Anda di halaman 1dari 41

HIV

( Human Immuno Deficiency Virus )


Takut Gosip ??
tertular

Perilaku
Penyakit negatif
mematikan

Belum ada obat yg bisa


menyembuhkan ??
Definisi

• Apa itu HIV ??


• Apa beda HIV dengan AIDS ??
• Bagaimana gejala awal ??
- Sariawan
- Diare
- Demam
( secara terus menerus / waktu lama )
- Berat badan turun >10 %
Stadium HIV
Stadium 1 Stadium 2 Stadium 3 Stadium 4
Asymptomatis / Ada gejala di Symptomatis / Candidiasis esofagus
mukosa / kulit Sistemik

Tidak ada gejala sariawan Candidiasis TB extra paru


Diare Toxoplasma
Ada IO spt TB Paru Multi IO
Bagaimana Cara Penularan ?

1. Transfusi darah
2. Berhubungan sexual yang tidak aman
3. Penggunaan jarum suntik yg tidak steril /
secara bersama
4. Dari ibu ke anak

Point : Ada tempat keluar masuk virus !!


Tidak ditularkan melalui :
• Ciuman
• Bersin, batuk
• Minum dari gelas yang sama
• Keringat
• Bersentuhan
• Gigitan nyamuk
• Jarum steril
• Hubungan seksual dgn kondom
• Tempat duduk toilet
• Bersalaman
Test HIV
• Pemeriksaan darah untuk mengetahui adanya HIV
dalam tubuh dengan metode rapid diagnostic test
(RDT) atau EIA (Enzyme Immuno Assay), dilakukan
oleh tenaga medis/teknisi laboratorium/bidan/perawat
terlatih
Replikasi Virus :
- Binding and Entry
Proses virus berikatan dgn CD4 dan masuk kedalam sel limfosit manusia.

- Reverse Transcriptase
Proses mengubah RNA virus menjadi DNA virus.

- Replication
Proses DNA virus bergabung dengan DNA manusia (pro-viral).

- Budding
Pro-viral bergabung dgn enzym dan akan keluar dari limfosit.

- Maturation
Pro-viral keluar dari limfosit, dan matang diluar menjadi virus baru.
Farmakoterapi
Tujuan Terapi ARV

1. Meningkatkan kualitas hidup


2. Menurunkan morbiditas dan mortalitas
3. Menekan replikasi virus
4. Memulihkan dan memelihara kekebalan
tubuh
Penggolongan obat ARV
Reverse Transcriptase Inhibitors
(RTIs)
Fusion Protease Integrase Maturation
Inhibitors Nucleosida & Inhibitors Inhibitors Inhibitors
Non Nucleosida
Nucleotida
(RTIs)
(RTIs)
Enfuvirtide Zidovudine Efavirenz Lopinavir / r Raltegravir Bevirimat

Maraviroc Stavudine Nevirapine Ritonavir Elvitegravir Elvucitabine

Vicriviroc Lamivudine Delavirdine Nelfinavir

Ibalizumab Didanosine Lersivirine Saquinavir

Abacavir Etravirine Amprenavir

Emtricitabine Atazanavir

Tenofovir
Point :

ZIDOVUDINE ( ZDV / AZT )


LAMIVUDINE ( 3TC )
EMTRICITABINE ( FTC ) NRTI
TENOFOVIR ( TDF )

NEVIRAPINE ( NVP )
EFAVIRENS ( EFV )
NNRTI
LOPINAVIR/R ( LPV )
RITONAVIR ( RTV )
PI
Waktu minum obat ?
- Diminum setiap hari
- Diusahakan pada jam yg sama setiap harinya.

Point : Obat ARV hanya bersifat menghambat


(Inhibitor) bukan Membunuh virus !!
ZIDOVUDINE
(AZT / ZDV)
• Obat lini pertama
• Ketoksikan AZT meningkat
bila ada gangguan fungsi liver
• Dosis : 200 mg setiap 8 jam
atau 300 mg setiap 12 jam
• Pd ibu hamil diberikan pada EFEK SAMPING
minggu ke 14 –34  Myelosupressi :
100 mg, 5 kali sehari, oral, - anemia makrositik (1-4%)
Selama persalinan. - neutropenia (2-8%)
Bayinya diberi dosis 2  GI intolerance, sakit kepala, insomnia
 Dosis besar : cemas, bingung, tremor
mg/KgBB, tiap 6 jam, selama 6
minggu
LAMIVUDINE

DOSIS
Dewasa 300 mg perhari
Anak 1,4 – 2 mg/kg BB

Juga dikenal sebagai obat untuk


Hepatitis B dengan dosisi 100 EFEK SAMPING
mg perhari
 Sakit kepala,
 Insomnia,
 Fatigue,
 GI discomfort
EMTRICITABINE
(FTC)

Efek samping: sakit kepala, diare, mual, skin


hyperpigmentation

Sediaan diIndonesia: kombinasi dengan Tenofovir


TENOFOVIR

Efek Samping
Gagal ginjal akut, mual, muntah, diare,
Sakit kepala

Dosis :
Di atas umur 18 th :1 tab setiap 24 jam
NEVIRAPINE
• Metabolisme : liver, oleh CYP 3A
• Dosis tunggal 1 tab (200 mg), saat
melahirkan, diikuti 2 mg/Kg BB pada
bayinya dapat mencegah penularan HIV
dari ibu ke bayi

Efek Samping :
1. Rash terjadi pada 17% pasien
(biasanya terjadi pada 4-6 minggu pertama)
Peningkatan dosis bertahap pada awal terapi (selama 14 hari), bisa
mengurangi kemungkinan timbulnya rash.
Bila rash sangat hebat, terapi harus segera dihentikan
2. Hepatotoksik (sekitar 4 %)
EFAVIRENZ
(EFV)

Efek samping:
SSP : insomnia, sakit kepala, bingung, amnesia, depresi, mimpi
buruk, euphoria.
Efek samping sentral ini bisa mencapai 50%
Kulit: rash (28%), GI : mual, muntah, diare

Lain-lain : kristaluria, peningkatan SGOT/PT, peningkatan


kolesterol
Kontra Indikasi
Efaviren tidak boleh untuk wanita hamil - teratogenik
LOPINAVIR/RITONAVIR
(LPV/r)

Ritonavir menghambat CYP3A4 (enzym metabolisme


Lopinavir), sehingga meningkatkan efektivitas lopinavir

Absorbsi obat akan meningkat dengan adanya


makanan, sebaiknya diberikan setelah makan

Efek Samping Obat


Ritonavir: Gangguan GI, hipertrigliseridemia.
Liponavir : mual, muntah, diare, nyeri perut
Konsep 4 S
1. START
2. SUBSTITUSI
3. SWITCH
4. STOP
START = MULAI

• HIV Positif
• CD4 < 350 atau Stadium 3 / Stadium 4
• Jika ada Infeksi Oportunistik (IO) seperti TB, Hepatitis, dll.
• Ibu Hamil
• Populasi Kunci ( PSK, LSL, Waria, Penasun, dll )

Point :
Tidak semua penderita HIV diberi terapi ARV !!
Rejimen terapi = 2 NRTI + 1 NNRTI

ZDV NVP

3TC

FTC

TDF EFV
Substitusi
Mengganti sebagian rejimen pada lini yang sama,
Biasanya karena efek samping atau interaksi.

Contoh :
ZDV jika pasien anemia bisa diganti TDF
NVP jika pasien terjadi ruam kulit bisa diganti EFV
Switch
Mengganti rejimen terapi pada lini yg berbeda, minimal
2 jenis obat.

Biasanya jika pasien sudah Resisten thd terapi lini


pertama atau jika Gagal Terapi ARV.

Rejimen Terapi Lini kedua = 2NRTI + 1 PI


Tanda2 Gagal Terapi ARV :

 Jika CD4 lebih rendah dari CD4 awal.


 Jika CD4 kurang 50% dari CD4 tertinggi yg pernah
dicapai.
 Jika CD4 kurang dari 100 dalam 3x pengujian.
 Timbul IO baru
Penyebab Kegagalan Terapi ARV :

 Tidak patuh minum obat.


 Mal absorbsi obat (sebelum/sesudah makan).
 Interaksi obat
 Resistensi virus
Stop
Kapan ART boleh dihentikan / stop ??
1. Jika pasien meninggal
2. Toksisitas / mengancam jiwa
3. Pasien yang tidak patuh minum obat
4. Pasien yang tidak mau minum obat
Strategi menghentikan obat ARV :
• Jika ada obat NVP atau EFV harus distop dahulu, satu
minggu kemudian baru lah obat ARV yang lain
distop.
( karena waktu paruh obat NVP / EFV panjang )
Interaksi
Yg harus diperhatikan :
Interaksi antara OAT (terutama Rifampisin)
dengan Nevirapine,
Karena meningkatkan resiko hepatotoksik.
Obat-obat yang digunakan pada ODHA
selain ARV
PROFILAKSIS
COTRIMOXAZOL TERAPI CYTOMEGALOVIRUS
1x sehari 960 mg R/ Ganciclovir i.v.
(24 jam sekali) 5 mg/kg BB
Min 3 – 6 bulan setiap 12 jam
selama 14-21 hari
TERAPI DIARE
R/ Cotrimoxazol 960 mg
12 jam sekali TERAPI TOKSOPLASMOSIS
R/ Pyrimethamine 25mg
setiap 8 jam
TERAPI KANDIDIASIS R/ Clindamycin 600 mg
R/ Fluconazol setiap 4 jam
R/ Leukovorin 1 mg
1x sehari 150 mg
setiap 24 jam
Selama 10-14 hari
Dosis
ZDV = 300 mg = 2x1 tab
3TC = 150 mg = 2x1 tab
TDF = 300 mg = 1x1 tab
FTC = 200 mg = 1x1 tab
NVP = 200 mg = 1x1 tab
EFV = 600 mg = 1x1 tab
LPV = 200 mg = 2x2 tab
RTV = 50 mg = 2x2 tab
PEP / PPP
Post Exposure Profilaxis / Profilaksis Pasca Pajanan
Yaitu :
Orang yang mendapatkan ARV karena terpajan dengan orang yang positif HIV,
Bisa karena :
- Kasus pajanan di tempat kerja (tertusuk jarum bekas HIV-AIDS)
- Perkosaan
- Pecah kondom

 Resiko Penularan < 1 %


 Perlu dilakukan tes HIV sebelum memulai PPP
 Waktu terbaik diberikan kurang dari 4 jam, maksimal dalam 48-72 jam setelah
kejadian.
 Diberikan selama 1(satu) bulan.
 Perlu dilakukan pemantauan efek samping
 Perlu dilakukan tes ulang pada bulan ke 3 dan 6 setelah pemberian
Terapi obat PEP / PPP

• AZT + 3TC + EFV atau AZT + 3TC + LPV/r


• NVP tidak digunakan untuk PPP.
Konseling
Obat yang mana Apakah tablet
Bagaimana agar yang harus saya ini bisa saya
saya tidak lupa minum sekarang? minum dengan
minum obat makanan atau
tepat waktu? tidak?

Obat-obat ini
membuat saya Apakah obat-
tidak nyaman? obat ini bisa
menolong
saya?

Bagaimana jika
teman / keluarga Minum obat
saya tahu? setiap hari
seumur hidup..?
Terimakasih