisasi mengenai hukum
menjalankan tugasnya  Profesi Farmasi yang  Profesi
menanganinya (IAI) Kefarmasian.
setiap Apoteker harus
menjauhkan diri dari
usaha mencari
keuntungan diri semata
yang bertentangan
dengan martabat dan
tradisi luhur jabatan
kefarmasian.
Daftar Pustaka

• UU Nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika


• Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 3 tahun 2015 tentang
Peredaran, Penyimpanan, Pemusnahan, dan Pelaporan
Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi
• Nurul Falah.E.P, 2014. Peraturan Organisasi Tentang Pedoman
Disiplin Apoteker Indonesia. Jakarta : Pengurus Pusat IAI