Anda di halaman 1dari 29

Forensik Klinik

M ALIP
VER/FD185642/RSBPORONG

DM UMM Kelompok
J31

INSTALASI FORENSIK
RS BHAYANGKARA PUSDIK GASUM
FAKULTAS KEDOKTERAN UMM
TINJAUAN KASUS

• Nama : M ALIP
• Umur : 26 Tahun
• Jenis Kelamin : Laki-laki
• Agama : Islam
• Warga Negara : Indonesia/ Jawa
• Pekerjaan : Karyawan bengkel LSE (loyal sentosa energi)
• Alamat : Dsn. Pandansari Ds. Kedungpandan Kec. Jabon
Kab. Sidoarjo
TINJAUAN KASUS

Peristiwa Yang Terjadi


•Waktu Kejadian : Jumat, 06 November 2020 sekitar pukul 12.30 WIB
•Tempat Kejadian : di Jalan Desa Putat Kec. Tanggulangin Kab. Sidoarjo
•Apa yang terjadi : Mengaku telah dianiaya
•Siapa
▫ Terlapor : M Alip, Laki-laki 26 tahun, pekerjaan karyawan bengkel LSE
(loyal sentosa energi), Dsn. Pandansari Ds. Kedungpandan Kec. Jabon Kab. Sidoarjo
▫ Pelapor :-

•Dilaporkan Pada : Jumat, 06 November 2020, sekitar pukul 17.00 WIB


TINJAUAN KASUS

• URAIAN SINGKAT KEJADIAN


Orang ini mengaku telah dianiaya dan mengalami luka memar di bagian hidung dan
leher pada hari Jumat tanggal enam bulan November tahun dua ribu dua puluh. Bertempat di
jalan Desa Putat Kec. Tanggulangin Kab. Sidoarjo.
Hasil pemeriksaan:
• Orang ini datang dengan
keadaan sadar baik
• Tekanan darah seratus dua
puluh per delapan puluh
milimeter air raksa.
Frekuensi nadi delapan
puluh sembilan kali
permenit. Frekuensi
pernafasan enam belas kali
permenit. Suhu tubuh tiga
puluh enam derajat celsius.
Hasil pemeriksaan:
• Hasil pemeriksaan
ditemukan :
• Pada hidung, tepat pada
garis pertengahan
depan, lima sentimeter
di atas sudut bibir
kanan, ditemukan luka
memar, berbentuk tidak
beraturan, berwarna
coklat, berukuran satu
sentimeter
Hasil pemeriksaan:
• Pada leher, tepat di garis
pertengahan depan, dua
puluh sentimeter dari
puncak bahu kanan,
ditemukan luka memar,
berbentuk tidak beraturan,
berwarna coklat, berukuran
dua sentimeter
Kesimpulan
• Pada pemeriksaan terhadap seorang laki-laki yang mengaku
berusia dua puluh enam tahun. Datang dengan keadaan
umum baik. Orang ini kooperatif dengan kesadaran sadar
penuh. Ditemukan luka memar pada hidung dan leher.
Kelainan tersebut di atas akibat kekerasan tumpul. Kelainan
tersebut tidak mengakibatkan penyakit atau halangan dalam
melaksanakan pekerjaan, jabatan, atau pencarian.
• Demikianlah telah kami uraikan dengan sejujur-jujurnya dan
menggunakan keilmuan yang sebaik-baiknya, mengingat
sumpah sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara
Pidana
LAMPIRAN
• SPVR
TINJAUAN PUSTAKA
Definisi
• Luka: hilang atau rusaknya sebagian jaringan
tubuh
• Trauma: segala kekuatan fisik atau agen yang
menyebabkan kerusakan tubuh
TRAUMA TRAUMA
TAJAM TUMPUL

LUK
A
LEDAKAN & PERUBAHAN
SENGATAN SUHU & ZAT
LISTRIK KIMIA
Akibat
• Ringan : tidak mengganggu pekerjaan.
• Sedang : mengganggu pekerjaan untuk sementara .
• Berat : KUHP pasal 90.
• Fatal : langsung menimbulkan kematian.

KUHP pasal 90
1. Tidak memberi harapan sembuh atau menimbulkan bahaya maut.
2. Tidak mampu menjalankan pekerjaan terus menerus
3. Kehilangan salah satu pancaindera.
4. Mendapatkan cacat berat.
5. Lumpuh.
6. Gangguan daya pikir selama 4 minggu.
7. Gugurnya / matinya kandungan.
Tumpul

Mekanik Tajam

Senjata Api

Suhu Tinggi
dan Rendah

Auditorik
Trauma Fisik
Arus listrik &
Petir

Radiasi

Asam kuat

Kimia Basa kuat

Intoksikasi
Trauma Tumpul
• Definisi: suatu keadaan yang disebabkan oleh karena kekerasan
mekanik dari benda tumpul

• Benda tumpul: Benda yang permukaannya tidak mampu untuk


mengiris

• Dua variasi utama:


– Benda tumpul yang bergerak pada korban yang diam
– Korban yang begerak pada benda tumpul yang diam

• Sifat luka akibat persentuhan dengan permukaan tumpul:


– Memar
– Lecet
– Robek
Luka Memar (kontusio)
• Kerusakan jaringan  pecahnya kapiler  darah keluar dan
meresap ke jaringan sekitarnya
• Murni terjadi karena kebocoran pada pembuluh darah
dengan epidermis yang utuh
• Kata ‘memar’ mengacu pada lesi yang dilihat pada kulit 
sering digunakan dokter saat memberikan keterangan pada
kalangan non medik
• Kata ‘Kontusio’ mengacu pada
lesi di berbagai bagian tubuh:
limpa, mesenterium, otot
Perubahan warna luka memar
Memar Lebam Mayat
Kejadian intravital Kejadian post mortem
Terdapat pembengkakan Tidak ada pembengkakan
Darah tidak mengalir Darah akan mengalir keluar dari
pembuluh darah yang tersayat
Bila ditekan warna tetap Bila ditekan menjadi pucat/hilang
Luka Lecet
• Definisi:
– Hilang / rusaknya epidermis atau membrana mukosa
– Diakibatkan: tekanan benda keras, tumpul atau kasar

• Ukuran, bentuk dan jenis abrasi tergantung sifat permukaan objek yang
bersentuhan kulit, bentuk dan sudut kontak yang terbuat

• Ciri-ciri:
– Bentuk dan batas luka tidak teratur
– Tepi luka tidak rata
– Kadang ditemukan sedikit perdarahan
– Permukaannya ditutup oleh krusta(yg telah mengering)
– Warna kulit kuning mengkilat
– Pemeriksaan mikroskopik: ada beberapa bagian yang masih ada sisa epitel
• Berdasarkan mekanisme:
– Lecet geser:
objek tumpul yang lebar dan kasar permukaannya
bergeser dengan permukaan tubuh
• Lecet gores: goresan benda runcing seperti duri, kuku dan
benda sejenisnya
• Lecet tekan: Abrasi akibat hentakan benda tumpul ke
tubuh korban (atau sebaliknya) dengan sudut tegak lurus 
menghasilkan corak/bentuk objek yang mengenainya
Luka Robek
• Definisi: Luka yang disebabkan karena persentuhan
dengan benda tumpul dengan kekuatan yang mampu
merobek seluruh epidermis/jaringan dibawahnya

• Ciri-ciri:
– Batas luka tidak teratur, tepi tidak rata
– Bila ditautkan tidak bisa rapat karena sebagian hancur
– Terdapat jembatan jaringan
– Disekitar luka ditemukan memar
– Lokasi: pada daerah dekat tulang(kepala, muka,
ekstremitas)
• Syarat: kekuatan peregangan > elastisitas kulit
Aspek Medikolegal
Diwajibkan untuk dapat memberikan kejelasan dari
permasalahan sebagai berikut :
– Jenis luka apa yang terjadi
– Jenis kekerasan/senjata apakah yang menyebabkan
luka
– Bagaimana kualifikasi luka itu
1. Luka Ringan
Luka yang tidak mengakibatkan penyakit atau halangan Luka dalam
melakukan pekerjaan atau jabatan.(4)

Pasal 352
(1) Kecuali yang tersebut dalam pasal 353 dan 356, maka
penganiayaan yang tidak menimbulkan penyakit atau
halangan untuk menjalankan pekerjaan jabatan atau
pencarian, diancam, sebagai penganiayaan ringan,
dengan pidana penjara paling lama tiga bulan atau
pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus
rupiah. Pidana dapat ditambah sepertiga bagi orang
yang melakukan kejahatan itu terhadap orang yang
bekerja padanya, atau menjadi bawahannya.
(2) Percobaan untuk melakukan kejahatan ini tidak
dipidana.(12)
2. Luka Sedang
Luka yang mengakibatkan penyakit atau halangan dalam melakukan pekerjaan atau jabatan untuk sementara
waktu.
Pasal 351
(1) Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan
atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah,
(2) Jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat, yang bersalah diancam dengan pidana
penjara paling lama lima tahun.
(3) Jika mengakibatkan mati, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.
(4) Dengan penganiayaan disamakan sengaja merusak kesehatan.
(5) Percobaan untuk melakukan kejahatan ini tidak dipidana.(12)
 
 
3. Luka Berat
Apabila penganiayaan mengakibatkan luka berat, seperti yang
dimaksud dalam pasal 90 KUHP, luka tersebut dinamakan luka
derajat ketiga, dengan kriteria :
• jatuh sakit atau mendapat luka yang tidak memberi harapan akan
sembuh sama sekali,atau yang menimbulkan bahaya maut;
• tidak mampu terus menerus untuk menjalankan tugas jabatan atau
pekerjaan pencarian;
• kehilangan salah satu pancaindra;
• mendapat cacat berat;
• menderita sakit lumpuh;
• terganggunya daya pikir selama empat minggu lebih;
• gugur atau matinya kandungan seorang perempuan..
perempuan
DAFTAR PUSTAKA

Aflanie I. Nirmalasari N. Arizal MH., 2017, Ilmu Kedokteran


Forensik & Medikolegal, Ed. 1, Depok: Raja Grafindo Persada,
pp. 91-101
Parinduri A, 2017, Trauma Tumpul, Jurnal Ibnu Sina Biomedika
Volume 1, No. 2, pp. 29-31
Sheperd R, 2013, Simpson’s Forensic Medicine, Ed. 12, London:
Arnold Publisher, pp. 59-68
Shkrum M. Ramsay D., 2007, Forensic Pathology of Trauma, New
Jersey: Humana Press
TERIMAKASIH

Anda mungkin juga menyukai