Anda di halaman 1dari 19

Arti Metafisika

Metafisika berasal dari kata Yunani meta ta


physika,sesuatu di luar hal-hal fisik.
Istilahm e t a f i s i k a diketemukan Andronicus
pada tahun 70 SM ketika menghimpun karya-
karya Aristoteles, dan menemukan suatu
bidang di luar bidang fisika atau disiplin ilmu
lain.
Metafisika secara tradisional didefinisikan
sebagai pengetahuan tentang Pengada
Definisi Metafisika

Metafisika;upaya untuk menjawab problem ttg


realitas yg lebih umum, komprehensif, atau
lebih
fundamental drpd ilmu (White, 1987: 1).
Metafisika;upaya utk merumuskan fakta yg
paling
umum dan luas ttg dunia termasuk
penyebutan
kategori yg paling dasar dan hub. di antara
kategori tersebut. (Alston: 1964: 1).
Klasifikasi Metafisika (C.Wolff)
• Metaphysica Generalis (ontologi); ilmu
• tentang yg ada atau pengada.
• Metaphysica Specialis terdiri atas:
• 1. Antropologi; menelaah ttg hakikat manusia,
• terutama hub. jiwa & raga.
• 2. Kosmologi; menelaah ttg asal usul &
• hakikat alam semesta.
• 3. Theologi; Kajian ttg Tuhan secara rasional.
Antropologi Filsafati

Hakikat Kodrat Mns


Susunan Kodrat
Sifat Kodra
Kedudukan Kodrat
Kosmologi Filsafati
• Filsafat alam yg berusaha mencari asal
• (arche) alam semesta. Cth: Thales
• berpendapat air sbga r c h e.
• Filsafat alam yg menyelidiki gerak (motion) di
• alam semesta sbg penyebab adanya
• perubahan (change)
Dalil Pembuktian Tuhan
• Dalil ontologis (Anselmus): segala sesuatu di
• dunia ini tdk ada yg sempurna, melainkan
• hanya memperlihatkan tingkatan-tingkatan
• (gradasi). Oki, tentu ada satu yg paling
• sempurna yg mengatasi semua ketidak
• sempurnaan itu, yakni The Perfect Being
Dalil Kosmologis (Aristoteles)
• Keteraturan alam semesta ini ditentukan oleh
• gerak (motion). Gerak merupakan penyebab
• terjadinya perubahan (change) di alam
• semesta. Akhirnya akal manusia tiba pada
• suatu titik ygu lt im a t e yaitu, sumber
penyebab
• dr semua gerak, yaituU n m o v e dM o v e r,
• Penggerak yg tdk digerakkan.
Dalil Teleologis (William Paley)
• Benda-benda di ruang alam semesta
• itu memiliki gerak yg bertujuan
• (teleos), shg alam semesta ini
• merupakan karya seni terbesar yg
• membuktikan adanya A Greater
• Intelligent Designer
Dalil Etis (I.Kant)
• Dalam diri setiap manusia ada dua
• kecenderungan yg bersifat niscaya, yaitu
• keinginan utk hdp bahagia (happiness) dan
• berbuat baik. Kedua kecenderungan itu akan
• dpt terwujud dlm kehidupan manusia apabila
• dijamin oleh 3 postulat, yaitu kebebasan
• kehendak (freewill), keabadian jiwa
• (immortality), dan Tuhan (God) sebagai
• penjamin hukum moral (Law Giver
Filsuf Penentang Metafisika
• David Hume:
• 
• Metafisika itu cara berpikir yang menyesatkan
• (sophistry) dan khayalan (illusion). Sebaiknya karya
• metafisika itu dimusnahkan, karena tidak
• mengandung isi apa-apa.
• 
• Metafisika bukanlah sesuatu yang dapat dipersepsi
• oleh indera manusia, sehingga merupakan
• sesuatu yangs e n s e le s
Alfred Jules Ayer
• Metafisika adalah parasit dalam kehidupan ilmiah
• yang dapat menghalangi kemajuan ilmu
• pengetahuan, OKI metafisika harus dieliminasi dari
• dunia ilmiah.
• Problem yang diajukan dalam bidang metafisika
• adalah problem semu (pseudo-problems), artinya
• permasalahan yang tidak memungkinkan untuk
• dijawab.
Ludwig Wittgenstein
• Metafisika itu bersifatt h eM y s t ic a lly, hal-hal yang
• tak dapat diungkapkan (inexpressible) ke dalam
• bahasa yang bersifat logis.
• 
• Ada 3 persoalan metafisika, yaitu: (1)S u b jectd o e s
• not belong to the world; rather it is a limit of the
• world. (2).D e a t h is not an event in life, we do not
• live to experience death. (3).G o d does not reveal
• Himself in the world.
• 
• Kesimpulan: ³Sst yang tak dapat diungkapkan
• secara logis sebaiknya didiamkan saja´. (What we
• cannot speak about, we must pass over in silence!)
Filsuf Pembela Metafisika
• Plotinos:
• Semua pengada beremanasi dari to Hen
• (yang satu) melalui proses spontan dan
• mutlak.To Hen beremanasi padaN o u s
• (kesadaran), melimpah pada Psykhe(jiwa),
• akhirnya melimpah pada materi sebagai
• bentuk yang paling rendah, yaituMeion.
Manfaat Metafisika Bagi
Pengembangan Ilmu

• Kontribusi metafisika terletak pd awal terbentuknya


• paradigma ilmiah, ketika kumpulan kepercayaan belum
• lengkap pengumpulan faktanya, maka ia harus dipasok
• dr luar, antara lain: metafisika, sains yg lain, kejadian
• personal dan histories. (Kuhn)
• 2.M etafisika mengajarkan cara berpikir yang serius,
• terutama dlm menjawab problem yg bersifat enigmatik
• (teka-teki), shg melahirkan sikap dan rasa ingin tahu yg
• mendalam. (Kennick
Manfaat Metafisika
• M etafisika mengajarkan sikapo p e n - e n d e d, shg hasil
• sebuah ilmu selalu terbuka untuk temuan & kreativitas
• baru. (Kuhn)
• 4. Perdebatan dalam metafisika melahirkan berbagai
• aliran,m a in s tr e a m, spt: monisme, dualisme, pluralisme,
• shg memicu proses ramifikasi, berupa lahirnya
• percabangan ilmu (Kennick)
• 5.M etafisika menuntut orisinalitas berpikir, krn setiap
• metafisikus menyodorkan cara berpikir yg cenderung
• subjektif dan menciptakan terminologi filsafat yg khas.
• Situasi semacam ini diperlukan utk pengembangan ilmu
• dalam rangka menerapkan heuristika. (van Peursen)
Manfaat Metafisika
• M anusia yg bebas sebagai kunci bagi akhir
• Pengada,artinya manusia memiliki kebebasan
• utk merealisasikan dirinya sekaligus
• bertanggungjawab bagi diri, sesama, dan dunia.
• Penghayatan atas kebebasan di satu pihak dan
• tanggung jawab di pihak lain merupakan sebuah
• kontribusi penting bagi pengembangan ilmu yg
• sarat dengan nilai (not value-free). (B akker)
Manfaat Metafisika
• M etafisika mengandung potensi utk menjalin
• komunikasi antara pengada yg satu dengan
• pengada yg lain. Aplikasi dlm ilmu berupa
• komunikasi antar ilmuwan mutlak dibutuhkan,
• tidak hanya antar ilmuwan sejenis, tetapi juga
• antar disiplin ilmu, sehingga memperkaya
• pemahaman atas realitas keilmuwan. (B akker)
Hubungan Metafisika dng Epist.,A ksiologi,
dan Logika

• Hub. metafisika dng epistemologi terletak pd kebenaran


• (truth) sbg titik omega bagi pencapaian pengetahuan.
• 2. Hub. metafisika dng aksiologi terletak pd nilai (axios,
• value) sbg kualitas yg inheren pd suatu objek. Objeknya
• mungkin dpt diiindera, namun kualitasnya itu sendiri
• bersifat metafisik.
• 3. Hub. metafisika dng logika bersifat simbiosis mutualistik.
• Di satu pihak metafisika memerlukan logika utk
• membangun argumentasi yg meyakinkan, di pihak lain
• simbol dan prinsip-prinsip logika itu sendiri merupakan
• wajah metafisika, karena sifatnya yg abstrak.
Hub. Metafisika dng Epistemologi

Anda mungkin juga menyukai