Anda di halaman 1dari 30

EVOLUSI

NAMA ANGGOTA KELOMPOK 3:


ASBUL DIO RAMADAN (A1C420066)
RIRIN TIARA ELVIRA (A1C420067)
CHOLIDA HAFNI(A1C420068)
ANISA DWI KARNITA(A1C420069)
NABELA ALIFA PRAMANI(A1C420070)
DEWI USMERI APRIYANI(A1C420071)
FRANDIA GENTI SUNNARNO(A1C420072)
PENGERTIAN EVOLUSI
● Evolusi adalah perubahan yang lambat pada makhluk
hidup pada suatu waktu yang lama. Evolusi pertama
kali diselidiki terhadap Charles Robert Darwin pada 27
Desember 1831.Dalam biologi, evolusi adalah
perubahan ciri-ciri suatu spesies selama beberapa
generasi dan bergantung pada proses seleksi alam.
1. Teori Lamarck (1809) 3. Teori Charles Darwin/Teori Evolusi Darwin
(1809—1882)
Mengemukakan bahwa sifat fenotipe Mengemukakan bahwa evolusi
(sifat yang dapat terlihat, seperti bentuk disebabkan oleh proses seleksi alam.
wajah, warna kulit, dan lain-lain) dapat Teori Darwin melalui seleksi alam
diperoleh dari lingkungan dan diwariskan mencakup tiga hal, yaitu:
secara genetik. • Seleksi alam terjadi karena adanya
Contoh: jerapah mempunyai leher keberhasilan pada reproduksi
yang panjang karena jerapah secara organisme.
terus-menerus menjulur ke atas untuk • Seleksi alam terbentuk dari interaksi
menggapai makanan. antara lingkungan dengan variasi
yang dimiliki oleh organisme.
2. Teori Weissman • Produk seleksi alam merupakan
Mengemukakan bahwa perubahan organ adaptasi organisme terhadap
tubuh yang disebabkan oleh lingkungan lingkungannya.
tidak memengaruhi keturunannya.
Contoh: tikus yang tidak mempunyai
ekor
karena ekornya dipotong ternyata tidak
a. Teori Abiogenesis
Teori abiogenesis merupakan teori yang
menerangkan bahwa makhluk hidup berasal
dari benda mati yang penciptaannya terjadi
secara spontan. Oleh karena makhluk itu ada
dengan sendirinya maka teori ini dikenal juga
dengan teori Generatio Spontanea. Pencetus
teori ini ialah Aristoteles 384–322 SM. Ia
mengatakan bahwa “Belatung berasal dari
daging yang sudah busuk".

Ilmuwan yang mendukung teori ini, yaitu:


1. Antonie van Leuwenhook
2. John Needham, Ia mengatakan, “Bakteri
berasal dari air kaldu”.
Menurut paham generation spontanea, semua
kehidupan berasal dari benda tak hidup secara
spontan, seperti:
# Ikan dan katak berasal dari lumpur
# Cacing berasal dari tanah
# Belatung terbentuk dari daging yang
membusuk
# Tikus berasal dari sekam dan kain kotor.
b. Teori Biogenesis
Teori biogenesis merupakan teori yang menyatakan
bahwa makhluk hidup yang ada saat ini berasal dari
makhluk hidup pada masa sebelumnya. Pencetus teori
ini adalah seorang ilmuwan bernama Louis Pasteur,
dengan teorinya “Omne vivum ex ovo, omne ovum ex
vivo” (Kehidupan terjadi berasal dari telur, dan
telur berasal dari makhluk hidup). Beberapa ilmuwan
yang mendukung teori
ini, yaitu:
1. Fransisco Redy, bereksperimen dengan media
daging.
2. Lazzaro Spalanzani, bereksperimen dengan
menggunakan air kaldu. Teori biogenesis berhasil
menumbangkan teori sebelumnya, yaitu abiogenesis
dengan dilakukannya percobaan “Air Kaldu dan
Tabung Leher Angsa” oleh Louis Pasteur.
Percobaan Louis Pasteur

Hasil percobaan Louis Pasteur, yakni :

a. Air kaldu yang terdapat di


dalam labu yang tidak berbentuk
leher angsa, mengandung
mikroorganisme.

b. Adapun labu yang berbentuk


leher angsa dan berhubungan
dengan udara luar, tidak terdapat
mikroorganisme.
c. Teori Neoabiogenesis
• Teori ini menerangkan bahwa kehidupan pertama kali berasal dari
senyawa organik.
• Teori ini timbul dari dua orang ilmuwan, yaitu Harold Urey dan
Oparin.
• Harold Urey menyatakan Teori Evolusi Kimia, yaitu bahwa
kehidupan pertama kali diduga terjadi di atmosfer (didukung oleh
Stanley Miller melalui percobaannya).
• Oparin mengemukakan teorinya yang diberi nama “Teori
Biologi Evolusi”, menyatakan bahwa kehidupan pertama kali
diduga terjadi di lautan (didukung oleh Haldane dalam bukunya
yang berjudul “The Origin of Life”).
Teori Cosmozoic / Kosmozoan

Teori Cosmozoic atau teori Kosmozoan


menyatakan bahwa asal mula makhluk
hidup bumi berasal dari ”spora
kehidupan” yang berasal dari luar
angkasa. Keadaan planet di luar angkasa
diliputi kondisi kekeringan, suhu yang
sangat dingin serta adanya radiasi yang
mematikan sehingga tidak memungkinkan
kehidupan dapat bertahan. Pada akhirnya
spora kehidupan itu sampai ke bumi.
Teori Penciptaan (Special Creation)
Teori ini berpandangan bahwa makhluk hidup diciptakan oleh Tuhan
seperti apa adanya. Paham ini hanya membicarakan perkembangan
materi sampai terbentuknya organisme tanpa menyinggung asal usul
materi kehidupan. Penciptaan setiap jenis makhluk hidup terjadi secara
terpisah. Teori ini tidak berdasarkan suatu eksperimen.
BUKTI-BUKTI TEORI EVOLUSI
Adanya variasi individu dalam satu keturunan
Individu-individu yang lahir dari induk yang sama sering memiliki
morfologi yang berbeda. Misalnya saja anak kampung yang baru
menetas, setelah cukup umur akan nampak bahwa anak ayam yang
satu memiliki warna yang berbeda dengan yang lainnya. Pada
manusia peristiwa inipun terjadi, anak-anak dari orang tua yang sama
pasti memiliki morfologi yang berbeda, kecuali bila terjadi kembar
identik.
Adanya petunjuk fosil
Fosil sering digunakan oleh para ahli untuk mempelajari makhluk
hidup yang hidup pada jaman dahulu. Fosil yang berumur lebih tua
akan terletak pada lapisan batuan yang lebih dalam, dan yang berumur
lebih muda terletak lebih di luar. Fosil yang sering dijadikan bukti
teori evolusi adalah fosil kuda. Nenek moyang kuda pada zaman
dahulu berukuran kecil dan mengalami perkembangan seiring waktu
selama berjuta-juta tahun.
Adanya homologi organ-organ tubuh
Homologi organ tubuh adalah organ-organ yang berasal dari struktur
yang sama namun memiliki fungsi yang berbeda. Sirip depan paus
dan tangan manusia memiliki struktur pertulangan yang sama, sayap
kekelawar dan kaki depan kucing juga adalah bentuk homologi organ
tubuh. Lawan dari homologi adalah analogi organ tubuh, dimana suatu
organ memiliki fungsi yang sama padahal memiliki struktur yang
berbeda. Contohnya adalah sayap kelelawar dengan sayap kupu-kupu,
keduanya memiliki fungsi sama namun strukturnya sangat jauh
berbeda.
Adanya embriologi perbendingan
Apabila embrio-embrio hewan dibandingkan, ternyata pada awal
perkembangannya memiliki bentuk yang hampir sama. Kesamaam bentuk
awal dari embrio ini merupakan tanda bahwa mereka dahulunya berasal dari
organisme yang sama dan mengalami evolusi dalam banyak keturunan
sehingga menjadi sangat berbeda.
Adanya perbandingan fisiologi
Makhluk hidup tersusun atas unit fungsional dan structural terkecil berupa
sel. Antara sel manusia, kelinci, dan sel hewan lainnya memiliki kinerja yang
sama dalam proses pembelahannya, proses pembentukan energinya, dan
proses-proses fisiologis lainnya. Kesamaan ini menunjukkan bahwa mereka
berasal dari nenek moyang yang sama berjuta-juta tahun yang lalu.
Adanya petunjuk biokimia
Setiap makhluk hidup memiliki DNA sebagai sumber informasi
genetik yang akan diturunkan kepada keturunannya. DNA ini
dapat mengalami perubahan akibat peristiwa mutasi yang
merupakan alat utama terjadinya evolusi. Antara manusia dan
monyet memiliki persamaan DNA hingga 90% lebih, antara
manusia dan kucing juga memiliki beberapa persamaan pada
struktur DNA nya. Hal ini menjadi salah satu bukti evolusi yang
cukup kuat.
Adanya sisa alat-alat tubuh
Manusia memiliki usus buntu dan tulang ekor yang dikatakan sebagai sisa alat-alat
tubuh. Usus buntu berukuran panjang dimiliki hewan-hewan herbivora untuk
membantunya mencerna daun dan rumput. Manusia telah berkembang menjadi
pemakan segala sehingga usus buntunya mereduksi dan mengecil menjadi sangat kecil
sekali. Usus buntu ini menjadi salah satu bukti bahwa nenek moyang manusia dulunya
adalah pemakan tumbuhan. Tulang ekor manusia yang sangat pendek dikatakan
sebagai sisa-sisa nenek moyang yang berekor, namun karena sudah tidak memerlukan
ekor lagi maka tulang ekor manusia mereduksi dan menjadi kecil selama beribu-ribu
keturunan.
Prinsip – Prinsip Evolusi
Proses evolusi dapat dibedakan atas dasar faktor-faktor
berikut :
• Evolusi Berdasarkan Arahnya
• Evolusi Progresif : merupakan evolusi menuju pada
kemungkinan yang dapat bertahan hidup (survival).
• Evolusi Regresif : merupakan proses menuju pada
kemungkinan kepunahan.
Evolusi Berdasarkan Skala Perubahannya

Evolusi Berdasarkan Skala Perubahannya


Makroevolusi : perubahan evolusi yang dapat mengakibatkan
perubahan dalam skala besar.
Adanya makroevolusi dapat mengarah kepada terbentuknya
spesies baru.
Mikroevolusi : proses evolusi yang hanya mengakibatkan
perubahan dalam skala kecil. Mikroevolusi ini hanya mengarah
kepada terjadinya perubahan pada frekuensi gen atau kromosom.
Evolusi Berdasarkan Hasil Akhir

Evolusi Berdasarkan Hasil Akhir Evolusi Divergen :


perubahannya berasal dari satu spesies menjadi banyak spesies
baru.
Evolusi divergen ditemukan pada peristiwa terdapatnya lima jari
pada vertebrata yang berasal dari nenek moyang yang sama dan
sekarang dimiliki oleh bangsa primata dan manusia.
Evolusi Konvergen : perubahannya didasarkan pada adanya
kesamaan struktur antara dua organ atau organisme pada garis
sama dari nenek moyang yang sama.
MEKANISME EVOLUSI
1. Mutasi
Mutasi merupakan perubahan susunan DNA sel genom yang
diakibatkan oleh radiasi, virus dan bahan kimia dari suatu gen
dan dapat menyebabkan perubahan sifat yang menurun pada
generasi penerusnya.
2. Seleksi Alam
Seleksi alam merupakan proses dimana mutasi genetik yang meningkatkan
keberlangsungan dan reproduksi suatu organisme menjadi lebih umum dan
tetap dari generasi ke generasi yang lain pada suatu populasi. Kondisi tersebut
menyebabkan kompetisi antar organisme untuk bereproduksi dan bertahan
hidup
3. Migrasi
Migrasi adalah perpindahan spesies dari suatu tempat ke tempat lainnya.
Migrasi akan membuat spesies beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Hal
ini, menyebabkan kemunculan generasi-generasi spesies yang berbeda dengan
nenek moyang asal-usul spesies tersebut.
4. Rekobinasi Gen
Rekombinasi gen terjadi karena adanya perkawinan silang. Kendati demikian
dapat kemungkinan besar memunculkan variasi spesies baru. Munculnya
varian baru yang membuat terjadinya evolusi.
5. Genetik Drift
Genetic Drift merupakan perubahan dalam frekuensi alel suatu kumpulan gen
yang terjadi secara acak dari populasi yang terisolasi. Frekuensi alel
merupakan fraksi gen dalam lungkang gen dalam alel tertentu
6. Hukum Hardy-Weinberg
Sedangkan hukum Hardy-Weinberg menyatakan bahwa frekuensi alel dalam
populasi akan tetap stabil dan seimbang dari satu generasi ke generasi
berikutnya dengan syarat harus terjadi perkawinan secara acak, tidak terjadi
mutasi, tidak terjadi migrasi dan tidak terjadi seleksi alam dengan populasinya
yang berukuran besar.
Syarat Terjadinya Evolusi
1. Adanya perubahan lingkungan.
2. Adanya relung (tempat hidup dan interaksi
suatu organisme) yang kosong.
3. Adanya keanekaragaman suatu kelompok
organisme.
Sekian Terima Kasih

Anda mungkin juga menyukai