Anda di halaman 1dari 11

ANALISIS SWOT DALAM

PERSPEKTIF KEWIRAUSAHAAN
Tujuan Instruksional
1. Pengertian SWOT dan tujuan penerapan SWOT di
perusahaan
2. Peranan SWOT sebagai bagian analisi manajemen
pengambilan keputusan
3. Penggunaan analisis SWOT dalam menganalisis
suatu bisnis
4. Faktor eksternal dan internal dalam perspektif
pengambilan keputusan
5. Model analisi SWOT
1. Definisi SWOT
(Sun Tzu, 1992) “apabila kita telah mengenal kekuatan
dan kelemahan lawan sudah dapat dipastikan bahwa
kita akan dapat memenangkan pertempuran”
SWOT adalah singkatan dari strengths (kekuatan),
weakness (kelemahan), opportunities (Peluang), dan
threaths (ancaman), dimana SWOT ini dijadikan
sebagai suatu model dalam menganalisis suatu
organisasi yang bersifat profit dan non profit dengan
tujuan utama untuk mengetahui keadaan organisasi
tersebut secara lebih komprehensif
Stephen P. Robbins dan Mary Coulter “ sebuah analisis
SWOT dapat merupakan alat yang bermanfaat untuk
memeriksa keterampilan, kemampuan, pilihan karir,
dan peluang – peluang karir anda sendiri
Personal SWOT analysis adalah dengan membuat
daftar penilaian pribadi dari empat posisi tersebut,
serta mendampinginya dengan pertanyaan dan
jawaban yang realistis
2. Analisis SWOT dan Manajemen
Pengambilan Keputusan
1. Mampu memberikan gambaran suatu organisasi dari 4
sudut dimensi
2. Dapat dijadikan sebagai rujukan pembuatan rencana
keputusan jangka panjang
3. Mampu memberikan pemahaman kepada para
stakeholder yang berkeinginan menaruh simpati
bahkan bergabung dengan perusahaan dalam suatu
ikatan kerjasama yang sling menguntungkan
4. Dapat dijadikan penilai secara rutin dalam melihat
progress report dari setiap keputusan yang telah dibuat
3. Tujuan
Penerapan SWOT di perusahaan
Penerapan SWOT pada suatu perusahaan bertujuan
untuk memberikan suatu paduan agar perusahaan
menjadi lebih fokus
Tujuan lain diperlukan analisa SWOT adalah dimana
setiap produk yang beredar dipasaran pasti akan
mengalami pasang surut dalam penjualan yang
dikenal istilah siklus daur hidup produk (life cycle
product)
Fase I adalah masa perkenalan. Konsumen mulai
mengenal dan menilai kualitas dan kuantitas produk.
Pada tahapini dikenal juga sebagai apresiasi
konsumen terhadap suatu produk.
Fase II adalah masa pertumbuhan, produk yang
diciptakan masuk kepasaran muali memiliki nilai dan
perhatian lebih. Apabila terpuaskan maka akan
berlanjut dengan konsumen lainnya.
Fase III adalah kedewasaan/kematangan. Produk
telah masuk setiap benak konsumen telah mengenal
produk tersebut telah memiliki kualitas dan nilai
dipasaran.
Fase IV adalah masa penurunan, konsumen sudah
muai merasa jenuh terhadap produk
4. Solusi Keputusan dalam Mengatasi
Penurunan Nilai Produk
1. Melakukan kebijakan evaluasi secara menyeluruh
terhadap beberapa produk yang telah diluncurkan
dipasaran
2. Menarik kembali produk yang diperkirakan akan terus
mengalami penurunan jual
3. Menciptakan produk baru (new product) dengan
model dan gaya yang berbeda
4. Mengantisipasi pasar dengan melakukan pembenahan
manajemen secara modern dan aspriratif guna
menampung keluhan2 yang selama ini timbuk
4. Solusi Keputusan dalam Mengatasi Penurunan Nilai
Produk (2)
5. Menerapkan konsep baru (new concept) dalam
bidang struktur modal seperti memperkecil hutang
dan menegaskan suatu kebijakan dalam hutang hanya
boleh diambil setelah dianalisa secara mendalam
bahwa sanggup membayar secara tepat waktu
6. Melakukan training and education secara lebih
profesional dengan maksud agar para karyawan
menjadi lebih disiplin dan berdikasi dalam bekerja
7. Pimpinan perusahaan dalam menyelesaikan
permslahan hendaknya menjungjung nilai
profesional dan sportifitas, bukan hanya sekedar
hubungan atasan dan bawahan
4. Faktor Eksternal dan Internal dalam
perspektif SWOT
A. Faktor Eksternal
 Faktor ekternal ini mempengaruhi opportunities and
threats ( O and T), kondisi yang terjadi diluar
perusahaan yang mempengaruhi dalam pembuatan
keputusan.
 Mencakup lingkunagn industri (industry
environment) dan lingkungan bisnis makro (macro
environment), ekonomi, politik, hukum, teknologi,
kependudukan dan sosial budaya