Anda di halaman 1dari 12

SISTEM NILAI DALAM KEHIDUPAN MANUSIA (MASYARAKAT)

PENGERTIAN NILAI DALAM KEHIDUPAN

Tylor dalam Imran Manan mengemukakan


moral termasuk bagian dari kebudayaan, yaitu
tentang standar baik dan buruk, benar dan salah,
yang kesemuanya dalam konsep yang lebih besar
termasuk ke dalam “nilai”. dilihat dari aspek
penyampaian pendidikan yang dikatakan bahwa
pendidikan mencakup penyampaian pengetahuan,
keterampilan, dan nilai-nilai.
Clyde kluckhohn mendefinisikan nilai sebagai sebuah konsepsi
eksplisit atau implisit, menjadi ciri khusus seseorang atau sekelompok
orang, mengenai hal-hal yang diinginkan yang mempengaruhi
pemilihan dari berbagai cara-cara, alat-alat, tujuan-tujuan perbuatan
yang tersedia. Kluckhohn mengemukakan kerangka teori nilai-nilai
yang mencakup pilihan nilai yang dominan yang mungkin dipakai
oleh anggota-anggota suatu masyarakat dalam memecahkan 6 masalah
pokok kehidupan, sebagai berikut:
1. Masalah pertama, yang dihadapi manusia dalam semua
masyarakat adalah bagaimana mereka memandang sesamanya.
Bersifat linealism, collateralism, dan individualism
2. Masalah kedua, manusia berhadapan dengan
waktu. Secara teoritis ada 3 dimensi waktu yang
dominan yang menjadi orientasi nilai kebudayaan
suatu masyarakat, yaitu yang berorientasi ke masa
lalu, masa sekarang, dan masa depan.
3. Masalah ketiga, setiap manusia berhubungan
dengan alam.
4. Masalah keempat, masalah mendasar yang dihadapi
manusia adalah masalah kerja.
5. Masalah kelima, masalah kepemilikan kebudayaan.
6. Masalah keenam, adalah apakah hakekat hidup
manusia. Orientasi nilai yang tersedia adalah
pandangan-pandangan bahwa hidup itu sesuatu yang
baik, seuatu yang buruk, atau sesuatu yang buruk tapi
daapat disempurnakan.
Menurut pandangan Sutan Takdir
Alisyahbana (STA) Kebudayaan adalah
penjelmaan dari nilai-nilai.

Spranger mengemukakan 6 nilai pokok dalam setiap


kebudayaan, yaitu:
1.Nilai teori yang menentukan ientitas sesuatu
2.Nilai ekonomi yang berupa utilitas atau kegunaan
3.Nilai agama
4.Nilai seni
5.Nilai kuasa atau politik
6.Nilai solidaritas yang menjelma dalam cinta, persahabatan, gotong
royong, dll.
Munculnya Sistem Nilai dalam Kehidupan Manusia

Sebuah nilai muncul dari kesepakatan dalam sebuah kaum.

Kaum
memiliki kesepakatan nilai yang menjadi landasan etis untuk mengetahui sesuatu itu
baik atau buruk.
primitif

Masyara
setiap tindakannya akan mengacu kedalam perudang- undangan yang telah disepakati
bersamakatdalam sebuah majelis musyawarah yang diperjuangan wakil- wakilnya dalam
Modern
sebuah parlemen, sehingga menghasilkan sebuah tata hukum positif untuk menilai dan
menindak sesuatu boleh atau tidak boleh.
Jadi kesimpulannya adalah setiap perbuatan itu bisa dikatakan
baik atau buruk jika perbuatan itu di landasi nilai etis
terhadap sesuatu.
Di dalam Islam, pengertian nilai yang dimaksud adalah bahwa manusia
memahami apa yang baik dan buruk serta ia dapat membedakan keduanya dan
selanjutnya mengamalkannya. Pengertian tentang baik dan buruk tidak dilalui
oleh pengalaman, akan tetapi telah ada sejak pertama kali ruh ditiupkan.

“Demi jiwa serta penyempurnaannya, maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu
(jalan) keburukan dan kebaikan” ( QS. 91:7-8)

Untuk itu agama salah satu jalan menentukan batasan nilai sehingga
manusia menjadi mudah dalam menentukan sikap dalam hukum dan
tanggung jawab pribadi dan hak orang lain dalam setiap tindakannya.
Hubungan Nilai dan Norma dalam Kehidupan Manusia

Kebaikan manusia diukur dengan kenyataan


seberapa jauh dia merealisasi potensi martabat
manusia itu di dalam tingkah lakunya. Martabat
manusia dan kepribadian seseorang selalu
diukur dengan norma-norma yang berlaku.
Dengan demikian nilai-nilai dan norma-norma
akan membentuk kepribadian manusia. Manusia
tak berarti apa-apa tanpa adanya nilai-nilai,
norma-norma yang berlaku.
1. Nilai Sosial
Fungsi nilai antara lain:
a)Sebagai seperangkat alat yang siap dipakai untuk menetapkan
harga diri pribadi dan kelompok,
b) Mendorong, menuntun, dan terkadang menekan manusia
untuk berbuat baik,
c) Sebagai alat solidaritas di kalangan anggota kelompok
masyarakat,
d) Sebagai arah dalam berfikir dan bertingkah laku secara ideal
dalam masyarakat dan,
e) Menjadi tujuan akhir bagi manusia dalam memenuhi peranan-
peranan sosialnya.
 
2. Norma Sosial
norma sosial adalah aturan atau ketentuan yang mengikat
warga kelompok dalam
masyarakat, dipakai sebagai paduan, tatanan, dan kendali tingkah
Berdasarkan kekuatan mengikatnya norma dapat dibagi sebagai berikut.
1. Cara (Usage)
2. Kebiasaan (Folkways);
3. Tata Kelakuan (Mores)
4. Adat Istiadat (Custom)

Berdasarkan bidang-bidangnya norma dibagi sebagai berikut:


5. Norma Agama, merupakan norma yang mengandung peraturan-peraturan yang sesuai
dengan agama dan kepercayaan yang dianut oleh seseorang atau masyarakat.

6. Norma Kesopanan, merupakan norma yang mengatur seseorang dalam bertingkah laku
dalam kehidupan bermasyarakat.

7. Norma Kebiasaan, merupakan tata aturan seseorang atau kelompok dalam melakukan
suatu kegiatan yang didasarkan pada tradisi atau perilaku yang berulang-ulang dalam
bentuk yang sama sehingga menjadi kebiasaan.

8. Norma Kesusilaan, merupakan salah satu aturan yang berasal dar akhlak atau dari hati
nurani sendiri tentang apa yang baik dan apa yang buruk.

9. Norma Hukum, merupakan tata aturan yang paling tegas sanksi dan hukumnya yang
terdiri dari hukum tertulis (KUHP, Undang-Undang, PP) dan hukum tidak tertulis
misalnya hukum adat.
SEKIAN
TERIMA KASIH