Anda di halaman 1dari 14

SURVEYING

Apa itu Surveying?


Prosedur penentuan Pada working model,
Untuk mendapatkan
lokasi/outline kontur sebelum membuat
path of insertion &
gigi desain GTS dan
placement yang
abutment/jaringan menggunakan
tepat
sekitarnya surveyor

Surveyor Ney

•Carr AB, McGivney GP. McCracken’s Removable Partial Prosthodontics, 12th Ed.
Tujuan Penggunaan Surveying
Menentukan jalur pemasukan yang tepat, minimalisasi interferensi.

Mengidentifikasi permukaan proksimal sebagai guiding plane.

Menempatkan dan mengukur area gigi untuk retensi.

Mengidentifikasi interferensi tulang yang mengganggu  surgery/pemilihan path of insertion.

Menentukan path of placement yang tepat  estetik.

Preparasi akurat, reduksi minimal pada gigi abutment

Menggambarkan gigi abutment  untuk komponen GTS.

•Carr AB, McGivney GP. McCracken’s Removable Partial Prosthodontics, 12th Ed.
Bagian-Bagian Surveyor

Phoenix RD, Cagna DR. Stewart’s Clinical Removable Partial Prosthodontics, 3rd Ed, Quintessence, Chicago, 2003
Analyzing Tools

Phoenix RD, Cagna DR. Stewart’s Clinical Removable Partial Prosthodontics, 3rd Ed, Quintessence, Chicago, 2003
Proses Surveying

• Pemasangan model studi di meja


surveyor dan difiksasi.
• Pemasangan analyzing rod.

Phoenix RD, Cagna DR. Stewart’s Clinical Removable Partial Prosthodontics, 3rd Ed, Quintessence, Chicago, 2003
Mengidentifikasi kemiringan paling cocok sesuai kasus

Faktor Pertimbangan dalam menentukan favorable tilting


Eliminasi
Guiding plane Adanya undercut Estetik
interferensi

Phoenix RD, Cagna DR. Stewart’s Clinical Removable Partial Prosthodontics, 3rd Ed, Quintessence, Chicago, 2003
Guiding Plane
Permukaan proksimal gigi
Untuk memudahkan
yang berhubungan secara
dalam memasukan
paralel dengan gigi lain 
maupun melepaskan
guiding plane harus
bagian rigid protesa pada
ditentukan atau jika tidak
daerah interferensi
ada maka harus dibentuk.

Esthetic
Pertimbangan estetik
berhubungan dengan posisi
(anterior, posterior) yang
paling estetik dalam
peletakan gigi tiruan,
terutama untuk komponen
metal dan basis

•Carr AB, McGivney GP. McCracken’s Removable Partial Prosthodontics, 12th Ed.
Retentive Undercut

Dislodging forces (tanda panah) selalu langsung Posisi ideal terminal retentive clasp. Seharusnya
tegak lurus terhadap bidang oklusal pasien. tidak jauh dari pertemuan gingiva dan sepertiga
tengah gigi.

Gigi abutment

Evaluasi kontur Rekonturing


dengan surveyor enamel atau
Tidak ada??
menggunakan restorasi
analyzing rod

Retentive
undercut
Phoenix RD, Cagna DR. Stewart’s Clinical Removable Partial Prosthodontics, 3rd Ed, Quintessence, Chicago, 2003
((a) Paralel tapering silindris, tidak ada undercut pada orientasi horizontal (b) penggunaan
dental surveyor tidak memverifikasi adanya mekanikal undercut (c) dengan memiringkan
model oprator dapat memproduksi ilusi undercut (d) kerangka GTS dibuat berdasarkan
survey line yang tampak (e) ketika model dikembalikan pada posisi horizontal, undercut
hilang (f) kurangnya retensi menjadi bukti bahwa ketika model dibalikan, seperti halnya
maksila, nilai klinis kerangka dipertanyakan.

Phoenix RD, Cagna DR. Stewart’s Clinical Removable Partial Prosthodontics, 3rd Ed, Quintessence, Chicago, 2003
Interferensi Maksila

Phoenix RD, Cagna DR. Stewart’s Clinical Removable Partial Prosthodontics, 3rd Ed, Quintessence, Chicago, 2003
Cont..

Phoenix RD, Cagna DR. Stewart’s Clinical Removable Partial Prosthodontics, 3rd Ed, Quintessence, Chicago, 2003
Interferensi Mandibula

Phoenix RD, Cagna DR. Stewart’s Clinical Removable Partial Prosthodontics, 3rd Ed, Quintessence, Chicago, 2003
Cont..

Phoenix RD, Cagna DR. Stewart’s Clinical Removable Partial Prosthodontics, 3rd Ed, Quintessence, Chicago, 2003