Anda di halaman 1dari 59

Imunologi dan

Endokrinologi dalam
Proses Reproduksi
Manusia dan Tumbuh
Kembang Manusia

OLEH :
NURUL HIKMAH, S.ST., M.KEB
Tujuan Mahasiswa
Pembelajaran mampu
menganalisis
imunologi dan
endokrinologi
dalam proses
reproduksi
manusia dan
tumbuh
kembang
manusia
01 Imunologi
PENGENALAN IMUNOLOGI

Imunologi, imunitas, sistem imun dan respon


imun

Sejarah singkat imunologi

Musuh dari sistem imun

Imunitas aktif vs imunitas pasif

Imunitas alamiah non spesifik dan imunitas


spesifik
Imunologi, Imunitas, Sistem Imun dan
Respon Imun

Imunologi adalah ilmu yang


mempelajari antigen, antiobodi
dan fungsi pertahanan tubuh
host yang diperantarai oleh sel,
Imunologi terutama yg berhubungan
dengan imunitas terhadap
penyakit, reaksi biologis
hipersensitifitas, alergi dan
penolakan benda asing.
Imunitas, Sistem Imun dan Respon
Imun

Pertahanan terhadap penyakit,


Imunitas terutama penyakit infeksi

Kumpulan sel-sel, jaringan


dan molekul-molekul yang
Sistem imun berperan dalam pertahanan
infeksi
Reaksi terkoordinasi sel-
sel dan molekul dalam
Respon imun pertahanan infeksi tersebut
dalam pertahanan
terhadap infeksi
Sejarah Singkat Imunologi

Thucydides mencatat sebutan imunitas pertama


kali diketahui pada tahun 430 SM, dimana di
Atena terjadi wabah yang melanda Yunani dan
mereka yang terjangkit wabah sembuh dan tidak
terjangkit untuk kedua kalinya.

Sejarah imunologi baru dimulai lebih dari 100


tahun oleh Louis Pasteur yang dianggap sebagai
The Father Of Immunology. Studi vaksinasi dini
telah membuka jalan untuk imunologi imunisasi
yang sampai saat ini merupakan kemajuan yang
tidak ternilai. Tahun 1950 dimulai sejarah tentang
imunologi seluler.
Pada tahun 1080-90an imunisasi dengan vaksin berkembang dan
dibawah ke seluruh Eropa dan Amerika. Emil Von Bering (Jerman),
Paul Enrich (Jerman), dan Shibasaburo Kitasato (Jepang)
mengembangkan anti-toksit asal serum kuda terhadap difteri, dan
digunakan sampai sekarang dan dikenal sebagai imunisasi pasif.

Pada tahun 1900, ditemukan bukti bahwa tubuh memiliki pertahanan


komperehensif terhadap infeksi dengan memproduksi antibody. Hans
buchner (Jerman) menemuan mlekul dalam darah yang kemudian di
identifikasi oleh Jules Bordet (Belgia) sebagai aleksin dan
komplemen.Bordet dan OctaveGengou mengembangkan uji Fiksasi
Komplemen yang dpat digunakan dalam reaksi Antigen-Antibody.
Tahun 1960 ditandai dengan Renaisance imunologi
seluler dan sejak itu ilmu imunologi memasuki era
modern yang sekarang sudah dikenal sebagai cabang
ilmu imunologi seperti imunologi molekuler,
imunopatologi, imunologi tumor, imunologi transplantasi,
imunologi perbandingan, imunotoksikologi,
imunofarmakologi, dan lainnya.
Fungsi sistem imun

1. Melindungi tubuh dari invasi penyebab penyakit, menghancurkan


dan menghilangkan mikroorganisme atau substansi asing (bakteri,
parasite, jamur, dan virus, serta tumor) yang masuk kedalam tubuh.

2. Menghilangkan jaringan atau sel yang mati atau rusak untuk


perbaikan jaringan.

3. Mengenali dan menghilngkan sel yang abnormal, sasaran utama:


bakteri pathogen dan virus.

Sistem imun yang sehat adalah sistem imun yang seimbang yang bisa
meningkatkan kemampuan tubuh dalam melawan penyakit.
Musuh Dari Sistem Imun

 Mikroba yang dapat menyebabkan


Mikroba penyakit dapat ditemukan diberbagai
Patogen tempat, tersebar luas di tanah, air,
udara, tanaman, hewan dan manusia.

Respon imun terhadap antigen jaringan


sendiri yang disebabkan kegagalan
Autoimun mekanisme normal yang berperan untuk
mempertahankan self-tolerance sel B,
sel T atau keduanya.
Toksin atau racun adalah suatu zat
yang dalam jumlah relatif kecil, bila
masuk ke dalam tubuh dan bekerja
Toksin secara kimiawi dapat menimbulkan
gejala-gejala abnormal sampai
kepada kematian.

Stress menyebabkan perubahan-


perubahan fisiologis tubuh yang
melemahkan sistem imun, dan
Stress akhirnya mempengaruhi kesehatan
sehingga mudah terserang penyakit,
serta timbulnya kelainan sistem imun
dengan munculnya psoriasis dan
eczema.
Imunitas Aktif Vs Imunitas Pasif

Pada seseorang yang terpapar


antigen dari suatu mikroba
memberikan suatu respon aktif
Imunitas Aktif untuk menghilangkan infeksi dan
membentuk kekebalan terhadap
infeksi berikutnya oleh mikroba
tersebut.
Individu naif menerima sel-sel
(misalnya limfosit, ini hanya dapat
dilakukan pada hewan coba) atau
antibodi dari individu lain yang telah
imun terhadap suatu infeksi,
resipient mempunyai kemampuan
melawan infeksi tersebut hanya
Imunitas sampai sel atau antibodi yang
Pasif diberikan tadi telah habis.
Oleh karena itu respon pasif
sangat bermanfaat untuk
membangkitkan imunitas secara
cepat bahkan sebelum seseorang
mampu membangkitkan respon aktif
namun tidak menginduksi kekebalan
seumur hidup terhadap infeksi.
Bagan Imunitas Aktif dan Imunitas
Pasif
Imunitas aktif
alamiah

Imunitas
Alami Imunitas aktif
buatan

Imunitas
(kekebalan
tubuh)
Imunitas pasif
alamiah
Imunitas
Pasif Imunitas pasif
buatan
Imunitas Alamiah Non Spesifik Dan
Imunitas Spesifik

Imunitas alamiah (non spesifik)

imunitas alami (natural immunity dan native immunity )


selalu ada pada individu sehat-individu sehat, dan
disiapkan untuk pertahanan pertama penghambat masunya
mikroba dan unuk mengeliminasi mikroba yang berhasil
memasuki jaringan inang (host) secara cepat tetapi tidak
spesifik. Dalam hal ini adalah sistem fagosit makrofag.
Imunitas spesifik (adaptif)

Dilakukan oleh limfosit yang diransang oleh antigen


mikroba, membutuhkan ekspansi klonal dan diferensiasi
limfosit. Mekanisme pertahanan diri inang yang berikan
lebih lambat namun memberikan perlindungan yang lebih
spesialistik terhadap infeksi.

Dalam hal ini adalah Aktivasi limfosit, reseptor sel yakni sel
B dan sel T.
Bagan Imunitas Alamiah Non Spesifik
Dan Imunitas Spesifik
Gambar perbedaan sistem Non Spesifik
Dan Imunitas Spesifik
Imunologi dalam Proses
Reproduksi Manusia dan
Tumbuh Kembang Manusia
Mengacu pada bidang kedokteran yang
mempelajari interaksi (atau tidak adanya
interaksi) antara sistem kekebalan dan
komponen yang terkait dengan system
reproduksi, seperti toleransi kekebalan ibu
terhadap janin, atau interaksi imunologis
Imunologi melintasi penghalang darah-testis .
reproduksi

Konsep diatas telah digunakan oleh klinik


kesuburan untuk menjelaskan masalah
kesuburan , keguguran berulang dan
komplikasi kehamilan yang diamati ketika
keadaan toleransi imunologi ini tidak berhasil
dicapai.
Lebih lanjut ..

Dalam menjalankan fungsinya, sistem reproduksi melibatkan mekanisme


imunologi/kekebalan. Sudah lama diketahui bahwa pada perempuan, mekanisme kekebalan
tersebut berperan penting dalam melindungi janin. Dengan adanya sistem kekebalan, proses
perkembangan janin dapat berlangsung dengan baik serta terlindungi dari berbagai infeksi.

Di samping itu, dalam keadaan normal, setiap wanita yang pernah terpapar sperma akan
membentuk antibodi terhadap sperma. Hal tersebut wajar sebab tidak ada wanita yang
menghasilkan sperma sehingga sperma dianggap sebagai zat baru/benda asing layaknya
bakteri, virus, jamur, dan kuman lainnya yang harus dilawan. Antibodi tersebut disebut
Antibodi Anti-Sperma (ASA = Anti-Sperm Antibody). Tetapi pada beberapa perempuan,
kekebalan tubuhnya sangat tinggi hingga membentuk ASA dalam jumlah yang sangat besar.
Fakta bahwa jaringan embrio setengah asing
dan tidak seperti transplantasi organ yang tidak
Sistem imun antara cocok, biasanya tidak ditolak, menunjukkan
bahwa sistem imunologi ibu memainkan peran
ibu dan janin penting dalam kehamilan.

Plasenta juga berperan penting dalam


melindungi embrio dari serangan kekebalan
dari sistem ibu.
Lebih lanjut ..

Studi hasil penelitian juga menunjukkan bahwa protein dalam


air mani dapat membantu sistem kekebalan wanita
mempersiapkan diri untuk konsepsi dan kehamilan. Sebagai
contoh, terdapat bukti substansial untuk paparan semen
pasangan sebagai pencegahan pre-eklamsia , sebagian besar
disebabkan oleh penyerapan beberapa faktor modulasi
kekebalan yang ada dalam cairan mani, seperti transformasi
faktor pertumbuhan beta (TGFβ).
Perubahan Sistem Kekebalan Ibu

Sistem kekebalan ibu, khususnya di dalam rahim, membuat beberapa


perubahan untuk memungkinkan implantasi dan melindungi kehamilan
dari serangan. Salah satu perubahan tersebut adalah pada sel-sel uterine
natural killer (uNK).

bagian dari sistem kekebalan bawaan,


bersifat sitotoksik dan bertanggung jawab
untuk menyerang patogen dan sel yang
terinfeksi. Namun, jumlah dan jenis
reseptor yang dikandung sel uNK selama
Sel NK kehamilan yang sehat berbeda dengan
kehamilan abnormal.
Sistem imun pada sel sperma dalam
pria

Kehadiran antibodi anti sperma pada pria infertil pertama


kali dilaporkan pada tahun 1954 oleh Rumke dan Wilson.
Telah diketahui bahwa jumlah kasus autoimunitas sperma
lebih tinggi pada populasi yang tidak subur yang
mengarah pada gagasan bahwa autoimunitas dapat
menjadi penyebab kemandulan.

Antigen anti sperma telah dijelaskan sebagai tiga isotop


imunoglobulin (IgG, IgA, IgM) yang masing-masing
menargetkan bagian berbeda dari spermatozoa. Jika lebih
dari 10% sperma terikat pada antibodi anti-sperma (ASA),
maka diduga kemandulan.
Proses Pembentukan system imun
dalam tumbuh kembang manusia
Sistem imunitas dibentuk sejak awal kehidupan, yaitu dalam masa
kandungan. Sistem imunitas ini akan terus berkembang seiring dengan
pertambahan usia. Itu sebabnya bayi dan anak-anak tampak lebih sering
terkena infeksi atau sakit, jika dibanding remaja atau dewasa.

 Alasannya, sistem imunitas pada bayi dan anak masih belajar mengenali dan
melindungi tubuh dari kuman yang masuk. Sedangkan pada anak remaja dan orang
dewasa, sistem imunitas tubuhnya sudah langsung mengenali jenis kuman dan
segera menyerangnya begitu kuman masuk ke dalam tubuh.

Bayi yang baru lahir mendapat dukungan sistem imunitas melalui air susu ibu
(ASI) yang pertama kali keluar atau disebut kolostrum. Kolostrum mengandung
immunoglobulin A (IgA) yang mampu melindungi tubuh bayi dari kuman. Caranya,
dengan membentuk jaringan pelindung pada usus, hidung, dan tenggorokan.
Lebih lanjut ..

Secara umum, rendahnya sistem imunitas dapat


menyebabkan terganggunya proses tumbuh
kembang anak, yang mungkin disertai dengan
penyakit paru-paru. Gangguan fungsi imunitas juga
dapat memicu terjadinya alergi, (termasuk asma dan
eksim pada kulit), atau sensitivitas terhadap debu,
cuaca, makanan, dan obat-obatan tertentu.
02 Endokrinologi
PENGENALAN ENDOKRINOLOGI

adalah cabang ilmu
kedokteran yang
Endokrinologi
  menangani penyakit pada sistem
endokrin serta sekresi spesifiknya
yang disebut hormon.
SISTEM ENDOKRIN

Sistem endokrin adalah suatu sistem yang bekerja dengan


perantara zat-zat kimia (hormon) yang dihasilkan oleh
kelenjar endokrin.
Kelenjar endokrin merupakan kelenjar buntu (sekresi
internal) yang mengirim hasil sekresinya langsung masuk
kedalam darah dan cairan limfe, beredar dalam jaringan
kelenjar tanpa melewati duktus(saluran).
Sistem endokrin terdiri dari kelenjar-kelenjar endokrin dan
bekerjasama dengan sistem saraf, mempunyai peranan
penting dalam pengendalian kegiatan organ-organ tubuh
KELENJAR UTAMA SISTEM
ENDOKRIN

Hipofisis Hipotalamus

Tiroid Paratiroid

Adrenal Pineal Body

Organ Reproduksi (Ovarium &


Pankreas Testis)
KELENJAR
HIPOTALAMUS
 Hipotalamus atau hypothalamus
adalah pusat pengendali fungsi tubuh
dan sistem syaraf untuk menjaga agar
kondisi tubuh kita selalu konstan dan
stabil.
 Hipotalamus terletak tepat di bawah
thalamus dan diatas kelenjar hipofisi
(pituitari).
 Hipotalamus memiliki ukuran yang
sangat kecil, kurang lebih sebesar
almond dengan berat sekitar 1% dari
berat otak.
Hormon yang
dihasilkan
Hpotalamus
 Hormon anti-diuretik (ADH):
 Hormon kortikotropin (CRH): mengirim meningkatkan penyerapan air ke dalam
pesan ke kelenjar pituitari anterior untuk darah oleh ginjal.
merangsang kelenjar adrenal untuk  Oksitosin: terlibat dalam orgasme,
melepaskan kortikosteroid
kemampuan untuk percaya, suhu tubuh,
siklus tidur, dan pelepasan ASI.
 Hormon Gonadotropin (GnRH):  Hormon prolaktin (PRH) atau hormon
merangsang hipofisis anterior untuk penghambat prolaktin (PIH) (juga
melepaskan hormon perangsang folikel dikenal sebagai dopamin): PRH meminta
(FSH) dan luteinizing hormone (LH) hipofisis anterior untuk merangsang
produksi ASI melalui produksi prolaktin.
Sebaliknya, PIH menghambat prolaktin
 Hormon pertumbuhan (GHRH) atau
hormon penghambat-pertumbuhan-
 Tiroliberin (TRH): memicu pelepasan
(GHIH) (juga dikenal sebagai thyroid stimulating hormone (TSH), yang
somatostatin): GHRH meminta hipofisis merangsang pelepasan hormon tiroid, yang
anterior untuk melepaskan hormon mengatur metabolisme, energi, dan
pertumbuhan (GH); GHIH memiliki efek pertumbuhan dan perkembangan.
Kelenjar Hipofisis

•Disebut juga master of gland


karena menghasilkan bermacam-
macam hormon yang mengatur
kegiatan kelenjar lainnya.
•Berukuran seperti kacang
polong, ini adalah penonjolan
dari bagian bawah hipotalamus
di dasar otak
•Terletak di dasar tengkorak yang
memegang peranan penting
dalam sekresi hormon dari
semua semua organ-organ
Jenis-jenis hipofisis

Hipofisis anterior
(adenohypophysis)

Lobus
intermedia

Hipofisis
Posterior
(neurohypophysis
)
Hipofisis Anterior
(adenohypophysis)

Hipofisis Anterior menghasilkan


hormon yang mempengaruhi payudara,
adrenal, tiroid, ovarium dan testis, di
samping beberapa hormon lainnya.
Hipofisis anterior menerima sinyal
yang dari ‘neuron parvoselular’ di otak.
Hipofisis anterior mensintesis dan mengeluarkan hormon
endokrin penting, seperti:

 Hormon adrenokortikotropik (ACTH), untuk mengaktifkan kelenjar


adrenal.
 Thyroid-stimulating hormone (TSH), untuk merangsang kelenjar tiroid
 Follicle-stimulating hormone (FSH), untuk merangsang ovarium pada
wanita dan testis pada pria dan untuk merangsang ovarium untuk
mengaktifkan ovulasi pada wanita.
 Luteinizing hormone (LH), untuk merangsang ovarium atau testis
 Hormon pertumbuhan (GH) untuk membantu dalam pertumbuhan
manusia.
 Hormon Releasing Hormone (GHRH), untuk melepaskan hormon.
 Prolaktin, untuk mengaktifkan produksi susu setelah kelahiran anak pada
wanita.
Lobus
Intermedia
Bagian terpisah dari Lobus Anterior oleh sisa
kantong rakthe yang disebut celah rakthe.
Pada manusia selnya tidak bergranula
Bagian tengah dari kelenjar hipofisis yang bersifat
unik karena bagian ini akan mengalami kemunduran (
rudimenter ) selama masa pertumbuhan
Belum secara jelas diketahui fungsinya.
Menghasilkan hormon melanotropin
atau melanocyte stimulating hormon (MSH),
merangsang melanosit, yaitu sel-sel yang
mengandung pigmen.
Hipofisis Posterior
(neurohypophysis)

Kelenjar utama dipengaruhi oleh hipofisis


posterior (atau belakang) adalah ginjal.
Hipofisis Posterior menerima sinyal dari
‘neuron magnoselular’ di otak. hipofisis
Posterior menyimpan kelenjar dan
melepaskan hormon, seperti:
1. Oksitosin
2. Hormon antidiuretik (ADH)
Kelenjar Tiroid
Kelenjar yang terletak di dalam leher
bagian bawah, melekat pada tulang laring,
sebelah kanan depan trakea, dan melekat
pada dinding laring.
Terdiri dari dua lobus (lobus dekstra dan
lobus sinistra), saling berhubungan,
masing – masing lobus tebalnya 2 cm,
panjang 4cm, dan lebar 2,5cm
Pembentukan bergantung pada jumlah
yodium eksogen yang masuk ke dalam
tubuh sumber utama untuk memelihara
keseimbangan yodium dalam makanan
dan air minum.
Hormon yang dihasilkan kelenjar Tiroid:

 Tiroksin (mempengaruhi pertumbuhan, perkembangan dan


differensiasi jaringan tubuh)
 kalsitorlin (mempengaruhi dalam mengubah tirosin),
 Triodovionin (mempengaruhi metaboisme sel, oksidasi di sel tubuh
dan produksi panas tubuh).
Kelenjar paratiroid

•Terletatak diatas selaput yang


membungkus kelenjar tiroid.
•Terdapat dua pasang ( 4 buah )
terletak dibelakang tiap lobus dari
kelenjar tiroid, dua sebelah kiri
dan dua sebelah kanan.
•Besarnya setiap kelenjar kira –
kira 5 x 5 x3 mm dengan bentar
antara 25 – 30 mg berat
keseluruhan lebih kurang 120 mg.
Hormon yang dihasilkan Kelenjar Paratiroid

 Parathormon (PTH): berperan dalam pengaturan


pemakaian ion kalsium (Ca2+) dan fosfat (PO43+) pada
jaringan. Berperan dalam mengendalikan kadar
kalsium dalam darah.
Kelenjar Thymus

Kelenjar Thymus
Kelenjar timus terletak dalam rongga mediastrinum di belakang os strenum di
dalam rongga toraks, kira – kira setinggi bifurkasi trakhea.
Warnanya ke merah – merahan dan terdiri dari dua lobus.
Pada bayi baru lahir sangat kecil dan beratnya kira – kira 10 gram, ukurannya
bertambah setelah masa remaja antara 30 – 40 gram dan setelah dewasa akan
mengerut.
Organ ini merupakan bagian dari kedua sistem limfatik, yang membuat bagian
utama dari sistem kekebalan tubuh, dan sistem endokrin, yang mencakup semua
kelenjar yang memproduksi hormon
Hormon yang dihasilkan Kelenjar Thymus
Hormone thymosin : memiliki fungsi sebagai system kekebalan tubuh atau
system imun
Kelenjar Pinealis

Kelenjar Pinealis
Terdapat di dalam ventrikel otak, berbentuk kecil dan berwarna merah seperti
sebuah cemara.
Kelenjarnya menonjol dari mesensefalon ke atas dan ke belakang kolikus
superior.
Fungsinya belum diketahui dengan jelas.
Kelenjar ini menghasilkan sekresi interna dalam membantu pankreas dan
kelenjar kelamin berperan penting dalam mengatur aktivitas seksual dan
reproduksi manusia.
Glandula pienalis diatur oleh isyarat saraf yang ditimbulkan oleh cahaya
yang terlihat oleh mata, menyekresi melatonin, dan zat lain yang serupa
melewati aliran darah atau cairan ventrikel III ke glandula hipofise anterior
menghambat sekresi hormon gonadotropin, dan gonad menjadi terhambat lalu
berinvolusi.
Kelenjar Pankreas

Kelenjar Pankreas
Hormon yang dihasilkan oleh Pankreas

Insulin merupakan protein kecil terdiri dari dua rantai asam


amino, satu sama lainnya dihubungkan oleh ikatan disulfida.
Sebelum dapat berfungsi ia harus berikatan dengan protein
reseptor yang besar dalam membran sel. Sekresi insulin
dikendalikan oleh kadar glukosa darah. Kadar glukosa darah
yang berlebihan akan merangsang sekresi insulin dan bila
kadar glukosa normal atau rendah maka sekresi insulin akan
berkurang.
kelenjar kelamin

KELENJAR KELAMIN
A. Hormon kelamin laki-laki
Hormon Hormon
testiskular hipofisis

Testosteron FSH ( Follicle Stimulating Hormon)


untuk perkembangan, Memiliki reseptor pada sel tubulus seminiferus
pertumbuhan &pemeliharaan yang beroeran dalam spermatogenesi.
ciri-ciri sekunder. LH ( Luteinizing Hormon ) atau ICSH
Androstenedion (interstitial cell stimulating hormon)
Sebagai perkusor untuk Memiliki reseptor pada sel-sel interstitial yang
hormon estrogen pada laki-laki berfungsi merangsang sel-sel interstitila di
Dihidrostestosteron (DHT) dalam testis untuk berkembang dan
Untuk pertumbuhan prenatal menyekresikan testosteron.
dan diferensiasi genitalia laki-
laki.
Inhibin dan prote Yaitu GnRH (gonadtropin
Hormon releasing hormon) berfungsi
in pengikat endrogen
HipotalamuS merangsang kelenjar hipofisis
Dihasilkan oleh sel-sel sertoli
dan berfungsi untuk merespon mengeluarkan LH dan FSH,
sekresi FSH mengatur mekanisme umpan
balik negatif dalam sintesis
dan sekresi tertosteron.
B. Hormon kelamin perempuan
Estrogen di hasilkan oleh ovarium yang berguna untuk
pembentukan ciri-ciri perkembangan seksual pada wanita. Estogen
Esterogen
juga berguna pada siklus menstruasi dengan membentuk ketebalan
endomatrium, menjaga kualitan dan kuantitas cairan servix dan
vagina sehingga sesuai untuk penetrasi sperma.

Progesteron Progesteron di produksi oleh korpusluteum. Progesteron


mempertahankan ketebalan endomatrum sehingga dapat
menerima implantasi zigot.

Gonadotropin
Releasing GNRA merupakan hormon yang di produksi oleh hipotalamus
Hormon di otak. GNRH akan merangsang pelepasan FSH (Folikel
Stimulating Hormon).
Kedua hormon ini di namakan Gonadotropin Hormon yang di
produksi oleh hipofisis akibat rangsangan dari GNRH. FSH akan
FSH dan LH menyebabkan pematangan dari folikel. Dari folikel yang matang
akan di keluarkan ovum. Kemudian folikel ini akan menjadi
korpusluteum dan di pertahankan untuk waktu tertentu oleh LH.
Cara Kerja Kelenjar Endokrin

Secara umum, kelenjar endokrin bertanggung jawab atas hampir seluruh proses
dalam tubuh yang berlangsung lambat, mencakup pertumbuhan sel, tumbuh
kembang badan, proses reproduksi, serta metabolisme. Sedangkan proses tubuh
yang berlangsung lebih cepat, misalnya pernapasan dan pergerakan tubuh, diatur
oleh sistem saraf.

Di dalam sistem endokrin, kelenjar dan hormon bagaikan sebagai fondasi. Hormon


merupakan senyawa kimia yang tugasnya mengirim informasi dan perintah dari sel
satu ke sel yang lain. Masing-masing hormon dirancang khusus untuk bekerja spesifik
pada sel-sel tertentu. Oleh karena itu, banyak hormon berbeda yang hilir mudik di
dalam aliran darah.
Endokrinologi dalam Proses
Reproduksi Manusia dan
Tumbuh Kembang Manusia

Tubuh manusia diatur
oleh beragam senyawa kimia.
Sistem kelenjar endokrin merupaka
n salah satu sistem utama pada
tubuh yang mengoordinasikan
senyawa-senyawa kimia tersebut.
Kinerja sistem endokrin berdampak
kepada hampir seluruh sel, organ,
serta berbagai fungsi di
tubuh manusia.
Sumber Pustaka

• Abbas K A, Lichtmant A H, Pillai S. (2016). Cellular and Molecular Immunologi. Seventh ed.
Philadelphia : W B Saunders Company.
• Bratawidjaya K G. (2014). Imunologi Dasar Edisi ke-11. Jakarta: Badan Penerbit Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia.
• Dowshen, S. Kids Health (2015). Endocrin System
• Harvard Health Publishing Harvard Medical School (2018). How to boost your immune system.
• Martin, L. Medline Plus (2017). National Institutes of Health, U.S. National Library of Medicine.
Endocrine glands
• Villani AC, Sarkizova S, Hacohen N (April 2018). "Systems Immunology: Learning the Rules of the
Immune System". Annual Review of Immunology
• Ygberg, S. & Nilsson, A. NCBI. (2012). The developing immune system - from foetus to toddler. Acta
Paediatrica.
Thank you
Tugas
Bacalah topik di bawah ini, kemudian buatlah ringkasan:

Imunologi dan Endokrinologi dalam Proses Reproduksi Manusia dan


Tumbuh Kembang Manusia

Note:
• No copy paste
• Sertakan nama yang jelas
• Sertakan referensi yang jelas
• Di kirim ke email: nurulhikmah128@gmail.com
• Dikumpul sebelum UTS

Anda mungkin juga menyukai