Anda di halaman 1dari 17

“PEKERJAAN SEKTOR

INFORMAL”
SYAFRIATNA
(A1A016142)
NURUL MUTIAH
HUSNAINI (A1A017103)
SAHWAN LURIADI
(A1A017116)
SYARIPATUN HANNANI
(A1A017128)
TINA HARDIANTI
(A1A017130)
Definisi Sektor Formal/Informal

Hendri Saparini dan M. Chatib Basri dari Universitas


Indonesia menyebutkan bahwa tenaga Kerja sektor
informal adalah tenaga kerja yang bekerja pada segala
jenis pekerjaan tanpa ada perlindungan negara dan atas
usaha tersebut tidak dikenakan pajak.
Sedangkan menurut Hadionoto, (1988: 42) yang menyatakan
bahwa pilihan sektor informal adalah suatu jawaban atas
rendahnya pendidikan dan keterampilan yang dimiliki oleh
anak-anak jalanan. Investasi yang diperlukan untuk sektor ini
relatif rendah serta tidak memerlukan persyaratan kemampuan
atau keterampilan khusus.
Dengan demikian pkerja informal adalah segala jenis pekerjaan yang tidak
menghasilkan pendapatan yang tetap, tempat pekerjaan yang tidak terdapat
keamanan kerja (job security), tempat bekerja yang tidak ada status permanen
atas pekerjaan tersebut dan unit usaha atau lembaga yang tidak berbadan
hukum.
Kekuatan Sektor Informal

Pemodalan

Menyerap
Dimilikinya Banyak
Tenaga
Memiliki Keahlian
Kerja
Daya Khusus
Tahan dari
Goncanga
n
Ekonomi
Kelemahan Sektor Informal

penyediaan bahan-bahan
baku yang murah dan
kontinyu pengetahuan minim

S mengenai manajemen
bisnis

Lemahnya akses ke T W
pemerintah
O Lemahnya akses ke
lembaga keuangan
Ciri-Ciri Sektor Informal
Bambang Tricahyono dalam buku yang
ditulis oleh Martono H.S. dan
Saidihardjo (1983: 62)
Biasanya
tenaga kerja
Biasanya
tidak atau merangkap
Tidak memiliki sedikit produsen
keterampilan memiliki dibantu
Tenaga kerja yang memadai pendidikan
sektor informal tenaga kerja
formal atau
mudah keluar keluarga
sekolah
masuk pasar.
Jenis-Jenis Pekerjaan Informal

Angkutan: penarik becak,


delman,dan grobak.
Perdagangan: pedagang kaki lima, pedagang
asongan, makanan, minuman,pakaian,
Industri pengolahan: membuat makanan
dan minuman, industri kayu, dan bahan
bangunan.
Bangunan: tukang
teraso, kayu, besi, dan
batu
Jasa-jasa: tukang jahit,
semir sepatu
Pekerjaan Formal Dan Informal di Prov.NTB

Pekerja Sektor Formal

Pekerja sektor formal atau disebut sebagai pekerja manajerial


(white color) terdiri dari tenaga profesional , tekhnis dan
sejenisnya, tenaga kepemimpinan dan tatalaksana, tenaga tata
usaha dan sejenisnya, tenaga usaha penjualan, tenaga usaha
jasa. Untuk bekerja pada sektor formal biasanya
membutuhkan tingkat pendidikan yang memadai dan dikenai
pajak (hendri saparini& M. Chatib Basri).
Pekerja sektor informal

Pekerja sektor informal adalah tenaga kerja yang bekerja


pada segala jenis pekerjaan tanpa ada perlindungan negara
dan atas usaha tersebut tidak dikenakan pajak. Berikut ini
dapat kita lihat jumlah penduduk provinsi NTB dan peran
sektor informal dalam penyerapan tenaga kerja.
Add your title
Kesimpulan

Peran sektor pekerja informal menjadi pengkuat dalam daya tahan kego
ncangan perekonomian sehingga dalam perubahan kondisi ekonomi dapa
t dengan fleksibel untuk menyesuaikan diri. Penyerapan tenaga kerja san
gat tinggi sehingga dapat mengurangi pengangguran yang menjadi masal
ah utama bagi negara berkembang. Melihat sektor pekerja di provinsi nu
sa tenggara barat masih didominasi oleh sebagian besar oleh sektor infor
mal, hal ini dapat disebabkan masih rendahnya tingkat tingkat pendidika
n, kurangnya kesedian pada pekerjaan formal sehingga hal ini yang mem
buat untuk bekerja pada sektor informal.
T H A N K
Y O U