Anda di halaman 1dari 103

Dasar Hukum Ketentuan Umum dan Tata

Cara Perpajakan
Dasar Hukum Ketentuan Umum dan Tata Cara
Perpajakan

UU No. 6 tahun 1983

di ubah

UU No. 16 Tahun 2009


Cara menentukan Tahun Pajak
1. Tahun Pajak Sama Dengan Tahun Takwim

1 Januari 2014 1 Desember 2014


2. Tahun Pajak Tidak Sama Dengan Tahun
Takwim
1 Juli 2014 30 Juni 2015

1 April 2014 31 Maret 2015

1 Oktober 2014 30 September 2015


Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
NPWP adalah nomor yang diberikan kepada wajib
pajak sebagai sarana dalam administrasi perpajakan
yang digunakan sebagai tanda pengenal diri atau
identitas Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan
kewajiban perpajakan.
Fungsi NPWP
Tanda pengenal diri atau
identitas WP dalam
administrasi perpajakan.

Sarana untuk mendapatkan Sarana untuk menjaga


pelayanan dari instansi ketertiban dalam pembayaran
tertentu. pajak.
Pendaftaran
Kewajiban pendaftaran untuk memperoleh Nomor
Pokok Wajib Pajak (NPWP), berlaku untuk:
a. WP OP yang melakukan usaha atau pekerjaan bebas,
b. WP OP yang tidak melakukan usaha atau pekerjaan
bebas, namun berpenghasilan melebihi PTKP.
c. Wanita yang telah menikah dan menjalankan kewajiban
perpajakannya sendiri.
d. Setiap WP Badan.
Sanksi
• Dengan sengaja tidak mendaftarkan NPWP
pidana paling singkat 6 bulan dan paling lama 6 tahun dan denda
paling sedikit 2 kali jumlah pajak terutang dan paling banyak 4 kali
jumlah pajak terutang
• Jika melakukan penyalahgunaan NPWP dipidana paling singkat 6
bulan dan paling lama 2 tahun dan denda paling sedikit 2 kali
jumlah restitusi yang dimohonkan atau kompensasi atau
pengkreditan yang dilakukan dan paling banyak 4 kali jumlah
restitusi yang dimohonkan atau kompensasi atau pengkreditan
yang dilakukan
Penyebab Penghapusan NPWP
WP OP berikut ahli waris
WP Badan berada
tidak lagi memenuhi
dalam proses likuidasi
syarat subjektif atau
objektif. atau pembubaran.

WP OP wanita menikah WP BUT menghentikan


dan tidak melaksanakan kegiatannya di
Penghapusan NPWP harus diselesaikan dalam jangka 6 bulan untuk WP OP dan 12
kewajiban bulan
pajakuntuk
sendiri. Indonesia.
WP Badan sejak penerimaan permohonan.
Format NPWP
PENGUKUHAN PENGUSAHA KENA PAJAK (PKP)

Kewajiban pendaftaran untuk dikukuhkan sebagai


Pengusaha Kena Pajak (PKP), berlaku untuk:
a. Pengusaha yang memiliki peredaran bruto melebihi Rp
600.000.000,00 (batasan pengusaha kecil).
b. Pengusaha kecil yang memilih dikukuhkan.
Fungsi PKP

Sebagai identitas PKP


yang bersangkutan

Melaksanakan hak dan


kewajiban di bidang PPN
dan PPABM

Pengawasan
administrasi perpajakan
Kantor Pelayanan Tempat pengukuhan
Kantor PKP
Pajak atau Kantor Pelayanan
Pelayanan,
Penyuluhan dan
Pajak tertentu
Konsultasi sesuai dengan
Perpajakan yang peraturan
wilayah kerjanya perundang-
meliputi tempat
tinggal atau undangan di
tempat kedudukan bidang
usaha wajib pajak perpajakan
Penyebab Pencabutan Pengukuhan PKP

PKP pindah alamat


ke naungan KPP lain.
PKP menyalahgunakan
pengukuhan.

Peredaran bruto PKP tidak


melebihi batasan pengusaha
kecil.

Kewajiban PPN PKP


dipusatkan di tempat lain.

Pencabutan Pengukuhan PKP harus diselesaikan dalam jangka waktu 6 bulan sejak
tanggal diterimanya permohonan secara lengkap.
Sanksi
• Dengan sengaja tidak melaporkan Pengukuhan PKP
pidana paling singkat 6 bulan dan paling lama 6 tahun dan denda
paling sedikit 2 kali jumlah pajak terutang dan paling banyak 4 kali
jumlah pajak terutang
• Jika melakukan penyalahgunaan Pengukuhan PKP dipidana paling
singkat 6 bulan dan paling lama 2 tahun dan denda paling sedikit 2 kali
jumlah restitusi yang dimohonkan atau kompensasi atau pengkreditan
yang dilakukan dan paling banyak 4 kali jumlah restitusi yang
dimohonkan atau kompensasi atau pengkreditan yang dilakukan
SURAT PEMBERITAHUAN (SPT)

Merupakan surat yang digunakan WP untuk melaporkan penghitungan


dan pembayaran pajak, objek pajak dan atau bukan objek pajak, dan
atau harta dan kewajiban.

Untuk suatu masa pajak. Untuk suatu tahun pajak


atau bagian tahun pajak.

SPT Masa SPT Tahunan


16
Fungsi SPT PPh
)

Sarana pelaporan dan pertanggungjawaban


penghitungan PPh terutang.

Sarana melaporkan tentang:


Pembayaran atau pelunasan pajak yang telah dilaksanakan sendiri dan/atau melalui pemotongan atau pemungutan pihak lain.

Penghasilan yang merupakan objek dan bukan Objek Pajak.

Harta dan kewajiban.

Pembayaran dari pemotong atau pemungut.
Fungsi SPT PPN
Penjelasan Pasal 3 Ayat (1)
Sarana pelaporan dan pertanggungjawaban
penghitungan PPN atau PPnBM terutang.

Sarana melaporkan tentang:



Pengkreditan PPN Masukan terhadap PPN Keluaran.

Pembayaran atau pelunasan pajak yang telah dilaksanakan sendiri atau melalui pihak lain.

Pajak yang dipotong atau dipungut dan disetorkan Pemungut PPN.
Prosedur Penyelesaian SPT
Mengambil SPT

Benar
Mengisi Lengkap
WP Jelas
Menandatangani
Tempat terdaftar

Menyampaikan Tempat dikukuhkan

Tempat lain

Bukti lampilan
Pembetulan SPT
WP dapat melakukan pembetulan SPT yg pengisiannya
terdapat kekeliruan berdasar kemauan sendiri, dengan syarat:

Disampaikan paling lama Dikenakan sanksi bunga


Melampirkan 2 tahun sebelum daluarsa 2% per bulan apabila
Belum dilakukan
pernyataan penetapan, untuk SPT pembetulan
yang menyatakan rugi pemeriksaan. menyebabkan pajak
tertulis. atau lebih bayar. kurang bayar.
Pengungkapan ketidakbenaran SPT
Petugas
Penyidikan
telah tidak dilakukan
melakukan apabila:
WP telah pemeriksaan WP
mengungkapka
, tetapi n
menyampa belum ketidakbenaran
ikan SPT. melakukan
atas kemauan
sendiri.
WP melunasi
penyidikan pajak kurang
tindak bayar ditambah
denda 150%.
pidana.
Pengungkapan ketidakbenaran SPT
Pemeriksaan telah dilakukan, namun belum diterbitkan
Pajak yang SKP. harus dibayar
menjadi lebih besar atau lebih
kecil.
WP dapat mengungkap ketidakbenaran dalam  laporan
Rugi fiskal menjadi lebih kecil
tersendiri.
atau lebih besar.
 Jumlah harta menjadi lebih
besar atau lebih kecil.
WP wajib melunasi pajak kurang bayar ditambah sanksi kenaikan 50%.
 Jumlah modal menjadi lebih
besar atau lebih kecil.
Pemeriksaan tetap dilanjutkan.
Jenis SPT
SPT Masa PPh
Surat
Pemberitahuan SPT Masa PPN
Masa
SPT Masa PPN bagi
pemungut PPN
Surat
Pemberitahuan SPT Tahunan PPh
Tahunan
Batas waktu penyampaian
BATAS WAKTU
20 hari
SPT Masa setelah akhir Masa
Pajak

SPT Tahunan PPh OP


3 bulan
setelah akhir
Tahun Pajak
SPT Tahunan PPh Badan
4 bulan
setelah akhir
Tahun Pajak

Perpanjangan (maksimal 2 bulan)


Cara Penyampaian SPT

KPP
Langsung
KP2KP
Cara
Pos
Penyampaian
Jasa Ekspedisi
Cara Lain
e-filling
Sanksi Tidak / Terlambat
Menyampaikan SPT
SANKSI
PPN Rp 500 Ribu
SPT Masa
Lainnya
SPT Tahunan PPh OP Rp 100 Ribu

SPT Tahunan PPh Badan Rp 1 Juta


SURAT SETORAN PAJAK (SSP) DAN PEMBAYARAN PAJAK

• SSP adalah bukti pembayaran atau penyetoran pajak


yang telah dilakukan dengan menggunakan formulir
atau telah dilakukan dengan cara lain ke kas negara
melalui tempat pembayaran yang telah ditunjuk oleh
Menteri Keuangan
• Fungsi : sebagai bukti pembayaran pajak apabila telah
disahkan oleh pejabat kantor penerimaan pembayaran
yang berwenang
Tempat Pembayaran atau Penyetoran

Pembayaran atau Penyetoran

Bank yang ditunjuk oleh


Menkeu. Kantor Pos
Jangka waktu Pembayaran Pajak
Jatuh Tempo PPh Pasal 4(2)
Pembayaran PPh Pasal 15 tanggal 15 bulan berikutnya
Pajak PPh Pasal 25
Wajib Pajak sebelum SPT Tahunan
PPh Pasal 29
disampaikan
PPh Pasal 4(2)
PPh Pasal 15
Pemotong/
PPh Pasal 21 tanggal 10 bulan berikutnya
Pemungut
PPh Pasal
23/26
PPh Pasal 25 bagi WP usaha
kecil atau WP di daerah paling lama pada akhir
tertentu Masa Pajak terakhir
(melaporkan beberapa Masa Pajak
dalam 1 SPT Masa)
Jangka waktu Pembayaran Pajak
Wajib Pajak
tanggal 15 bulan berikutnya
Jatuh Tempo
Pembayaran selain bend./Pemungut
Pajak
PPN & PPnBM Bendahara tanggal 7 hari setelah
pelaksanaan pembayaran

Importir (WP) saat penyelesaian doc.

PPh Pasal 22 DJBC 1 hari kerja

7 hari setelah tgl pelaksanaan


Bendahara pembayaran atas pemyerahan
barang

tanggal 10 bulan
Pemungut berikutnya
Jangka waktu Pembayaran Pajak

Jatuh Tempo Pembayaran


STP, SKPKB, SKPKBT, SK
Keberatan, SK
1 bulan sejak tanggal
Pembetulan, Putusan diterbitkan
Banding, & Putusan PK
Syarat Pengajuan Permohonan
Diajukan
Diajukan
Disertai
sebelum
maksimal
alasan
pembayaran
tertulis
pembayaran,
dan 9jumlah
tanggal secara
hari
jatuh tempo
kepadayang
kecuali WP
Pengangsuran atau Penundaan Pembayaran
dimohonkan angsuran
mengalami keadaan atau
di luar
Dirjen Pajak.
penundaan.
kekuasaannya.

Keputusan diberikan maksimal 7 hari sejak permohonan diterima lengkap.


32
Jika jangka waktu terlewati, permohonan dianggap diterima.
SURAT KETETAPAN PAJAK

Surat Ketetapan Pajak
Kurang Bayar

Surat Ketetapan Pajak


Kurang Bayar Tambahan

Surat Ketetapan Pajak


Lebih Bayar Surat Ketetapan Pajak
Nihil
SURAT KETETAPAN PAJAK KURANG BAYAR
(SKPKB)
PENGERTIAN
Jumlah Pokok Pajak

Jumlah Kredit Pajak

Jumlah Kekurangan Pembayaran


Pokok Pajak

Besarnya Sanksi Administrasi


Jumlah Pajak yang Masih Harus
Dibayar
Penerbitan SKPKB

Berdasarkan Hasil Pemeriksaan atau Keterangan Lain


Pajak yang Terutang Tidak atau Kurang Dibayar
Penerbitan SKPKB

Surat Pemberitahuan atau Surat Teguran Tidak


Disampaikan dalam Jangka Waktu yang Telah
Ditentukan
Penerbitan SKPKB

Berdasarkan Hasil Pemeriksaan Pajak Pertambahan


Nilai dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah Tidak
Seharusnya Dikompensasikan Selisih Lebih Pajak atau
Tidak Seharusnya Dikenai Tarif 0%
Penerbitan SKPKB

Kewajiban Menyelenggarakan Pembukuan atau


Pencatatan Tidak Dipenuhi, sehingga Tidak Dapat
Diketahui Besarnya Pajak yang Terutang
Penerbitan SKPKB

Kepada Wajib Pajak diterbitkan Nomor Pokok Wajib


Pajak dan / atau Dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena
Pajak Secara Jabatan
Sanksi Administrasi
Hasil Pemeriksaan
Pajak Terutang atau
Kurang Dibayar
Jumlah Bunga 2%
Kekurangan per Bulan
Pajak + Paling Lama
Terutang 24 Bulan
WP diterbitkan
NPWP dikukuhkan
sebagai Pengusaha
Kena Pajak secara
Jabatan
Sanksi Administrasi
Surat Teguran tidak
disampaikan pada
5% dari PPh yang tidak atau
jangka waktu yang kurang dibayar dalam satu
telah ditetapkan tahun pajak
Berdasarkan Hasil Pemeriksaan 5% dari PPh yang tidak atau kurang
PPN dan PPnBM Tidak
dipotong, tidak atau kurang dipungut,
Seharusnya Dikompensasikan
Selisih Lebih Pajak atau Tidak tidak atau kurang disetor, dipotong atau
Seharusnya Dikenai Tarif 0% dipungut tetapi tidak atau kurang disetor

Kewajiban Menyelenggarakan 100% dari PPN DAN PPnBM


Pembukuan atau Pencatatan
Tidak Dipenuhi, sehingga Tidak yang tidak atau kurang
Dapat Diketahui Besarnya
Pajak yang Terutang
dibayar
Fungsi SKPKB
a. Koreksi atas jumlah yang terutang
menurut SPT- nya
b. Sarana untuk mengenakan sanksi
c. Alat untuk menagih pajak
Jangka Waktu Penerbitan SKPKB
Dalam jangka waktu 5 tahun berakhirnya Masa Pajak, Bagian
Tahun Pajak atau Tahun Pajak, Direktur Jenderal Pajak dapat
menerbitkan SKPKB

> 5 Tahun, maka SKPKB tetap dapat diterbitkan ditambah


sanksi administrasi berupa bunga sebesar 48% dan jumlah
pajak yang tidak atau kurang dibayar
SURAT KETETAPAN PAJAK KURANG BAYAR
TAMBAHAN (SKPKBT)
Pengertian
 Surat Ketetapan pajak yang menentukan
tambahan atas jumlah pajak yang telah
ditetapkan
Penerbitan SKPKBT
Ditemukan data baru yang mengakibatkan
penambahan jumlah pajak yang terutang
setelah dilakukan tindakan pemeriksaan
dalam rangka penerbitan SKPKBT
Fungsi SKPKBT
a. Koreksi atas jumlah yang terutang
menurut SPT- nya
b. Sarana untuk mengenakan sanksi
c. Alat untuk menagih pajak
Sanksi SKPKBT
 Jumlah kekurangan pajak yang terutang
dalam SKPKBT, ditambah dengan sanksi
administrasi berupa kenaikan sebesar 100%
dari jumlah kekurangan pajak tersebut
Jangka Waktu Penerbitan SKPKBT
Dalam jangka waktu 5 tahun berakhirnya Masa Pajak, Bagian
Tahun Pajak atau Tahun Pajak, apabila ditemukan data baru
yang mengakibatkan penambahan jumlah pajak yang
terutang setelah dilakukan tindakan pemeriksaan dalam
rangka penerbitan SKPKBT, Direktur Jenderal Pajak dapat
menerbitkan SKPKBT

> 5 Tahun, maka SKPKBT tetap dapat diterbitkan ditambah


sanksi administrasi berupa bunga sebesar 48% dan jumlah
pajak yang tidak atau kurang dibayar
SURAT KETETAPAN PAJAK LEBIH BAYAR (SKPLB)
Pengertian
 Surat ketetapan pajak yang menentukan
jumlah kelebihan pembayaran pajak karena
jumlah kredit pajak lebih besar daripada
pajak yang terutang atau seharusnya tidak
terutang
Penerbitan SKPLB

Pajak Penghasilan apabila jumlah kredit pajak lebih besar


daripada jumlah pajak yang terutang

Pajak Pertambahan Nilai apabila jumlah kredit pajak lebih


besar daripada jumlah pajak yang terutang

Pajak Penjualan atas Barang Mewah apabila jumlah pajak


yang dibayar lebih besar daripada jumlah pajak yang
terutang
Fungsi SKPLB
Sebagai alat atau sarana untuk
mengembalikan kelebihan pembayaran
pajak
SURAT KETETAPAN PAJAK NIHIL (SKPN)
Pengertian
 Surat ketetapan pajak yang menentukan
jumlah pokok pajak sama besarnya dengan
jumlah kredit pajak atau pajak tidak
terutang dan tidak ada kredit pajak
Penerbitan SKPN
Setelah dilakukan pemeriksaan jumlah
kredit pajak atau jumlah pajak yang dibayar
sama dengan jumlah pajak yang terutang,
atau pajak tidak terutang dan tidak ada
kredit pajak atau tidak ada pembayaran
pajak
SURAT TAGIHAN PAJAK (STP)
Pengertian
Surat untuk melakukan tagihan pajak dan /
atau sanksi administrasi berupa bunga dan /
atau denda
Penerbitan SPT
Pajak Penghasilan dalam tahun berjalan tidak atau kurang
dibayar
Terdapat kekurangan pembayaran pajak sebagai akibat salah
tulis
Wajib Pajak dikenai sanksi administrasi berupa denda dan atau
bunga
Pengusaha yang telah dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena
Pajak, tetapi tidak membuat faktur pajak
Pengusaha yang telah dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena
Pajak, tetapi tidak mengisi faktur pajak dengan lengkap
Pengusaha kena pajak melaporkan faktur pajak tidak sesuai
dengan masa penerbitan faktur pajak
Pengusaha kena pajak yang gagal berproduksi dan telah
diberikan pengembalian Pajak Masukan
Fungsi SPT
 Sebagai koreksi atas jumlah pajak yang
terutang menurut SPT Wajib Pajak
 Sarana mengenakan sanksi administrasi
berupa denda atau bunga
 Alat untuk menagih pajak
Sanksi Administrasi
Pajak Penghasilan dalam
tahun berjalan tidak atau
kurang dibayar
Bunga 2% per bulan
+ untuk jangka waktu
Terdapat kekurangan paling lama 24 bulan
pembayaran pajak sebagai
akibat salah tulis
Sanksi Administrasi
Pengusaha yang telah dikukuhkan
sebagai Pengusaha Kena Pajak, tetapi
tidak membuat faktur pajak

Pengusaha yang telah dikukuhkan


sebagai Pengusaha Kena Pajak, tetapi Menyetor Pajak
tidak mengisi faktur pajak dengan yang terutang +
lengkap denda 2% dari
Dasar Pengenaan
Pengusaha kena pajak melaporkan
faktur pajak tidak sesuai dengan masa
Pajak
penerbitan faktur pajak
Sanksi Administrasi

Pengusaha kena pajak yang


gagal berproduksi dan telah Bunga sebesar 2%
diberikan pengembalian per bulan dari
Pajak Masukan jumlah pajak yang
ditagih kembali
KEBERATAN
Pengertian
Keberatan  cara yang ditempuh oleh
wajib Pajak jika merasa tidak/kurang puas
atas suatu ketetapan pajak yang dikenakan
kepadanya atau atas
pemotongan/pemungutan oleh pihak
ketiga.
Hal-hal yang Dapat Diajukan Keberatan
• Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB);
• Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar
Tambahan (SKPKBT);
• Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB);
• Surat Ketetapan Pajak Nihil (SKPN);
• Pemotongan atau Pemungutan oleh pihak
ketiga
Ketentuan Pengajuan Keberatan

•Diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia.

•Wajib menyebutkan jumlah pajak yang terutang


atau jumlah pajak yang dipotong atau dipungut atau
jumlah rugi menurut penghitungan WP dan disertai alasan-
alasan yang jelas.

•Satu keberatan harus diajukan untuk satu jenis pajak dan satu
tahun/ masa pajak
Jangka Waktu Pengajuan Keberatan
•Untuk surat keberatan yang disampaikan langsung ke KPP,
maka jangka waktu 3 (tiga) bulan dihitung sejak tanggal SKPKB, SKPKBT, SKPLB, SKPN
atau sejak dilakukan pemotongan/pemungutan oleh pihak ketiga sampai saat
keberatan diterima oleh Kantor Pelayanan Pajak.

•Untuk surat keberatan yang disampaikan melalui pos


(harus dengan pos tercatat), jangka waktu 3 bulan dihitung sejak
tanggal SKPKB, SKPKBT, SKPLB, SKPN atau sejak dilakukan
pemotongan/ pemungutan oleh pihak ketiga sampai dengan
tanggal tanda bukti pengiriman melalui Kantor Pos dan Giro
BANDING
Tata Cara Pengajuan Permohonan Banding

•Tertulis dalam bahasa Indonesia,


•Dalam jangka waktu 3 bulan sejak keputusan atas keberatan
diterima.
•Alasan yang jelas.
•Dilampiri salinan Surat Keputusan atas keberatan.
•Terhadap satu keputusan diajukan satu surat banding,
•Jumlah pajak yang terutang dimaksud telah dibayar sebesar 50%
PEMBETULAN
Ketetapan Pajak yang Dapat Dibetulkan
– Surat ketetapan pajak yang meliputi Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB),
Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan (SKPKBT), Surat Ketetapan Pajak
Lebih Bayar (SKPLB), Surat Ketetapan Pajak Nihil (SKPN);
       
– Surat Tagihan Pajak (STP);
       
– Surat Keputusan Pengembalian Pendahuluan Kelebihan Pajak;
       
– Surat Keputusan Pemberian Imbalan Bunga;
       
– Surat Keputusan Pembetulan
       
– Surat Keputusan Keberatan
       
– Surat Keputusan Pengurangan atau Penghapusan Sanksi Administrasi;
       
– Surat Keputusan Pengurangan atau Pembatalan Ketetapan Pajak yang tidak benar.
Tata Cara dan Jangka Waktu Penyelesaian Permohonan Wajib
Pajak

a 1 (satu) permohonan diajukan untuk 1 (satu) surat ketetapan pajak, STP, atau surat
keputusan lain yang terkait dengan bidang perpajakan;
       
b Permohonan harus diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia disertai alasan yang
mendukung permohonannya; dan
       
c Surat permohonan ditandatangani oleh WP dan dalam hal surat permohonan
ditandatangani oleh bukan WP, surat permohonan tersebut harus dilampiri surat kuasa
khusus.
PENGURANGAN, PENGHAPUSAN,
PEMBATALAN
Pengurangan atau Penghapusan Sanksi Administrasi
1 Direktur Jenderal Pajak karena jabatannya atau atas permohonan WP dapat mengurangkan atau menghapus
sanksi administrasi berupa bunga, denda, dan kenaikan yang ternyata dikenakan karena adanya kekhilafan
atau bukan karena kesalahan WP.

       
  Permohonan pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi harus memenuhi ketentuan :

       
  a 1 (satu) permohonan untuk 1 (satu) STP, SKPKB atau SKPKBT;
       
  b Diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia dengan memberikan alasan yang mendukung
permohonannya;
       
  c Disampaikan kepada Direktur Jenderal Pajak melalui Kantor Pelayanan Pajak tempat WP terdaftar;

       
  d WP telah melunasi pajak yang terutang; dan
       
  e Surat permohonan ditandatangani oleh WP, dan dalam hal surat permohonan ditandatangani oleh bukan
WP, surat permohonan tersebut harus dilampiri surat kuasa khusus.
Pengurangan atau Penghapusan Sanksi Administrasi

2 Direktur Jenderal Pajak secara jabatannya dapat mengurangkan atau menghapuskan


sanksi administrasi dalam STP yang diterbitkan sebagai akibat dari:
       
  a Diterbitkan surat ketetapan pajak karena Pengusaha Kena Pajak tidak membuat
faktur pajak; dan
       
  b Diterbitkan SKPKB atau SKPKBT, serta Surat Keputusan Pembetulan, Surat Keputusan
Kebertan, Putusan Banding atau Putusan Peninjauan Kembali, yang menyebabkan
jumlah pajak yang masih harus dibayar bertambah, pada saat jatuh tempo pelunasan
tidak atau kurang dibayar, atas jumlah pajak yang tidak atau kurang dibayar itu
dikenai sanksi administrasi berupa bunga 2 % (dua persen) perbulan untuk seluruh
masa, yang dihitung dari tanggal jatuh tempo sampai dengan tanggal pelunasan atau
tanggal diterbitkannya STP, dan bagian dari bulan dihitung pernuh 1 (satu) bulan.
Pengurangan atau Pembatalan Ketetapan Pajak

Direktur Jenderal Pajak karena jabatannya atau atas permohonan WP dapat :


       
a. mengurangkan atau membatalkan surat ketetapan pajak atau STP yang tidak benar;
dan/atau

       
b. Membatalkan hasil pemeriksaan atau surat ketetapan pajak hasil pemeriksaan yang
penerbitannya tanpa penyampaian surat pemeritahuan hasil pemeriksaan atu tanpa
dilakukan pembahasan akhir hasil pemeriksaan dengan WP.
Ketentuan Pengurangan atau Pembatalan Ketetapan Pajak

a. 1 permohonan untuk 1 STP, atau surat ketetapan pajak termasuk surat ketetapan pajak
dari hasil pemeriksaan yang dilaksanakan tanpa penyampaian surat pemberitahuan hasil
pemeriksaan atau pembahasan akhir hasil pemeriksaan;
       
b. Diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia;
       
c. Mencantumkan jumlah pajak yang seharusnya terutang menurut penghitungan WP
sisertai dengan alasan yang mendukung permohonannya;
       
d. Disampaikan kepada Direktur Jenderal Pajak melalui Kantor Pelayanan Pajak tempat WP
terdaftar;
       
e. Surat permohonan ditandatangani oleh WP, dan dalam hal surat permohonan
ditandatangani oleh bukan WP, surat permohonan tersebut harus dilampiri surat kuasa
khusus.
Daluarsa Penagihan
Hak p enagih a n paja k dalu ar sa se te la h me la mpau i5 ta hun s eja k:

Hak p enagih a n paja k dalu ar sa se te la h me la mpau i5 ta hun s eja k:

Saat terutang p ajak.

Berakhirnya masa, bag ian tahun, atau tahun pajak.

Tanggal pemberitahuan Surat Pa ksa.

Diterimanya pe rmohon an angsuran atau penu ndaan pembayaran.

Penerbitan Su rat Perintah Penyidikan tindak p idana.

Penerbitan SKPKB atau SKPKBT yang mengikuti vonis pidana.

80
Pemeriksaan
Pasal 1 Angka (25), dan Pasal 29 Ayat (1)
Merupakan
Merupakan serangkaian
serangkaian kegiatan
kegiatan
menghimpun dan
menghimpun dan mengolah
mengolah data,
data,
keterangan, atau
keterangan, atau bukti
bukti secara
secara
objektif dan
objektif dan profesional
profesional berdasar
berdasar
standar
standar tertentu,
tertentu, dengan
dengan tujuan
tujuan ::

Melaksanakan tujuan
lain sesuai peraturan
perundangan.

Menguji kepatuhan
pemenuhan
kewajiban
perpajakan.
81
Tujuan Lain Pemeriksaan
Penjelasan Pasal 29 Ayat (1)
Pengukuhan atau
Pemberian NPWP
Penghapusan NPWP. pencabutan
secara jabatan.
pengukuhan PKP.

Apabila WP
Pengumpulan bahan Pencocokan data dan
mengajukan
penyusunan NPPN. alat keteranga.
keberatan.

Penentuan WP di Penentuan tempat Pemeriksaan terkait


lokasi terpencil. terutang PPN. penagihan pajak.

82
Pemenuhan
Kewajiban WP Terperiksa
Pasal 29 Ayat (3), dan (4)

Kewajiban WP terperiksa meliputi:

Memperlihatkan atau Memberikan kesempatan Memberikan


memasuki tempat atau
meminjamkan buku, ruangan yang dipandang keterangan yang
catatan, atau dokumen. perlu. diperlukan

Kewajiban WP untuk merahasiakan informasi terkait


pembukuan ditiadakan atas kepentingan pemeriksaan.
83
Pemeriksaan dan Penyegalan
Pasal 29 Ayat (2), Pasal 30, dan PMK No. 198/ PMK.03/ 2007

Penyegelan dilakukan jika:


Pemeriksa
WP harus
tidak memberi
memiliki kesempatan
dan memperlihatkan
kepada pemeriksa
kepada WPuntuk
terperiksa:
memasuki objek
Tanda pengenal pemeriksa.
penyegelan.
Suratatau
WP perintah
pegawainya
pemeriksaan.
tidak memberi bantuan guna kelancaran pemeriksaan.
WP atau kuasa tidak berada di tempat saat pemeriksaan.

84
Penyidikan
Penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan adalah
serangkaian tindakan yang dilakukan oleh Penyidik
untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan
bukti itu membuat terang tindak pidana di bidang
perpajakan yang terjadi serta menemukan
tersangkanya.
A. Penyidik
Penyidik adalah pejabat Pegawai Negeri Sipil tertentu di
lingkungan Direktorat Jenderal Pajak yang diberi
wewenang khusus sebagai penyidik untuk melakukan
penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Wewenang Penyidik
Dalam UU Nomor 28 Tahun 2007 Ps 44 jo. KEP-272/PJ/2002 Pasal 9 (2)
1. menerima, mencari, mengumpulkan, dan meneliti keterangan
atau laporan berkenaan dengan tindak pidana di bidang
perpajakan agar keterangan atau laporan tersebut menjadi lebih
lengkap dan jelas;
2. meneliti, mencari, dan mengumpulkan keterangan mengenai
orang pribadi atau badan tentang kebenaran perbuatan yang
dilakukan sehubungan dengan tindak pidana di bidang perpajakan;
3. meminta keterangan dan bahan bukti dari orang pribadi atau
badan sehubungan dengan tindak pidana di bidang perpajakan;
4. memeriksa buku-buku, catatan-catatan, dan dokumen-dokumen
lain berkenaan dengan tindak pidana di bidang perpajakan;
5. melakukan penggeledahan untuk mendapatkan bahan bukti
pembukuan, pencatatan, dan dokumen-dokumen lain, serta
melakukan penyitaan terhadap bahan bukti tersebut;
6. meminta bantuan tenaga ahli dalam rangka pelaksanaan tugas penyidikan tindak
pidana di bidang perpajakan;

7. menyuruh berhenti dan atau melarang seseorang meninggalkan ruangan atau


tempat pada saat pemeriksaan sedang berlangsung dan memeriksa identitas orang
dan atau dokumen yang dibawa sebagaimana dimaksud pada angka 5;

8. memotret seseorang yang berkaitan dengan tindak pidana di bidang perpajakan;

9. memanggil orang untuk didengar keterangannya dan diperiksa sebagai tersangka


atau saksi;

10. menghentikan penyidikan;

11. melakukan tindakan lain yang perlu untuk kelancaran penyidikan tindak pidana
di bidang perpajakan menurut ketentuan peraturan peundang-undangan.
Penyidik Pajak tidak berwenang melakukan penahanan dan penangkapan.
Asas Hukum Penyidikan
1.    Asas praduga tak bersalah,
yaitu bahwa setiap orang yang disangka, dituntut, dan atau
dihadapkan di muka sidang pengadilan, wajib dianggap tidak
bersalah sampai adanya putusan pengadilan yang menyatakan
kesalahannya dan memperoleh kekuatan hukum tetap;
2.    Asas persamaan di muka hukum, yaitu bahwa setiap orang
mempunyai hak dan kewajiban yang sama dimuka hukum,
tanpa ada perbedaan;
3.    Asas hak memperoleh bantuan/penasehat hukum,setiap
tersangka perkara tindak pidana di bidang perpajakan wajib
diberi kesempatan memperoleh bantuan hukum yang semata-
mata diberikan untuk melaksanakan kepentingan pembelaan
atas dirinya sejak dilakukan pemeriksaan terhadapnya.
HAK dan KEWAJIBAN
WAJIB PAJAK
KEWAJIBAN WAJIB PAJAK
1. Mendaftarkan diri untuk mendapatkan NPWP
2. Melakukan usahanya untuk dilakukan PKP
3. Menghitung dan membayar sendiri pajak dengan benar
4. Mengisi dengan benar SPT dan memasukkan ke Kantor Pelayanan Pajak
dalam batas waktu yang telah ditentukan
5. Menyelenggarakan pembukuan/pencatatan
6. Jika diperiksa wajib:
• Memperlihtkan catatan yang menjadi dasar penghasilan
• Memberikan kesempatan unuk memasuki ruangan yang dipandang perlu
dan memberi bantuan guna kelancaran pemeriksaan
HAK WAJIB PAJAK
1. Mengajukan surat keberatan dan surat banding
2. Menerima tanda bukti pemasukan SPT
3. Melakukan pembetulan SPT yang telah dimasukkan
4. Mengajukan permohonan penundaan penyampaian SPT
5. Mengajukan permohonan penundaan atau pengangsuran pembayaran pajak
6. Mengajukan permohonan perhitungn pajak yang dikenakan dalam surat
ketetapan pajak
7. Meminta kelebihan pembayaran pajak
8. Mengajukan permohonan penghapusan dan pengurangan sanksi, serta
pembetulan surat keterangan pajak yang salah
9. Memberi kuasa kepada orang untuk melaksanakan kewajiban pajaknya
10.Meminta bukti pemotongan atau pemungutan pajak
11.Mengajukan keberatan dan banding
KEWAJIBAN PEMBUKUAN/PENCATATAN
Pembukuan adalah suatu proses pencatatan yang dilakukan secara teratur untuk
mengumpulkan data dan informasi keuangan yang meliputi harta, kewajiban,
modal, penghasilan dan biaya, serta jumlah harga perolehan dan penyerahan
barang atau jasa, yang ditutup dengan menyusun laporan keuangan berupa
neraca, dan laporan laba rugi untuk periode Tahun Pajak tersebut.

Pencatatan yaitu pengumpulan data yang dikumpulkan secara teratur tentang


peredaran atau penerimaan bruto dan/atau penghasilan bruto sebagai dasar
untuk menghitung jumlah pajak yang terutang, termasuk penghasilan yang
bukan objek pajak dan/atau yang dikenai pajak yang bersifat final.
Yang Wajib Menyelenggarakan Pembukuan
1. Wajib Pajak (WP) Badan;
2. Wajib Pajak Orang Pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan
bebas, kecuali Wajib Pajak Orang Pribadi yang peredaran brutonya dalam
satu tahun kurang dari Rp4.800.000.000,00 (Empat milyar delapan ratus juta
rupiah).

Yang Wajib Menyelenggarakan Pencatatan


1. Wajib Pajak Orang Pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan
bebas yang peredaran brutonya dalam satu tahun kurang dari
Rp4.800.000.000,00 (empat milyar delapan ratus juta rupiah), dapat
menghitung penghasilan neto dengan menggunakan norma penghitungan
penghasilan neto, dengan syarat memberitahukan ke Direktur Jenderal Pajak
dalam jangka waktu 3 bulan pertama dari tahun pajak yang bersangkutan;
2. Wajib Pajak Orang Pribadi yang tidak melakukan kegiatan usaha atau
pekerjaan bebas.
Syarat-Syarat Penyelenggaraan Pembukuan
1. Diselenggarakan dengan memperhatikan itikad baik dan mencerminkan keadaan atau kegiatan
usaha yang sebenarnya.
2. Diselenggarakan di Indonesia dengan menggunakan huruf Latin, angka Arab, satuan mata uang
Rupiah dan disusun dalam bahasa Indonesia atau dalam bahasa asing yang diizinkan oleh Menteri
Keuangan.
3. Diselenggarakan dengan prinsip taat asas dan dengan stelsel akrual atau stelsel kas.
4. Pembukuan dengan menggunakan bahasa asing dan mata uang selain Rupiah dapat
diselenggarakan oleh WP setelah mendapat izin Menteri Keuangan.
5. Pembukuan sekurang-kurangnya terdiri atas catatan mengenai harta, kewajiban, modal,
penghasilan dan biaya, serta penjualan dan pembelian sehingga dapat dihitung besarnya pajak
yang terutang.

Syarat-Syarat Penyelenggaraan Pencatatan


1. Pencatatan harus menggambarkan antara lain :
a. Peredaran atau penerimaan bruto dan/atau jumlah penghasilan bruto yang diterima dan/atau
diperoleh;
b. Penghasilan yang bukan objek pajak dan/atau penghasilan yang pengenaan pajaknya bersifat
final.
2. Bagi WP yang mempunyai lebih dari satu jenis usaha dan/atau tempat usaha, pencatatan harus
menggambarkan secara jelas untuk masing-masing jenis usaha dan/atau tempat usaha yang
bersangkutan.
3. Selain kewajiban untuk menyelenggarakan pencatatan, WP orang pribadi harus
menyelenggarakan pencatatan atas harta dan kewajiban.
Tujuan Penyelenggaraan
Pembukuan/Pencatatan
Tujuannya adalah untuk mempermudah:
1. Pengisian SPT;
2. Penghitungan Penghasilan Kena Pajak;
3. Penghitungan PPN dan PPnBM;
4. Penyelenggaraan pembukuan juga untuk
mengetahui posisi keuangan dan hasil kegiatan
usaha/pekerjaan bebas.
SANKSI PAJAK
• Sanksi Administrasi
• Sanksi Pidana
Sanksi Administrasi Berupa Denda
Sanksi denda adalah jenis sanksi yang paling banyak ditemukan
dalam UU perpajakan. Terkait besarannya denda dapat
ditetapkan sebesar jumlah tertentu, persentase dari     jumlah
tertentu, atau suatu angka perkalian dari jumlah tertentu.
Pada sejumlah pelanggaran, sanksi denda ini akan ditambah
dengan sanksi pidana. Pelanggaran yang juga dikenai sanksi
pidana ini adalah pelanggaran yang sifatnya alpa atau
disengaja.
Sanksi Aministrasi Berupa Bunga
Sanksi administrasi berupa bunga dikenakan atas
pelanggaran yang menyebabkan utang pajak menjadi lebih
besar. Jumlah bunga dihitung berdasarkan persentase
tertentu dari suatu jumlah, mulai dari saat bunga itu
menjadi hak/kewajiban sampai dengan saat diterima
dibayarkan.
Terdapat beberapa perbedaan dalam menghitung bunga
utang biasa dengan bunga utang paiak. Penghitungan bunga
utang pada umumnya menerapkan bunga majemuk (bunga
berbunga). Sementara, sanksi bunga dalam ketentuan pajak
tidak dihitung berdasarkan bunga majemuk.
Sanksi Administrasi Berupa Kenaikan
Jika melihat bentuknya, bisa jadi sanksi administrasi berupa
kenaikan adalah sanksi yang paling ditakuti oleh wajib Pajak. Hal
ini karena bila dikenakan sanksi tersebut, jumlah pajak yang harus
dibayar bisa menjadi berlipat ganda. Sanksi berupa kenaikan pada
dasarnya dihitung dengan angka persentase tertentu dari jumlah
pajak yang tidak kurang dibayar.
Jika dilihat dari penyebabnya, sanksi kenaikan biasanya dikenakan
karena Wajib Pajak tidak memberikan informasi-informasi yang
dibutuhkan dalam menghitung jumlah pajak terutang.
Sanksi Pidana
Ketentuan mengenai sanksi pidana di bidang pajak
ditetapkan dalan UU No. 28 Tahun 2007 tentang
Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dan UU No.
12 Tahun 1985
Hukum pidana diterapkan karena adanya tindak pelanggaran dan tindak
kejahatan. Sehubungan dengan itu, di bidang perpajakan, tindak
pelanggaran disebut dengan kealpaan, yaitu tidak sengaja, lalai, tidak hati-
hati, atau kurang mengindahkan kewajiban pajak sehingga dapat
menimbulkan kerugian pada pendapatan negara. Sedangkan tindak
kejahatan adalah tindakan dengan sengaja tidak mengindahkan kewajiban
pajak sehingga dapat menimbulkan kerugian pada pendapatan negara.
Meski dapat menimbulkan kerugian pada pendapatan negara, tindak
pidana di bidang perpajakan tidak dapat dituntut setelah jangka waktu 10
(sepuluh) tahun terlampaui.Jangka waktu ini dihitung sejak saat
terutangnya pajak, berakhirnya masa pajak, berakhirnya bagian tahun
pajak, atau berakhirnya tahun pajak yang bersangkutan. Penetapan jangka
waktu 10 (sepuluh) tahun ini disesuaikan dengan daluarsa penyimpanan
dokumen-dokumen perpajakan yang dijadikan dasar penghitungan jumlah
pajak yang terutang, yaitu selama 10 (sepuluh) tahun.