Anda di halaman 1dari 11

BIAYA BAHAN

RANI RAHARJANTI, S.E., M.Si


JURUSAN AKUNTANSI
POLITEKNIK NEGERI SEMARANG
BIAYA BAHAN BAKU

 Umumnya perusahaan mengalami kendala dalam


pemenuhan kebutuhan bahan baku. Oleh karena itu,
perusahaan harus mampu mengelola bahan baku secara
efisien.
 Kendala pemenuhan bahan baku dapat berupa
terbatasnya ketersediaan bahan baku dan mahalnya
harga bahan baku.
 Bahan merupakan bagian terpenting dalam proses
produksi.
BIAYA BAHAN BAKU

 Persediaan bahan harus selalu cukup tersedia agar


kegiatan proses produksi tidak terganggu. Hal ini dapat
menyebabkan proses produksi terhenti. Apabila proses
produksi terhenti, maka perusahaan akan menderita
kerugian. Tetapi jika persediaan bahan melimpah,
perusahaan juga akan mengeluarkan biaya yang besar
pula.
BIAYA BAHAN BAKU

 Dalam aktivitas manufaktur, terdapat dua aktivitas, yakni:


 Pengadaan

Diawali dari permintaan barang oleh gudang. Oleh


karena itu perlu mempertimbangkan tingkat reorder
point.
 Distribusi

Aktivitas distribusi bahan merupakan aktivitas


pemindahan bahan menuju tempat proses produksi.
BIAYA BAHAN BAKU

Metode akuntansi Mtd persed. Fisik dan Mtd


persediaan persed. Abadi/perpetual

Faktor2 yg menentukan
hrga pokok bahan
Mtd identifikasi khusus,
rata2, hrg pkok standar, hrg
Metode aliran harga pokok
beli terakhir,FIFO,persed
bahan
dasar, masuk kemudian
pertama keluar
BBB- Metode Akuntansi Persediaan Fisik
 Metode persediaan fisik  digunakan di perusahaan skala kecil & mengumpulkan HP
produk berdasarkan proses
 Jurnal terkait:
 Mencatat pembelian
pembelian bahan xxx
Hutang Dagang xxx
 Mencatat pengembalian pembelian bahan
Hutang Dagang xxx
Return Pembelian xxx
 Mencatat potongan pembelian
Hutang Dagang xxx
Potongan Pembelian xxx
Kas xxx
 Pada saat bahan dipakai, tidak perlu dilakukan pencatatan. Pencatatan
baru dilakukan pada akhir periode.
 Pd akhir periode akuntansi dilakukan perhitungan fisik persediaan utk
menentukan HP bahan yg dipakai. Berikut cara perhitungannya:
Persediaan bhn awal xxx
Pembelian bahan xxx
Return pembelian xxx
Potongan pembelian xxx +
xxx –
Pembelian bersih xxx +
Bahan siap pakaixxx
Persediaan akhir bahanxxx –
HP Bahan dipakai xxx
BBB-Metode Persediaan Perpetual
 Umumnya dipakai di perusahaan besar & menggunakan metode hrg pokok proses maupun
pesanan.
 Jurnal terkait:
 Mencatat pembelian bahan
persediaan bahan baku xxx
persediaan bhn penolong xxx
Hutang dagang xxx
 Mencatat pengembalian bahan
hutang dagang xxx
Persediaan bahan baku xxx
persediaan bahan penolong xxx
 Mencatat pemakaian bahan
BDP-Biaya bahan xxx
BOP xxx
Persediaan Bahan xxx

Pd akhir periode dilakukan perhitungan fisik, bukan utk menghitung


harga pokok tapi utk melakukan pengawasan dg mencocokkan
apakah persediaan bahan di gudang nilainya sm dg yg tercatat di
kartu persediaan
BBB-Metode Aliran HP Bahan-FIFO
 Contoh metode FIFO-Fisik
2 Feb dibeli: 10 unit @ Rp 5 Rp 50
5 Mar dibeli: 20 unit @ Rp 8 Rp 160
8 Apr dibeli: 15 unit @ Rp 10 Rp 150
9 Okt dibeli: 30 unit @ Rp 12 Rp 360
Tersedia untuk dijual setahun 75 unit senilai Rp 720
Harga pokok persediaan akhir
9 Okt 30 unit @Rp 12 Rp 360
8 April 5 unit @ Rp 10 Rp 50
31 Des 35 unit Rp 410
HP barang yg dijual = Rp 720-Rp 410 = Rp 310
BBB-Metode Aliran HP Bahan-FIFO-Perpetual

Jd, HP barang dijual = Rp 720-Rp 410 = Rp 310