Anda di halaman 1dari 35

SEMINAR

TELAAH JURNAL

PENGARUH PEMBERIAN DEEP


BREATHING EXERCISE
TERHADAP SATURASI OKSIGEN
PADA PASIEN PPOK

Ade Ariani Fauzi - 2041312001


Annazhifa A Boestari - 2041312028
Yoga Gustiva - 2041312002
Clarissa Pramestya - 2041312036
Rania Suilia - 2041312027
A
PENYAKIT PARU OBSTRUKSI
KRONIK (PPOK)
DEFINISI PPOK

Penyakit paru obstruksi kronik (PPOK) merupakan


sejumlah gangguan yang mempengaruhi pergerakan
dari udara dan ke luar paru. Gangguan yang penting
adalah bronchitis obstruktif, emfisema, dan asma
bronchial.
ETIOLOGI
 Faktor paparan lingkungan antara lain adalah
:Merokok, Pekerjaan, Polusi udara, Infeksi.

 Faktor risiko yang berasal dari host atau pasiennya


antara lain adalah : Usia, Jenis kelamin, Adanya
gangguan fungsi paru yang sudah terjadi, Predisposisi
genetik, yaitu defisiensi α2 antritipsin (AAT)
PATOFISIOLOGI
Pada bronchitis kronis dan bronchiolitis, terjadi penumpukan lendir
dan sekresi yang sangat banyak sehingga menyumbat jalan napas.
Pada emfisema, obstruksi pada pertukaran oksigen dan karbondioksida
terjadi akibat kerusakan dinding alveoli yang disebabkan oleh
overekstensi ruang udara dalam paru. pada asma, jalan napas bronchial
menyempit dan membatasi jumlah udara yang mengalir ke dalam paru.
Merokok, polusi udara, dan paparan di tempat kerja merupakan faktor
risiko penting yang menunjang terjadinya penyakit ini. Prosesnya
dapat terjadi dalam rentang lebih dari 20-30 tahun.
TANDA DAN GEJALA

Menurut Ikawati, 2016 diagnosa PPOK ditegakkan berdasarkan adanya


gejala-gejala meliputi :
 Batuk kronis
 Produksi sputum secara kronis
 Bronkhitis akut
 Sesak napas (dyspnea)
 Riwayat paparan terhadap faktor risiko : merokok, partikel dan senyawa
kimia, asap dapur.
 Sputum, biasanya banyak dan lengket, berwarna kuning, hijau atau
kekuningan bila terjadi infeksi.
 Dyspnea, terjadi kesulitan ekspirasi pada saluran pernapasan.
 Lelah dan lesu
 Penurunan toleransi terhadap gerakan fisik
PENATALAKSANAAN
PPOK
Intervensi medis bertujuan untuk :
 Memelihara kepatenan jalan napas dengan menurunkan
 Spasme bronkus dan membersihkan sekret yang berlebihan
 Memelihara keefektifan pertukaran gas
 Mencegah dan mengobati infeksi saluran pernapasan
 Meningkatkan toleransi latihan
 Mencegah adanya komplikasi (gagal napas akut)
 Mencegah allergen/iritasi jalan napas
Manajemen medis yang diberikan berupa :
Pengobatan farmakologi
Hygiene paru
Menghindari bahan iritan
B
TEKNIK RELAKSASI NAPAS
DALAM
PENGERTIAN TEKNIK
RELAKSASI NAPAS
DALAM
Teknik relaksasi merupakan salah satu terapi nonfarmakologis
yang digunakan dalam penatalaksanaan nyeri (Tamsuri, 2007).
Relaksasi merupakan suatu tindakan untuk membebaskan
mental maupun fisik dari ketegangan dan stres sehingga dapat
meningkatkan toleransi terhadap nyeri (Andarmoyo, 2013).
Latihan napas dalam yaitu bentuk latihan napas yang terdiri dari
pernapasan abdominal (diafragma) dan pursed lip breathing
(Lusianah, Indaryani, & Suratun, 2012).
TUJUAN TEKNIK
RELAKSASI NAPAS
DALAM
Tujuan dari teknik napas dalam menurut Lusianah,
Indaryani and Suratun (2012), yaitu antara lain untuk
mengatur frekuensi pola napas, memperbaiki fungsi
diafragma, menurunkan kecemasan, meningkatkan
relaksasi otot, mengurangi udara yang terperangkap,
meningkatkan inflasi alveolar, memperbaiki kekuatan
otot-otot pernapasan
EFEK TEKNIK
RELAKSASI NAPAS
DALAM
Menurut Potter and Perry (2006) teknik relaksasi napas dalam yang baik dan benar akan
memberikan efek yang penting bagi tubuh, efek tersebut antara lain sebagai berikut :

 Penurunan nadi, tekanan darah, dan pernapasan

 Penurunan konsumsi oksigen

 Penurunan ketegangan otot

 Penurunan kecepatan metabolisme

 Peningkatan kesadaran global

 Kurang perhatian terhadap stimulus lingkungan

 Tidak ada perubahan posisi yang volunter

 Perasaan damai dan sejahtera

 Periode kewaspadaan yang santai, terjaga, dan dalam


PROSEDUR TEKNIK
RELAKSASI NAPAS DALAM
menurut Lusianah, Indaryani and Suratun (2012) Berikut ini adalah langkah-
langkah tindakan dalam melakukan teknik relaksasi napas dalam
 Mengecek program terapi medik klien.
 Mengucapkan salam terapeutik pada klien.
 Melakukan evaluasi atau validasi.
 Melakukan kontrak (waktu, tempat, dan topik) dengan klien.
 Menjelaskan langkah-langkah tindakan atau prosedur pada klien.
 Mempersiapkan alat : satu bantal
 Memasang sampiran.
 Mencuci tangan
 Mengatur posisi yang nyaman bagi klien dengan posisi setengah duduk di
tempat tidur atau di kursi atau dengan posisi lying position (posisi berbaring) di
tempat tidur atau di kursi dengan satu bantal.
 Memfleksikan (membengkokkan) lutut klien untuk merilekskan otot abdomen.

 Menempatkan satu atau dua tangan klien pada abdomen yaitu tepat dibawah tulang iga

 Meminta klien untuk menarik napas dalam melalui hidung, menjaga mulut tetap tertutup. Hitunglah
sampai 3 selama inspirasi.

 Meminta klien untuk berkonsentrasi dan merasakan gerakan naiknya abdomen sejauh mungkin,
tetap dalam kondisi rileks dan cegah lengkung pada punggung. Jika ada kesulitan menaikkan
abdomen, tarik napas dengan cepat, lalu napas kuat melalui hidung.

 Meminta klien untuk menghembuskan udara melalui bibir, seperti meniup dan ekspirasikan secara
perlahan dan kuat sehingga terbentuk suara hembusan tanpa mengembungkan pipi, teknik pursed lip
breathing ini menyebabkan resistensi pada pengeluaran udara paru, meningkatkan tekanan di
bronkus (jalan napas utama) dan meminimalkan kolapsnya jalan napas yang sempit.
 Meminta klien untuk berkonsentrasi dan merasakan turunnya abdomen
ketika ekspirasi. Hitunglah sampai 7 selama ekspirasi.

 Menganjurkan klien untuk menggunakan latihan ini dan meningkatkannya


secara bertahap 5-10 menit. Latihan ini dapat dilakukan dalam posisi tegap,
berdiri, dan berjalan.

 Merapikan lingkungan dan kembalikan klien pada posisi semula.

 Membereskan alat.

 Mencuci tangan.

 Mendokumentasikan tindakan yang telah dilakukan dan memantau respon


klien.
C
ANALISIS JURNAL
JUDUL JURNAL
Setiap jurlah harus memiliki judul yang jelas dengan membaca
judul akan memudahkan pembaca mengetahui inti jurnal tanpa
harus membaca keseluruhan dari jurnal tersebut. Judul tidak
boleh memiliki makna ganda. Pada judul jurnal sudah terdapat
variabel independen dan dependen, yaitu:

 Independen : Pengaruh Pemberian Deep Breathing

 Exercise Dependen : Saturasi Oksigen Pada Pasien PPOK


KELEBIHAN JURNAL
 Judul jurnal Pengaruh Pemberian Deep Breathing Exercise
pada Saturasi Oksigen pada Pasien PPOK. Dari judul jurnal
kita sudah mengetahui jurnal ini menjelaskan bagaimana
pengaruh Pengaruh Pemberian Deep Breathing Exercise pada
Saturasi Oksigen pada Pasien PPOK

 Pada jurnal ini nama penulis sudah ditulis dengan benar,


tanpa menggunakan gelar I Made Mertha , Putu Jana Yanti
Putri , I Ketut Suardana
ABSTRAK
Abstrak sebuat jurnal berfungsi untuk menjelaskan secara
singkat tentang keseluruhan isi jurnal. Penulisan sebuat
abstark terdiri sari sekitar 250 kata yang berisi tentang latar
belakang, tujuan, metode, bahan, hasil dan kesimpulan isi
jurnal. Terdapat kata kunci juga yang menonjolkan dari judul
jurnal tersebut, sehingga memudahkan dalam penelusuran
literature secara cepat dan tepat.
KELEBIHAN
 Jurnal ini memiliki abstrak dengan rincian dan menjelaskan
secara singkat isi jurnal.

 Asbtrak pada jumlah ini sudah baik dan berurutan yang


terdiri dari latar belakang sampai hasil kesimpulan
penelitian serta kata kunci

 Abstrak ini memiliki kata yang tidak berlebih dari


seharusnya yaitu 245 kata.
KELEMAHAN
Tulisan pada judul abstrak tidak menjelaskan itu bagian

abstrak sehingga saat membaca pertama kali tidak tau bahwa

bagian itu adalah abstrak.


PENDAHULUAN
KELEBIHAN :
– Pada jurnal ini sudah terdapat penelitian lain yang sejenis mendukung
penelitian jurnal
– Pada jurnal ini fenomena yang dibahas adalah bagaimana saturasi oksigen
dapat di pengaruhi oleh kemampuan proses difusi dan latihan pernafasan ini
dapat meningkatkan efisiensi pernafasan pada pasien PPOK.
KELEMAHAN :
Peneliti tidak melakukan studi pendahuluan untuk memastikan apakah
fenomena tersebut terjadi pada saat akan meneliti. Peneliti hanya
berpatokan pada pengalamannya sat berpratik di rumah sakit dan tidak
disebutkan waktu praktik tersebut
PERTANYAAN MASALAH
Dalam jurnal ini terdapat pernyataan masalah yang jelas yaitu
manfaat pemberian deep breathing exercise pada saturasi
oksigen pada pasien PPOK yang mana hasil riset
menunjukkan bahwa peningkatan saturasi oksigen dapat di
pengaruhi oleh kemampuan proses difusi. Kemampuan proses
difusi ini dipengaruhi oleh peningkatan kapasitas vital .
Kapasitas vital paru dipengaruhi oleh ventilasi paru, saat
terjadinya gangguan pada ventilasi paru maka pengembangan
paru tidak optimal dan terjadinya penurunan kapasitas vital
paru. Sehingga dibutuhkan upaya untuk meningkatkan
ventilasi paru agar kapasitas vital paru meningkat dengan
melatih otot pernapasan.
TUJUAN PENELITIAN

Dalam jurnal ini belum dipaparkan tujuan dari penelitiannya.


TINJAUAN PUSTAKA

Jurnal ini sudah mencantumkan tinjauan kepustakaan sebagai


acuan konsep
KERANGKA KONSEP DAN
HIPOTESA

Dalam penulisan ini tidak tercantum kerangka


konsep dan hipotesa
METODOLOGI
Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian
ini adalah quasy experiment dengan rancangan pre
and post test with control group menggunakan
metode purposive sampling.
SAMPEL DAN
INSTRUMEN
Kepada 20 responden dan dibagi menjadi dua kelompok,
10 responden kelompok perlakuan dan 10 responden
kontrol.

Kelemahan :

Dalam penelitian ini tidak dijelaskan instrument yang


digunakan.
HASIL PENELITIAN
Hasil dari penelitian ini sudah jelas dilengkapi dengan tabel

sebelum dan sesudah diberikan deep breathing exercise.


PEMBAHASAN
Jurnal ini sudah menampilkan hasil penelitian yang didapat,
pendapat peneliti serta didukung oleh teori –teori yang
mendasari atau mendukung penulisannya. Dalam penelitian ini
peneliti membuktikan bahwa deep breathing exercise dapat
mengalami peningkatan saturasi oksigen.
KESIMPULAN

Kesimpulan yang disampaikan ringkas dan berisi informasi

penting dari penelitian. Penelitian ini memberikan bukti bahwa

bahwa deep breathing exercise dapat mengalami peningkatan

saturasi oksigen
INPLIKASI DAN HASIL

Jurnal ini dapat dijadikan panduan atau

acuan bagi perawat rumah sakit untuk

intervensi dalam mengatasi masalah

oksigenasi pada pasien PPOK.


DAFTAR PUSTAKA

Daftar pustaka yang dijadikan referensi pada

penelitian ini sebanyak 23 referensi dan ada

beberapa yang menggunakan referensi lebih

dari 5 tahun terakhir yaitu tahun 2006


PENUTUP
KESIMPULAN :
Sebagian besar pasien PPOK mengalami hipoksemia yaitu penurunan kadar
oksigen dalam darah dan penurunan saturasi oksigen darah arteri. peningkatan
saturasi oksigen dapat di pengaruhi oleh kemampuan proses difusi. Kemampuan
proses difusi ini dipengaruhi oleh peningkatan kapasitas vital .
Kapasitas vital paru dipengaruhi oleh ventilasi paru, saat terjadinya gangguan
pada ventilasi paru maka pengembangan paru tidak optimal dan terjadinya
penurunan kapasitas vital paru. Sehingga dibutuhkan upaya untuk meningkatkan
ventilasi paru agar kapasitas vital paru meningkat dengan melatih otot
pernapasan. Salah satu latihan otot pernapasan yang dapat dilakukan untuk
meningkatkan kapasitas vital sehingga dapat memaksimalkan proses difusi
adalah deep breathing exercise. Deep Breathing Exercise yaitu dilatih bernapas
tipe abdominal dan bernapas dengan pursed lips. Latihan pernapasan ini dapat
meningkatkan efisiensi pernapasan dengan mengurangi udara yang terperangkap
dan mengurangi kerja pernapasan
SARAN :

Bagi perawat dapat mengajarkan dan menggunakan Deep


Breathing Exercise pada pasien ppok untu meningkatkan
saturasi oksigen
TERIMA KASIH